Anda di halaman 1dari 22

KANKER PROSTAT PADA KELOMPOk

LANJUT USIA

Oleh:
Donna Pratiwi
1506785974
Pendahuluan
ICPD Cairo 1994 telah disepakati bahwa hak-hak reproduksi harus terpenuhi termasuk lansia

Total lansia di Indonesia tahun 2014 mencapai 20, 24 juta jiwa atau 8,03% dari seluruh penduduk Indonesia.
. Jumlah penduduk lansia yang besar ini membutuhkan penanganan yang serius

Pada kelompok lansia terjadi perubahan biologi, fisik, kejiwaan, dan sosial. Perubahan ini akan berpengaruh
terhadap aspek kehidupannya termasuk kesehatannya.

Faktor utama terjadinya kanker prostat adalah usia dan kebiasaan.

makanKanker prostat merupakan 4 besar kanker yang terjadi baik pada laki-laki dan perempuan, dann
merupakan urutan ke dua kanker yang sering terjadi pada laki-laki

Diperkirakan terjadi 1,1 juta laki-laki di dunia yang didiagnosa dengan kanker prostat pada tahun 2012
Prevalensi Kanker Prostat
Tahun 2013 sebanyak 176, Di wilayah Asia-Pasifik,
450 laki-laki di Amerika kanker prostat merupakan Di Philipina dan Thailand
didiagnosa menderita urutan ke 6 kanker yang terjadi peningkatan
kanker prostat . paling sering di diagnose kejadian kanker prostat
27.681 laki-laki di Amerika pada kelompok laki-laki yaitu 3% antara 1983-2002
dan 1983-2009
meninggal karena kanker selama tahun 2008
prostat
Di Indonesia selama periode 2006-2010 terdapat 971 penderita Kanker prostat pada laki-laki.
tahun 2013 diperkirakan sebanyak 25.012 laki-laki menderita kanker prostat.
Anatomi Fisiologi Prostat

besarnya seperti buah kenari dengan


berat normal sekitar 20 gram
letaknya dibawah kandung kemih
mengelilingi uretra
lobus pada prostat terdiri dari 4 Lobus:
(Lobus Posterior, Lobus Laterar, Lobus
Anterior, dan Lobus Medial)

Fungsi Kelenjar Prostat:


menambah cairan alkalis pada cairan
seminalis berguna untuk melindungi
spermatozoa terhadap tekanan yang
terdapat pada uretra dan vagma.
Ca Prostat?

terjadi bila sel sel


prostat mengalami
mutasi dan mulai
memperbanyak diri
diluar kontrol.
etiologi

Berkaitan dengan peningkatan usia

Ras

Faktor hormonal
Faktor Risiko
Umur
Risiko kanker prostat meningkat pada usia lebih dari 50 tahun.
Di Indonesia usia terbanyak menderita kanker prostat berada pada selang usia 70-79
tahun sebesar

Faktor keturunan
Pria yang satu generasi sebelumnya menderita kanker prostat memiliki resiko 2 - 3
kali lipat lebih besar menderita kanker prostat dibandingkan dengan populasi umum.

Kebiasaan makan
Laki-laki yang mengkonsumsi banyak daging merah atau produk sehari-hari yang
tinggi lemak mempunyai peluang lebih tinggi untuk terkena kanker prostat.
Disamping itu konsumsi tinggi kalsium juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan
risiko kanker prostat
Lanjutan
Agen kimia
Paparan terhadap bahan kimia seperti cadmium telah terlibat dalam
perkembangan kanker prostat

RAS
Penderita prostat tertinggi ditemukan pada pria dengan ras Afrika Amerika.
Kanker prostat jarang terjadi pada laki-laki ras Asia-Amerika dan Hispanik
atau Latin.
Gejala
Kanker prostat dini biasanya tanpa gejala.

