Anda di halaman 1dari 30

Audit Siklus

Penjualan dan
Penagihan : pengujian
pengendalian, dan
pengujian substantive
atas transaksi
Disusun Oleh :
1. Ghadis Amanda
2. Vidia Ainnie
3. Irham Mzammil
Akun dan Kelas Transaksi
dalam Siklus Penjualan serta
Penagihan
Tujuan umum dari audit siklus penjualan dan penagihan:
Untuk mengevaluasi apakah saldo akun yang dipengaruhi oleh siklus tersebut telah
disajikan secara wajar sesuai dengan GAAP.
- 5 kelas transaksi dalam siklus
penjualan dan penagihan
Fungsi Bisnis dalam Siklus dan
Dokumen serta Catatan Terkait
8 Fungsi bisnis untuk siklus penjualan dan penagihan:

Kelas Transaksi Akun Fungsi Bisnis Dokumen dan catatan


Penjualan Penjualan Pemrosesan Pesanan Pelanggan
Piutang usaha pesanan pelanggan Pesanan penjualan
Pemberian kredit Pesanan pelanggan atau pesanan
Pengiriman barang penjualan
Penagihan Dokumen pengiriman
pelanggan dan Faktur penjualan
pencatatan File transaksi penjualan
penjualan Jurnal penjualan
File induk piutang usaha
Neraca saldo piutang usaha
Laporan bulanan
Kelas Transaksi Akun Fungsi Bisnis Dokumen dan catatan
Penerimaan kas Kas di bank Pemrosesan dan Remitte advice
Piutang usaha pencatatan Prelisting penerimaan kas
penerimaan kas File transaksi penerimaan kas
Jurnal penerimaan kas atau listing
Retur dan Retur dan Pemrosesan dan Memo kredit
pengurangan pengurangan pencatatan retur dan Jurnal retur dan pengurangan penjulan
penjualan penjualan pengurangan
Piutang usaha penjualan
Penghapusan Piutang usaha Penghapusan piutang Formulir otorisasi piutang tak tertagih
piutang tak Penyisihan untuk usaha tak tertagih Jurnal umum
tertagih piutang tak tertagih
Beban piutang tak Beban piutang tak Penyediaan piutang Jurnal umum
tertagih tertagih tak tertagih
Penyisihan untuk
piutang tak tertagih
Pemrosesan Pesanan
1. Permintaan Pelanggan
Pelanggan
Permintaan pelanggan Penerimaan Pesanan Pembuatan pesanan
Pelanggan penjualan
2. Dokumen Pengiriman
Dokumen ini dibuat untuk mengawali pengiriman barang yang menunjukkan deskripsi barang,
kuantitas yang dikirimkan dan data relevan lainnya.
3. Faktur Penjualan
Faktur penjualan merupakan metode untuk menunjukkan kepada pelanggan jumlah penjualan
dan tanggal jatuh tempo pembayaran.
4. File Transaksi Penjualan
Merupakan file yang dihasilkan komputer yang mencantumkan semua transaksi
penjualan yang diproses oleh sistem akuntansi selama suatu periode.
5. Jurnal Penjualan atau Listing
6. File Induk Piutang Usaha
Merupakan file komputer yang digunakan untuk mencatat penjualan individual,
penerimaan kas, serta retur dan pengurangan penjualan bagi setiap pelanggan dan
untuk mempertahankan saldo akun pelanggan.
7. Neraca Saldo Piutang Usaha
Daftar atau laporan ini menunjukkan jumlah piutang dari setiap pelanggan pada
suatu titik waktu.
8. Laporan Bulanan
Merupakan dokumen yang dikirimkan melalui surat atau secara elektronik
kepada setiap pelanggan yang menunjukkan saldo awal piutang usahanya dan
beberapa informasi lainnya.
9. Remittance Advice
Remittance Advice adalah dokumen yang dikirimkan kepada pelanggan dan
biasanya dikembalikan kepada penjual beserta pembayaran kas.
10. Prelisting Penerimaan Kas
Merupakan daftar yang disusun ketika kas diterima oleh seseorang yang tidak
memiliki tanggung jawab untuk mencatat penjualan, piutang usaha atau kas dan
yang tidak memiliki akses ke catatan akuntansi.
11. File Transaksi Penerimaan Kas
File ini mencantumkan jenis informasi yang sama seperti file transaksi
penjualan.
12. Jurnal Penerimaan Kas atau Listing
13. Memo Kredit
Dokumen yang mengindikasikan pengurangan jumlah dari pelanggan akibat
retur barang atau pengurangan harga.
14. Jurnal Retur dan Pengurangan Penjualan
15. Formulir Otorisasi Piutang Tak Tertagih
Ini adalah dokumen yang digunakan dalam lingkungan internal untuk
menunjukkan otoritas menghapus suatu piutang usaha sebagai tak tertagih.
Metodologi untuk Merancang Pengujian Pengendalian
dan Pengujian Substantif atas Transaksi Penjualan
Memahami pengendalian internal- penjualan

