Anda di halaman 1dari 50

KEBIJAKAN PUSKESMAS

DAN AKREDITASI

dr. Dian Islami, M.Kes


Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

Disampaikan pada Pelatihan Akreditasi Puskesmas


Lawang 16 Januari 2017
SISTEMATIKA

Pendahuluan

Kebijakan Penyelenggaraan
Puskesmas

Kebijakan Akreditasi
Puskesmas
PENDAHULUAN
PROGRAM INDONESIA SEHAT

Pilar 1. Pilar 2. Pilar 3.


Paradigma Sehat Penguatan Yankes JKN
Program
Program
Peningkatan Akses terutama Program
pd FKTP Benefit
Promotif preventif Optimalisasi Sistem Rujukan
Peningkatan Mutu
Sistem pembiayaan:
sebagai landasan asuransi azas gotong
pembangunan royong
kesehatan Kendali Mutu & Kendali
Penerapan pendekatan
Keterlibatan lintas Biaya
continuum of care
sektor Sasaran: PBI & Non PBI
Pemberdayaan
masyarakat Intervensi berbasis resiko
kesehatan (health risk) Tanda kepesertaan KIS
PENDEKATAN CONTINUUM OF CARE
& LIFE CYCLE

BERKESINAMBUNGAN & THD


SELURUH TAHAPAN SIKLUS
HIDUP MANUSIA

5
PERAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

6
STRATEGI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER
Akses Pelayanan Kesehatan Primer yang Terjangkau
dan Berkualitas Bagi Masyarakat

OUTCOME
Terwujudnya Peningkatan Akses Terwujudnya Peningkatan Kualitas
Pelayanan Kesehatan Primer Pelayanan Kesehatan Primer
Jumlah Puskesmas RI & Non RI yg
Jumlah Puskesmas yang telah bekerjasama
memberikan pelayanan sesuai
melalui Dinkes dengan UTD dan RS
stnadar

Terwujudnya Inovasi Terwujudnya Penguatan Terwujudnya Penguatan Terwujudnya Penguatan


Pelayanan Kesehatan Pelayanan Kesehatan Pelayanan Kesehatan Pelayanan Kesehatan
PROSES Primer pada Puskesmas pada Klinik Pratama pada Praktik Perorangan
Jumlah Kabupaten/Kota yang Jumlah Puskesmas yang Jumlah Klinik Pratama yg
STRATEGIS melakukan Pelayanan
Jumlah FKTP yang
Kesehatan Bergerak di daerah telah melaksanakan sesuai dengan peraturan menjadi Wahana
T/ST manajemen Puskesmas perundang-undangan Pendidikan DLP

Terwujudnya Kemitraan LS/LP Terwujudnya Mutu Advokasi,


yang Berdaya Guna Tinggi dalam Pembinaan dan Pengawasan
Yankes Primer Yankes Primer
Jumlah Puskesmas yang menjadi Jumlah Kab/Kota yang memiliki
wahana pendidikan tenaga daerah T/ST yang mempunyai
kesehatan regulasi tentang penetapan
Puskesmas T/ST

Terwujudnya Perencanaan Terlaksananya monitoring yang


terintegrasi efektif dan sistim pelaporan
Persentase satker yang Persentase monitoring dan evaluasi
mendapatkan alokasi anggaran yang terintegrasi berjalan efektif
SUMBER sesuai dengan kriteria prioritas
DAYA
Tersedianya Tersedianya Tersedianya alat Tersedianya SDM Kompeten Tersedianya Dukungan
Tersedianya sarana
Dukungan Regulasi prasarana kesehatan & Berbudaya Kinerja Anggaran
EMPAT PILAR REFORMASI
PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

Universal Service
coverage Delivery
Reforms Reforms

Leader Public
ship Policy
Reforms Reforms
INDIKATOR PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TA 2015-2019

TARGET JANJI
QUICK RPJ REN CAPAIA
NO INDIKATOR PRESI
2015 2016 2017 2018 2019 WINS MN STRA N 2015
DEN
Jumlah Kecamatan yang
Memiliki Minimal 1
1. 350 700 1400 2800 5600 100
Puskesmas yang
tersertifikasi akreditasi
Jumlah Puskesmas Non
Rawat Inap dan Puskesmas
2. Rawat Inap yang 700 1.400 2800 5600 6000 848
memberikan pelayanan
sesuai standar
Jumlah Kabupaten/Kota
yang melakukan Pelayanan
3. Kesehatan Bergerak di 107 118 128 139 150 116
daerah Terpencil dan Sangat
Terpencil