Sering merasa ingin buang air kecil terutama pada malam hari

Kesulitan untuk memulai buang air kecil

Aliran air seni lemah atau terganggu

Perasaan nyeri atau terbakar saat buang air kecil

Adanya darah pada air seni atau air mani

Gangguan seksual lain seperti sulit ereksi atau nyeri saat ejakulasi

Kadang-kadang aliran air seni berhenti sendiri


Stadium
Langkah Diagnostik
Pemeriksaan colok dubur
Pada pemeriksaan colok dubur ini, Dokter atau perawat yang memeriksa prostat dengan cara
memasukkan sebuah jari bersarung yang telah dilumasi ke dalam dubur dan meraba prostat melalui
dinding dubur untuk mencari benjolan atau daerah yang tidak biasa terjadi.

Prostate-specific antigen (PSA)


Prostat Spesifik Antigen (PSA) adalah enzim proteolitik yang dihasilkan oleh epitel prostat dan
dikeluarkan bersamaan dengan cairan semen dalam jumlah yang banyak. Nilai baku PSA di Indonesia
saat ini yang dipakai adalah 4ng/ml.

Transrectal ultrasonography (TRUS) dan biopi prostat


TRUS merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk menentukan lokasi kanker prostat yang lebih
akurat.
Pemeriksaan biopsi prostat dilakukan apabila ditemukan peningkatan kadar PSA
Penatalaksanaan

Brakhiterapi permanen
pengawasan (EBRT)
Prostatektomi Radikal
aktif/monitoring

Androgen Deprivation
Terapi Hormonal
Therapy(ADT) Kemoterapi
prognosis

Tumor Penyebaran metastasis :


terlokalisasi : local : ketahanan
ketahanan hidup 5 tahun
hidup 5 tahun
ketahanan 20%
80% hidup 5
tahun 40%
Pencegahan
Pencegahan Primer:
a. adanya promosi kesehatan melalui komunikasi,
informasi dan edukasi yang berkaitan dengan kanker
prostat
b. Perilaku Hidup Sehat

Pencegahan Sekunder:
melalui diagnosis dini atau skrining

Pencegahan Tersier:
Pemantauan dari dokter
Mengganti pilihan gaya hidup
Aspek KesMas
Upaya Promotif:
Penyebar luasan informasi adanya kesadaran untuk deteksi dini dan melakukan pengobatan. Contoh:
di RS Dharmais

Upaya Preventif:
1. Pola Hidup Sehat
2. Skrining

Upaya Kuratif
melakukan pengobatan apabila sudah timbul gejala. Rutin berkonsultasi ke dokter dan menjalani
pengobatan.

Upaya Rehabilitatif
adanya dukungan keluarga dengan memantau pola perilaku hidup sehat dan tetap
melakukan kontrol rutin.
Telaah Artikel
Artikel 1

Judul:
Prostate Cancer and the Influence of Dietary Factors and Supplements : a
Sysytematic Review
Latar Belakang:
Terdapat peningkatan bukti yang menyatakan bahwa diet dan gaya hidup
merupakan faktor penting terhadap kejadian kanker prostat dan tumor.
Metode:
Melalui database online dari tahun 1990 sampai 2013 dengan kata kunci diet dan
prostate cancer nutrition and prostate cancer, dietary factors and prostate
cancer, prostate cancer epidemiology, prostate cancer prevention, prostate
cancer progression.
Hasil:
1. Berdasarkan artikel tersebut didapatkan hasilnya yaitu daging merah, diet lemak
dan intake susu harus dimimalisir karena muncul sebagai faktor yang
meningkatkan resiko kanker prostat.
2. Sebagai upaya pencegahan dapat mengkonsumsi buah, sayuran dan pholipenols.
3. Selenium dan vitamin suplemen tidak dipertahankan untuk upaya pencegahan
kanker prostat dan dibutuhkan dosis yang tinggi untuk kemungkinan
berhubungan dengan prognosis yang lebih buruk.
4. Tidak ada bukti spesifik mengenai keuntungan dari probiotik atau prebiotik
pada kanker prostat.

