Anda di halaman 1dari 72

PENCEGAHAN INFEKSI REGIONAL

(HIV, HVB, TB)


OLEH :
PPI RS TK IV SAMARINDA
TUJUAN SESI

Memahami gambaran epidemologi berbagai penyakit


menular
Memahami transmisi berbagai penyakit menular
Memahami pencegahan berbagai penyakit menular
HIV / AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Merupakan virus RNA, family retrovirus
Masa inkubasi (masa leten klinis) lama
HIV menghancurkan system imun
Rentan terhadap berbagai penyakit
Menimbulkan gejala & tanda AIDS
HIV / AIDS

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)


Adalah kumpulan gejala penyakit yang disebabkan
penurunan kekebalan tubuh akibat HIV (Human
Immunodeficiency Virus).
Perjalanan penyakit HIV / AIDS
Infeksi Mulainya
HIV AIDS

RESIKO
Tidak
Terinfeksi
HIV AIDS Terminal

Masing-masing kelompok mempunyai karakter dan


membutuhkan pelayanan dan dukungan yang berbeda
Klasifikasi WHO
MASA INKUBASI

Bervariasi tergantung usia dan obat ARV


Deteksi antibody memerlukan waktu sekitar 1-3 bulan setelah terinfeksi
Terjadinya AIDS sekitar <1 thn s/d > 15 thn
Tanpa pengobatan efektif, 50% pasien akan menjadi AIDS dalam 10 tahun
CARA PENULARAN
PERILAKU RESIKO TINGGI

Pengguna narkoba suntik bergantian


Senggama vaginal / anal tanpa kondom
Kontak oral - anal
KELOMPOK RESIKO TINGGI

Pencandu obat bius I.V


Pria homoseksual
Penerima transfuse darah
Wanita / pria tuna susila
Wanita / pria dengan banyak mitra seksual
Mitra seksual dari kelompok di atas
MASA PENULARAN

Tidak diketahui pasti


Diperkirakan segera setelah terinfeksi pasien jadi infeksius seumur hidup
Kerentanan dan kekebalan:
Diduga semua orang rentan
Pada penderita PMS (Penyakit Menular Seksual) dan pria yang tidak
dikhitan kerentanan akan meningkat
CARA PENCEGAHAN
CARA PENCEGAHAN
Tidak berhubungan sex
Saling setia dengan satu pasangan
Gunakan kondom bagi yang sering berganti-ganti
pasangan atau sudah terkena HIV/AIDS
Tidak menggunakan narkoba
Gunakan jarum sekali pakai / disposible
HEPATITIS A

EPIDOMOLOGI :
Seluruh dunia, sporadic, kadang-kadang KLB

Umumnya : anak usia sekolah dan dewasa muda

Case fatality rate rendah (0,1-0,3 %)


HEPATITIS A

ETIOLOGI :
VIRUS Hepatitis A (HVA), family Picornaviridae.
Manusia : Reservoir
Banyak Asimtomatis, gejala sangat ringan

Cara penularan :
Dari orang ke orang : Fecal Oral
Virus pada tinja terutama 1-2 minggu sebelum gejala
Sumber penularan : air minum/makanan terkontaminasi,
makanan tidak diolah dengan baik
HEPATITIS A
Masa inkubasi
15 50 hari, rata-rata 28-30 hari
Masa penularan
Masa penularan : akhir masa inkubasi beberapa
hari setelah timbul ikterus
Bayi dan anak : virus pada tinja sampai 6 blan
setelah sembuh
HEPATITIS A