Jumlah Puskesmas yang


4. telah bekerjasama melalui 200 1.600 3000 4400 5600 212
Dinkes dengan UTD dan RS

Jumlah Puskesmas yang


5. telah melaksanakan 6.706 8.280 8698 9033 9414 6762
manajemen Puskesmas
Jumlah Kab/Kota yang
memiliki daerah T/ST yang
6. mempunyai regulasi 229 247 265 282 318 187
tentang penetapan
Puskesmas T/ST
KEBIJAKAN
PENYELENGGARAAN
PUSKESMAS
NO HAL YANG DIATUR KETERANGAN
1. Tujuan
2. Prinsip
3. Tugas
4. Fungsi
5. Kewenangan
POKOK YANG DIATUR
6. Persyaratan mendirikan
DALAM 7. Peralatan kesehatan Dalam lampiran
PERMENKES NO.75 8. SDM Dalam lampiran
TAHUN 2014 TENTANG 9. Kategori Puskesmas
PUSKESMAS 10. Perizinan dan registrasi
11. Kedudukan dan organisasi Dalam lampiran
12. Upaya kesehatan Dalam lampiran
13. Akreditasi
14. Jaringan dan Jejaring Dalam lampiran
pelayanan
15. Sistem rujukan
16. Pendanaan
17. Sistem informasi
18. Pembinaan dan pengawasan 11
Dalam lampiran
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
DAHULU KINI / NANTI

PERMENKES 75/2014

PUSing PUSAT KESEHATAN


KESeleo MASYARAKAT
MASuk angin
STANDAR PELAYANAN

KUALITAS PELAYANAN

PERMENKES 75 TAHUN 2014 - PUSKESMAS
POSISI : FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN TINGKAT
PERTAMA - SUBSISTEM UPAYA KESEHATAN dalam sistem
kesehatan nasional
DEFINISI : FASYANKES yang menyelenggarakan UKM dan UKP tingkat
pertama, dengan lebih mengutamakan upaya PROMOTIF dan PREVENTIF,
untuk mencapai DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT yang setinggi-tingginya di
WILAYAH KERJANYA (Pasal 1)

TUGAS : melaksanakan KEBIJAKAN KESEHATAN untuk


mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya
dalam rangka mendukung terwujudnya KECAMATAN SEHAT
(Pasal 4);

Fungsi:
1. Penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat tingkat
pertama di wilayah kerjanya;
2. Penyelenggaraan upaya kesehatan perseorangan tingkat
pertama di wilayah kerjanya
KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI
PENYELENGGARAAN UKM TINGKAT PERTAMA

melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat


dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
melaksanakan KIE dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan;
menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah
kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama
dengan sektor lain terkait;
melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan UKBM;
melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas;
memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan
cakupan pelayanan kesehatan; dan
memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk
dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan
penyakit.
KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI
PENYELENGGARAAN UKP TINGKAT PERTAMA

menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komperhensif, berkesinambungan


dan bermutu;
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan
preventif;
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat;
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keamanan dan
keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerjasama inter
dan antar profesi;
melaksanakan rekam medis;
melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses yankes;
Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan FKTP di wilayah kerjanya, dan
melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan sistem rujukan.
PERMENKES 75 TAHUN 2014 - PUSKESMAS

TUJUAN PEMBANGUNAN
KESEHATAN DI PUSKESMAS

PERILAKU SEHAT DERAJAT


KESEHATAN
MENJANGKAU OPTIMAL
PELAYANAN LINGKUNGAN
BERMUTU SEHAT
PRINSIP PENYELENGGARAAN PUSKESMAS
A.
PARADIG
MA
SEHAT
B.
F. KETERPA
PERTANG
DUAN DAN
GUNGJA
KESINAM
WABAN
BUNGAN
PRINSIP WILAYAH
PENYELENGG
ARAAN
PUSKESMAS
E. TEKNO
(PASAL 3) C.
KEMAN
LOGI
DIRIAN
TEPAT
MASYA
GUNA
RAKAT
D.
PEME
RATA
AN
PERMENKES 75 TAHUN 2014 - PUSKESMAS
Untuk melaksanakan UKM dan UKP tingkat pertama,
Puskesmas harus menyelenggarakan :
1. Manajemen;
2. Pelayanan kefarmasian;
3. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat; dan
4. Pelayanan laboratorium.

