Anda di halaman 1dari 26

Tanda Tanda Dini

Bahaya/Komplikasi Ibu
dan Janin Masa Kehamilan
Muda
OLEH

Oleh
IIN OCTAVIANA HUTAGAOL, SST
BIDANIARTI KALO
Tanda Tanda Dini Bahaya/Komplikasi Ibu dan Janin
Masa Kehamilan Muda
A. Terdiri dari :
1. Perdarahan Per Vagina
2. Hipertensi Gravidarum
3. Nyeri Perut Bagian Bawah
Perdarahan Pervagina
Bisa disebabkan Oleh:
1.Abortus
2. Kehamilan Mola
3.Kehamilan Ektopik
1. Abortus
Abortus adalah berakhirnya suatu
kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada
atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22
minggu/buah kehamilan belum mampu
hidup diluar kandungan.
Abortus spontan adalah abortus terjadi
secara alamiah tanpa intervensi luar
(buatan) u/ mengakhiri kehamilan tsb.
Abortus Buatan adalah abortus yang terjadi
akibat intervensi tertentu yang bertujuan
untuk mengakhiri proses kehamilan.
=>Abortus provokatus
b. Jenis abortus
. Abortus imminens
Terjadi perdarahan bercak yang menunjuk
ancaman terhadap kelangsungan suatu kehamilan
Abortus yang mengancam, perdarahannya bisa
berlanjut beberapa hari atau dapat berulang.
Dalam kondisi ini kehamilan masih mungkin
berlanjut atau dipertahankan, ditandai dengan
perdarahan bercak hingga sedang, serviks tertutup
(karena pada pemeriksaan dalam belum ada
pembukaan), uterus sesuai usia gestasi, kram
perut bawah, nyeri memilin karena kontraksi tidak
ada atau sedikit sekali(hilang timbul).
Dasar diagnosis :
a. Anamnesis
1. kram perut bagian bawah
2. perdarahan sedikit pada jalan lahir
b. Pemeriksaan dalam
1. fluksus ada (sedikit)
2. ostium uteri tertutup
3.ukuran uterus sesuai dgn usia kehamilan
c.Pemeriksaan penunjang
Hasil USG menunjukkan :
1. Buah kehamilan masih utuh, ada tanda
kehidupan janin
2. Buah kehamilan tidak baik, janin mati
Jenis abortus .
2. Abortus insipiens
Abortus insipiens didiagnosis apabila pada wanita
hamil ditemukan perdarahan banyak, kadang
kadang keluar gumpalan darah disertai nyeri
karena kontraksi rahim kuat dan ditemukan adanya
dilatasi serviks sehingga jari pemeriksa dapat
masuk dan ketuban dapat diraba.
Kadang kadang perdarahan dapat menyebabkan
kematian bagi ibu dan jaringan yang tertinggal
dapat menyebabkan infeksi sehingga evakuasi
harus segera dilakukan.
Dasar diagnosis :
a. Anamnesis
1. disertai nyeri/ kontraksi rahim
2. perdarahan dari jalan lahir
b. pemeriksaan dalam :
1. perdarahan sedang hingga
banyak
2. Ostium uteri terbuka
3. ukuran uterus sesuai dengan usia
kehamilan
4. buah kehamilan masih dalam
rahim,belum terjadi ekspulsi hasil
konsepsi
3. Abortus incomplitus
Didiagnosis apabila sebagian dari hasil konsepsi telah lahir atau
teraba pada vagina, tetapi sebagian tertinggal (biasanya jaringan
plasenta)
Perdarahan biasanya terus berlangsung,banyak & membahayakan
ibu
Serviks terbuka krn masih ada benda didalam rahim yg dianggap
sebagai benda asing
uterus akan berusaha mengeluarkan dengan mengadakan kontraksi
sehingga ibu merasakan nyeri
Dasar diagnostik
a. anamnesis
1. kram perut bagian bawah
2. perdarahan banyak dari jalan lahir
b. pemeriksaan dalam
1. perdarahan sering hingga banyak
2. teraba sisa jaringan buah kehamilan
3. ostium uteri terbuka
4. ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan
4. Abortus komplitus
Hasil konsepsi lahir dgn lengkap,pd keadaan ini kuretase tidak
diperlukan
Perdarahan segera berkurang setelah isi rahim dikeluarkan &
selambat lambatnya dlm 10 hari perdarahan akan berhenti sama
sekali,karena luka rahim telah sembuh
Kalau 10 hari setelah abortus masih perdarahan, abortus
inkomplitus atau endometritis pasca abortus harus dipikirkan.
Dasar diagnostik
a. anamnesis
1. nyeri perut bagian bawah sedikit/ tidak ada
2. perdarahan dari jalan lahir sedikit
b. pemeriksaan dalam
1. perdarahan bercak sedikit hingga sedang
2. teraba sisa jaringan buah kehamilan
3. ostium uteri tertutup, bila ostium terbuka teraba rongga uterus
kosong
4. ukuran uterus sesuai usia kehamilan
