Anda di halaman 1dari 36

LAPSUS

PROLAPS ORGAN PANGGUL


P7004 Ab0 dengan Prolaps Cystocele dan
Rectocele grade II

Oleh : Ni Luh Putu Miranti Wardani,S.Ked


DEFINISI
Prolaps organ panggul (POP) adalah turunnya
organ pelvis (kandung kemih, uterus dan rektum) dari
posisi anatomis yang normal berupa penonjolan ke vagina
bahkan sampai keluar vagina (Giarenis., 2014).
ANATOMI PANGGUL WANITA
Pembagian dasar panggul menurut
DeLancey

Jaringan penyokong panggul proksimal (De Lancey I)


Jaringan penyokong panggul tengah (De Lancey II)
Jaringan penyokong panggul distal (De Lancey III)
EPIDEMIOLOGI
Secara umum prolaps organ panggul yang tercatat pada
beberapa rumah sakit berkisar antara 43-76%, dan prolaps
yang hingga melewati hymen berkisar 3-6%. Tercatat pula
41% perempuan berusia 50-79 tahun menunjukkan adanya
prolaps organ panggul, terdiri dari 34% sistokel, 19%
rektokel dan 14% prolaps uteri.
PATOFISIOLOGI
Penyokong utama viseral panggul terdiri atas kompleks
otot levator ani dan jaringan ikat pelekat organ-organ
panggul (fasia endopelvic). Kerusakan atau disfungsi dari
satu atau kedua komponen ini dapat menyebabkan
terjadinya POP.
FAKTOR RESIKO
Faktor Resiko Pasti Faktor Resiko Potensial
1. Persalinan Pervaginam 1. Faktor obstetri
2. Peningkatan Usia Kehamilan (terlepas dari cara persalinannya)
3. Obesitas Persalinan forsep
Perpanjangan pada kala 2 persalinan
Melahirkan pertama pada usia yang masih muda
Melahirkan bayi dengan berat > 4500 gram
2. Bentuk dan kecenderungan tulang panggul
3. Riwayat POP dalam keluarga
4. Ras dan etnis
5. Pekerja berat
6. Konstipasi
7. Gangguan jaringan ikat
STANDARISASI STADIUM PROLAPS UTERUS
BERDASARKAN KLASIFIKASI PELVIC ORGAN PROLAPS
QUANTIFICATION (POP-Q)
Stadium 0 Tidak terlihat adanya prolaps. Titik Aa, Ap, Ba, Bp
semuanya -
3cm dan titik C antara panjang vagina secara
keseluruhan (TVL) dan (TVL -2) cm
Stadium I Bagian yang paling distal dari prolaps > 1cm di atas
himen
Stadium II Bagian yang paling distal dari prolaps 1cm di bagian
proksimal atau distal terhadap himen
Stadium III Bagian yang paling distal dari prolaps >1cm di bagian
bawah
himen, namun tidak lebih dari 2cm dibandingkan dengan
panjang vagina secara keseluruhan
Stadium IV Eversi vagina komplit sampai dengan hampir komplit.
Bagian
yang paling distal dari prolaps mengalami protrusi sampai
(TVL -2) cm
GEJALA KLINIS
Vagina
Adanya perasaan penonjolan dan penurunan organ panggul
Rasa berat dan tekanan di daerah vagina
Saluran kencing
Inkontinensia urin
Sering kencing
Tidak bisa menahan kencing
Kelemahan dan pemanjangan aliran kencing
Rasa tidak tuntas saat kencing
Retensio urin
Pegerakan manual serta perubahan posisi dari prolaps dalam memulai serta mengosongkan kandung kencing
Saluran pencernaan
Inkontinensia dari flatus dan feses yang lembek atau cair
Rasa tidak tuntas saat BAB
Peneranan selama BAB
Evakuasi manual selama BAB
Sensasi obstruksi selama defekasi
Seksual
Dispareunia
KOMPLIKASI
1. Keratinus mukosa vagina dan portio uteri
2. Dekubitus
3. Hipertrofi serviks uteri dan elongasio koli
4. Hidroureter dan hidronefrosis
5. Sering dijumpai infeksi saluran kencing dan kemandulan
terutama pada prolapse yang berat.
6. Hemoroid dan inkaserasi usus halus
DIAGNOSIS PROLAPS ORGAN
PANGGUL
Anamnesis
Pemeriksaan Ginekologi
Posisi Lithotomi
Posisi berdiri
Pemeriksaan penunjang
MANAJEMEN PENANGANAN
PROLAPS UTERI
Observasi
Manajemen non operatif
Latihan Otot Dasar Panggul (Senam Kegel)
Penggunaan Pesarium
Manajemen operatif
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. S
Umur : 52th
Alamat : Sukolongo
Agama : Islam
Suku : Jawa
Bangsa : Indonesia
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan terakhir : SD
Tanggal MRS : 26-12-2016
ANAMNESIS
Keluhan Utama : Kontrol cincin ring yang sudah
terpasang selama 1 tahun
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang ke poli RSUD Moh Saleh pada tanggal 13-12-
2016 dengan keluhan ingin control cincin ring yang sudah terpasang
selama 1 tahun. Sebelumnya pasien merasa keluar darah sedikit-
sedikit tapi keluar setiap hari selama 1 bulan terakhir. Saat keluar
darah, perut terasa sedikit mulas. Sebelum dipasang ring oleh dr.
SP.OG 1 tahun lalu pasien mengeluh seperti ada yang keluar dari jalan
lahir dan kalau berjalan jauh terasa sakit. Selama 1 tahun setelah
dipasang ring, pasien tidak pernah kontrol ke dokter maupun
puskesmas. Lalu pasien kontrol ke Poli Kandungan RSUD Moh Saleh
dan oleh dr.Sp.OG dilakukan pelepasan ring dan pasien dianjurkan
untuk dilakukan operasi. Setelah ring dilepas perdarahan berhenti.
Pusing (-), mual/muntah (-), makan/minum enak, tidur enak, BAB/BAK
tidak ada keluhan.
Riwayat penyakit dahulu :
Hipertensi (-), DM (-), asthma (-), penyakit jantung (-)
Riwayat penyakit keluarga :
Hipertensi (-), DM (-), asthma (-), penyakit jantung (-)
Riwayat alergi : Alergi obat (-), alergi makanan (-)
Anamnesa Umum :
- Menopause sudah 5 tahun
- Sebelumnya riwayat haid teratur, siklus 28 hari, sebulan
1 kali, lamanya haid 7 hari. Nyeri dirasakan sebelum
haid, darah yang keluar banyak dan encer, kadang-
kadang menggumpal.
- Menarche : 14 tahun
- Fluor albus : + , warna putih susu
Anamnesa Obstetrik
P7004 Ab0

