Anda di halaman 1dari 23

TRANSKULTURAL

NURSING
DEFINISI NUTRISI

Nutrisi adalah zat-zat yang terkandung dalam makanan.


Nutrien (zat gizi) adalah komponen kimia dalam makanan
yang digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi dan
membantu pertumbuhan, perbaikan, dan perawatan sel sel
tubuh. Terdapat enam kelas zat gizi yaitu protein,
karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air. Protein,
karbohidrat, lemak merupakan termasuk makronutrien,
sedangkan vitamin, mineral, dan air merupakan termasuk
mikronutrien.
LANJUTAN..

Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai suatu proses


organism yang menggunakan objek utamanya
yaitu makanan yang sering dikonsumsi dalam
kondisi yang normal, dengan menggunakan
proses degesti, absorsi serta metabolisme yang
pada nantinya akan membuang beberapa zat yang
memang tidak digunakan oleh tubuh.
DEFINISI TRANSKULTURAL NURSING

Keperawatan transkultural adalah suatu pelayanan keperawatan


yang berfokus pada analisis dan studi perbandingan tentang
perbedaan budaya (Leininger,1987).

Keperawatan transkultural merupakan ilmu dan kiat yang


humanis, yang difokuskan pada prilaku individu atau
kelompok, serta proses untuk mempertahankan atau
meningkatkan perilaku yang sehat atau perilaku sakit secara
fisik dan psikokultural sesuai latar belakang budaya
(Leininger, 1984).

Pelayanan keperawatan transkultural diberikan kepada


klien sesuai dengan latar belakang budayanya.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA
DENGAN MAKANAN

Makanan berfungsi untuk mempertahankan,


meningkatkan dan mengembalikan kesehatan yang
1 optimal.

Pemilihan bahan, pengelolahan, penyajian dan pengomsumsiannya


berkaitan dengan budaya individu, keluarga, dan komunitas tempat.
Misalkan budaya makan nasi saat panen padi dan meninggalkan makan
sayur-sayuran (wortel) di daerah Cianjur pada era 70-an, ternyata
menyebabkan angka rabun senja meningkat saat musim padi dan menurun
saat musim tanam padi, dll.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA
DENGAN MAKANAN

Budaya mempengaruhi individu dan keluarga dalam


2 menentukan makanan yang dikonsumsi.

Orang muslim tidak akan memakan daging anjing,


babi, atau hewan yang dianggap halal, misalnya
ayam, jika tidak disembelih dengan menyebut
nama Allah SWT, dll.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA
DENGAN MAKANAN

Makanan juga dikaitatkan dengan jenis kelamin,


3 makanan maskulin atau feminim

Gado-gado, rujak, ketoprak, sate ayam, soto ayam, atau


teh adalah makanan yang feminim yang identik dengan
perempuan. Sate kambing, sop kambing, atau kopi
adalah makanan maskulin yang berindentik dengan
lelaki.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA
DENGAN MAKANAN

Makanan juga dikaitkan dengan usia


4

Susu dan madu adalah makanan untuk anak-anak.


Makanan untuk orang dewasa adalah kacang
goreng, kopi atau teh tubruk.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA
DENGAN MAKANAN

Makanan juga berkaitan dengan kondisi


5 kesehatan seseorang

Makanan orang sakit biasanya dengan sedikit


garam dan tanpa cabe sehingga terasa
hambar.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA
DENGAN MAKANAN

Makanan dapat juga memperat hubungan


6 kekerabatan.

Pada orang jawa atau orang sunda saat lebaran, mereka akan
mengantar makanan kepada orang yang lebih dituakan walaupun
yang lebih muda lebih miskin. Makanan hantaran di sini
berfungsi sebagai bentuk pengakuan bahwa yang menerima
dituakan dihormati sekaligus ucapan syukur orang yang lebih
muda kepada orang yang lebih tua.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA
DENGAN MAKANAN

Makanan dapat membangun dan


7 mempertahankan hubungan antar manusia

Misalnya makanan yang dibawa sendiri-


sendiri kemudian diletakkan ke suatu
tempat selanjutnya di santap bersama-
sama.
PENGARUH AKIBAT KEKURANGAN NUTRISI DALAM
SUATU KEBUDAYAAN ATAU TRANSKULTURAL
Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang dalam kuantitas dan
kualitas) menyebabkan pada proses-proses yakni :

