Anda di halaman 1dari 11

TUGAS TIK

WIDYA MONICA
XII.IPA-1

Materi:Bahasa Indonesia
Membedakan kalimat fakta
&opini
Membedakan kalimat fakta dan opini
Ciri-ciri
kalimat fakta
Fakta
Contoh
kalimat fakta
Kalimat
Ciri-ciri
kalimat opini
Opini
Contoh
kalimat opini
Membedakan kalimat fakta dan opini

Kalimat fakta

Kalimat fakta adalah kalimat yang berisikan


peristiwa atau kejadian yang benar-benar
terjadi bukan mitos dan dapat diuji
kebenarannya.
Ciri-ciri kalimat fakta:
1. Sudah teruji kebenarannya di depan
khalayak umum.
2. Bersifat objektif.
3. Memiliki data yang akurat sebagai
bukti pendukung kebenarannya.
Contoh kalimat fakta:
1. Harimau merupakan hewan yang berkaki
empat.
2. Indonesia adalah negara kepulauan.
3. Gula dapat membuat minuman menjadi manis.
4. Oksigen sangat dibutuhkan oleh manusia.
5. Matahari terbit dari sebelah timur dan
terbenam di sebelah barat.
Kalimat Opini
Kalimat opini adalah kalimat berisikan
suatu ide,pikiran dan pendapat seseorang
yang biasanya bersifat subjektif dan
belum bisa dibuktikan kebenarannya.
Ciri-ciri kalimat opini:
1. Belum teruji kebenarannya
2. Bersifat subyektif.
3. Tidak memiliki data pendukung untuk bukti
kebenarannya.
4. Berupa pendapat atau argumen seseorang.
Contoh kalimat Opini
1. Besok saya ingin pergi ke luar negeri.
2. Indonesia adalah negara yang sangat kaya
raya.
3. Bunga itu cantik sekali.
4. Makanan buatan ibu sangat enak.
5. Menurut saya buku itu sangat bagus.
Menentukan fakta dan opini dari
kutipan editorial berikut ini!

Prakarsa Indonesia untuk


menjadi tuan rumah daialog lintas
agama Asia-Eropa yang
berlangsung di Bali International
Convetion Center (BICC),
Denpasar, tanggal 21-22 Juli 2005,
patut disambut positif. Sebagai
negara demokrasi dan pluralis,
Indonesia memang harus
mengambil prakarsa bagi
pertemuan lintas agama dan budaya
tersebut. Hal ini penting sebagai
salah satu upaya untuk
memperbaiki citra Indonesia di
mata internasional.
Fakta &opini berdasarkan editorial

Fakta: Prakarsa Indonesia untuk menjadi tuan rumah daialog


lintas agama Asia-Eropa yang berlangsung di Bali
International Convetion Center (BICC), Denpasar,
tanggal 21-22 Juli 2005, patut disambut positif.

Opini:Sebagai negara demokrasi dan pluralis, Indonesia


memang harus mengambil prakarsa bagi pertemuan lintas
agama dan budaya tersebut. Hal ini penting sebagai salah
satu upaya untuk memperbaiki citra Indonesia di mata
internasional.