Suami Jenis
Anak ke- / Tempat bersalin Usia Kehamilan
ke- persalinan

1 1 Bidan 36 th Cukup bulan Normal

34 th
2 1 Bidan Cukup bulan Normal
(meninggal)

3 1 Bidan 32 th Cukup bulan Normal

30 th
4 1 Bidan Cukup bulan Normal
(meninggal)

5 1 Bidan 29 th Cukup bulan Normal

28 th
6 1 Bidan Cukup bulan Normal
(meninggal)

7 1 Bidan 20 th Cukup bulan Normal


STATUS GINEKOLOGI
Abdomen :
Inspeksi : tidak ada tanda peradangan, tidak ada
bekas operasi
Palpasi : tidak teraba massa
Pemeriksaan inspekulo :
Dinding vulva /vagina normal, portio ukuran normal,
permukaan licin, erosi (-),fluksus (+), flour (+)
Pemeriksaan dalam (VT) :
Portio tidak teraba karena tertutup massa, teraba
massa di daerah anterior dan posterior vagina, sistocele
dan rectocele menonjol,
Kelainan lain :
Nafsu makan : baik
Berat badan : tidak ada peningkatan
BAB : normal
BAK : normal
Batuk-batuk : -
Sesak : -
Berdebar-debar : -
Pusing : -
Mata kabur : -
Epigastric pain : -
Anamnesa Keluarga : tumor (-), gemeli (-), operasi (-)
Status Pasien :
Keadaan umum : baik
Kesadaran : Compos Mentis
A/I/C/D : -/-/-/-
Gizi : cukup
Tensi : 130/90 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Pernafasan : 22 x/menit
Kepala :
Bentuk : bulat
Tumor : -
Rambut : hitam
Mata
conjungtiva : anemis (-)
sklera : ikterik (-)
pupil : bulat +/+ , isokor +/+ , 3mm
Telinga dan hidung : dalam batas normal
Mulut
Mata
conjungtiva : anemis (-)
sklera : ikterik (-)
pupil : bulat +/+ , isokor +/+ , 3mm
Telinga dan hidung : dalam batas normal
Mulut
gigi sakit (-)
lidah tumor (-)
beslag (-)
hipersalivasi (dbn)
Leher :
Struma (-)
Bendungan vena (-)
Thorax :
Jantung: S1/S2 tunggal regular, mur-mur (-), gallop (-)
Paru : vesikuler +/+ , ronkhi (-), wheezing (-)
Payudara: dalam batas normal
Abdomen : hepar (dbn), lien (dbn)
Genetalia eksterna : dbn
Ekstremitas :
Odema : -
Reflek fisiologis : +2
Reflek patologis : -
Kelainan orthopedic : -
Pemeriksaan Laboratorium
tanggal : 13-12-2016