GEJALA KLINIS
Ringan : Sembuh Sendiri dalam 1-2 minggu
Berat : beberapa bulan
Gejala : Demam, malaise, anoreksia, nausea, dan
gangguan abdominal, diikuti timbulnya icterus
setelah beberapa hari
HEPATITIS A
Pencegahan :
Kebersihan diri
Kebersihan lingkungan
Perilaku hidup sehat
Kebersihan tangan
Kebersihan makanan / minum
HEPATITIS B
ETIOLOGI :
VIRUS HEPATITIS B (HBV)
Virus DNA hepatotropik
Golongan hepadnaviridae
Terdiri atas 6 genotype (A-H)
Inti HBV mengandung : protein polymerase dengan aktivitas reverse
transcriptase, HBcAg, dan HBeAg
Selubung lipoprotein mengandung HBsAg
HEPATITIS B
TRANSMISI :
Terutama melalui darah
Hubungan seksual
Penetrasi jaringan atau mukosa
Transmisi maternal-neonatal
Tidak ada bukti penyebaran fekal-oral
HEPATITIS B
HEPATITIS B
RESIKO AKIBAT TERTUSUK JARUM SUNTIK (NEEDLE STICK INJURY) :
HBeAg Positif : 30-40%
HBsAg Positif : 2-6%
HCV (PCR +) : 10 %
HCV Positif (PCRR-) :1%
HIV Positif : 0,3 %
HEPATITIS B
PENCEGAHAN :
Vaksinasi Hepaitis B
Setia pada satu pasangan
Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan HBV + diberikan HBIg
Hati-hati menggunakan peralatan yang mungkin terkontaminasi
darah
Gunakan jarum suntik sekali pakai
HEPATITIS B

VAKSIN :
Immunoprofilaksis sebelum paparan :
Vaksin Hepatitis B
Immunoprofilaksis pasca paparan :
Vaksin hepatitis B dan HBIG
HEPATITIS C
ETIOLOGI :
VIRUS HEPETITIS C (HCV)
Termasuk klasifikasi flaviviridae
Selubung glikoprotein, RNA rantai tunggal
Hanya satu serotype yang dapat diidentifikasi; terdapat
banyak genotype
HEPATITIS C
TRANSMISI :
Trasmisi darah
Trnasmisi seksual
Transmisi maternal-neonatal
Tidak terdapat bukti transmisi fekal-oral
HEPATITIS C

FAKTOR RESIKO:
HEPATITIS C
PENCEGAHAN :
Setia pada satu pasangan
Hati-hati menggunakan peralatan yang mungkin
terkontaminasi darah
Tidak ada vaksin yang tersedia untuk hepatitis C
Gunakan jarum suntik satu kali pakai
Tidak recapping jarum suntik habis pakai
DEMAM TIFOID

Infeksi bacterial :
Salmonela typhi
Salmonella paratyphi

Sumber penularan : Manusia

Cara penularan : Fecal - oral


DEMAM TIFOID
GEJALA KLINIS :
Sakit perut
Mencret
Konstipasi
Sakit kepala
Gangguan kesadaran
Demam tinggi
Bingung
Temp > 39 derajat
Lidah kotor
Perut tegang
DEMAM TIFOID

MASA INKUBASI :
Masa inkubasi sekitar 12 36 jam
MASA PENULARAN :
Selama sumbernya sakit, beberapa hari minggu
Carrier : beberapa bulan kurang atau lebih 1 tahun setelah sembuh
DEMAM TIFOID
DIAGNOSIS KLINIS :
Possible case
Didapat gejala demam, gangguan saluran cerna, gangguan pola BAB dan
hepato/spenomegali. Sindrom demam tipoid yang didapat belum lengkap. Possible case
hanya pada pelayanan kesehatan dokter
Probable case
Didapat gejala klinis lengkap atau hamper lengkap serta didukung oleh gambaran
laboratorium yang menyokong demam tifoid (titer widal 0 1/160 atau H 1/160 pada satu
kali pemeriksaan)
Definite case
diagnosis pasti, ditemukan S.Typhi pada pemeriksaan biakan atau positi S.typhi pada
pemeriksaan PCR atau terdapat kenaikan titer widal 4 kali lipat (pada pemeriksaan ulang 5-7
hari) atau titer widal 0 1/320 atau H 1/640 (pada pemeriksaan sekali)
DEMAM TIFOID
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Darah :
Leukopeni
Limfositosis reltif
Aneosinofilia
Trombositopenia
Kultur (darah, feaces, urine, sumsum tulang, rose spot)
Serologi (Widal, Tubex, Typhidot, Dipstick test)
Teknik molekuler
DEMAM TIFOID

