Anda di halaman 1dari 28

KEBIJAKAN

PEMBANGUNAN KESEHATAN
2015
Gambaran umum Kabupaten Sleman
Th.2013 proyeksi Jumlah penduduk:
1.062.801 jiwa
LuasWilayah: 547.82 Km2
Jarak terjauh kira-kira :
U-S 32km, T-B 35km
Wilayah selatan dataran rendah,utara
tanah kering ladang,pekarangan
sampai batas paling utara Gunung
Merapi
17 kecamatan, 86 desa dan 1212
dusun, RW 2.890 dan 6.961 RT
Tingkat kepadatan penduduk 1.986
jiwa/km2
SARANA KESEHATAN

RS : 26 (2 RSUD Kab) Lab. klinik : 5


Klinik : 23 Apotek : 200
UPT Puskesmas 25 (5 dengan Toko Obat : 13
Rawat Inap)
Rumah Bersalin : 16
UPT Lab.Kes : 1
Balai pengobatan:18
UPT JPKM : 1
Bidan praktek : 360
UPT POAK : 1
Posyandu : 1.511
Pusk. pembantu : 70
Poskesdes : 86
Optik : 13
Dokter praktek bersama :
25 UPT Puskesmas ISO
9001:2008 18; perorangan : 1.102
Data kepegawaian
No Sekretariat/bidang/UP Jumlah Laki-laki perempuan
T
1 Sekretariat (termasuk 38 15 23
kepala Dinas)

2 Bidang P2PL 18 10 8
3 Bidang Yankesmas 19 8 11
4 Bidang Yanmed 16 5 11
5 Bidang SDK 16 9 7
6 Puskesmas 958 476 482
7 UPT POAK 11 4 7
8 UPT JPKM 8 4 4
9 UPT LABKES 9 3 6
jumlah 1095 536 559
PERATURAN BUPATI SLEMAN
NOMOR : 31 Tahun 2009
TANGGAL : 5 Oktober 2009

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS KESEHATAN

KEPALA DINAS

SEKRETARIS

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL


SUBBAGIAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN SUBBAGIAN
UMUM KEUANGAN DAN EVALUASI KEPEGAWAIAN

BIDANG BIDANG KESEHATAN BIDANG SUMBERDAYA


BIDANG P2PL
PELAYANAN MEDIS MASYARAKAT KESEHATAN

SEKSI KESEHATAN DASAR SEKSI KESEHATAN SEKSI PENCEGAHAN


SEKSI PENGEMBANGAN SDK
DAN RUJUKAN KELUARGA PENYAKIT

SEKSI KESEHATAN KHUSUS SEKSI GIZI SEKSI PEMBERANTASAN


SEKSI SARPRAS
PENYAKIT

SEKSI REGISTRASI DAN SEKSI PENYEHATAN


SEKSI PKM DAN PROMKES SEKSI FARMAKMIN
AKREDITASI LINGKUNGAN

UNIT PELAKSANA
: Garis Komando
TEKNIS
: Garis Koordinasi
TANTANGAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Beban pembangunan kesehatan semakin tinggi


kemampuan penganggaran pemda sangat terbatas

Tuntutan masy akan mutu yankes yang tinggi

Terjadinya kompetisi yankes yg semakin tajam

Kesenjangan gol masy mampu dan tdk mampu dlm


pemanfataan subsidi
PROGRAM UNGGULAN
KEMANDIRIAN Puskesmas

Puskesmas SMM ISO 9001:2008

Puskesmas Ramah Remaja

SIMO (Sistem Informasi Manaj. Obat)

Penerapan UPT Dinkes dg PPK BLUD


FRAME WORK
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
KABUPATEN SLEMAN

PARADIGMA DKM
PHBS

ORGANISASI
SDM
YANKES
PEMBIAYAAN
SARPRAS
PSM

MANAJEMEN KESEHATAN

SK Bupati No.114 Th 2007 tentang SKD


Pendahuluan
RPJMD Kab.Sleman 2011-2015 menetapkan visi :
TERWUJUDNYA MASYARAKAT SLEMAN YANG LEBIH
SEJAHTERA LAHIR BATIN, BERDAYA SAING, DAN
BERKEADILAN GENDER
RENSTRA Dinas Kesehatan Kab.Sleman 2011-2015
menetapkan visi :
TERWUJUDNYA MASYARAKAT SLEMAN SEHAT YANG
MANDIRI,BERDAYA SAING DAN BERKEADILAN
MISI DINAS KESEHATAN :
Meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan dan UPTnya melalui
peningkatan kualitas sistem manajemen mutu dalam memberikan
pelayanan prima bagi masyarakat.
Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi semua
lapisan masyarakat dan meningkatkan kemandirian Puskesmas dalam
mengelola pelayanan kesehatan.
Penanggulangan kemiskinan dengan menjamin pelayanan kesehatan
untuk masyarakat miskin dan mengembangkan sistem pembiayaan
kesehatan masyarakat.
Memantapkan pengelolaan prasarana dan sarana kesehatan termasuk
sistem informasi kesehatan
Meningkatkan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidang
kesehatan
RKPD Kab.Sleman 2015
TEMA : Memantapkan Kondisi Perekonomian Daerah Dalam Rangka Peningkatkan
Kesejahteraan Masyarakat
ISU STRATEGIS th.2015:
Persentase penduduk miskin masih tinggi (2012 =15,85,2013 =13,89)
Tingkat pengangguran terbuka masih tinggi
Pertumbuhan ekonomi masih rendah
Produktivitas pertanian tanaman pangan masih rendah
Kualitas pelayanan publik belum optimal
Cakupan jaminan kesehatan belum optimal
Persentase guru layak mengajar belum terpenuhi
Angka melek huruf belum maksimal (94,53%)
Stabilitas keamanan menjelang pilkada 2015
Prasarana dan sarana penanggulangan bencana belum memadai
Kondidi fisik pasar tradisional belum memadai
Pengelolaan jaringan irigasi belum optimal
Penanganan persampahan belum optimal
Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PKMS) belum optimal : 12 jenis