Hemoglobin 13,5 g/dl


Trombosit 382.000/mm3
Leukosit 10.250/ mm3
Asam Urat 7,1 mg/dl
BUN 8,9 g/dl
Diff count 1/0/0/72/12/15
Diagnosis :
P7004 Ab0 dengan Cystocele dan Rectocele grade II

Prognosis :
Dubia ad bonam

Planing :
- Pro kolforafi anterior posterior (repair vagina)
- Cek DL pre op
- Puasa 6 jam pre op
- inj. Cefotaxime 1g / PZ 100 1 jam pre op
Laporan Hasil Operasi
Pasien mulai operasi pukul 16.40
Pasien posisi lithotomi dalam pengaruh SAB
Desinfeksi lapangan operasi, dipersempit dock steril
Pasang sim speculum, evaluasi didapatkan portio licin
(prolaps uteri grade I)
Cystocele dan Rectocele grade II
Diputuskan dilakukan kolporafi anterior + posterior (repair
vagina)
Evaluasi perdarahan (-)
Tindakan selesai
FOLLOW UP POST OP (27-12-2016)
S : Pasien selesai operasi pukul 17.30 , pasien masih merasa
lemas, mual (+), nyeri bekas operasi (+), pusing (-), pandangan
kabur (-)
O : Keadaan umum: lemah , kesadaran: compos mentis , TD: 110/70
mmHg , Nadi: 80 x/menit , RR: 24x/menit, T: 36,4C
K/L : a/i/c/d : -/-/-/- Visus : 4/60
tidak ada pembesaran leher
Thorax : Cor :S1/S2 tunggal regular, mur-mur(-),gallop(-)
Pulmo : vesikuler +/+ , ronkhi (-), wheezing (-)
Abdomen : bising usus (+), supel
Genitalia : cairan pervaginam (+), didapatkan tampon yang
mengganjal di vagina,
HB post op 11,7 g/dl
Ekstremitas : akral hangat, CRT < 2 dtk , edema (-)
A : P7004 Ab0 post kolporafi anterior posterior
(repair vagina)
P : inj. Cefotaxime 2xI
PO As. Mafenamat 2xI
FOLLOW UP HARI KE-1 POST KOLPORAFI ANTERIOR
POSTERIOR (REPAIR VAGINA) (28-12-2016)

S : Pasien masih mengeluh nyeri pada luka jahitan,


nyeri perut (-), mual (-), pusing (-), pandangan kabur
(-), makan minum enak, tidur enak, sudah bisa
duduk dan miring, BAB masih belum bisa, BAK
normal
O : Keadaan umum: baik , kesadaran: compos mentis ,
TD: 110/70 mmHg , Nadi: 96 x/menit , RR:
20x/menit, T: 36,6C
K/L : a/i/c/d : -/-/-/- Visus : 4/60
tidak ada pembesaran leher
Thorax : Cor : S1/S2 tunggal regular, mur-mur (-),
gallop (-)
Pulmo : vesikuler +/+ , ronkhi (-), wheezing (-)
Abdomen : bising usus (+), supel
Genitalia : perdarahan pervaginam masih sedikit ada yang
keluar, tampon di sudah dilepas, keputihan (-)
Ekstremitas : akral hangat, CRT < 2 dtk , edema (-)
HB post op 11,7 g/dl
A : P7004 Ab0 post kolporafi anterior posterior (repair
vagina) hari ke-1
P : inj. Cefotaxime 2xI
PO As. Mafenamat 2xI
FOLLOW UP HARI KE-2 POST KOLPORAFI ANTERIOR
POSTERIOR (REPAIR VAGINA) (28-12-2016)