TATALAKSANA
Sebaiknya di RS/Puskesmas
Tirah baring
Makan kurang serat
Pengobatan : Cotrimoxazole, ciprofloxacine, ceftriaxone, dll
Cegah penularan
Pendidikan
DEMAM TIFOID
PENCEGAHAN
Kebersihan sebelum makan
Pelindungan makanan
Air minum yang baik
pembuangan yang baik
Vaksinasi :
Parentral VICPS (capsular polysaccharide typoid vaccine
typhim VI)
Ty21a-live oral vaccine (Vivotif Berna)
TUBERKULOSIS

Indonesia adalah negara ke 3 dengan masalah TBC terbesar di dunia


140.000 kematian di indonesia disebabkan TBC dan setiap tahun bertambah
juta kasus baru TBC
TBC adalah pembunuh nomor 1 diantara penyakit menular dan penyebab
kematian nomer 3 setelah penyakit jantung dan penyakit pernafasan akut
pada seluruh golongan usia
TUBERKULOSIS

TBC adalah penyaki yang disebabkan oleh Mycobacteruim Tuberculosis


Pada 80 % kasus mngenai paru, sisanya mengenai organ lain
Gejala :
Batuk lebih dari 3 minggu
Demam dan keringat malam
Berat badan menurun dan nafsu makan menurun
Nyeri dada dan sesak
Darah pada soutum
TUBERKULOSIS

KUMAN TUBERKULOSIS
Berbentuk batang
Mempunyau sifat khusus : tahan terhadap asam pada pewarnaan disebut
pula sebagai basil tahan asam (BTA)
Cepat mati dengan sinar matahari langsung
Bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab
Dalam jaringan tubuh dapat dormant, tertidur selama bertahun-tahun
TUBERKULOSIS

TRANSMISI
TBC menular dengan menyebar melalui droplet diudara
Penularan dari penderita TBC pada umumnya ketika batuk, bersin, berbicara
atau meludah
Sesorang dapat tertular hanya dengan menghirup sejumlah kecil bacilli,
tergantung system kekbalan tubuh
Penderita TBC dengan status BTA + , biasa menularkan pada 10 -15 orang
setiap tahun
Saat ini 1/3 populasi dunia tertular TBC
TUBERKULOSIS

POPULASI BERISIKO
Siapa saja dapat tertular TBC, khususnya bila daya tahan tubuh menurun
Perempuan dan anak-anak termasuk populasi rentan
Merupakan infeksi opotunistik tersering pada organ dengan HIV/AIDS
TUBERKULOSIS

PENGOBATAN TBC
TBC dapat diobati asal mengikuti standar pengobatan
Strategi saat ini direkomendasikan adalah DOTS (direct Observed
Treatment)
Indonesia telah mencapat angka kesembuhan 85% yang sesuai dengan
target global
TUBERKULOSIS
TIPE PENDERITA
Kasus baru:
penderita belum pernah diobati denga OAT atau sudah pernah dapat OAT < 1 bulan
Kasus relaps:
Penderita yang pernah dapat pengobatan OAT dan telah dinyatakan sembuh,
kemudian berobat kembali dengan dahak BTA+
Kasus transfer In:
Penderita yang sudah mulai berobat di satu kabupaten, kemudian pindah ke
kabupaten lain
Kasus lalai (drop-out):
Penderita sudah berobat min. 1 bulan kemudian berhenti
SARS

Diduga disebabkan oleh mutan baru Coronavirus


Mengenai semua kelompok usia
Kematian tertunggi terjadi pada penderita dengan penyakit kronis
sebelumnya
Diduga berawal dari Guangdong, China
Menyebabkan Pneumonia Atipik
SARS

PNEUMONIA ATIPIK
Jaringan sekitar alveoli membengkak sehingga alveoli
kolaps
Aliran darah daerah tersebut berkurang, sehingga
menghambat transfer o2
Pada foto thoraks terlihat bayangan yang tidak jelas dan
tanpa batas tegas
SARS

KELUARGA CORONAVIRUS
Menyebabkan gangguan saluran pernafasan ringan
seperti influenza
Dapat bertahan di udara kering selama 3 jam
Mati bila kena sinar UV, tidak tahan sinar matahari
Mudah bermutasi yang akan memicu epidemic penyakit
saluran pernafasan
SARS