Menilai risiko pengendalian yang


direncanakan- penjualan

Menentukan luas pengujian


pengendalian*

Merancang pengujian Prosedur audit


pengendalian dan pengujian Ukuran sampel
substantif atas transaksi
penjualan agar memenuhi tujuan Item-item yang dipilih
audit yang berkaitan dengan Penetapan waktu
transaksi
Bagaimana auditor dapat memahami
pengendalian internal terhadap penjualan
dan penagihan?

1. Menggunakan pedekatan umum untuk penjualan


2. Auditor mempelajari bagan arus klien
3. Menyiapkan kuesioner tentang pengendalian internal
4. Melaksanakan pengujian penjualan walktrough.
Dalam menilai risiko pengendalian yang direncanakan pada penjualan, terdapat empat
langkah penting yang dapat dilakukan auditor:
1. Auditor memerlukan kerangka kerja untuk menilai risiko pengendalian
2. Auditor harus mengidentifikasi pengendalian internal kunci dan kelemahannya bagi
penjualan.
3. Setelah mengidentifikasi pengendalian dan kelemahannya, auditor lalu mengaitkannya
dengan tujuan.
4. Auditor meniliai risiko pengendalian untuk setiap tujuan dengan mengevaluasi
pengendalian dan kelemahannya bagi setiap tujuan.
Menguji aktivitas pengendalian kunci untuk penjualan
1. Pemisahan Tugas yang Memadai
2. Otorisasi yang Tepat
Auditor harus memeriksa otorisasi pada tiga titik kunci:
Kredit harus diotorisasi dengan tepat sebelum penjualan dilakukan.
Barang harus dikirim hanya setelah otorisasi yang tepat diberikan.
Harga, termasuk syarat dasar, ongkos angkut dan diskon harus di otorisasi.
3. Dokumen dan catatan yang memadai
Prosedur Verifikasi Internal
Program komputer atau personil yang independen harus mengecek bahwa
pemrosesan dan pencatatan transaksi penjualan memenuhi setiap tujuan
audit yang berkaitan dengan transaksi.
Setelah itu, auditor mengidentifikasi pengendalian internal kunci dan
kelemahannya.
Menilai risiko pengendalian
Mencatat penjualan yang terjadi

Untuk tujuan ini, auditor memperhatikan tiga jenis salah saji yang mungkin
terjadi .
1. Penjualan dimasukkan dalam jurnal sementara pengiriman tidak pernah
dilakukan
2. Penjualan dicatat lebih dari satu kali
3. Pengiriman dilakukan kepada pelanggan fiktif dan dicatat sebagai penjualan.
Sifat dari pengujian tergantung pada
sifat salah saji yang potensial

Pengujian substantive atas transaksi yang sesuai untuk menguji keterjadian


tergantung apakah auditor yakin bahwa salah saji mungkin akan terjadi. Salah saji
yang potensial adalah sbb :
1. Penjualan dicatat sementara pengiriman tidak pernah dilakukan .
2. Penjualan dicatat lebih dari satu kali
3. Pengiriman dilakukan kepada pelanggan fiktif
4. Transaksi pejualan yang ada telah dicatat
Transaksi penjualan yang ada
telah dicatat
Untuk menguji pengiriman yang belum di tagih, auditor dapat menelusuri
dokumen pengiriman tertentu dari file yang ada di departemen pengiriman ke
salinan faktur penjualan dan penjualan terkait. Dan auditpr harus yakin bahwa
semua dokumen pengiriman telah dimasukkan dalam file dengan memeriksa
urutan numeris dokumen.
Arah pengujian

