Anda di halaman 1dari 25

MANAJEMEN RISIKO

PERUSAHAAN
KELOMPOK 7 :
Winda Kurnia (55516110046)
Indah Indriyani (55516110049)
Tungky Yunia Eka Wariatuti (55516110050)
Manajemen Risiko Perusahaan
Pembahasan :

1. Lima Langkah Proses Manajemen Risiko Korporat


2. Pengelolaan risiko dengan kontrak asuransi.
3. Pengelolaan risiko dengan lindung nilai forward contract.
4. Pengelolaan risiko dengan lindung nilai instrumen
keuangan derivatif yang diperdagangkan
5. Penilaian opsi dan swaps
Apa itu Risiko

Risiko
dikaitkan dengan kemungkinan
kejadian atau keadaan yang dapat
mengancam pencapaian tujuan dan sasaran
organisasi. Atau juga bisa disebut
ketidakpastian tentang kejadian di masa
depan
Manajemen Risiko

adalah upaya-upaya dalam bentuk aturan maupun


tindakan yang ditujukan untuk mengoptimalkan
(meminimalisir) risiko atas suatu portfolio sesuai
dengan Kebijakan Investasi masing-masing dana
kelolaan.
Penerapan sistem manajemen risiko mengacu
pada peraturan serta ketentuan yangtertuang
dalam kebijakan perusahaan.
Tujuan Manajemen Risiko
Melindungi perusahaan dari risiko signifikan yang dapat menghambat pencapaian
tujuan perusahaan.
Memberikan kerangka kerja manajemen risiko yang konsisten atas risiko yang ada
pada proses bisnis dan fungsi-fungsi dalam perusahaan.
Mendorong menajemen untuk bertindak proaktif mengurangi risiko
kerugian,menjadikan pengelolaan risiko sebagai sumber keunggulan bersaing,
dankeunggulan kinerja perusahaan.
Mendorong setiap insan perusahaan untuk bertindak hati-hati dalam menghadapi
risiko perusahaan, sebagai upaya untuk memaksimalkan nilaiperusahaan
Membangun kemampuan mensosialisasikan pemahaman mengenai risiko dan
pentingnya pengelolaan risiko
Meningkatkan kinerja perusahaan melalui penyediaan informasi tingkat risiko yang
dituangkan dalam peta risiko ( risk map) yang berguna bagi manajemendalam
pengembangan strategi dan perbaikan proses manajemen risiko secara terus
menerus dan berkesinambungan
1. Lima Langkah Proses Manajemen
Risiko Korporat

1. Identifikasi Risiko
2. Analisa Risiko
3. Pengelolaan risiko
4. Implementasi Manajemen Risiko
5. Monitoring Risiko
2. Pengelolaan risiko dengan kontrak
asuransi
Pengertian Asuransi
Secara umum asuransi dapat didefinisian sebagai suatu persetujuan
yang didalamnya memuat kesepakatan bahwa penanggung yang
mendapatkan premi yang telah dijanjikan kepada tertanggung untuk
menggantikan kerugian atas sesuatu yang dipertanggungkan karena
suatu sebab tertentu yang tidak disengaja misalnya kebakaran,
kehilangan , kesusutan,kerusakan, hilangnya kesempatan untuk
memperoleh pendapatan dan sebagainya.
Syarat Ideal Agar Dapat Diasuransikan

1) Kerugian potensial cukup besar, namun profitabilitasnya


rendah
2) Profitabilitas kerugian dapat diperhitungkan
3) Terdapat sejumlah besar unit yang terbuka terhadap risiko
yang sama
4) Kerugian yang bersifat kebetulan
5) Kerugiannya tertentu
Prinsip- Prinsip Hukum Dasar Dalam
Asuransi

1. Prinsip Indemnitas
2. Prinsip kepentingan yang dapat diasuransikan
3. Prinsip Subrogasi
4. Prinsip Jaminan
5. Prinsip Representasi
6. Prinsip Penyembunyian
7. Prinsip Keagenan
Memahami Kontrak Asuransi

Kontrak asuransi dibagi menjadi beberapa bagian :