UKM ESENSIAL
a. Pelayanan Promosi UKP
Kesehatan; a. Rawat jalan
b. Pelayanan b. Pelayanan gawat
Kesehatan darurat
Lingkungan; c. Pelayanan satu hari
c. Pelayanan KIA-KB; (one day care)
d. Pelayanan Gizi;
dan
d. Home care; dan/ atau
e. Pelayanan e. Rawat inap
Pencegahan Dan berdasarkan
Pengendalian UKM PENGEMBANGAN pertimbangan
Penyakit. Inovatif, dan atau kebutuhan pelayanan
Bersifat ekstensifikasi, &
intensifikasi pelayanan
kesehatan
Prioritas dan kekhususan
wilayah kerja
Berdasar kajian
KATEGORI PUSKESMAS

KEMAMPUAN
PENYELENGGARAAN
PENDEKATAN

NON RAWAT RAWAT


KAWASAN KAWASAN Standar Pelayanan INAP INAP
PERKOTAAN PERDESAAN Minimal
Standar SDM berdasarkan pertimbangan
KAWASAN TERPENCIL/ Kesehatan Minimal kebutuhan pelayanan
SANGAT TERPENCIL Standar Alkes kesehatan dan sesuai
Obat Minimal dengan persyaratan
Standar Sarpras
Minimal

HARUS SAMA
PENYELENGGARAAN PUSKESMAS

SDM
PERSYARATAN a. Dokter/DLP
a. Lokasi b. Dokter gigi
c. Perawat
b. Bangunan d. Bidan
c. Prasarana e. Tenaga kefarmasian
d. Peralatan f. Tenaga gizi
e. Ketenagaan g. Tenaga kesling
h. Ahli teknologi lab
f. Kefarmasian i. Tenaga kesmas
g. Laboratorium j. Admin
k. Pekarya
Ijin, Registrasi, dan Akreditasi Puskesmas

Ijin Diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.


Penyelengg Berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat
araan diperpanjang selama memenuhi persyaratan.

Puskesmas yang telah memiliki izin wajib melakukan registrasi.


Registrasi diajukan oleh kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota kepada Menteri setelah memperoleh
Registrasi rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi.
Registrasi diajukan dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam)
bulan setelah izin Puskesmas ditetapkan.

Puskesmas WAJIB diakreditasi secara berkala paling


sedikit 3 tahun sekali
Akreditasi
Akreditasi dilakukan oleh lembaga independen
penyelenggara akreditasi yg ditetapkan oleh Menteri.
DUA SAYAP PUSKESMAS

DAK Fisik JKN


DAK Non
Fisik UKP
APBD
DAK Non
Fisik UKM
(BOK)

1. Pemb. Wawasan kes.


2. Pemberdayaan masy.
3. Pendekatan keluarga
MANAJEMEN PUSKESMAS

Terintegrasi melalui
pelaksanaan Manajemen
Puskesmas
KEDUDUKAN PUSKESMAS

Dinkes Kab/Kota

Puskesmas Rumah Sakit

PP 18/2016 TTG PERANGKAT DAERAH - Pasal 43


Selain unit pelaksana teknis dinas Daerah kabupaten/kota, terdapat
unit pelaksana teknis dinas Daerah kabupaten/kota di bidang
kesehatan berupa rumah sakit Daerah kabupaten/kota dan pusat
kesehatan masyarakat sebagai unit organisasi bersifat fungsional
dan unit layanan yang bekerja secara profesional.
PENDEKATAN
Wilayah Dinkes Kab/Kota
Puskesmas

FASKES
RUJUKAN Rumah Sakit
Klinik
Utama

Puskesmas
Klinik
FASKES Pratama dr/drg
PRIMER mandiri
Lab

Pustu
Apotik Pustu
BD

UKBM
POSYANDU POSBINDU POSKESDES POS MAL DES POS UKK

Pembinaan/koord Jaringan Rujukan UKM


Jejaring Rujukan UKP 25
KEBIJAKAN
PENYELENGGARAAN
AKREDITASI FKTP
BAGAIMANA
ISU
KUALITAS
YANKES
PRIMER KITA
SAAT INI
Man
Kompetensi kurang
Jumlah kurang
Bukan Kewenangan
Tidak peduli
Machine
Jumlah alat kurang
Pemeliharaan kurang
Tidak di kalibrasi
Alat tidak ada
Method
SOP tdk ada, tidak jelas, tidak dipahami
Uraian tugas tidak ada atau tidak dipahami
Ruangan tidak memenuhi syarat
LALU BAGAIMANA
KE DEPAN????