Ketika merancang prosedur audit untuk tujuan keterjadian dan kelengkapan, titik
awal pengujian merupakan hal yang sangat penting. Hal Ini disebut sebagai arah
pengujian.
Auditor harus memahami perbedaan antara menelusuri dari dokumen sumber ke
jurnal dan memvoching dari jurnal kembali ke dokumen sumber.
Pengujian pertama adalah transaksi yang dihilangkan ( tujuan kelengkapan ) :
dimulai dengan memilih sampel nomor faktur dari jurnal dan memvouchingnya ke
salinan faktur penjualan,dokumen pengiriman, dan pesanan pelanggan
Pengujian kedua adalah untuk transasi yang tidak ada ( tujuan keterjadian ): dimulai
dengan memilih sampel dokumen pengiriman dan menelusurinya ke salinan faktur
penjualan.
Arah Pengujian Penting bagi auditor untuk memahami perbedaan antara menelusuri sumber
dokumen sampai ke jurnal dan menelusuri balik jurnal kembali ke dokumen sumber.

Gambar 13-5 Arah Tes untuk Penjualan

Salinan Berkas
Pesanan Dokumen Faktur Jurnal Buku = Induk
Pelanggan Pengiriman Penjualan Penjualan Besar Rekening
Piutang

Dimulai Dimulai
dengan dengan
kelengkapan keberadaan

Ketika mendesain prosedur audit untuk kelengkapan dan keberadaan, diawali dengan menelusuri
dokumen sangatlah penting. Ini disebut arah tes. Sebagai contoh, jika auditor memperhatikan
keberadaan tetapi menelusuri dari arah yang salah (dari dokumen pengiriman ke jurnal), maka
harus dilakukan audit yang serius untuk kekurangan pada keberadaan. Arah tes diperlihatkan pada
Gambar 13-5
Arah pengujian penjualan
Jika auditor mengecek tujuan keterjadian tetapi melakukan pengujian ke arah yang
salah maka akan ada defisiensi audit yang serius. Sebagai contoh , keakuratan atau
akurasi transaksi penjualan dapat diuji dengan menguji salinan faktur penjualan ke
dokumen pengiriman atau sebaliknnya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh auditor :
Penjualan yang dicatat dengan akurat harus memperhatikan hal-hal berikut :
1. Mengirimkan jumlah barang yang dipesan
2. Menagih dengan akurat sebesar jumlah barang yang dikirim
3. Mencatat dengan akurat jumlah yang ditagih dalam catatan akuntansi
Lanjutan

Transaksi penjualan dimasukkan degan benar dalam file induk dan


diiktisarkan dengan benar :
Pencantuman semua transaksi penjualan dengan beenar kedalam file induk
piutang usaha merupakan hal penting karena keakuratan catatan tersebut akan
mempengaruhi kemampuan klien untuk menagih piutang yang beredar.
Penjualan yang dicatat diklasifikasikan dengan benar
Penjualan dicatat pada tanggal yang benar.
Prosedur audit format
perancangan dan kinerja
Informasi yang disajikan dalam table 14-2 ditujukan untuk membantu auditor
merancang program audit yang memenuh tujuan audit yang berkaitan dengan
transaksi dalam serangkaian situasi tertentu. Metodologi ini membantu auditor
dalam merancang program audit yang efektif dan efisien.
Program audit format perancangan harus di konversi menjadi program audit
format kinerja agar prosedur yang sudah dirancang dapat dilaksanakan secara
efisien.
Prosedur penggabungan ini akan mencapai hal-hal berikut :
Mengeliminasi prosedur duplikat
Memastikan bahwa ketika dokumen tertentu diperiksa,semua prosedur yang akan
dilakukan terhadap dokumen tersebut telah dilakukan pada saat itu
Memungkinkan auditor untuk melakukan prosedur dengan efektif
Retur dan pengurangan
penjualan
Diabaikan dalam banyak hal, retur dan pengurangan penjualan dianggap
tidak material sehingga auditor dapat mengabaikannya.
Audior memperhatikan penekanan tujuan keterjadian untuk hal ini. Umumnya
auditor menekankan pada pengujian transaksi yang tercatat untuk
mengungapkan setiap pencurian kas dari penagihan piutang usaha yang
ditutupi oleh retur atau pengurangan penjualan fiktif
Metodologi untuk merancang pengujian
pengendalian dan pengujian substantive atas
transaksi penerimaan kas.
Berdasarkan tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi, auditor mengikuti
proses berikut ini :
Menentukan pengendalian internal kunci untuk setiap tujuan audit
Merancang pengujian pengendalian bagi setiap pengendalian yang digunakan
untuk mendukung pengurangan resiko pengendalian.
Merancang pengujian substantive atas transaksi untuk menguji salah saji
moneter bagi setiap tujuan.
Lanjutan

