Anda di halaman 1dari 28

PEMERIKSAAN RADIOLOGI

PADA OSTEOPOROSIS

Preseptor:
Dr. Hj. Rozetti, Sp. Rad
LATAR BELAKANG
Latar Belakang

Osteoporosis :
Suatu penyakit degeneratif
pada tulang yang ditandai
dengan menurunnya massa
tulang
Epidemiologi
Amerika
10 juta orang usia diatas 50 tahun menderita
osteoporosis dan hampir 34 juta dengan penurunan
massa tulang
4 dari 5 orang penderita osteoporosis adalah wanita
Indonesia
kejadian osteoporosis meningkat seiring usia, serta
prevalensi terbanyak terdapat pada perempuan
dibanding laki-laki
Permasalahan

Sulit didiagnosis Penyakit Osteoporosis


karena Biasanya massa tulang yang sudah
berkurang 30 40% baru dapat dideteksi
dengan pemeriksaan X-ray konvensional

Gambaran radiologis yang khas pada


osteoporosis adalah penipisan korteks dan
daerah trabekular yang lebih lusen. Karena
kurangnya sensitivitas terhadap diagnosis
osteoporosis, maka saat ini pemeriksaan
dengan radiologi konvensional tidak
dianjurkan lagi.
Tujuan umum makalah ini adalah untuk mengetahui
Tujuan pemeriksaan radiologis pada oteoporosis.
Umum

Mengetahui anatomi tulang


Mengetahui definisi, epidemiologi, klasifikasi, etiopatofisiologi
Tujuan dan diagnosis osteoporosis
Khusus Mengetahui pemeriksaan radiologis pada osteoporosis.

Meningkatkan kemampuan penulisan dibidang radiologi


Menambah ilmu pengetahuan mengenai osteoporosis dan
Manfaat pemeriksaan radiologis pada oteoporosis.
Penulisan
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Tulang

Massa
Kompakta
Padat
Tulang
Anyaman
Spongiosa
Trabekula
Penampang Jenis Tulang
Klasifikasi Tulang menurut Regio

a) Dilihat dari anterior, b) dilihat dari lateral


Tulang terdiri dari 3 jenis sel tulang

yang menyintesis sel raksasa

osteoklas
Osteosit

osteoblas
terdapat di unsur multinulear
rongga- organik yang terlibat
rongga matriks dalam
(lakuna) di resorpsi dan
dalam remodelling
matriks jaringan
tulang
Osteoporosis
Definisi :
Osteoporosis adalah suatu penyakit degeneratif pada
tulang yang ditandai dengan menurunnya massa
tulang, dikarenakan berkurangnya matriks dan
mineral yang disertai dengan kerusakan mikro
arsitektur dari jaringan tulang, sehingga terjadi
penurunan kekuatan tulang
Prevalensi Osteoporosis di
Indonesia
Klasifikasi Osteoporosis
Primer Sekunder
PATOFISIOLOGI

Penyebab utama
osteoporosis adalah
gangguan dalam Terjadinya osteoporosis secara
remodeling tulang seluler disebabkan oleh karena
sehingga mengakibatkan jumlah dan aktivitas sel osteoklas
kerapuhan tulang melebihi dari jumlah dan aktivitas
sel osteoblas Keadaan ini
mengakibatkan penurunan massa
tulang
DIAGNOSIS
riwayat fraktur & riwayat keluarga menderita
osteoporosis
faktor imobilisasi lama asupan kalsium, fosfor dan
vitamin D, konsumsi obat dan faktor-faktor risiko
Anamnesis lain

tinggi dan berat badan, gaya jalan penderita,


deformitas tulang, leg-lenght inequality , dan nyeri
spinal
Hipokalsemia iritasi muskuloskeletal,
Pemeriksaan Adduksi jempol tangan, fleksi sendi
metacarpophalangeal, dan ekstensi sendi
Fisik interphalang
Tatalaksana
Prinsip

meghambat kerja osteoklas meningkatkan kerja osteoblas


(anti resorptif) (stimulator tulang)