S : Pasien sudah tidak ada keluhan, mual (-), nyeri


bekas operasi (-), pusing (-), pandangan kabur (-),
tidur enak, makan minum enak, sudah bisa miring,
duduk, jalan, BAB/BAK normal
O : Keadaan umum: baik , kesadaran: compos
mentis , TD: 100/80 mmHg , Nadi: 80 x/menit , RR:
24x/menit, T: 36,4C
K/L : a/i/c/d : -/-/-/- Visus : 4/60
tidak ada pembesaran leher
Thorax : Cor : S1/S2 tunggal regular, mur-mur (-
), gallop (-)
Pulmo : vesikuler +/+ , ronkhi (-), wheezing (-)
Abdomen : bising usus (+), supel
Genitalia :perdarahan pervaginam (-), keputihan (-),saat
disuruh mengejan sudah tidak ada yang keluar lgi
Ekstremitas : akral hangat, CRT < 2 dtk , edema (-)
HB post op 11,7 g/dl

A : P7004 Ab0 post kolporafi anterior posterior (repair


vagina) hari ke-2
P : off infus
PO As. Mafenamat 2xI
ANALISIS KASUS
Pada kasus ini pasien datang ke Poli Kandungan RSUD
Moh Saleh pada tanggal 13-12-2016 , saat itu pasien ada
keluhan ingin control cincin ring yang sudah terpasang
selama 1 tahun.Sebelumnya pasien merasa keluar darah
sedikit-sedikit tapi keluar setiap hari selama 1 bulan
terakhir. Saat keluar darah, perut terasa sedikit mulas.
Pasien merasa ada yang keluar dari kemaluan serta jika
pasien berjalan terasa sakit. tujuan dari pemasangan ring
ini ialah untuk mengikat agar uterus tidak turun. Dari
riwayat persalinannya pasien memiliki anak 7 dan
semuanya lahir secara normal pervaginam, yang dimana
itu merupakan salah satu factor resiko terjadinya prolapse
uteri.
Dari pemeriksaan jalan lahir tidak didapatkan masa,
tetapi dokter spesialis obsgyn mengeluarkan ring dari dalam
kemaluan pasien, setelah dikeluarkan ternyata ring berwarna
hitam, ini disebabkan karena pasien tidak pernah control ke
poli kandungan maupun di puskesmas ataupun bidan untuk
dibersihkan. Setelah ring dikeluarkan pasien disuruh mengejan
untuk mengetahui apakah ada ada yang menonjol keluar lagi,
ternyata saluran kantung kemih (Sistokele) dan rectum
(rectocele) menonjol keluar.
Dari pemeriksaan fisik di atas, disarankan pasien untuk
melakukan operasi yang disebut kolforafi anterior posterior
(repair vagina), yang dimana tujuan dari kolforafi ini ialah
memperbaiki fascia puboservikal, menjahit dinding sebagian
anterior dan posterior vagina yang terbuka (partial colpocleisis)
sedemikian rupa sehingga uterus berada di bagian atas
penutupan vagina.
Sebelum dilakukan operasi pasien sudah puasa 6 jam dan
cek DL. Pasien posisi lithotomi dalam pengaruh SAB,
desinfeksi lapangan operasi di persempit duk steril. Dipasang
sims speculum dan dievaluasi di dapatkan portio masih licin
dan ditemukan prolapse grade I, Cystocele dan Rectocele
grade II. Dilakukan penjaritan, evaluasi perdarahan (-),
tindakan selesai.
RINGKASAN
Pasien Ny. S datang ke Poli Kandungan RSUD Moh
Saleh pada tanggal 13-12-2016 , datang dengan keluhan
control cincin ring yang sudah dipasang selama 1
tahun.Sebelumnya pasien merasa keluar darah dari jalan lahir
selama 1 bulan, keluar darahnya sedikit tapi sering. Pasien
juga merasakan ada yang keluar dari jalan lahir dan kalau jalan
terasa sakit. Selama 1 tahun pasien tidak pernah control ke
Poli maupun Puskesmas, setelah datang ke Poli Kandungan
RSUD Moh Saleh, oleh dr. Spesialis Obsgyn dilakukan
pemeriksaan dalam dan ring di keluarkan, ring berubah warna
menjadi mmenghitam karena selama 1 tahun tidak pernah
control dan diganti.
Dari riwayat persalinannya, pasien memiliki 7 anak yang
dimana semuanya lahir normal pervaginam, dimana itu
merupakan salah satu faktor resiko terjadinya Prolaps
Uteri. Dokter spesialis Obsgyn juga menyarankan pasien
untuk dilakukan operasi, dan pasien pun menyetujuinya.
Pada tanggal 27-12-2016 dilakukan operasi
kolporafi anterior posterior (repair vagina), operasi berhasil
dan tindakan selesai