Perlu kebijakan perbaikan mutu


pelayanan kesehatan
AKREDITASI PUSKESMAS DAN
FASILITAS KESEHATAN TINGKAT
PERTAMA LAINNYA
AKREDITASI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
Dasar Hukum:

Permenkes No. 71 tahun 2013 ttg Pelayanan Kesehatan pada JKN:


Pasal 6 ayat 2:
Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama juga harus telah terakreditasi.

Permenkes No. 9 tahun 2014 ttg Klinik:


Pasal 38:
1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan klinik, dilakukan akreditasi secara berkala paling
sedikit 3 (tiga) tahun sekali.
2) Setiap klinik yang telah memperoleh izin operasional dan telah beroperasi paling sedikit 2
(dua) tahun wajib mengajukan permohonan akreditasi

Permenkes No. 75 tahun 2014 ttg Puskesmas:


Pasal 39 ayat 1:
Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, Puskesmas wajib diakreditasi secara
berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.

30
KONSEP DASAR AKREDITASI PUSKESMAS

KONSEP DASAR AKREDITASI FASYANKES PRIMER


Dimodifikasi dari Nico A. Lumenta

Memenuhi / Menerapkan / Comply

2
STANDAR PUSKESMAS 1

Survei Akreditasi Puskesmas 5

UU RI No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;


UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
UU RI
UU No. 23 tahun
29/2004 2014 tentang Pemerintah Daerah
UU
UU RI No. 29 / :2004
36 tahun
PRAKTIK
2014 tentang
KEDOKTERAN
: Praktik
TenagaKedokteran
Kesehatan ;
UU 36/2009 : KESEHATAN

Perpres
PP
UU 36 / 2009 : Kesehatan 2015 -2019
N0
65/2005
Permenkes
2 tahun
No. :71
2015
PEDOMAN
tentang RPJMN
& PENERAPAN
tahun 2013 tentang SPM pada JKN
Pelayanan Kesehatan Instrumen
PP. 65/No.
2005 : P 2014
edoman dan Penerapan SPM

Permenkes
PERPRES
Permnekes
9 tahun
72/2012
No. 75 tahun
Permenkes
: SKNtentang Klinik
2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
741/2008
Akreditasi 4 6

PERPRES 12/ 2013 : JKN : SPM Bid. Kes Kab/kota


Kepmenkes HK.02.02/52/2015 tentang Renstra Kemenkes 2015 -2019
Kep menkes
PERMENKES 128/2004,
741/2008 : SPM: Kebijakan
BID. KES Dasar PKM
KEPMENKES 128/2004
Kep menkes : KEBIJAKAN
374/2009 DASAR PKM
: SKN 2009

UU 29/2004 : PRAKTIK KEDOKTERN 3


UU 36/2009 : KESEHATAN Badan Akreditasi
PP 65/2005 : PEDOMAN DAN PENERAPAN SPM SERTIFIKAT
PERPRES 72/2012 : SKN
PERMENKES 741/2008 : SPM Bid KES Kab/Kota
KEPMENKES 128/2004 : KEBIJAKAN DASAR PKM
PERMENKES NO.46 TAHUN 2015
,TENTANG
AKREDITASI PUSKESMAS, KLINIK
PRATAMA, TEMPAT PRAKTIK MANDIRI
DOKTER, DAN TEMPAT PRAKTIK
MANDIRI DOKTER GIGI

32
PENGERTIAN

Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik


Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi
adalah pengakuan yang diberikan oleh lembaga
independen penyelenggara Akreditasi yang ditetapkan
oleh Menteri setelah memenuhi standar Akreditasi.

33
(Pasal 1)
SASARAN AKREDITASI

RUBRIK

KLINIK
GRPS (Berlaku 3 Tahun)
PUSKESMAS
(Berlaku 3 Tahun)
TEMPAT PRAKTIK DOKTER-DOKTER GIGI
(Berlaku 5 Tahun)
13

(Pasal34
3)
TUJUAN
Meningkatkan :

