Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN

KEBIDANAN
PENGERTIAN ASUHAN KEBIDANAN

Asuhan kebidanan ad/ penerapan fungsi


dan kegiatan yg menjadi tanggung jawab
dalam memberikan pelayanan kepada klien
yg mempunyai kebutuhan/masalah dalam
bidang kesehatan ibu masa hamil, masa
persalinan, nifas, bayi setelah lahir serta
KB
LANGKAH DALAM ASUHAN
KEBIDANAN
Manajemen
kebidanan
terdiri dari Langkah2 tersebut membentuk
beberapa kerangka yg lengkap yg bisa
langkah yang diaplikasikan dalam semua
berurutan yang situasi. Akan tetapi, setiap
dimulai dengan langkah tersebut bisa dipecah-
pengumpulan pecah kedalam tugas2 tertentu &
data dasar dan semuanya bervariasi sesuai
diakhiri dengan dengan kondisi klien.
evaluasi
LANGKAH I ( PENGUMPULAN DATA DASAR)

Pada langkah ini, dilakukan


pengkajian dengan mengumpulkan
semua data yang diperlukan untuk
mengevaluasi keadaan klien secara
lengkap, yaitu :
Anamnesis

Meninjau catatan terbaru atau


catatan sebelumnya
Meninjau data laboratorium dan
membandingkan dengan hasil studi
UNTUK MEMPEROLEH DATA DAPAT DILAKUKAN
DENGAN CARA :
Pemeriksaan fisik sesuai dengan
kebutuhan dan pemeriksaan tanda-
Anamnesis = biodata, tanda vital, meliputi:
riwayat menstruasi, riwayat Pemeriksaan khusus (inspeksi,
kesehatan, riwayat palpasi, auskultasi, dan perkusi)
Pemeriksaan penunjang
kehamilan, persalinan dan
(laboratorium dan catatan terbaru
nifas, serta pengetahuan serta catatan sebelumnya).
klien. (data subjektif) (data objektif)
LANGKAH II ( INTERPRETASI DATA DASAR )

Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnose


/masalah berdasarkan interpretasi yg akurat atas data2 yg
telah dikumpulkan.

Rumusan diagnose ,masalah ,kebutuhan ketiganya


digunakan karena masalah tidak didefinisikan seperti
diagnosa tetapi tetap membutuhkan penanganan. Masalah
sering berkaitan dengan hal2 yg sedang dialami klien yg
diidentifikasi o/ bidan sesuai dgn hasil pengkajian
Sebagai contoh :
Data: Ibu hamil 8 bulan, kehamilan pertama, hasil
pemeriksaan menunjukkan tinggi fundus uteri 31 cm, DJJ
(+), Puki, Presentasi kepala, penurunan 5/5, nafsu makan
baik, penambahan BB selama kehamilan 8 kg, ibu sering
buang air kecil pada malam hari.

Diagnosis: G1P0A0, hamil 32 minggu, preskep, anak


tunggal hidup intra uterin, ibu mengalami gangguan
fisiologis pada kehamilan tua.

Perasaan takut tidak termasuk dalam kategori


nomenklatur standar diagnosa, tetapi tentu akan
menciptakan suatu masalah yang membutuhkan
pengkajian lebih lanjut dan memerlukan suatu
perencanaan untuk mengatasinya.
LANGKAH III (MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSIS
ATAU MASALAH POTENSIAL)

Pada langkah ketiga ini


bidan dituntut untuk
Pada langkah ini, kita
mampu mengantisipasi
mengidentifikasi masalah
masalah potensial, tidak
atau diagnosa potensial
hanya merumuskan
lain berdasarkan
masalah potensial yang
rangkaian masalah dan
akan terjadi, tetapi juga
diagnosis yang sudah
merumuskan tindakan
diidentifikasi. Langkah ini
antisipasi agar masalah
membutuhkan antisipasi,
atau diagnose tersebut
bila memungkinkan
tidak terjadi. Langkah ini
dilakukan pencegahan
bersifat antisipasi yang
rasional/ logis.
CONTOH :

Seorang wanita hamil dengan pembesaran uterus berlebihan.