METODE TRANSMISI
Transmisi tersering coronavirus dari manusia ke manusia
adalah droplet
Bila penderita batuk atau bersin, virus yang terdapat
dalam percikan saliva akan mengenai orang yang berada
didekatnya dan menularkan infeksi
SARS

TRANSMISI AIRBORNE
Jenis coronavirus juga dapat bertahan di :
oUdara kering selama 3 jam
oPermukaan plastic sampai 48 jam
Pada kondisi saat itu, virus mengkristal dan dapat
terbang diudara seperti debu
Diduga bahwa virus SARS dapat menular dengan cara ini
SARS

VIRULENSI DAN PATOGENESIS


Virulensi :
o Secara epidemiologis virulensi virus SARS rendah
o Jenis coronavirus lainnya memiliki virulensi sangat tinggi
Patogenesis:
o Patogeneis (kemampuan merusak organ) virus SARS sangat tinggi
o Jenis corona virus lainnya memiliki daya pathogenesis rendah
SARS
MASA INKUBASI
3 10 Hari
Menurut data, pada masa inkubasi tidak terjadi penuaran
Penularan baru terjadi bila telah timbuk gejala pertama: batuk, bersin-yang
mneyebarkan droplets berisi virus
GEJALA
Batuk, hidung tersumbat, bersin
Demam (39 derajat celcius atau lebih)
Nyeri otot dan sendi
Sulit bernafas mirip asma
Nyeri dada yang meningkat pada waktu inhalasi
SARS
KASUS SUSPEK
Demam tinggi dengan batuk atau kesulitan bernafas
Dan 10 hari sebelum timbul gejala:
Kontak dengan kasus SARS suspek/probable
Berpergian ke area yang baru saja ada kasus SARS
Tinggal di area dimana baru saja ada kasus SARS
KASUS PROBABLE
Suspek SARS + foto thoraks menunjukkan pneumonia atau RDS
Suspek SARS + Tes SARS Co-V positif
Suspek SARS + pada otopsi terlihat RDS tanpa diketahui penyebabnya
SWINE FLU/INFLUENZA H1N1 BARU

Infeksi pernafasan akut yang sangat menular, disebabkan virus swine flu A
Morbiditas tinggi, mortalitas rendah
Penyebaran diantara babi melalui aerosis dan kontak langsung
Outbreak: pada musim dingin/gugur
Tersering H1N1 (H1N2, H3N1, H3N2)
Babi sering terinfeksi virus flu dari babi lain (swine flu),
burung (avian flu), atau manusia (human flu mutan baru)
SWINE FLU/INFLUENZA H1N1 BARU

IMPLIKASI PADA MANUSIA


Sering dilaporkan sebagai outbreak
Gejala klinis menyerupai influenza musiman namun manifestasi
bervariasi dari tanpa gejala sampai pneumonia berat yang
menyebabkan kematian
SWINE FLU/INFLUENZA H1N1 BARU

INFEKSI PADA MANUSIA


Biasanya berasal dari babi, walaupun pada
beberapa kasus, manusia tidak kontak dengan
babi ataupun lingkungannya
Transmisi antar manusia pernah terjadi, tapi
terbatas pada close contacts dan closed groups
of people
SWINE FLU/INFLUENZA H1N1 BARU

RESIKO PANDEMI
Tergantung virule nsi virus, immunitas
pasien, proteksi silang dari antibody dan
factor host
Swine flu virus dapat bermutasi dengan cara
bergabung dengan human influenza virus
dan menyebabkan pandemi
SWINE FLU/INFLUENZA H1N1 BARU