Terapi lain yang menjanjikan


Konsumsi Kalsium yang adalah pemberian suatu
cukup golongan obat yang dikenal
dengan bifosfonat
Pemeriksaan Radiologis pada
Osteoporosis
Deteksi osteoporosis sangat sulit dilakukan.
Diagnosis penyakit osteoporosis kadang - kadang
baru diketahui setelah terjadinya patah tulang
punggung, tulang pinggul, tulang pergelangan
tangan atau patah tulang lainnya pada orang tua,
baik pria atau wanita.
Biasanya massa tulang yang sudah berkurang 30
40% baru dapat dideteksi dengan pemeriksaan X-
ray konvensional.
6 kriteria yang dianjurkan dalam menentukan
osteoporosis vertebrae:

daya tembus sinar Hilangnya trabekula ketebalan korteks


pada korpus vertebrae horizontal + jelasnya anterior korpus
/ densitas tulang. trabekula vertikal. vertebrae.

menemukan fraktur
Abnormalitas bentuk spontan / setelah
Perubahan end plates
vertebrae trauma ringan pada
foto vertebra.
Pengurangan kepadatan tulang
menonjol daerah kaya
tulang trabekular, khususya
kerangka aksial ( vertebra ,
panggul , iga dan sternum ).

Fraktur tulang belakang adalah


yang paling umum.

Bagian anterior dan pertengahan


vertebrae, menahan kekuatan
kompresi tidak sebaik dari
posterior dan cincin luar unsur
tulang belakang
Patah tulang belakang dapat di bagi menjadi stadium
ringan (kelas 1), sedang (kelas 2) dan berat (kelas 3).
Patah tulang belakang peristiwa akut trauma minor
+ rasa sakit sembuh secara spontan selama 6-8
minggu.
Gejala atas beda dengan metastasis (lebih kompleks).
Namun, 30 % dapat terjadi pada pasien tanpa gejala.
Fraktur osteoporosis paling umum pada daerah
dada dan thoraco - lumbal hilangnya tinggi tubuh
Di atas T7 metastasis harus dipertimbangkan.
Gambar 2.6 Osteoporosis. Gambaran tangan dari wanita dewasa menunjukkan
densitas tulang yang berkurang, korteks yang menipis dan jumlah trabekulae
yang berkurang, hal ini membuatnya terlihat mencolok.
Pemeriksaan Radiologis pada
Osteoporosis

Konvensional Densitometri MRI


penipisan korteks Densitometeri tulang Kelebihan No
dan daerah pemeriksaan yang radiasi, dan digunakan
trabekular yang akurat dan presisi
lebih lusen untuk menilai densitas untuk menilai densitas
tulang-tulang massa tulang. serta kualitas jaringan
vertebrae , Beberapa cara menilai trabekula tulang dan
tangan, dll densitas massa tulang untuk menilai
: SPA, DPA, DEXA
arsitektur trabekula.
DEXA T-score menurut WHO
Definisi WHO Normal Osteopenia Osteoporosis Osteopororis
Berat
T-score > -1 > -2,5 dan -1 -2,5 -2,5 disertai
fraktur

Keuntugan dari penggunaan DEXA pemeriksaan ini


tidak bersifat invasif dan memerlukan waktu yang
cukup singkat.
DEXA memiliki paparan radiasi yang lebih rendah
KESIMPULAN
Osteoporosis
adalah suatu
penyakit
degeneratif pada
tulang yang
ditandai dengan Diagnosis
menurunnya Osteoporosis : osteoporosis
massa tulang primer dan dapat ditegakkan
sekunder dari anamnesis,
pemeriksaan fisik
Osteoporosis di dan pemeriksaan
Tulang terdiri Indonesia penunjang
atas dua bentuk, perempuan >> laki-
tulang kompakta laki, usia maka Pemeriksaan
dan tulang kejadian
radiologis : foto
spongiosa konvensional,
densitometeri
(dengan metode
DEXA, SPA, dll,)
MRI
TERIMA KASIH