Anda di halaman 1dari 17

METODE PENGUKURAN

SEISMOGRAF
S E I S M O G R A F

Instrumen
(Komponen-
komponen)
Cara
Menggunakan Kelebihan dan
Kekurangan
Cara membaca
Pengertian
Jenis-Jenis
Kesimpulan
Interpretasi Data

Hasil
S E I S M O G R A F

Bab I Pengertian

Secara umum seismograf


Seismograf Seismometer adalah alat atau sensor
getaran, yang biasa digunakan
untuk mendeteksi gempa bumi
atau getaran pada permukaan
tanah. .
Seismogram
S E I S M O G R A F

Instrumen (Komponen-
Bab II komponen)

1. Sensor
2. Amplyfier /
Pengkondisi
sinyal
3. ADC
4. Time System
5. Recorder
6. Power Supply
S E I S M O G R A F

Cara Menggunakan
Bab II

Seismograf horizontal dan vertical, mempunyai


tugas masing-masing. Seismograf horizontal bertugas
untuk mengukur atau mencatat getaran bumi pada arah
horizontal. Sedangkan seismograf vertikal untuk
mencatat getaran bumi pada vertikal. Mengetahui
getaran yang dirasakan yaitu dengan pendalar, dengan
adanya pendalar tersebut dapat mengetahui seberapa
besar tekanan yang diberikan oleh getaran tersebut.
Cara kerjanya adalah apabila pada massa stasioner
dipasang pena tajam dan ujung pena itu
disinggungkan pada benda lain yang dipancangkan
di tanah, maka pada saat bumi bergetar, akan
terjadi goresan antara massa stasioner dan benda
tersebut. Goresan tersebut merupakan wujud dari
gambaran getaran bumi. Dari goresan-goresan itu
para ahli dapat membaca tekanan dan frekuensi
suatu gempa.
S E I S M O G R A F

Bab II Cara Membaca

Pada seismogram, gelombang primer (P) tercatat pada


fase pertama dan selang beberapa waktu kemudian datang
gelombang fase ke dua, yaitu gelombang sekunder (S).
selisih waktu pencatatan gelombang primer dan sekunder
tersebut dapat digunakan untuk menghitung jarak
episentrum. Dengan diketahuinya jarak episentrum dari
beberapa stasiun pencatat gempa (minimal 3 stasiun)
dapat digunakan untuk menentukan lokasi episentrum.
Beberapa cara untuk mengetahui lokasi episentrum
adalah:
1. Dengan menggunakan hasil pencatatan seismograf. Yaitu
satu seismograf vertical, satu horizontal yang berarah utara-
selatan, dan satu lagi seismograf yang berarah timur-barat.
Dengan tiga seismograf ini akan ditemukan letak episentrum.

2. Dengan menggunakan tiga tempat yang terletak dalam


satu homoseista. Ketiga tempat yang terletak dalam satu
homosesita itu dihubungkan, kemudian ditarik garis sumbu
pada garis yang menghubungkan tempat-tempat pencatatan
3. Dengan menggunakan tiga tempat yang mencatat jarak
episentrum. Cara ini dicari dengan rumus Laska, yaitu:
Jarak episentrum dengan stasiun pencatat gempa = [(S-P)-
1] X 1 megameter
S-P = selisih waktu pencatatan gelombang primer dengan
gelombang sekunder, dalam satuan menit.
Misalnya :
Kota X mencatat jarak episentrum 5000 km
KotaY mencatat jarak episentrum 7000 km
Kota Z mencatat jarak episentrum 4000 km
Dengan data tiga episentrum di tiga kota, kemudian kita
ambil peta yang sesuai skalanya. Letak apisentrum akan
didapat dari perpotongan ketiga lingkaran.
S E I S M O G R A F

Bab II Jenis-Jenis

Digital Horizotal Vertikal


S E I S M O G R A F

Bab II Hasil
S E I S M O G R A F
Interpretasi Data
Bab II
Skala Ciri Ciri
2,0 3,4 Tidak terasa, tapi
terekam seismograf
3,5 4,2 Hanya terasa oleh
beberapa orang
4,3 4,8 Terasa oleh banyak
orang
4,9 5,4 Terasa oleh senua
orang
5,5 6,1 Sedikit merusakkan
bangunan
6,2 6,9 Merusak bangunan

7,0 7,3 Rel kereta api bengkok

7,4 7,9 Kerusakan hebat

8,0 Kerusakan luar biasa


S E I S M O G R A F
Kelebihan Dan
Bab III Kekurangan

1. Kelebihan

1.Kelebihan seismograf termasuk dari fungsi seismograf itu sendiri.


Karena seismograf terdapat banyak jenis dan macamnya. Jadi,
seismograf mempunyai tugas masing-masing. Berikut adalah
kelebihan seismograf :
2. Seismograf menggunakan dua klasifikasi yang berbeda untuk
mengukur Gelombang seismik yang dihasilkan gempa, yaitu besaran
gempa dan intensitas gempa. Kedua klasifikasi pengukuran ini
menggunakan skala pengukuran yang berbeda pula. Skala
pengukuran gempa tersebut terdiri dari skala Richter dan Skala
Mercalli . Skala Richter digunakan untuk menggambarkan besaran
gempa, sedangkan Skala Mercalli digunakan untuk menunjukkan
intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung,
dan manusia.
2. Kekurangan

1. Jika getaran yang terlalu kuat membuat


seismograf tidak mampu membuat catatan,
karena tangkai alat pencatat bisa mengalami
kerusakan.
2. Karena seismograf adalah alat yang selalu
didekatkan dengan lokasi getaran. Jadi, ada
peraturan yang memasang seismograf
tersebut pada saat getaran besar terjadi,
karena melalui beberapa pertimbangan.
S E I S M O G R A F

Bab III Kesimpulan


Seismograf adalah alat atau sensor getaran, yang biasa digunakan
untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah.
Hasil rekaman dari alat ini disebut seismogram. Sebuah seismograf
dapat mencatat gempa komponen vertical dan gempa komponen
horizontal.
Ada beberapa skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan
gempa bumi. Skala Mercalli, Omori, Cancani, dan skala Richter,
namun skala Richter adalah yang paling popular untuk mengukur
kekuatan gempa bumi. Prinsip kerja yang digunakan pada seismograf
yaitu mengembangkan kerja dari bandul sederhana.
Dalam sebuah seismograf terdiri dari beberapa bagian, yaitu
sebuah sensor, amplifier dan pengkondisi sinyal, ADC, Time System,
Rekorder, dan power supply. Gabungan antara amplifier dan
pengkondisi sinyal, ADC, dan time system biasa disebut dengan
Digitizer.
Terima Kasih