Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS KINERJA CRUSHING PLANT PADA TAMBANG

ANDESIT UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI


23000 TON/BULAN DI PT.PANGHEGAR MITRA
ABADI KABUPATEN BANDUNG
PROVINSI JAWA BARAT
Latar belakang
Unit pengolahan merupakan salah satu penentu dari kualitas produk yang dihasilkan.Seiring dengan
pesatnya pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pada sektor konstruksi, maka kebutuhan akan material
atau batu andesit cukup tinggi, terutama untuk melakukan pembangunan fisik seperti pembangunan
gedung, perkantoran, pembuatan jalan, perumahan, bendungan dan lain sebagainya.

PT. Panghegar Mitra Abadi merupakan perusahaan yang bergerak dalam kegiatan pertambangan batu
andesit dan sebagai pemasok di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. PT. Panghegar Mitra Abadi memiliki
izin usaha pertambangan (IUP) seluas 14 Ha di Kampung Cikuya, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih,
Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat

Objek penelitian hanya terbatas pada Unit Crushing Plant I dengan alat peremuk batu sebagai berikut:
peremuk pertama (Primary Jaw Crusher), peremuk kedua (Secondary Cone Crusher), dengan sasaran
produksi yang direncanakan sebesar 883 ton/hari atau 100 ton/jam

Data yang diperoleh dari hasil penelitian, sasaran produksi yang direncanakan belum tercapai adapun
tingkat produksi saat ini baru mencapai 529,8 ton/hari atau 60 ton/jam
TUJUAN PENELITAN
1. MENENTUKAN PRODUKTIFITAS CRUSHER SAAT INI.
2. MENGANALISA HAMBATAN-HAMBATAN YANG TERJADI PADA UNIT CRUSHING PLANT.
3. MENGANALISA DAN MEMBERI SOLUSI TERHADAP BELUM TERCAPAINYA SASARAN PRODUKSI.
Diagram Alir Produksi
Hambatan

Hambatan karena faktor manusia


No Jenis Hambatan Jumlah (menit)
Hambatan karena faktor alat
1 Persiapan memulai bekerja 60
2 Berhenti bekerja sebelum waktu istirahat 2,5
No Jenis Hambatan Waktu (menit)
3 Persiapan memulai bekerja setelah istirahat 10
1 Gangguan pada Hopper 5
4 Berhenti bekerja sebelum waktu pulang 2,88
2 Gangguan pada Vibrating Feeder -
Total 75,38
3 Gangguan pada Jaw Crusher 15,84

Keterangan : 4 Gangguan pada Secondary Cone Crusher -

Wt = Waktu kerja yang tersedia (530) 5 Gangguan pada Belt Conveyor 3,5

Wn = Waktu hambatan karena faktor alat (24,34) Total 24,34

Wu = Waktu hambatan karena faktor manusia (75,38)


Maka :
We = 530 (24,34 + 75,38)
= 530 99,72
= 430,28 menit/hari atau 7,17 jam/hari
Hambatan yang terjadi
Upaya Peningkatan Produksi

Perbaikan Waktu hambatan


Waktu produksi efektif perhari 7,17 jam/hari , Setelah melakukan perbaikan waktu hambatan
diperoleh waktu kerja efektif produksi sebesar 8,33 jam/hari, maka produksinya menjadi 499,8
ton/hari.
Perbaikan Umpan masuk
sebelum malakukan perbaikan ritase dump truk hanya bisa dumping 6 kali per jamnya, Setelah
malakukan perbaikan umpan masuk diperoleh ritase dump truk sebanyak 10 kali, dengan hasil
produksi setelah perbaikan sebesar 717 ton/hari
Perbaikan menggunakan penggabungan Antara Perbaikan Waktu Hambatan dan
Perbaikan Umpan masuk
Setelah dilakukan perbaikan waktu hambatan jam kerja efektif menjadi 8,33 jam/hari dan
penambahan umpan sebanyak 11 kali/jam maka produksi mencapai 916,3 ton/hari atau 106
ton/jam.
KESIMPULAN
1. Produksi nyata yang dicapai Unit Crushing Plant I saat ini sebesar 529,8 ton/hari atau 60 ton/jam, dengan sasaran produksi
yang diberikan oleh perusahaan yaitu sebesar 883 ton/hari, Produksi nyata pada Produksi nyata pada Jaw Crusher sebesar
43,84 ton/jam dengan efektifitas sebesar 24,35 %.
2. Total waktu hambatan pada Unit Crushing Plant I sebesar 99,72 menit/hari yaitu terdiri dari 24,34 menit/hari hambatan
karena faktor alat dan 75,38 menit/hari karena faktor manusia dengan Efisiensi waktu kerja sebesar 81,18 %
3. Hasil perhitungan dan perbaikan maka dilakukan upaya perhitungan dari perbaikan waktu hambatan menjadi 8,33
jam/hari dari waktu hambatan awal 7,17 jam/hari yang menghasilakan produksi sebesar 499,8 ton/jam, perbaikan umpan
atau ritase dump truck dari 6 kali/jam menjadi 10 kali/jam menghasilkan produksi sebesar 717 ton/hari. Dari kedua upaya
tadi belum bisa mencapai target produksi Maka dilakukan upaya ketiga dengan penggabungan Antara perbaikan waktu
hambatan dan penambahan umpan masuk maka produksi mencapai 916, 3 ton/hari atau 106 ton/jam jadi sasaran produksi
yang di tetapkan perusahaan sudah mencapai dan bisa ditingkatkan lagi.
Terima Kasih