Anda di halaman 1dari 11

Arsitektur Mediterania

gaya arsitektur Mediterania berasal dari negara Spanyol (yang


dikawasan Mediterania, Spanyol bagian selatan). Pertama kali gaya
Arsitektur Mediterania ini diperkenalkan oleh bangsa Spanyol pada abad
ke 16 M ke wilayah negara-negara yang diekspansinya (Negara Amerika
Serikat, terutama negara Florida). Kemudian gaya arsitektur Mediterania
mencapai zaman keemasan di Amerika Serikat pada dekade awal abad ke
19 M.
Ciri khas bangunan Coloseum bergaya Arsitektur Mediterania, Colosseum di Roma,
dibangun pada kira-kira 7080 Masehi dipandang sebagai salah satu karya terbesar
arsitektur dan rekayasa Romawi.
gaya arsitektur mediterania ini muncul karena adanya penyesuaian dengan
kondisi lingkungan setempat. Dimana daerah-daerah yang termasuk kawasan
Mediterania umum beriklim panas. Dengan kondisi iklim yang demikian umumnya
rumah di kawasan Mediterania. berdinding tebal yang fungsinya untuk melindungi
panas di siang hari dan tetap hangat pada malam hari. Bukaan-bukaan jendela yang
kecil untuk menahan hawa panas, dan taman yang terlindung secara privasi di dalam
bangunan yang merupakan ciri khas gaya mediterania yang sudah berkebang selama
berabad-abad. Dominasi kekuatan kerajaan Romawi pada kawasan Mediterania

Konsep Arsitektur Mediterania yang sebenarnya adalah menyelaraskan atau


menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar yang dipertegas dengan
pemakaian bahan -bahan yang berasal dari alam dan tidak merusak alam seperti
penggunaan plesteran secara tradisional serta pemakaian batu alam dan tanah liat
pada dinding bangunan, arsitektur mediterania sendiri juga telah mendapat pengaruh
dari arsitektur Islam yang sampai saat ini menjadi karakter dari arsitektur
mediterania, yaitu penggunaan lengkung pada pintu masuk, jendela, dan serambi.
Arsitektur mediterania tidak hanya menekankan pada fungsi saja melainkan
diseimbangkan dengan kematangan konsep yang menggunakan pilihan bentuk,
material, dan warna serta mempertimbangkan dengan kondisi lingkungan sekitar
Gaya arsitektur Mediterania memiliki ciri khas sebagai berikut :

Portico adalah bagian bangunan terbuka yang menempel bangunan,


digunakan untuk area masuk (entrance) bangunan, biasanya memiliki
kolom-kolom untuk menyangga atapnya sendiri.
Kolom, memiliki sejumlah bentuk kolom dan penyangga.
Pilar menjadi salah satu pemerkuat ciri gaya arsitektur
Mediterania, sebagai bagian penting dari gaya ini. Pilar-pilar
sesungguhnya dari Mesir dan Yunani-Romawi merupakan
bagian dominan pada muka bangunan (facade)
Balok, berfungsi untuk menghubungkan kolom satu dengan
yang lain berbentuk semi-sirkular (arches) dilengkapi dengan
mahkota dan alas kolom yang sederhana.
Balustrade, merupakan barisan atau susunan horisontal dari tiang-tiang
yang di satukan railing (rel penghubung) berupa kayu, besi atau bahan
lain. Balustrade merupakan permainan hias (dekorati f) yang terdapat
pada rangkaian tiang-tiang pengaman di atas bangunan, balkon, atau
tangga yang mempunyai dua lantai, maka biasanya juga memiliki citra
keindahan khas Medi terania. mempunyai balkon.
Bingkai/frame, adanya penebalan antara pertemuan kuzen pintu/jendela
dengan tembok yang menyerupai bingkai. Bentuk penebalan ini seperti
sebuah bingkai pada lukisan. Bingkai atau frame ini biasanya hadir dengan
bentukbentuk pelipitan-pelipitan (benangan-benangan) yang tidak rumit
dan sangat sederhana.
Jendela-jendela, biasanya berukuran relatif kecil dan berbentuk persegi
panjang atau kotak-kotak kecil . Kadang-kadang dengan ujung bagian atas
berbentuk lengkungan. Jendela terkadang dilengkapi dengan kisi-kisi yang
terbuat dari kayu atau besi tempa.
Bukaan dan penghawaan, lubang pada dinding untuk keperluan jendela
ini biasanya berupa bukaan yang relatif lebar, dihadirkan kotak-kotak
persegi kecil sebagai pembagi. Angin-angin atau bovenlicht ada pula yang
berbentuk lingkaran. Angin-angin ini sering digunakan sebagai
penghawaan pada atap (dipasang pada bagian geuvel dekat dengan ujung
atap bagian atas.
Balkon banyak pula dijumpai pada bangunan-bangunan rumah tinggal
yang cukup besar. Biasanya digunakan untuk koridor terbuka yang
menghubungkan dua sayap bangunan.
Atap, bangunan yang berarsitektur Mediterania menggunakan atap
miring. Kuda-kuda kayu dengan penutup atap genteng yang berwarna
merah digunakan saat gaya arsitektur ini berkembang didaerah California.
Bentuk atap yang biasa digunakan adalah bentuk atap pelana, meskipun
disana-sini ditemukan pula bentuk atap perisai. Bangunan ini banyak
menggunakan tritisan yang dalam. Akhiran pada diberi gewel atau
listplank.
Kubah, kadang juga digunakan pada bangunan dengan gaya
arsitektur ini (ini banyak dijumpai pada bangunan-bangunan
mediterania di Indonesia). Kubah juga memiliki nilai keindahan
(estetika) yang baik.
Warna, permainan warna menghadirkan perbedaan pada rumah
tinggal kalangan atas (yang cenderung memilih warna-warna pastel)