Anda di halaman 1dari 12

Implementasi Hak Ibu dan Bayi pada

Masa Post natal dan manajemen asuhan


kebidanan post natal
Kelp 4 :
Isnarti
Isriyenti
Jelly Mutiara
Jusmiwati
Laila Nissah
Lilis Sriwati
Mardhiati
Beberapa hak hak pasien secara umum adalah :
1. Hak untuk memperoleh informasi
2. Hak untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas
3. Hak untuk mendapatkan perlindungan dalam pelayanan
4. Hak untuk mendapatkan jaminan kesehatan
5. Hak untuk mendapatkan pendampingan suami atau keluarga
dalam pelayanan
6. Hak untuk mendapatkan pelayanan sesuai pilihan.
Untuk memenuhi kebutuhan pasien tersebut, bidan
berkewajiban memberikan asuhan sesuai standar. Standar
asuhan pada ibu nifas telah diatur dalam KEPMENKES 369/
MenKes/ 2007. Implementasi hak untuk ibu postnatal dan
bayi, bisa diartikan dengan gerakan sayang ibu.
Selain hak untuk mendapatkan pendampingan dalam gerakan sayang
ibu, implementasi hak ibu post natal juga dapat berupa hak ibu
dalam menyusui bayi.
Kita tidak dapat memaksa ibu untuk menyusui kalau tidak ingin.
Karena menyusui itu juga melibatkan keikhlasan ibu, bukan hanya
sekedar memberikan ASI kepada bayinya.
Sebaliknya, tidak ada seorangpun yang boleh menghalangi seorang
ibu memenuhi haknya untuk menyusui bayinya. Selain ibu, bayi
juga punya hak. Mendapatkan ASI ibu adalah hak bayi.
Asuhan Bayi Baru Lahir dan Balita Berdasarkan Evidence Based :
1. Baby Friendly
Baby friendly atau dikenal dengan Baby Friendly Initiative
Dalam rangka mencapai program Baby Friendly Inisiative, semua provider rumah sakit
dan fasilitas bersalin akan:
a. Memiliki kebijakan tertulis tentang menyusui secara rutin dan dikomunikasikan
kepada semua staf tenaga kesehatan.
b. Melatih semua staf tenaga kesehatan dalam keterampilan yang diperlukan untuk
melaksanakan kebijakan ini.
c. Memberi tahu semua ibu hamil tentang manfaat dan penatalaksanaan menyusui
d. Membantu ibu untuk memulai menyusui dalam waktu setengah jam kelahiran.
e. Tampilkan pada ibu bagaimana cara menyusui dan cara mempertahankan menyusui
jika mereka harus dipisahkan dari bayi mereka.
f. Berikan ASI pada bayi baru lahir, kecuali jika ada indikasi medis.
g. Praktek rooming-in agar memungkinkan ibu dan bayi tetap bersama-sama
h. Mendorong menyusui on demand
i. Tidak memberikan dot kepada bayi menyusui
j. Mendorong pembentukan kelompok pendukung menyusui dan menganjurkan ibu
menghubungi mereka setelah pulang dari rumah sakit atau klinik.
2. Memulai Pemberian ASI Dini dan Ekslusif
Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera
setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari puting susu
ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu).
3. Regulasi Suhu Bayi Baru Lahir dengan Kontak Kulit ke Kulit
Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuhnya, sehingga
akan mengalami stress dengan adanya perubahan lingkungan dari
dalam rahim ibu ke lingkungan luar yang suhunya lebih tinggi.
TINJAUAN KASUS
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PERSALINAN NORMAL

A. IDENTITAS / BIODATA

Nama : Ny. N Nama Suami : Tn. M


Umur : 20 Thn Umur : 26 Thn
Suku/Kebangsaan : Jawa/Indo Suku/Kebangsaan : Jawa/Indo
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Karyawan
Alamat Rumah : Mtg.Selimeng Alamat Rumah : tanah garam
Telp. : - Telp. :
Alamat Kantor : - Alamat Kantor :
Telp. : - Telp. :

B. ANAMNESA (DATA SUBJEKTIF)


1. Alasan masuk : os datang dengan keluhan ingin melahirkan, perut mules dan terasa nyeri yang menjalar sampai kepinggang.
2. Riwayat Persalinan :
- Tempat melahirkan : RSUD solok ditolong oleh : Bidan
Ibu
- jenis persalinan : spontan,belakang kepala :
lain-lain :
- komplokasi atau kelainan dalam persalinan : tidak ada
partus lama - Jam/menit