Bidan harus mempertimbangkan kemungkinan penyebab


pembesaran uterus yang berlebihan tersebut (mis,
polihidramnion, besar dari masa kehamilan, ibu dengan diabetes
kehamilan, atau kehamilan kembar).

Kemudian bidan harus melakukan perencanaan untuk


mengantisipasinya dan bersiap-siap terhadap kemungkinan
terjadinya perdarahan postpartum tiba-tiba yang disebabkan oleh
atonia uteri karena pembesaran uterus yang berlebihan
LANGKAH IV ( IDENTIFIKASI PERLUNYA
PENANGANAN SEGERA ATAU KOLABORASI )

Dalam kondisi tertentu, seorang


bidan mungkin juga perlu
melakukan konsultasi atau
kolaborasi dengan dokter atau
tim kesehatan lain seperti pekerja
social, ahli gizi, atau seorang ahli
perawatan klinis bayi baru lahir.
Dalam hal ini, bidan harus
mampu mengevaluasi kondisi
setiap klien untuk menentukan
kepada siapa sebaiknya
konsultasi dan kolaborasi atau
rujukan dilakukan
LANGKAH V (MENYUSUN RENCANA ASUHAN
MENYELURUH)

Langkah ini merupakan kelanjutan penatalaksanaan


terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi
atau diantisipasi

Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa-


apa yang sudah teridentifikasi dari kondisi klien atau dari
setiap masalah yang berkaitan tetapi juga dari kerangka
pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa
yang diperkirakan akan terjadi berikutnya
LANGKAH VI (PELAKSANAAN RENCANA)

Pada langkah keenam, rencana asuhan


menyeluruh dilakukan dengan efisien dan aman.
Pelaksanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh
bidan atau sebagian dikerjakan oleh klien atau
anggota tim kesehatan lainnya.
LANGKAH VII (EVALUASI)

Pada langkah ke VII ini dilakukan evaluasi keefektifan dari


asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan
akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai
dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi didalam
diagnose dan masalah. Rencana tersebut dapat dianggap
efektif jika memang benar efektif dalam pelaksanaannya.

Evaluasi dilakukan secara siklus dan dengan mengkaji ulang


aspek asuhan yang tidak efektif untuk mengetahui factor
mana yg menguntungkan /menghambat keberhasilan asuhan
yg diberikan.
METODE PENDOKUMENTASIAN ASUHAN
KEBIDANAN

Dalam pendokumentasian/catatan asuhan


kebidanan dapat diterangkan dalam bentuk
SOAP:
S : Data Subjektif

Berhubungan dengan masalah dari sudut


pandang pasien. Ekspresi pasien
mengenai kekhawatiran dan keluhannya
yang dicatat sebagai kutipan langsung
/ringkasan yg akan berhubungan
langsung dengan diagnosis.
fitri andriani

O : Data Objektif
Menggambarkan pendokumentasian hasil
observasi yang jujur, hasil pemeriksaan
fisik pasien, pemeriksaan
laboratorium/pemeriksaan diagnostik lain.
Data ini akan memberikan bukti gejala
klinis pasien dan fakta yang berhubungan
dengan diagnosis.
A : Analisa/Asasment
Masalah atau diagnosa yang ditegakkan
berdasarkan data atau informasi subjektif
maupun objektif yang dikumpulkan atau
disimpulkan.
P : Penatalaksanaan
Penatalaksanaan adalah melaksanakan asuhan
yang menyeluruh secara efisien dan aman. Hal
ini bisa dilakukan oleh seluruh bidan atau
sebagian dilakukan oleh bidan dan sebagian lagi
dilakukan oleh klien atau anggota tim kesehatan
yang lain. Dalam situasi bidan berkolaborasi
dengan dokter, untuk menangani klien yang
fitri andriani

contoh askeb 1.doc