Anda di halaman 1dari 16

PRINSIP FARMAKOLOGI

KLINIK DAN TERAPI

DISUSUN OLEH:
1 . S I T I R O D I YA H ( 1 6 3 4 4 1 2 1 )
2 . R I Z A L I R M A N TO ( 1 6 3 4 4 1 2 2 )
3 . R I K A FAT MA L A ( 1 6 3 4 4 1 2 3 )
4. ANDI PURNAMA (16344124)
5 . M U H A M MA D YA Z I D ( 1 6 3 4 4 1 2 5 )
PENDAHULUAN
Penggunaan obat yang rasional dimulai pada akhir abad 19
3 perkembangan yang berbeda

Pilar 1: Munculnya sintetis kimia organik senyawa baru


memiliki manfaat pengobatan atau tidak
Pilar 2: pola dari bahan kimia dengan pengamatan pada
hewan dan manusia
Pilar 3: perkembangan pemahaman tentang dasar penyakit
manusia
Farmakologi Klinik?
Suatu ilmu pengetahuan yang tujuannya adalah, secara
umum, studi ilmiah tentang efek obat-obatan pada manusia.

Konsep dasar farmakologi klinik Interaksi obat dengan


tubuh
Tujuan Farmakologi Klinik?
Tujuannya adalah untuk mengelola obat yang tepat dalam
dosis yang tepat untuk menghasilkan efek terapi yang
diinginkan dengan efek samping merugikan yang minimal.

Dengan kata lain bertujuan agar pemakaian klinik


obat dapat efektif, aman dan rasional pada pasien.
Aspek Farmakologi
Klinik

Farmakokinetik Farmakodinamik Toksikologi


1. Farmakokinetik
Merupakan deskripsi matematis nasib obat dalam tubuh.
Meliputi:
a. Absorbsi:masuknya obat kedalam darah (gastrointestinal,
bukal, rektal, pulmonal)
b. Distribusi: penyebaran obat keseluruh tubuh mengikuti
sistem peredaran darah.
c. Metabolisme: transformasi struktur obat
d. Ekskresi: pengeluaran obat dari dalam tubuh
2. Farmakodinamik
Pengaruh obat pada tubuh = efek farmakologi kinerja
dari suatu obat pada organ sasaran.

FARMAKODINAMIK
OBAT TUBUH

FARMAKOKINETIK
3. Toksikologi
Toksikologi adalah aspek farmakologi yang berurusan
dengan efek samping dari obat yang digunakan dalam terapi dan
zat kimia yang digunakan dalam rumah tangga, industri, atau
yang ditemukan di lingkungan.
Konsep Dasar Kerja Obat

Kelarutan dalam lemak

Sifat Fisikokimia Obat Derajat ionisasi

Ukuran molekul
1. Kelarutan Dalam Lemak
Kelarutan dalam lemak adalah penentu utama
kemampuan untuk melintasi membran dari dinding sel
menuju saluran pencernaan, tubulus ginjal, atau sawar darah
otak.
Kelarutan dalam lemak dari suatu obat ditentukan oleh
adanya gugus-gugus nonpolar dalam struktur molekul obat
tersebut.
Obat dalam bentuk molekul lebih mudah larut dalam lemak
mudah di absorbsi karena bersifat non polar
Tabel 1. Sifat farmakologi utama beberapa obat beta-adrenoreseptor bloker

Intrinsic Log Partition


Membrane
Drug Cardio Selectivity Symphatomimetic Coefficient
Stabilizing Activity
Activity Octanol/Water

Acebutolol + + 1.87

Alprenolol - + + 2.61
Atenolol + - - 0.23
Metoprolol + - 2.15
Nadolol - - - 0.71
Oxprenolol - + + 2.18
Pindolol - ++ + 1.75
Practolol + + - 0.79
Propranolol - + 3.65
Sotalol - - 0.79
Timolol - - + 2.10
2. Derajat Ionisasi
Sejauh mana obat terionisasi tergantung pada pKa obat dan
pH media di mana obat terlarut. pKa didefinisikan sebagai
pH di mana 50% dari obat ini terionisasi. Jika obat asam
lemah direpresentasikan sebagai HA, maka:
HA H + + A-

pKa obat merupakan faktor penting, apakah obat itu bila


diberikan per oral diabsorpsi lebih banyak di lambung atau
lebih banyak di usus
Obat yang bersifat asam lemah absorbsi di lambung
Obat yang bersifat basa lemah absorbsi di usus halus
Gambar1. distribusi obat asam lemah (ex: warfarin)antara plasma dan
cairan lambung. Angka didalam kotak merupakan konsentrasi relative
warfarin dalam unit.
3. Ukuran Molekul
Ukuran molekul adalah mungkin yang paling penting dari tiga
sifat fisik obat. Ekskresi empedu sangat ditentukan oleh ukuran
molekul: pada manusia, senyawa dengan berat molekul yang lebih
besar dari 400 diekskresikan dalam empedu

Sekali obat yang terkonjugasi sudah mencapai usus


melalui empedu, mereka dapat dipecah oleh enzim bakteri usus,
liberasi obat dalam bentuk bebas untuk di absorbsi kembali.
Terima Kasih