- plasenta : spontan :
dilahirkan dengan tangan indikasi
lengkap
sisa plasenta : tidak ada
ukuran = 17 cm berat = 500 gram
kelainan : tidak ada
- tali pusat panjang : 50 cm
kelainan : tidak ada
- perineum : Utuh : tidak,
Robekan tingkat : 2
Episiotomi : tidak ada
Anestesi : tidak ada
- Pendarahan : Kala I 40.ml Kala II50ml
Kala III75ml Kala IV50..ml
Selama operasi : -.ml
- Tindakan lain :
Infus cairan : Rl 20 tts / i Transfusi golongan darah : -
Catatan waktu :
Kala I : 7 jam 10 menit
Kala II : - jam 20 menit
Dipimpin meneran. Jam 10 menit
Kala III : - jam 15 menit
Ketuban pecah : 2 jam 0 menit
(spontan / amniotomi) spontan waktu PD
Bayi
Lahir : Spontan Pukul : 05.00 Wib
BB : 3300 gr PB : 50 cm
Nilai Apgar : 8
Cacan bawaan : tidak ada
Masa gestasi : 36 minggu
Komplikasi : - K .I : tidak ada
K. II : tidak ada
Air ketuban banyaknya : 500 cc
Keadaan : jernih
3. Riwayat Post Partum
1. Keadaan Umum : Baik
2. Keadaan emosional : Stabil
3. Tanda vital : Denyut nadi : 80 x/m
TD : 120/80
RR : 24 x/m
Suhu : 36.5oC
4. Payudara Pengeluran : Sudah keluar ASI
Bentuk : Simetris
Puting susu : Menonjol
5. Uterus
Tinggi fundus uteri : 2 jari dibawah pusat Kontraksi uterus : baik
Konsistensi Uterus : keras Posisi Uterus : normal
6. Pengeluaran lokea
warna : Merah Jumlah : 150 cc
Bau : Khas Konsitensi : kental
7. Perineum : robek
8. Kandung kemih : Kosong
9. Ekstremitas : Oedema : Tidak ada refleks : ( + ) kemerahan : -
Pendokumentasian SOAP

S : Ibu merasa senang tetapi lelah, pendarahan berkurang, ibu sudah BAB makan dan minum secara baik, ASI diberikan setiap 2-3 jam, ibu merasa kesulitan menyusui bayinya karena tidak mengetahui posisi
menyusui yang benar.
O : TD : 110/90 mmHg
n : 81 x/m
p : 20 x/m
s : 36,5oC
Payudara membesar dan hitam dibagian puting, Abdomen TFU 2 jari dibawah pusat, kontraksi baik, tidak ada nyeri kaki : tidak ada oedem tidak nyeri betis, perenium robek CH5 ZH2, lokhea rubra.

A : Diagnosa :Ny.N umur 20 tahun post partum hari ke-1


Dasar : Tanggal persalinan 26-11-2013
Lokhea lubra
TFU 2 jari dibawah pusat
Masalah :Nyeri pada bagian perenium dan kesulitan menyusui Bayinya.
kebutuhan :KIE
P : Perencanaan
Beritahu ibu hasil pemeriksaan pada dirinya
Beritahu ibu tanda-tanda bahaya pada ibu dan bayi
Anjurkan ibu untuk menjaga kehangatan bayinya
Jelaskan pada ibu tentang ASI eklusif serta posisi menyusui yang benar dan ajarkan ibu untuk merawat payudara.
Ajarkan ibu tentang perawatan perineum serta perawatan tali pusat pada bayi baru lahir
Beritahu ibu tentang lokhea
Anjurkan ibu untuk makan 2x lebih banyak pada saat menyusui dan mengkonsumsi makanan yang bergizi selama menyusui
Anjurkan ibu untuk istirahat yang teratur
Beritahu ibu tentang imunisasi dan anjurkan ibu untuk memberikan imunisasi pada bayinya secara tepat sesuai jadwalnya.
Anjurkan ibu untuk menggunakan alat kontrasepsi sesuai dengan pilihannya
Kolaborasi dengan dokter obgyn
Terapi yang didapatkan :
amoxicilin 2x1
as.mefenamat 3x1
sf 1x1

Pelaksanaan

Memberitahukan pada ibu hasil pemeriksaan yang dilakukan pada ibu


Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya yang mungkin terjadi seperti Pada ibu seperti demam yang tinggi,sakit kepala yang hebat dan tanda bahaya pada bayi seperti kejang,demam dll.
Menganjurkan ibu untuk menjaga kehangatan bayinya dengan cara menyelimuti bayinya dan jangan pernah membiarkan bayinya dalam keadaan terbuka tanpa selimut.

Menjelaskan ibu tentang pemberian ASI eklusif dan jangan memberikan makanan lain selain ASI saat usia 0-6 bulan dan mengajarkan ibu posisi yang benar saat menyusui dan mengajarkan ibu tentang perawatan payudara yang benar.
Mengajarkan ibu tentang perawatan perenium dan perawatan tali pusat bayi.
Memberitahu ibu tentang lokhea dan bahwasanya darah yang keluar selama masa nifas adalah lokhea.
Menganjurkan ibu untuk makan 2x lebih banyak pada saat menyusui dan mengkonsumsi makanan yang bergizi selama menyusui
Menganjurkan ibu untuk istirahat yang teratur selama masa nifas
Meberitahukan ibu tentang imunisasi dan menganjurkan ibu untuk memberikan imunisasi pada bayinya secara tepat sesuai jadwalnya.
Menganjurkan ibu untuk menggunakan alat kontrasepsi sesuai dengan pilihannya
Kolaborasi dengan dokter obgyn
Terapi yang didapatkan :
Amoxicillin 2x1
As.mefenamat 3x1
Sf 1x1

Evaluasi

Ibu tahu tentang tanda bahaya masa nifas


Ibu sudah mengerti tentang ASI eklusif dan posisi menyusui yang benar
Ibu sudah mengerti tentang merawat diri dan bayinya
Keadaan umum ibu baik,kesadaran stabil.
Ibu sudah mendapatkan therapy dari dokter obgyn

sekian