Mutu Pelayanan Kesehatan dan


Keselamatan Pasien

Perlindungan bagi sumber daya


manusia kesehatan, masyarakat dan
lingkungannya serta FKTP

Kinerja FKTP dalam pelayanan


kesehatan

35 (Pasal 2)
AKREDITASI FKTP
PARIPURNA

KLINIK PRATAMA
PARIPURNA
PUSKESMAS

UTAMA

DPM
UTAMA TERAKREDITASI
MADYA
TIDAK
DASAR TERAKREDITASI
DASAR
TIDAK
TIDAK TERAKREDITASI
TERAKREDITASI

1. ADIMINISTRASI MANAJEMEN 1. ADIMINISTRASI MANAJEMEN


1. ADIMINISTRASI MANAJEMEN 2. LAYANAN KLINIS
2. LAYANAN KLINIS
2. UKM
3. LAYANAN KLINIS (UKP)

503 EP 234 EP

776 EP
AKREDITASI PUSKESMAS

PELAYANAN
Kesehatan Ibu, TINDAK
PENGORGANI LANJUT
Kesehatan Anak PEREN SASIAN DAN
EVALUASI
HASIL
Keluarga CANAAN PELAKSANAAN (CHECK)
EVALUASI
Berencana (PLAN) (DO) (ACTION)
Promosi
Kesehatan
Kesehatan
lingkungan
Pelayanan gizi
Pencegahan &
pengendalian
penyakit KEPATUHAN PROSES TERHADAP STANDAR
Kesehatan jiwa DIUKUR MELALUI STANDAR AKREDITASI
Pengobatan (DENGAN METODE TELUSUR )
tradisional,
komplementer
& alternative
dan lain-lain

CONTINUOUS QUALITY
IMPROVEMENT
37
PERAN PUSAT, PROVINSI & DINKES KAB/KOTA pada AKREDITASI FKTP

NO KEGIATAN PUSAT (Kemenkes) PROV INSI KAB/KOTA PUSKESMAS

Akreditasi 1. Membentuk lembaga /komisi akreditasi 1. Melaksanakan Pelatihan 1. Pemetaan Tingkat Kab/kota 1. Lokakrya penggalangan
2. Operasionalisasi komisi akreditasi Pendamping 2. Menyiapkan Dana Pendampingan komitmen
FKTP 3. Pelatihan TOT Surveyor 2. Melaksanakan Pendampingan dan dan Survei 2. Membentuk Tim /Pokja
4. Pelatihan TOT Pendamping 34 prov Kab/kota oleh Tim 3. Melakukan Pendampingan ke Akreditasi
5. Pelatihan Surveyor 34 prov Pendamping Prov. Puskesmas oleh Tim Pendamping 3. Menyiapkan Puskesmas
6. Pemetaan Nasional 3. Pemetaan Tingkat Provinsi Kab/Kota. Terlatih akreditasi utk akreditasi
7. Membentuk Tim Surveior di Tingkt 4. Mengusulkan ke pusat 4. Menyiapkan Puskesmas utk akreditasi 4. Self assessment secara
Provinsi di 34 provinsi Puskemas Prioritas kontinyu
8. Pelaksanaan survey FKTP oleh tim 5. Menyiapkan Dana
Survey Akreditasi FKTP Pendampingan ke kab/kota
9. DUKUNGAN TP & DAK 38
26
Pendampingan
Pasca Akreditasi

6. Proses Penetapan

5.Proses Survei/Penilaian

4. Proses Pengajuan

3. Proses Pendampingan

2. Proses Persiapan

1. Proses Pelatihan
TAHAPAN AKREDITASI

I
PENDAMPINGAN PRA AKREDITASI
Dinkes
kab./kota

II
PENILAIAN PRA AKREDITASI

III
SURVEI AKREDITASI Komisi
Akreditasi
FKTP

IV
PENETAPAN AKREDITASI
Dinkes
PENDAMPINGAN PASCA AKREDITASI kab./kota
V

(Pasal 5)
15
SYARAT TIM PENDAMPING
KAB/KOTA
TEMPAT PRAKTIK
PUSKESMAS KLINIK DOKTER-DOKTER
GIGI
Pendamping Bidang Pendamping Bidang Pendamping Bidang
Administrasi dan Administrasi dan Administrasi dan
Manajemen (Admen) Manajemen (Admen) Manajemen (Admen)
Pendamping Bidang Upaya Pendamping Bidang Pendamping Bidang
Kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan Upaya Kesehatan
(UKM) Perseorangan Perseorangan
Pendamping Bidang Upaya
Kesehatan Perseorangan

