Anda di halaman 1dari 26

Modul 7.

2 KESELAMATAN IBU DAN BAYI


Baby Blue Syndrome & Postpartum Depression

KELOMPOK 1
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Abdurrab 2017/2018
Kelompok 1
Adia fitri septi
Andi amalia
Arung al maulana
Dini rizki andini
Gusti resti F
Hafiza fajrin
Hamizah
Hasnan miftakhul huda
Jihadah sidrani
Yusmaharanis

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Definisi

Postpartum Depression the several mood disorder


that follow childbirth

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Baby blues Post partum panic Post partum obsesive Post partum traumatic Post partum psycosis
disorder compulsive disorder stress disorder
Adalah gangguan Didiagnosis jika ibu Ibu memiliki suatu Diakibatkan oleh adanya The most serious (tapi
mood yang
menyertai suatu memiliki perasaan keadaan unik dimana ibu trauma pada ibu saat paling jarang)
persalinan. Biasanya serangan panik untuk memiliki suatu pemikiran proses persalinan Harus dirawat di rs
terjadi dari hari ke-3 pertama kali di (yang disadari ibu tsb (ancaman/injury)
sampai ke-10 (<2
minggu) pasca hidupya salah) dan tetapi tidak
melahirkan dan dapat melawan tindakan
umumnya terjadi
yang di timbulkan
akibat perubahan
hormonal.

Labilitas Palpitasi Timbul perasaan: tidak Delusi


emosi Berkeringat berdaya dan merasa tidak Halusinasi
frekuensi Bradipnea diperhatikan secara Agitasi
nangis Nyeri dada emotional Mood yang cepat
Anxiety Perasaan ancaman Mimpi buruk berubah ubah
Fatigue mati Flashback Paranoid
Insomnia Dihantui rasa nyeri saat Suicidal &
melahirkan
Lebih cepat infantisiadal
Menghindri jalan yang
marah
searah dengan RS
Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Epidemiologi
Mengenai kira-kira 50-80% pada ibu muda.
85% wanita postpartum mengalami beberapa jenis gangguan mood
Menurut American Academy of Pediatrics >400.000 bayi dilahirkan
setiap tahun pada ibu yang mengalami depresi
Postpartum blues bersifat sementara dan relatif ringan antara 10-17%
Postpartum depression insidensi antara 10-15 % dan memiliki
kecenderungan untuk rekuren pada kehamilan berikutnya.
Psikosis postpartum insidensi 0,1-0,2%. Muncul sekitar 1 dari 1000
kelahiran.
Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Faktor risiko
Riwayat pasien dan keluarga dengan gangguan psikiatri :
o gaya kehidupan yang menyendiri
o Riwayat pelecehan seksual,fisik/emosional, dan drug abuse.

Problem psikologik yang pernah dialami :


o Riwayat berpisah dengan ibunya yang terlalu awal, kesulitan berpisah dengan
ortu.
o Masalah dengan keluarga di saat perkawinan.
o Kematian anggota keluarga atau teman dekat pada saat kehamilan/persalinan
o Konflik tentang pengasuhan anak.

Riwayat reproduksi kurang baik


Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
- perubahan kadar estrogen,
progesteron, prolaktin, dan kortisol
pasca melahirkan.
- individu yang terkena mungkin peka/
sensitif terhadap perubahan
lingkungan hormonal.

Serotonin:disintesis asam amino


essensial tryptophan Faktor
Melewati BBB LNAATP
hormonal Wanita yang mengalami
(large neutral amino acid transporter Faktor
protein) psikologik -Dukungan sosial yang tidak
memadai
-Perselisihan perkawinan
PERUBAHAN FUNGSI
-Kejadian negatif baru-baru
SEROTOGENIK OTAK:
Depresi
etiologi ini,seperti kematian keluarga,
kesulitan keuangan, atau
Nafsu makan kehilangan pekerjaan
fungsi sexual
Sensitivitas nyeri Faktor
Temperatur Biologi
Irama sirkadian
tidur

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Patofisiologi

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Post partum Karateristik Kehamilan yang
Perubahan hormon ibu tidak diinginkan Kesedihan yang
yang terlalu cepat mendalam

