Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN

KONSEP HIPERTENSI PADA


LANSIA
KELOMPOK V:
RIZKY NELLA UPRATAMA
ROCHMADIAH
RIANA JENNI KONDONG
ISTIQOMAH
BASRI
Pengkajian
1. Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan
a.Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung
garam, lemak berlebih dan gorengan
b.Kebiasaan merokok
c.Konsumsi alkohol
d.Pemahaman dan pengetahuan tentang penyakit hipertensi
e.Riwayat hipertensi dalam keluarga
2. Pola nutrisi metabolik
a.Mual muntah
b.Mengkonsumsi makanan yang berlemak
c.Kebiasaan minum kopi
3. Pola eliminasi
a. Pola BAK : adanya tahanan/mengejan, warna, frekuensi, nyeri
b. Pla BAK : teratur/tidak, ada nyeri atau tahanan saat BAB
4. Aktifitas dan latihan
a. Kelelahan
b. Nyeri dada
c. Palpitasi
d. Pernapasan cepat dan dalam
5. Pola persepsi kognitif
a. Nyeri kepala, pusing
b. Pengelihatan kabur
c. Pola reproduksi dan seksualitas
d. Riwayat pemakaian kontrasepsi
Diagnosa Keperawatan

Perubahan perfusi jaringan serebral


berhubungan dengan peningkatan tahanan
pembuluh darah perifer
Nyeri : sakit kepala berhubungan dengan
peningkatan vaskuler serebral
Intoleransi aktifitas berhubungan dengan
kematian, ketidakseimbangan antara suplai
dan kebutuhab oksigen
Penurunan curah jantung berhubungan
dengan hipertropi ventrikel
Intervensi Keperawatan
Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan
peningkatan tahanan pembuluh darah perifer
Intervensi:
a. Monitor dan catat tanda dan gejala perfusi jaringan sistemik
yang berkurang
b. Anjurkan pasien untuk bedrest, posisi tidur kepala lebih
ditinggikan
c. Anjurkan pasien untuk mengurangi rokok atau berhenti merokok
d. Berikan cairan perparental sesuai dengan indikasi dan batasi
konsumsi garam
e. Kolaborasi : berikan obat-obat anti hipertensi, antideuratika
Nyeri : sakit kepala berhubungan dengan peningkatan vaskuler
serebral
Intervensi :
a. Kaji keluhan pasien
b. Kaji karakteristik sakit kepala : tipe, intensitas, waktu
c. Tirah baring selama fase akut
d. Kaji tanda verbal dan non verbal terhadap nyeri
e. Beri tindakan nonfarmakologi untuk menghilangkan sakit kepala mis: kompres
dingin, pijat punggung dan leher, redupkan lampu kamar, teknik relaksasi
f. Berikan cairan, makanan lunak, perawatan mulut yang teratur bila terjadi
perdarahan hidung atau kompres hidung untuk menghentikan perdarahan
g. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat anti hipertensi, analgesik,
ansietas
Intoleran aktivitas berhubungan dengan menurunnya
oksigenasi jaringan karena perfusi jaringan yang tidak
adekuat, kelemahan fisik
Intervensi :
a. Kaji aktivitas perawatan diri yang dibutuhkan. Rasional : kebutuhan perawatan diri
terpenuhi
b. Tempatkan barang-barang yang dibutuhkan pada tempat yang mudah dijangkau
pasien. Rasional : pasien dapat memenuhi kebutuhan sendiri
c. Monitor tanda-tanda pasien telah dapat bertoleransi terhadap aktivitas
d. Pasien tidak menunjukan kelemahan/kelelahan
e. Interest terhadap aktivitas dan perawtan
f. Tekanan darah dalam batas normal sesuai dengan kondisi pasien
g. Jelaskan pada pasien bahwa istirahat merupakan bagian dari prosedur
pengobatan
h. Batasi aktivitas
i. Tingkatkan aktivitas pasien secara bertahap dan meningkatkan kemandirian
pasien
Penurunan curah jantung berhubungan dengan
hipertrofiventrikel, peningkatan overload iskemik
miokard
Intervensi :
a. Pantau TD tiap 4 jam
b. Catat keberadaan kualitas denyut sentral dan perifer
c. Amati warna kulit, kelembaban suhu dan capillary refilledema
d. Beri lingkugan aman dan nyaman
e. Catat adanya edema
f. Pertahankan pembatasan aktivitas
g. Anjurkan RND, panduan imajinasi
h. Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol TD
i. Berikan obat sesuai intruksi dokter
Diet pada Lansia Penderita Hipertensi
Diet yang di anjurkan
Kurma
Buah alpukat
Saus tomat yang tidak mengandung garam dan gula
Ikan salmon
Buah pisang
Kacang-kacangan
Youghurt
Buah melon
Kentang
Buah pepaya
Kerang laut
Diet yang dihindari
Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru,
minyak kelapa)
Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium
(biskuit, crakers, kripik dan makanan kering yang asin)
Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosid, korned,
sayuran serta buah-buahan dalam kaleng)
Makanan yang diawetkan
Susu full cream, mentega, margarin, keju, mayonnaise, serta
sumber protein hewani yang tinggi kolestrol seperti daging
merah, kuning telur, kulit ayam
Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus
sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang
mengandung garam natrium
Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti
durian, tape
Terapi herbal/obat-obatan Herbal
Daun salam
Rumput laut
Ketimun
Blewah
Mengkudu
Temu hitam
Bawang putih
Bawang bombay
Terima Kasih