HUMAN VACCINE
Belum ada vaksin untuk manusia
Virus influenza mudah sekali berubah
Missmatch antara vaksin dan virus
penyebab, mengakibatkan imunitas tidak
adekuat
SWINE FLU/INFLUENZA H1N1 BARU
REKOMENDASI
Cuci tangan dengan air mengalir
Gunakan alcohol-based hand gels bila tidak ada sabun
Menutup mulut dan hidung dengan tissue atau
saputangan bila bersin atau batuk
Gunakan masker
Jika menderita demam, batuk, nyeri menelan dan sesak
kunjungi dokter, sampaikan riwayat kontak
Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut
Penyakit menular pada ungags, penyebab: virus influenza tipe A
subtype H5N1
Alami pada semua burung (burung air liar)
Menular ke hewan lain atau manusia
Indonesia: Meningkat sejak juni 2005
Diperkirakan akan menjadi mutasi virus Flu burung
menyebabkan Pandemi Influenza
FLU BURUNG PADA UNGGAS
Unggas yang terpajan timbul gejala dalam 3-7 hari
Sekretnya menular minimal 10 hari
Penularan : kontak langsung dengan saliva, secret
hidung, feses atau benda-benda yang terkontaminasi
REPLIKASI & TRANSMISI H5N1
Sangat mudah alami perubahan : unggas , babi, manusia
Penularan ke manusia melalui :
Binatang : kontak langsung ungags/binatang sakit/produk
unggas sakit
Lingkungan : udara atau peralatan tercemar virus
Manusia : sangat terbatas (ditemukan beberapa kasus
dalam kelompok/cluster)
Makanan : konsumsi produk ungags terserang AI mentah/ tidak
dimasak sempurna
VIRUS FLU BURUNG (H5N1)
Dalam air ; sangat tahan suhu 22 C selama 4 hari, suhu 0 C tahan > 30 hari
Dalam tinja unggas ; bertahan 32 hari, mati dengan pemanasan
56 C 3 jam & 60 C 30 menit
Dalam telur mati dengan pemanasan 64 C 5 menit
Virus mati dengan deterjen, alcohol 70%, klorin (Na-hipoklorit) & desinfekta
lain
MASA INKUBASI
Virus influenza manusia : 2 3 hr ( 1 7 hr)
Virus influenza A (H5N1) : 3 hr (2 8 Hr)
Gejala umum influenza
Muncul sangat cepat dan mendadak, yaitu :
Demam > 38 C
Sakit tenggorokan
Batuk
Pilek
Sakit kepala
Pegal-pegal
Gejala klinis Flu burung :
Demam > 38 C
Batuk
Pilek
Nyeri tenggorokan
Sakit kepala
Nyeri otot
Sesak (frekuensi nafas > normal)
Infeksi selaput mata
Diare atau gangguan saluran cerna
Fatique (letih)
Karakteristik gambaran hasil tes
laboratorium:
Leukopenia (83,6%) (61/73), some with
lymphopenia (47,8%) (22/46)
Thrombocytopenia (66,7%) (44/66)
Karakteristik gambaran radiologis:
Perburukan yang cepat dalam 1-2 hr
Pneumonia merata, bilateral
Sering + pleural effusion (44,7%) (34/76)
Definisi kasus :
Orang dalam investigasi
Kasus suspek
Kasus probable
Kasus confirm (terbukti)
1. Kasus investigasi
Sesorang atau kelompok orang yang diputuskan
oleh pejabat kesehatan yang berwenang, untuk
dilakukan penyelidikan epidemiologi terhadap
kemungkinan terinfeksi H5N1
2. Kasus Suspek
Seseorang yang menderita demam/suhu 38C disertai
satu atau lebih gejala:
Batuk
Sakit tenggorokan
Pilek
Sesak nafas
dll
Diikuti satu atau lebih keadaan berikut:
(dalam 7 hari sebelum terjadi gejala)
Kontak ( 1 meter) dengan pasien probable/ confirm (berbicara, merawat,
bersentuhan)
Terpapar ungags, lingkungan tercemar kotoran yang dicurigai/dipastikan
terinfeksi H5N1 pada ungags atau manusia dalam 1 bulan terakhir
Mengkonsumsi bahan baku atau produk ternak yang tidak dimasak
sempurna
Kontak dengan binatang yang sudah dipastikan tertular H5N1
Kontak dengan bahan pemeriksaan hewan atau manusia) yang dicurigai
mengandung H5N1
Pandemi Influenza
Jumlah kasus penyakit yang sangat besar dan
terjadi pada area geografis yang luas/menyebar
ke seluruh dunia
TERIMAKASIH