Anda di halaman 1dari 16

Carcinoma Tonsil

By : Irene Lampita, S.Ked -- 0810710061


Lisawati Sutrisno, S. Ked -- 0810710067

Pembimbing : dr. H. Lukmantya, Sp.THT-KL (K)


Pendahuluan
keganasan kepala dan leher kedua yang sering
dijumpai setelah karsinoma laring
muncul dengan penyakit lanjut karena lesi awal
umumnya tanpa gejala
human papiloma virus (HPV) telah diakui memiliki
peran patogenesis sekitar 25% dari karsinoma
orofaring.
Anatomi Tonsila Palatina
Etiologi

Tembakau, perokok berat


Alkohol
Paparan radiasi
Virus HPV HPV tipe 16 & 18
Kesehatan mulut berkurang
Sering kumur sirih
Patogenesis

Sinar ultraviolet, dimmer


Kerusakan pada
sinar-x dan sinar pirimidin &
DNA
gamma radikal bebas

perubahan
kerusakan gen
rokok p53
mukosa saluran
aerodigestivus

Kontak dengan Kerusakan pada


Genetik
senyawa kimia DNA 9p21 atau 3p
17p
3p21
Virus transformasi
onkogenik maligna sel 6p, 8p, 11q, 14q,
dan 4q26-28
Klasifikasi

menurut jaringan asal


Epitel 90-95% karsinoma sel skuamos
non-keratinizing dan keratinizing karsinoma,
lymphoepithelioma,
karsinoma sel verrucous
Kelenjar kelenjar ludah minor
limfoid
Manifestasi Klinik
Karsinoma tonsil ini tidak menunjukkan gejala awal. Dalam
tahap selanjutnya beberapa gejala yang sangat menonjol
1. Terbentuk benjolan dileher sebagai akibat metastasis
carcinoma tonsil ke kelenjar getah bening di leher.
2. Kesulitan dalam menelan
3. Sakit tenggorokan atau suara serak di tenggorokan
4. Air liur mengandung darah
5. Pada satu sisi tonsil mungkin dapat membesar
6. Berat badan turun
7. Merasa massa di tenggorokan
Staging
Kejadian, ukuran, jumlah, dan lokasi metastase regional
Nx : Kelenjar limfe regional tidak dapat dinilai
N0 : Tidak ada metastase ke kelenjar limfe regional
N1 : Metastase ke kelenjar limfe regional ipsilateral tunggal, diameter 3 cm
N2 : Metastase ke kelenjar limfe regional ipsilateral tunggal, diameter 3-6 cm; ke
kelenjar limfe regional multipel, diameter < 6 cm; kelenjar limfe bilateral
atau kontralateral, diameter < 6 cm
N2a : Metastase ke kelenjar limfe regional ipsilateral tunggal, diameter 3-6 cm
N2b : Metastase ke kelenjar limfe regional multipel, diameter < 6 cm
N2c : Metastase ke kelenjar limfe bilateral atau kontralateral, diameter < 6 cm
N3 : Metastase ke kelenjar limfe, diameter > 6 cm

Metastase jauh
Mx : Metastase jauh tidak dapat dinilai
M0 : Tidak ada metastase jauh
M1 : Terdapat metastase jauh.2
staging
Tx : Tumor primer tidak dapat dinilai
T0 : Tidak ada kejadian tumor primer
Tis : Carcinoma in situ
T1 : Diameter tumor 2 cm
T2 : Diameter tumor 2-4 cm
T3 : Diameter tumor > 4 cm
T4a : Tumor meluas ke laring, otot-otot lidah yang lebih
dalam atau ektrinsik, otot pterygoid medial, palatum
durum, atau mandibula
T4b : Tumor meluas ke otot pterygoid lateral, lempeng
pterygoid, nasofaring lateral, basis crania atau arteri karotis
DIAGNOSIS
Anamnesis
Rasa nyeri waktu menelan (disfagia)
Rasa nyeri di telinga (otalgia) karena nyeri alih
(referred pain)
Kesulitan menelan (odinofagia)
Merasa ada benda asing
Rasa nyeri di lidah dan gangguan gerakan lidah
Kadang-kadang pasien tidak bisa membuka mulut
(trismus).
Pemeriksaan fisik status generalis : Penurunan berat
badan
Pemeriksaan fisik status lokalis
a) Inspeksi (tonsil)
Pembesaran unilateral
Permukaan tidak rata
Ulserasi
b) Palpasi (leher)
Teraba massa tumor (letak, besar, konsistensi, fiksasi pada kulit
dan jaringan sekitarnya)
Pembesaran kelenjar regional (lokasi, ukuran,dan jumlah,).
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Fungsi hepar riwayat minum alkohol.
Radiologi
i). CT scan leher, dengan atau tanpa kontras. Untuk menilai
metastasis dan luas tumor.
ii). MRI. Untuk menilai ukuran tumor dan invasi jaringan
lunak.
iii). CT scan thorax. Untuk menilai metastasis khususnya
ke daerah paru-paru.
Biopsi
Biopsi dilakukan langsung pada massa tumor (insisional)
diagnosis pasti
Panendoskopi
untuk memastikan diagnosa dan staging, dan
mengetahui adanya synchronous primary tumor.
meliputi laringoskopi direkta, esofagoskopi dan trakeo-
bronkoskopi.
Tes Human Papilloma Virus (HPV)
untuk menilai prognosis dengan metode quantitative
reverse transcriptase PCR (QRT-PCR).
Terapi
Penatalaksanaan karsinoma tonsil yaitu penanganan pada
tumor primer dan kelenjar limfe regional
o Radioterapi
o Operasi
o Kombinasi Radioterapi + Operasi
o Kemoterapi
Jenis penatalaksanaan dipengaruhi oleh ukuran tumor, ada
atau tidaknya metastase ke kelenjar limfe, ketersediaan
fasilitas radioterapi atau bedah, keadaan umum pasien, dan
persetujuan pasien.
Prognosis
Survival rate selama 5 tahun pada pengobatan karsinoma
tonsil berdasarkan staging tumor yaitu :
Stage I = 80%
Stage II = 70%
Stage III = 40%
Stage IV = 30%
Pasien dengan HPV positif survival rate bertambah rata-rata
3 tahun (82.4% vs 57.1%, p<0,001) dan menurunkan
resiko kematian sebesar 58% jika dibandingkan pada pasien
dengan HPV negative.
Terima Kasih