1.Pertumbuh 1.Produksi 1.Pertahanan


an tenaga tubuh

1.Akibat gizi
1.Stuktur
1.Perilaku lebih pada
fungsi otak
proses tubuh
Produksi
Pertumbuhan tenaga
Anak-anak tidak tumbuh Kekurangan energi
menurut potensialnya. berasal dari makanan,
Protein digunakan sebagai
zat pembakar, sehingga otot-
menyebabkan seorang
otot menjadi lembek dan kekurangan tenaga
rambut mudah rontok. Anak- untuk bergerak, bekerja,
anak yang berasal dari dan melakukan aktivitas.
tingkat social ekonomi
menengah keatas rata-rata
Orang menjadi malas,
lebih tinggi daripada yang merasa lemah, dan
berasal dari keadaan social produktivitas kerja
ekonomi rendah. menurun
Pertahanan Stuktur
tubuh fungsi otak
Daya tahan terhadap Kurang gizi pada usia
tekanan atau stress muda dapat berpengaruh
menurun. System terhadap perkembangan
imunitas dan anti bodi mental, dengan demikian
berkurang, sehingga kemampuan berpikir.
orang mudah terserang Otak mencapai bentuk
infeksi seperti pilek, maksimal pada usia dua
batuk, dan diare. Pada tahun. Kekurangan gizi
anak-anak hal ini dapat dapat berakibat
membawa kematian. terganggunya fungsi otak
secara permanen.
Akibat gizi
Perilaku lebih pada
proses tubuh
Bagi anak-anak maupun Gizi lebih menyebabkan
orang dewasa yang kegemukan atau obesitas.
kurang gizi Kelebihan energi yang
menunjukkan perilaku dikonsumsi disimpan di dalam
tidak tenang. Mereka jaringan dalam bentuk lemak.
mudah tersinggung, Kegemukan merupakan salah
cengeng, dan apatis. satu faktor risiko dalam
terjadinya berbagai penyakit
Dari keterangan diatas
degenerative, seperti hipertensi
tampak, bahwa gizi yang
atau tekaan darah tinggi,
baik merupakan modal penyakit-penyakit diabetes,
bagi pengembangan jantung koroner, hati dan
sumberdaya manusia. kantung empedu.
Tn. A usia 20 tahun suku padang, beragama islam
diantarkan orang tuanya di rumah sakit harapan kita
dengan keluhan nyeri pada tulang keringnya. Bp.A
mengatakan nyerinya timbul akibat Tn.A terjatuh
dari pohon keramat didesanya, kemudian menurut
C O N TO H
kepercayaan orang sekitar Tn.A terjatuh akibat
didorong oleh penunggu pohon keramat tersebut.
PEMBAHASAN
Menurut cerita yang dikatakan Bp.A, saat anak nya KASUS
jatuh Tn. A langsung dibawa ke dukun, lalu Tn.A
dipijit menggunakan batang sereh yang di bakar
dengan bacaan doa-doa. Bp.A mengatakan Tn.A
dilarang mengkonsumsi makanan seperti ikan,
daging, dan telur. Namun Tn.A masih tampak lemah,
lesu, dan tampak kesakitan, pada saat di berikan
penkes Bp.A masih terlihat kebingungan. Setelah
dilakukan pemeriksaan melalui rontgen, pada hasil Kasus
rontgen terlihat bahwa terdapat adanya retak pada
tulang kering Tn. A.
PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan tanggal : 10 Mei 2012 Penanggung Jawab
Jam : 10.00 WIB
Nama : Bp.A
Tanggal masuk : 9 Mei 2012
Jenis Kelamin : Laki-laki
No. CM : _
Usia : 45 Tahun
Ruangan :
Status Perkawinan : Menikah
Identitas Pasien
Nama : Tn. A Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-laki Suku bangsa : Indonesia
Usia : 20 Tahun Pendidikan : Tamat SD
Status perkawinan : Belum menikah Bahasa yang digunakan : Indonesia
Agama : Islam
Pekerjaan : Kuli bangunan
Suku bangsa : Indonesia
Alamat : Jl. Samudera 37 Padang
Pendidikan : Tamat SMA
Sumbar
Bahasa yang digunakan : Bahasa Indonesia
Pekerjaan : Pelajar Hubungan dengan pasien : Ayah
Alamat : Jl. Samudra 37 Padang Sumbar
klien
Diagnosa Medis : Fraktur Tibia ( Retak tulang
kering )
Riwayat kesehatan

Persepsi sehat sakit


Persepsi klien tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi
untuk mengatasi permasalahan kesehatan saat ini adalah jarak
melakukan pemeriksaan kondisi klien kedokter maupun rumah
sakit, biasanya keluarga klien cukup datang ke dukun selain itu
juga sering menkonsumsi obat tradisional