Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH AUDIT

TENURE TERHADAP
AUDIT DELAY
KERANGKA PEMIKIRAN

AUDIT TENURE AUDIT DELAY


HIPOTESA
H1 : Auditor Tenure berpengaruh positif terhadap Audit Delay
INDIKATOR
AUDIT DELAY
- Jumlah hari antara tanggal penutupan buku di akhir tahun sampai
dengan diterbitkannya laporan audit

AUDIT DELAY
- 0 = Jika perusahaan di audit dengan KAP yang sama <6 tahun
- 1 = Jika perusahaan di audit dengan KAP yang sama
TEORI PENDUKUNG
AUDIT TENURE

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor


359/KMK.06/2008 pasal 3 dan Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor 359/KMK.06/2003 pasal 2 menyatakan
bahwa audit tenure adalah masa perikatan audit dari Kantor
Akuntan Publik (KAP) dalam memberikan jasa audit terhadap
kliennya.

Dalam penentuan tenure KAP, yaitu berdasarkan keputusan


Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01 tahun 2008 tentang Jasa
Akuntan Publik pasal 3, jangka waktu perikatan audit memiliki batas
maksimal 6 tahun perikatan.

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 423/KMK.06/2002


AUDIT DELAY
Menurut Dyer dan McHugh dalam Angruningrum (2013) audit delay
adalah interval waktu antara tahun tutup buku laporan keuangan
hingga opini pada laporan keuangan audit ditandatangani.
PENELITIAN SEBELUMNYA
Lee dalam Ardianti (2013) mengatakan bahwa audit tenure yang
lebih panjang akan membentuk efisiensi dalam perusahaan

Rustiarini (2013) mengatakan bahwa audit tenure akan


mengurangi independensi auditor sehingga menyebabkan auditor
tidak bisa menyelesaikan kewajibannya secara tepat waktu dan
mengurangi ketepatwaktuan penyampaian laporan audit