Estrogen dan Merasa bersalah


Hormon Dampak
progesteron pada diri dan Ketidakmampuan
menyusui keluarga
menurun 72 jam lingkungan dlm menerima
meningkat
setelah kehadiran bayi
(prolaktin)
persalinan

Memodulasi Rasa ingin menyakiti bayi,


Ketidaksanggupan
ekstabilitas otak Penerimaan yang diri sendiri, atau keduanya
dlm perubahan
kurang
peran jadi ortu

Aktivasi sub-unit Kekecewaan,


reseptor GABA Depresi mental perasaan tertekan,
kesedihan dan
ketakutan
permeabilitas ion
Beberapa hormon Memicu peningkatan
klorida kedalam sel Merangsang Kelenjar
lain di otak terlepas CRH di kel.
meningkat adrenal untuk
tanpa kendali Hipotalamus
menghasilkan
hormon kortisol
Alasan berobat Riwayat gangguan
sekarang Riwayat gangguan
dahulu Riwayat perkembangan diri
Anamnesis Latar belakang sosial, keluarga,
pendidikan, pekerjaan,
perkarwinan, dll

Kriteria
Aksis
I=Klinis
Diagnosis
o Fisik-diagnostik
II = Kepribadian
Diagnosis o Status mental
III = Kondisi medik Pemeriksaan o Laboratorium
IV = Psiko-sosial
o Radiologik
V = Taraf fungsi
o Evaluasi psikologik
o Lainlain

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Kriteria diagnosis PPDGJ (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis
Gangguan Jiwa)
Gejala utama (pada derajat ringan, sedang, dan berat) :
afek depresif
kehilangan minat dan kegembiraan, dan
berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang
nyata sesudah kerja sedikit saja dan menurunnya aktivitas
Gejala lainnya :
A. konsentrasi dan perhatian berkurang;
B. harga diri dan kepercayaan diri berkurang;
C. gadasan teniang rasa bersalah dan tidak berguna;
D. pandangan masa depan yang suram dan pesimistis;
E. gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh
F. tidur terganggu;
G. nafsu makan berkuran
Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan masa sekurang-
kurangnya 2 minggu untuk penegakan diagnosis, akan tetapi periode lebih pendek dapat
dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan berlangsung cepat.

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Kriteria diagnosis (dsm IV)
1 DARI 2 KRITERIA INI: 4/LEBIH GEJALA BERIKUT YANG TERJADI
Affect negatif (Perubahan mood yang tidak HAMPIR SETIAP HARI SELAMA 2 MINGGU:
sesuai dengan lingkungannya) Insomnia (sulit untuk memulai tidur)
Anhedonia (Tidak merawat diri sendiri, Hiperinsomnia
contoh: tidak peduli terhadap penampilan) Agitasi psikomotor (aktivitas motorik yang
berlebihan) / retardasi psikomotor (lebih
Dalam 4 minggu banyak berdiam diri)
Fatigue (keluhan subjektif kelelahan tanpa
sebab)
Perubahan nafsu makan
Merasa bersalah dan tidak berguna
konsenterasi

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
karakteristik Baby blues syndrome Postpartum Depression

insiden 30-75% ibu melahirkan 10-15% ibu melahirkan

onset 3-5 hari pasca persalinan 3-6 bulan pasca melahirkan

durasi 10-14 hari Bulan sampai tahun jika tidak diobati

Stressor terkait Tidak ada Ada, terutama kurang dukungan

Pengaruh sosial budaya Tidak ada ada hubungan yang kuat

Riwayat gangguan mood Tidak ada Ada

Riwayat gangguan mood pada Tidak ada Ada


keluarga

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Rasa sedih Ada Ada

Mood labil Ada Sering pada awalnya kemudian


depresi secara bertahap

Anhedonia Ada Sering

Gangguan tidur Kadang-kadang Hampir selalu

Keinginan untuk bunuh diri Tidak ada Kadang-kadang

Keinginan untuk menyakiti bayi Jarang Sering

Rasa bersalah dan ketidakmampuan Tidak ada, jika adapun ringan ada, dan biasanya berat