1. Deklarasi
2. Klausal Pertanggungngan
3. Pengecualian- Pengecualian
4. Kondisi Kondisi
3. Pengelolaan risiko dengan lindung
nilai forward contract
Mengurangi eksposur perusahaan terhadap fluktuasi harga atau nilai tukar
disebut dengan lindung nilai (hedging) . Terdapat dua unsur dalam aktivitas
hedging :
1. Instrumen hedging, mencakup derivatif, asset keuangan non-derivatif, atau
kewajiban keuangan non-derivatif. Semua kontrak derivatif dengan pihak
eksternal bisa digunakan sebagai instrumen hedging, kecuali untuk sebagian
written options.
2. Item yang dilindungi, (hedged item) mencakup asset, kewajiban, komitmen
perusahaan, transaksi yang akan terjadi di masa depan, atau investasi netto
dalam operasi luar negeri.
Lindung Nilai dengan Kontrak-kontrak
Forward
Kontrak forward secara legal adalah perjanjian mengikat antara dua
pihak yang meminta penjualan aset atau produk di masa yang akan
datang dengan harga yang disetujui hari ini. Pasal-pasal dalam kontrak
meminta satu pihak untuk mengirimkan barang kepada yang lain untuk
tanggal tertentu di masa yang akan datang, disebut dengan tanggal
penyerahan (settlement date). Fluktuasi nilai tukar memiliki konsekuensi
yang dapat membawa malapetaka bagi perusahaan yang memiliki
kegiatan operasional ekspor atau impor yang signifikan, kontrak forward
secara rutin digunakan oleh perusahaan seperti ini untuk melindungi diri
dari risiko nilai tukar.
4. Pengelolaan risiko dengan lindung nilai
instrumen keuangan derivatif yang
Diperdagangkan

Derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran


yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok"
atau juga disebut " produk turunan"(underlying product); daripada
memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar
membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu
nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi
acuan pokok. Instrumen derivative mempunyai tiga karakteristik berikut ini:
1. Nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel yang telah
ditentukan
2. Tidak memerlukan investasi awal neto
3. Diselesaikan pada tanggal tertentu di masa mendatang.
Berdasarkan sifatnya derevatif dikelompokkan menjadi dua bagian
(Madura: 2006) yaitu;
Derevatif Komoditas merupakan kontrak derevatif yang terjadi pada
barang-barang komoditi, seperti produk hasil pertanian, perkebunan,
perikanan (soft commodities)dan hasil pertambangan, emas dll. (hard
commodities).
Derevatif Keuangan merupakan kontrak derevatif yang terjadi pada
instumen keuangan, seperti mata uang, saham, indeks gabungan,
tingkat bungan jangka pendek, surat pembendaharaan negara dan
obligasi.
5. Penilaian opsi dan swaps

Kontrak Opsi (option contract) adalah perjanjian yang


memberikan pemiliknya hak, tetapi bukan kewajiban untuk
membeli atau menjual beberapa aset dengan harga spesifik
untuk waktu yang spesifik.

Kontrak Swap (swap contract) adalah transaksi yang


melibatkan pertukaran suatu pembayaran dengan
pembayaran yang lain . Contoh : pertukaran pembayaran
Bungan dan mata uang .
Black Scholes Option Pricing Model (BSOPM)

Model Penetapan harga option yang paling popular adalah : Black Scholes
option pricing model yang lain dikembangkan oleh Fisher Black dan Myron
Scholes.
Berikut ini adalah persamaan dari Black Scholes option pricing model

C SNd1 KerTNd2
dengan :
C= adalah nilai dari European Call Option pada saat t = 0
R= suku bunga bebas risiko
ln(S/K) (r 2 /2)T
d1
T

d2 d1 T

Contoh :
S = $92
K = $95
T = 50 days (50/365 year = 0.137 year)
r = 7% (per annum) ,
s = 35% ( per annum )
Calculate the PV of the Strike Price:
Ke-rT = 95e(-0.07)(50/365) = (95)(0.9905) = $94.093.

