Anda di halaman 1dari 10

NPWP DAN NPPKP ORANG

PRIBADI DAN BADAN


Oleh :

Rafiqah Ratu (140211204)


PENGERTIAN NPWP DAN
NPPKP
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah Nomor yang
diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi
perpajakan yang digunakan sebagai tanda pengenal diri atau
identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban
perpajakannya.
Sedangkan NPPKP (Nomor pengukuhan pengusaha kena
pajak) adalah nomor yang harus dimiliki setiap pengusaha yang
berdasarkan Undang-Undang PPN dikenakan pajak, wajib
melaporkan usahanya pada kantor Direktorat Jenderal Pajak
untuk dikukuhkan sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak).
FUNGSI NPWP
Sebagai sarana dalam administrasi perpajakan.
Sebagai tanda pengenal diri dan identitas WP
dalam melaksanakan
hak dan kewajiban perpajakan.
Menjaga ketertiban dalam membayar pajak dan
pengawasan dalam administrasi perpajakan.
Dicantumkan dalam setiap dokumen perpajakan
NPWP ORANG PRIBADI
Tatacara Pendaftaran NPWP telah diatur melalui Peraturan
Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2013 sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-
38/PJ/2013.
Mengutip dari (pajak.go.id) Wajib Pajak OP yang telah memenuhi
persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan di bidang perpajakan, wajib mendaftarkan diri
pada KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat
kedudukan, dan tempat kegiatan usaha Wajib Pajak
Contoh Kartu NPWP Orang Pribadi (OP)
NPWP BADAN
Yang Wajib Mendaftarkan Diri (Badan)
Wajib Pajak badan yang memiliki kewajiban perpajakan
sebagai pembayar pajak, pemotong dan/atau pemungut
pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan, termasuk bentuk usaha tetap dan kontraktor
dan/atau operator di bidang usaha hulu minyak dan gas
bumi;
Wajib Pajak badan yang hanya memiliki kewajiban
perpajakan sebagai pemotong dan/atau pemungut pajak
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan, termasuk bentuk kerja sama operasi (Joint
Operation).
C O N TO H K A RT U N P W P B A D A N
P E N E R A PA N TA R I F
P E M O T O N G A N / P E M U N G U TA N P P H
Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak
dikenakan tarif lebih tinggi 20% .
Besarnya pungutan Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor
Pokok Wajib Pajak dikenakan lebih tinggi 100%
Dalam hal Wajib Pajak yang menerima atau memperoleh
penghasilan yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak,
besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100%
KESIMPULAN
NPWPpada dasarnya harus dimiliki oleh setiap orang pribadi/badan yang
termasuk dalam wajib pajak.

NPPKP adalah setiap wajib pajak sebagai pengusaha yang dikenakan


pajak PPN berdasrkan undang-undang PPN wajib melaporkan usahanya
untuk dikukuhkan pengusaha kena pajak (PKP).

Perbedaan diantara keduanya terletak pada persyaratan memperoleh


NPWP.

Penerapan tarif pemotongan/pemungutan PPh lebih tinggi bagi WP yang


Tidak memiliki NPWP yaitu sebesar 20%
DAFTAR PUSTAKA
Mardiasmo, 2013, Perpajakan, edisi revisi 2013. Yogyakarta: Andi Yogyakarta
Undang-undang Nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara
Perpajakan (UU KUP).
Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-
undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.
www.pajak.go.id
www.pajak.co.id/aplikasi-perpajakan
www.pajak.co.id/content/seri-pph-subyek-pajak-penghasilan
https://acilbgcity.wordpress.com/2011/02/02makalah-spt-tahunan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Nomor pokok wajib_pajak