Anda di halaman 1dari 19

Epitaksis

Irene Lampita, S.Ked


0810710061
Definisi
Keluarnya darah dari cavum nasi
Bukan merupakan suatu penyakit,
melainkan sebagai gejala dari suatu
kelainan
Penyebab :
Lokal
Idiopathik (dari Plexus Kiesselbach/Littles
Area)
Trauma.
Korek - korek cavum nasi.
Bersin / sisi terlalu keras.
Kecelakaan lalu lintas.
Setelah tindakan pembedahan dalam
cavum nasi.
Corpus Alienum Cavum Nasi.
3
Radang / Infeksi
Rhinitis Acut / Chronic.
Sinusitis, Maxillaris.
Diphteria Nasi
Granuloma Spesifik.
(Lues / Lepra / Lupus / TBC dsb.).
Tumor/ Neoplasma.
Hemangioma
Angiofibroma Nasopharynx Juvenilis
Perdarahan Profus
Carcinoma Nasi / Nasopharynx / Sinus
Maxillaris.
4
Kelainan Congenital :
Hereditary Hemorrhagic Teleangiectasis
( Oslers Disease)
Umum / Sistemik :
Penyakit / Kelainan Darah
Thrombocyto penia
Haemophylia
Leucemia
Penyakit Cardiovascular
Arteriosclerosis ; Teleangiectasis ;
Hypertensi (Penyebab utama epistaxis
pada orang tua)
5
Penyakit infeksi (biasanya dengan Febris tinggi)
Dengue Haemorrhagic Fever (paling sering)
Typhus Abdominalis, Influenzae, Morbili ,
Pneumonia.
Perubahan tekanan udara.
Caisson Disease ( pada penyelam)
Di Pesawat terbang / Pegunungan.
Tekanan Vena yang tinggi ( Venous Stasis)
Pertusis
Penyakit jantung pulmonal, Tumor leher &
Thorax.
6
Gangguan Hormonal
Diduga oleh karena penurunan kadar
estrogen.
Vicariuos Menstruation ; Menarch,
menopause , & Wanita hamil.

7
Tanda dan Gejala
Epistaksis dibagi menjadi 2 kelompok :
Epistaksis anterior : Biasanya perdarahan tidak
begitu hebat dan bila pasien duduk, darah akan
keluar dari salah satu lubang hidung. Seringkali
dapat berhenti spontan dan mudah diatasi.
Epistaksis posterior : Perdarahan biasanya
hebat dan jarang berhenti spontan. Darah
mengalir ke belakang, yaitu ke mulut dan
tenggorokan.
Pemeriksaan
Lampu kepala, spekulum hidung dan alat
penghisap (suction)
Anamnesa yang lengkap dapat menentukan
sebab pendarahan
Penatalaksanaan
Tiga prinsip utama dalam menanggulangi
epistaksis :
Menghentikan pendarahan
Mencegah komplikasi
Mencegah berulangnya epistaksis
Menghentikan Perdarahan
Menghentikan perdarahan secara aktif
pemasangan tampon & tunggu epistaksis
berhenti dengan sendirinya
Pasien datang, diperiksa dalam keadaan duduk
(kecuali dalam keadaan syok)
Sumber Perdarahan :

Menentukan sumber lokalisasi perdarahan tidak


mudah apalagi jika perdarahan Profuse.
Perdarahan dapat berasal dari.
1. Anterior Cavum Nasi.
- Epistaxis pada anak-anak & dewasa muda
biasanya (80%) berasal dari daerah Anterio
Inferior Septum Nasi, disebut Littles Area yang
terdapat Plexus Kiesselbach.

12
Gambar : Plexus Kiesselbach

13
2. Posterior Cavum Nasi.
- Pada Hipertensi / Arterio Sclerosis pada
umumnya perdarahan pada 1/2 Posterior
Concha Inferior ( Dari A. Sphenopalatina ).
- Pada Carcinoma & Angiofibroma
Nasopharynx.
- Perdarahan berasal dari Nasopharynx.

14
Penatalaksanaan :
Usahakan penderita dalam keadaan duduk.
Tahap - tahap penatalaksanaan Epistaxis.
1. Membersihkan / mengeluarkan bekuan darah dari
cavum nasi, untuk :
- Mencari sumber perdarahan.
- Bekuan darah yang berlebihan menghambat
vasokonstriksi

15
2. Menekan Alae Nasi / Cuping hidung 5 - 15 menit,
untuk Epistaxis pada Kiesselbac berhenti

3. Mengisi cavum nasi dengan kapas yang dibasahi Sol.


Tetracain / Lidocain Ephedrin 1 % selama 10
menit.
4. Jika sumber perdarahan (Anterior) terlihat, dapat
dilakukan Kaustik dengan.
- Nitras Argenti 20 - 30 %.
- Acidum Trichloor Aceticum 10 % atau
- Electrocauter.
16
5. Pemasangan tampon boorzalf pada cavum nasi
(Sportjes atau pita boorzalf), bila perlu dipasang
pada kedua cavum nasi.
Tampon dipertahankan : 1 - 2 hari.
6. Bellocque Tampon :
Untuk perdarahan dari Posterior.
Disebut juga : Anterior - Posterior Nasal Pack.
(lihat gambar)
7. Ligasi Arteri :
Dapat dilakukan Ligasi pada :
- A. Ethmoidalis Anterior/Posterior ;
A. Maxillaris externa atau A. Carotis
externa.
17
Gambar : Pemasangan Belloque Tampon
18 rhinologi/alergi immunologi - RSH
Terima Kasih