Calculate d1 and d2:

ln(S/K) (r 2 /2)T ln(92/95) (0.07 0.1225/2)0.137


d1
T 0.35 0.137

ln(0.96842 ) 0.01798 0.03209 0.01798


0.1089
(0.35)(0.3 701) 0.12955
d2 = d1 T.5 = -0.1089 (0.35)(0.137).5 = -0.2385
N(-0.1089) = 0.4566; N(-0.2385) = 0.4058. (Standard Normal Probability
Tables)

C = S N(d1) Ke-rT N(d2)


= (92)(0.4566) (94.0934)(0.4058)
= $3.8307.
Kontrak swap (swap contract)

Pada praktinya, sebagian besar kontrak swap dibedakan


menjadi tiga kategori dasar: swap mata uang, swap suku
bunga, dan swap komoditas.
1. Swap Mata Uang
2. Swap Suku Bunga
3. Swap Komoditas
KASUS
SPECIFIC MARKET RISK
Studi Kasus: PT GUDANG GARAM, Tbk

Salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yaitu PT Gudang Garam


sempat menjadi perusahaan yang juga mendapat dampak dari pelemahan nilai
tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang melanda Indonesia, seperti
berita yang dilansir oleh liputan6.com berikut ini.
Dampak Pelemahan Rupiah Mulai Terasa ke Emiten
Pelemahan mata uang rupiah dalam beberapa hari terakhir mempengaruhi
laba-laba perusahaan yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan dataBloomberg, nilai tukar rupiah pada hari ini, Rabu
(21/8/2013) sudah menyentuh ke level Rp 10.963 per dolar Amerika Serikat
(AS). Pergerakan nilai tukar rupiah yang terjadi hari ini sangat mempengaruhi
emiten-emiten yang sudah melantai di bursa.
Berdasarkan berita diatas PT Gudang Garam menjadi salah satu perusahaan
yang mengalami penurunan laba bersihnya sebesar 0,9% akibat melemahnya
nilai rupiah.
Hal ini dialami oleh PT Gudang Garam karena perusahaan membutuhkan
bahan baku utama berupa tembakau dan cengkeh yang berkualitas untuk
produk mereka, sementara kualitas panen tembakau dan cengkeh lokal yang
menjadi bahan baku utama tersebut sangatlah bergantung pada cuaca, faktor
cuaca yang kini sering tidak menentu mengakibatkan penurunan kualitas
panen kedua bahan baku tersebut. Sehingga perusahaan terpaksa harus
mengimpor persediaan bahan baku mereka dari luar negeri agar kualitas atas
produk yang dihasilkan tetap terjaga. Inilah yang menyebabkan menurunnya
pendapatan dan laba bersih perusahaan.
Selain itu penurunan pendapatan dan laba bersih Gudang Garam dapat
disebabkkan juga oleh aturan pemerintah, karena sebelumnya industri
rokok diberatkan dengan aturan pemerintah yaitu
regulasi mengenai rokok, PP Nomor 109 tentang Pengamanan Bahan yang
Mengandung Zat Adiktif berupa produk Tembakau bagi kesehatan yang
dikeluarkan pemerintah tahun 2012 .
Biaya pita cukai dan PPN Gudang Garam pada tahun 2013 mencapai 29 triliun,
atau setara 67% dari total beban biaya pokok penjualan Gudang Garam. Dan
jika dibandingkan dengan pendapatan penjualan, biaya pita cukai Gudang
Garam tahun 2013 setara dengan 54% hasil pendapatan penjualan perusahaan.
Artinya
Analisis
Spesific Market Risk
Specific market risk merupakan risiko yang hanya dialami secara khusus pada
sektor atau sebagian bisnis saja tanpa bersifat menyeluruh .
Kasus ini termasuk dalam kebijakan yang diberlakukan pada sektor Industri,
yaitu rokok. Sesuai dengan pembahasan studi kasus diatas, PT Gudang Garam
ikut merasakan dampak dari penurunan nilai tukar rupiah yang berakibat
menurunnya laba bersih perusahaan yang akan berdampak pada membagian
deviden kepada para pemegang saham, serta peraturan pemerintah yang
dapat menurunkan penjualan produk serta pendapatan perusahaan.
Salah satu cara yang dilakukan oleh PT Gudang Garam untuk menanggulangi
risiko tersebut adalah dengan melakukan kebijakan penawaran pensiun dini
kepada para karyawannya terutama karyawan borongan sigaret kretek tangan
(SKT) dan operasional dengan alasan untuk mengantisipasi dampak buruk yang
akan terjadi pada perusahaan dimasa mendatang akibat bertambah ketatnya
peraturan industri rokok yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
THANK YOU!!