Bagian penting dari tanggung jawab auditor ketika mengaudit penerimaan kas
adalah mengidentifikasi defisiensi pengendalian internal yang meningkatkan
kemungkinan terjadinya kecurangan.
Pengujian terhadap transaksi penerimaan kas
Jenis penggelapan kas yang paling sulit di deteksi oleh auditor adalah ketika hal
tersebut terjadi sebelum kas di catat dijurnal penerimaan kas.
Prosedur audit yang bermanfaat untuk menguji apakah semua penerimaan kas
yang dicatat telah disetorkan dalam akun atau rekening bank adalah bukti
penerimaan kas.
Lapping piutang usaha

Lapping piutang usaha adalah penundaan ayat jurnal penagihan piutang usaha
untuk menutupi kekurangan kas yang ada. Penggelapan dilakukan oleh
seseorang yang menangani penerimaan kas dan kemudian memasukkannya
kedalam system computer.
Penggelapan ini sebenarnya dapat dcegah dengan mudah melalui pemisahan
tugas dan kebijakan cuti wajib bagi karyawan yang menangani kas sekaligus
memasukkan penerimaan kas ke dalam system.
Dideteksi dengan membandingkan nama,jumlah,dan tangga yang ditujukan
pada remittance advice dengan ayat jurnal penerimaan kas dan salinan slip
setoran.
Pengujian audit untuk
menghapus piutang tak teragih
Kekhawatiran utama auditor dalam melakukan audit atas penghapusan piutang
usaha tak tertagih adalah kemngkinan karyawan klien menutupi penggelapan
dengan menghapus piutang usaha yang sudah ditagih.
Pengendalian yang tepat untuk mencegah kecurangan ini adalah otorisasi yang
tepat atas penghapusan piutang tak terttagih harus diberikan oleh tingkat
manajemn yang ditunjuk hanya setelah melalui penyelidikan menyeluruh
mengenai alas an pelanggan tidak mampu membayar.
pengendalian internal tambahan atas
saldo akun dan penyajian serta
pengungkapan
Jika pengdendalian internal terhadap lima transaksi yang dibahas sebelumnya
sdah dianggap efektif dan oengujian substanif untuk kelima kelas transaksi yang
terkait mendukung kesimpulan itu, kemungkinan salah saji dalam laporan
keuangan akan berkurang.
Hak dan kewajiban serta penyajian dan pengungkapan hamper bukan
merupakan masalah yang signifikan bagi piutang usaha. Karena itu, personil
akuntansi yang kompeten biasanya sudah merupakan pengendalian yang cukup
bagi tujuan audit.
Pengaruh hasil pengujian pengendalian dan
pengujian substantive atas transaksi

Bagian yang paling dipengaruhi oleh Jika hasil pengujian tidak memuaskan,
pengujian pengendalian dan auditor harus melakukan pengujian
pengujian substantive atas transaksi substantive tambahan atas :
dalam siklus penjualan dan penagihan
adalah :
Penjualan
Saldo piutang usaha
Retur dan penguranan penjualan
Kas
Penghapusan piutang tak tertagih
Beban piutang tak tertagih
Pemrosesan penerimaan kas.
Penyisihan piutang tak tertagih.