ARTIKEL 2
Judul :
Recent trends in prostate cancer testing and incidence among men under age of 50
Latar Belakang:
Informasi tentang test kanker prostat dan insiden pada laki-laki di bawah usia 50
masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tren test kanker
prostat dan angka kejadian dilihat dari demografi dan karakteristik klinik dan
mengidentifikasi hubungan potensial antara test kanker prostat dan kejadian
kanker prostat.
Metode:
Memeriksa test kanker prostat dan insiden rates pada laki-laki amerika dengan usia
dibawah 50 tahun dengan menggunakan data sistem surveilans tentang faktor
perilaku beresiko (2002, 2004, 2006, 2008) dan data dari program nasional
registrasi kanker, surveilan, epidemiologi, dan hasil akhir program (2001-2006).
Dilakukan analisis deskriptif, regresi logistic dan tren analisis.
Hasil :
Kejadian kanker prostat pada kelompok laki-laki hitam lebih tinggi 2 kali lipat dari
kelompok kulit putih. Secara keseluruhan kejadian kanker prostat ada peningkatan
sedikit pada tahun 2001-2006. Namun test kanker prostat terus mengalami
penurunan dari waktu ke waktu. Terdapat peningkatan kejadian kanker prostat
pada laki-laki berusia 40-44 tahun (APC = 3,5, 95% CI = 0,0, 7,0). Tetapi terdapat
pengurangan kejadian kanker prostat dari waktu ke waktu.
Daftar Pustaka

Archer MC. Chemical carcinogenesis. In: Tannock JF, Hill RP, editors. The basic science of oncology. 2nd ed. New York: Mc Graw-Hill,
Inc.;1992. p. 102-17.
BKKBN 2012. Pembinaan Kesehatan Reproduksi lansia. BKKBN. Jakarta.
Boyle P, Severi G, Giles GG. The epidemiology of prostate cancer. Urol Clin N Am 2003;30:209-17
Depkes. 2015. Infodatin Stop kanker. Depkes. Jakarta
Depkes. 2015. Panduan Nasional Penanganan Kanker Prostat. Depkes. Jakarta
Depkes. 2015. Buletin Jendela Data Informasi Kesehatan Situasi Penyakit Kanker. Depkes. Jakarta
Ferlay J, S. I., Ervik M, Dikshit R, Eser S, Mathers C, Rebelo M, Parkin DM, Forman D,
Bray, F., & 2013. Cancer Incidence and Mortality Worldwide:, 2012.
Farley, A., McLafferty, E., & Hendry, C. (2006). The physiological effects of ageing on the activities of living. Nursing Standard, 20(45), 46-
48.
Grace Piere and Neil R Borley. 2006. At Glance Ilmu Bedah Edisi ke 3. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Gronberg, H. Prostate Cancer Epidemiology. The Lancet 2003; 361(9360): 859-864
Kritchevsky, D. Diet and cancer: What's next? J Nutr 2003; 133:3827S-9S.
Mahadi EP, Widjanarko S. Penanganan karsinoma prostat di RSUD dr. Moewardi Surakarta selama Januari 2000-Desember
2006.JURI2009;16(1):25-28.
Mandair, et al. 2014. Prostate Cancer and the Influence of Dietary Factors and Supplements : a Sysytematic Review.. Noutrision and
Metabolism Journal 11:30
Syaifudin. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan.EGC.
Tambunan, N dan Rainy Umbas. 2014. Peran Faktor Nutrisi pada Pencegahan Kanker Prostat. Indonesian Journal of Cancer Vol 8 No. 3
William K, Hurwitz M, Amico AV, Richie J, Kautiff PW. Neoplasm of the Prostate. http//www.cancer.org/down loads/PUB/DOCS/SECTI
Weisburger JH. Lifestyle, Health and disease prevention: The underlying mechanisms. Eur J Cancer Prev 2002;11:Sl-7. 11.
Yatim, Faisal. 2004. Pengobatan Terhadap Usia Senja, Andropause, dan Kelainan Prostat. Pustaka Popular Obor. Jakarta.
Terimakasih