.5. Abortus habitualis
Merupakan abortus spontan yang terjadi
tiga kali berturut turut /lebih
Etiologi : kelainan genetik (kromosom),
kelainan hormonal (imunologik) dan
kelainan anatomis
6. Abortus febrilis
Abortus yang disertai rasa nyeri atau febris
Dasar diagnostik
a. Anamnesis : panas, perdarahan dari jalan
lahir berbau
b. Pemeriksaan dalam
a. Ostium uteri umumya terbuka dan
teraba sisa jaringan
b. Rahim maupun adneksa nyeri pada
perabaan
c. Fluksus berbau
2. Kehamilan ektopik
Adalah kehamilan yang terjadi diluar
rahim, misalnya dalam
tuba,ovarium,rongga perut,serviks
Kehamilan ektopik dikatakan terganggu
apabila berakhir dengan abortus atau
ruptur tuba
Kebanyakan kehamilan ektopik terjadi
didalam tuba.
a. Patofisiologi
kehamilan ektopik terjadi akibat gangguan transportasi ovum
yang telah dibuahi dari tuba ke rongga rahim
b. Dasar diagnosis
1. Anamnesis
a. terlambat haid
b. gejala subjektif kehamilan lainnya (mual,pusing &
sebagainya)
c. nyeri perut, lokal / menyeluruh bisa sampai pingsan atau
nyeri bahu
d. perdarahan pervaginam
2. Pemeriksaan fisik
Dapat ditemukan :
a. tanda tanda syok hipovolemik :
1. hipotensi
2. takikardi
3. pucat, anemis,ekstremitas dingin
b. nyeri abdomen : perut tegang, nyeri tekan
3. pemeriksaan ginekologi
Pemeriksaan dengan spekulum : ada fluksus sedikit (+)
pemeriksaan dalam :
a. nyeri goyang serviks
b. Korpus uteri sedikit membesar
c. Kanan/kiri uterus : nyeri pada perabaan dan dapat teraba
masa tumor
d. Kavum douglas bisa menonjol karena berisi darah, nyeri
tekan (+)
4. Pemeriksaan penunjang :
a. Lab : Hb, leukosit , hCG
b. USG :
1. tidak ada kantung kehamilan dalam kavum uteri
2. adanya kantung kehamilan diluar cavum uteri
3. adanya massa kompleks dirongga panggul
3.Kehamilan Molahidatidosa
Hamil mola adalah penyakit neoplasma
yg jinak berasal dari kelainan
pertumbuhan trofoblas plasenta atau
calon plasenta dan disertai degenerasi
kistik vili dan perubahan hidropik
Uterus melunak dan berkembang lebih
cepat dari usia gestasi normal, tidak
dijumpai adanya janin,kavum uteri
hanya terisi oleh jaringan seperti
rangkaian buah anggur.
c. Dasar diagnosis :
Anamnesa :
1. amenore
2. Keluhan gestosis antara lain
hiperemesis gravidarum
3. perdarahan
d. Pemeriksaan fisis : uterus lebih besar dari
usia kehamilan
b. Faktor predisposisi
1. umur sangat muda dan
tua
2. gizi kurang
3. genetik
e. Pemeriksaan penunjang
1. kadar hCG lebih tinggi
2. USG : didapatkan gambaran
gelembung vesikel (vesicular
Ultrasonic pattern)
F. Diagnosis pasti :
a. Klinis terlihat adanya gelembung
mola yang keluar dari uterus
b. Pemeriksaan patologi anatomi
(USG)
II. HIPERTENSI GRAVIDARUM
A. Hipertensi kronik
Hipertensi yang menetap oleh sebab apapun, yang
sudah ditemukan pada umur kehamilan kurang dari
20 minggu, atau hipertensi yang menetap setelah 6
minggu pasca salin
Dasar diagnosis :
Anamnesa :
a. Nyeri kepala
b. Gangguan penglihatan
Pemeriksaan fisik : Tekanan diastolik > 90
mmHg
Pemeriksaan penunjang : Protein urine (+)
B. Superimposed preeklampsi
Hipertensi yang sudah ada sebelum
kehamilan dan diperberat oleh kehamilan
Dasar diagnosis :
Anamnesa
a. Nyeri kepala
b. Gangguan penglihatan
Pemeriksaan fisik : tekanan diastolik 90
110 mmHg
Pemeriksaan penunjang : protein Urine <++
III. NYERI PERUT PADA
KEHAMILAN MUDA
Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu
atau kurang
Hal ini mungkin menjadi gejala utama
pada kehamilan ektopik atau abortus
TEST
1. Seorang ibu X usia 22 thn, G1P0A0 , usia
kehamilan 6 minggu, datang ke klinik bidan
dengan keluhan kram perut bagian bawah , dan
keluar bercak darah dari vaginanya mulai sehari
yang lalu. Dari pemeriksaan fisik yg dilakukan
Bidan TTV normal, dan hasil pemeriksaan dalam
OUI tertutup,dan besar uterus sesuai dgn usia
kehamilan.Apakah diagnosa pada ibu X tsb?
a. AbortusInsipiens
b. Abortus Habitualis
c. Abortus Imminens
d. Abortus compleetus
e. Abortus febrilis
TERIMA KASIH