41
SYARAT TIM PENDAMPING KAB/KOTA

TEMPAT PRAKTIK
PUSKESMAS KLINIK DOKTER-DOKTER
GIGI
Pendidikan paling rendah Pendidikan paling Tenaga medis
D3 bidang kesehatan rendah D3 bidang Mempunyai pengalaman
Pengalaman bekerja di kesehatan bekerja di Puskesmas
Puskesmas dan/atau Pengalaman bekerja di dan/atau Klinik paling
mengelola program yandas Puskesmas dan/atau singkat 1 (satu) tahun
dan/atau program mutu mengelola program Lulus pelatihan
yandas paling singkat 2 yandas paling singkat 2 pendamping akreditasi
tahun tahun
Lulus pelatihan Lulus pelatihan
pendamping pendamping

Berasal dari SDM Dinkes Kab/kota, atau jika ada keterbatasan dapat merekrut dari
fasilitas yankes, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan/atau masyarakat ditetapkan
dengan SK Dinkes Kab/Kota
TUGAS TIM PENDAMPING

Melaksanakan fasilitasi dan pembinaan secara


intensif

Melakukan penilaian pra akreditasi untuk


mengetahui kelayakan faskes untuk diusulkan dalam
penilaian akreditasi

Mendampingi FKTP dalam melaksanakan perbaikan


serta meningkatkan kualitas pelayanan

Menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan oleh


tim Surveior Akreditasi
43
SURVEI AKREDITASI

Penilaian untuk mengukur tingkat


kesesuaian terhadap standar

Dilakukan oleh surveior Akreditasi


dari lembaga independen
penyelenggara Akreditasi yg
ditetapkan oleh Menteri
44
(Pasal 6)
PERSYARATAN TIM SURVEIOR

PUSKESMAS KLINIK TEMPAT PRAKTIK DOKTER-DOKTER


GIGI

Surveior Bidang Administrasi dan Sruveior Bidang Administrasi dan Surveior Bidang Administrasi dan
Manajemen (Admen) Manajemen (Admen) Manajemen (Admen)
Surveior Bidang Upaya Kesehatan Surveior Upaya Kesehatan Surveior Bidang Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM) Perseorangan Perseorangan
Surveior Bidang Upaya Kesehatan
Perseorangan
Pendidikan paling rendah S1 bidang Pendidikan paling rendah S1 Tenaga medis
kesehatan bidang kesehatan Mempunyai pengalaman bekerja di
Pengalaman bekerja di Puskesmas Pengalaman bekerja di Puskesmas dan atau Klinik paling
dan atau mengelola program yandas Puskesmas dan atau mengelola singkat 1 (satu) tahun
dan atau program mutu yandas program yandas paling singkat 3 Lulus pelatihan pendamping
paling singkat 3 tahun tahun akreditasi
Memiliki sertifikat pelatihan Memiliki sertifikat pelatihan
survieor Akreditasi survieor Akreditasi

(Pasal 7 & 14)


45
PENETAPAN AKREDITASI

oleh Lembaga Independen


Penyelenggara Akreditasi berdasarkan :

Hasil akhir survey akreditasi

Keputusan rapat Lembaga

20 (Pasal 8)
PENDANAAN AKREDITASI

Puskesmas, Klinik Pratama dan TPM Dokter-


Dokter Gigi Milik Pemerintah

APBD
APBN
Klinik Pratama, TPM Dokter dan Dokter Gigi
Milik Swasta/ Masyarakat

Pemilik Faskes
47 (Pasal 17)
MEKANISME SERTIFIKASI AKREDITASI

4. Meneruskan
Permohonan ke komisi
Komisi
5. Menugaskan
Akreditasi koordinator utk
Membentuk tim
9. Penerbitan sertifikat surveior

8. Meneruskan
Rekomendasi hasil
survei
3. Dinkes Prov
Meneruskan permohonan
Sesudah check kesiapan Koordinator
Surveior di
10. Meneruskan sertifikat
Provinsi
Ke Kabupaten

7.Rekomendasi
Dinkes Kab Hasil survei 6. Survei
akreditasi

11. Menyerahkan
1. 2. Check
sertifikat ke fasyankes
Kesiapan
Mengajukan
Fasyankes
Permohonan
akreditasi
Fasyankes

48
REFERENSI
UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
UU Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
PP Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
Permenkes Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
Permenkes Nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik
Pratama, Praktik Mandiri Dokter dan Praktik Mandiri Dokter Gigi.
Permenkes Nomor 39 tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
Permenkes Nomor 44 tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen
Puskesmas.
Permenkes Nomor 46 tahun 2016 tentang Sistem Informasi Puskesmas.