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Penatalaksanaan
SSRI (Selective Serotin Reuptake Inhibitor)
Lini pertama, efektif pada wanita dengan depresi pasca melahirkan

Fluoxetine 10-60 mg/hari


Sertraline 50-200 mg/hari
Paroxetine 260 mg/hari
Escitalopram 120 mg/hari
Efek Samping :
Insomnia
Kegelisahan
Mual
Penekanan nafsu makan
Sakit kepala
Disfungsi seksual

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
SNRI (Serotonin Norepinephrine Reuptake Inhibitor)
untuk mengatasi depresi dan kecemasan
Venlafaxine 75-300 mg/hari atau
Duloxetine 40-60 mg/hari

Efek Samping :
SNRI termasuk pada SSRI
Gangguan tidur
Konstipasi
Penglihatan abnormal

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
TCAS (Antidepresan Trisiklik)
untuk gangguan tidur

Nortriptyline 50-150 mg/hari

Efek Samping :
Sedasi
Penambahan berat badan
Mulut kering
Sembelit
Disfungsi seksual

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Manajemen Gangguan Psikologi Pada Kehamilan
dan Persalinan
1. Masa Antenatal
Buatlah suatu perencanaan bersama untuk mengenali kelainan
psikik pada ibu hamil
Berikan penjelasan tentang tahap-tahap persalinan/nifas pada
keluarganya
Dengarkan dan berikan tanggapan apabila pasien menyatakan
keluhannya
Ajak dan arahkan pasien dan keluarga pada persiapan untuk
menghadapi kemungkinan-kemungkinan penyulit pada saat
kehamilan dan persalinan

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
2. Masa Intrapartum
Keadaan emosional pada ibu bersalin sangat dipengaruhi oleh
timbulnya rasa sakit dan rasa tidak enak selama persalinan
berlangsung apalagi bila ibu hamil baru pertama kali
melahirkan dan pertama kali dirawat dirumah sakit.
Peran perawat yang empati pada ibu bersalin.
Peran suami yang sudah memahami proses persalinan.

Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
3. Masa Nifas
Perawatan nifas memerlukan pengawasan serta komunikasi dua
arah.
Perawatan secara rooming in merupakan pilihan untuk
perawatan nifas.
Pengawasan dan arahan petugas/perawat harus selalu dilakukan
dengan baik termasuk memberikan pelajaran tentang perawatan
bayi dan cara laktasi yang benar.
Bila dalam pelayanan nifas semua pasien mendapatkan perlakuan
yang sama, maka akan terjadi suatu kompetisi dari ibu-ibu untuk
menjalani perawatan nifas sebaik mungkin terutama dalam
perawatan bayinya.
Modul 7.2 Keselamatan Ibu dan Bayi KELOMPOK 1 Baby Blue Syndrome
Tambahan
Tatalaksana BBS :
Psikoterapi pada ibu dan suami/keluarga
Penatalaksanaan :
DPS skrining untuk gangguan
MARDS untuk mengetahui apakah depresi atau
nondepresi
Psikoterapi
Psikoterapi merupakan usaha seorang terapis untuk memberikan
suatu pengalaman baru bagi orang lain. Pengalaman ini
dirancang untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam
mengelola distres subjektif. Namun tidak dapat mengubah
problem pasien yang ada. Tetapi dapat meningkatkan
penerimaan diri sendiri, membolehkan pasien untuk melakukan
perubahan kehidupan dan menolong pasien untuk mengelola
lingkungan secara lebih efektif.
Psikoterapi digunakan untuk ,meningkatkan sikap fleksibilitas,
kebebasan, kebahagian dalam hidup mereka.
Psikoterapi, dapat diberikan dalam berbagai format, yaitu :
Individual : terapi ini hanya melibatkan pasien dan therapist
Kelompok : dua atau lebih pasien, dapat berpartisipasi pada
waktu terapi secara bersamaan. Pasien dapat saling berbagi
pengalaman, dan saling memahami perasaan.
Keluarga : keluarga merupakan salah satu kunci keberhasilan
yang dapat menmbantu perbaikan kondisi mereka yang
menderita gangguan jiwa