Sumber : Bappeda Sleman,2014


PRIORITAS DAERAH pada RKPD 2015:
1. Penanggulangan kemiskinan
2. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan
3. Menjaga stabilitas ketahanan pangan
4. Peningkatan tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan
publik
5. Peningkatan kualitas kesehatan
6. Peningkatan kualitas pendidikan
7. Menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban
8. Peningkatan kualitas prasarana dan sarana publik
9. Peningkatan pengeloaan SDA, lingkungan dan bencana
10. Peningkatan penanganan masalah sosial
11. Peningkatan kesetaraan gender

Sumber : Bappeda Sleman,2014


IPM
Komponen Sleman DIY Nasional
1.AHH 75,79 73,62 70,07
2.A.Melek Huruf 95,11 92,86 94,14
3.Rata2 lama sekolah 10,55 9,33 8,14
4.Konsumsi 656,00 656,19 643,36
Riil/Kapita Rp
INDEKS IPM

1. Kesehatan 84,65 (perkt 1 DIY) 81,03 75,12


2. Pendidikan 86,85 82,64 80,85
3. Pendapatan 68,41 68,45 65,49

IPM 79,97 (perkt 2 DIY) 77,37 73,81

Sumber BPS Sleman 2013


Capaian Indikator Kinerja Tingkat OPD
Dinas Kesehatan Th.2014
Sasaran Strategis Indikator Target Realisasi th.2014 Ket.
Kinerja
1.MENINGKATNYA a. AHH 76,12 th 76,13 th T
DERAJAT b. AKI <69,31/100.000KH 83,3/100.000KH BT
KESEHATAN c. AKB 5,22/1000KH 4,65/1000KH T
MASYARAKAT d. AKABa 2/1000KH 0,27/1000KH T
e.A.Kesembuhan 87% 87,75% T
TB
f.A.Kesakitan DBD 51/100.000Pddk 50,6/100.000Pddk T
g.Prevalensi <0,5% 0,062% T
Penderita HIV
h.Persentase 0,51% 0,44% T
balita dengan status
gizi buruk
i.Persentase 72% 77,33% T
penduduk yg
menjadi peserta
jamkes
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Ket
th.2014

2.MENINGKATNYA a. Persentase cakupan ASI Eks 75% 81,20% T


KUALITAS HIDUP
MASYARAKAT

b. Persentase Cak.Kunj Bumil K4 96,20% 96,23% T

c. Persentase Cak.RT yg 98% 99,29% T


menggunakan air bersih

d.Persentase Cak.RT 82% 92,94% T


menggunakan jamban sehat

e. Persentase Cak.Posyandu balita 35% 38,58% T


mandiri

f.Persentase Cak bangunan rumah 95% 95,01% T


bebas jentik

g. Persentase Desa Siaga Aktif 75% 94,19% T


Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Ket.
th.2013

3. MEWUJUDKAN a. Persentase Kunjungan pada 36% 28,7% BT


PELAYANAN saranan kesehatan dasar di
KESEHATAN YANG Puskesmas
BERKUALITAS

b. Persentase cakupan rawat 2,30% 1,06% BT


inap Puskesmas

c.Persentase kunjungan 90 orang/bln 93 orang/bln T


konsultasi psikologi Puskesmas

d. Persentase bangunan 52% 63% T


Puskesmas Pembantu sesuai
standar

e. Persentase persediaan obat 95% 86% BT


generik di puskesmas
Persebaran Kematian Ibu Th 2013

1.8

1.6

1.4

1.2

2 2
1

0.8

0.6
1 1 1 1 1

0.4

0.2

0
Mlati 1 Depok 1 Berbah Sleman Tempel 2 Pakem Cangkr
Persebaran Kematian Ibu Th 2014

1.8

1.6

1.4

1.2

2 2 2
1

0.8

0.6
1 1 1 1 1 1
0.4

0.2

0
Gamping 2 Depok 1 Berbah Ngaglik 1 Prambanan Sleman Kalasan Godean 2 Mlati 2
TREND KEJADIAN STUNTING DI MASING-
MASING PUSKESMAS KABUPATEN SLEMAN
TREND KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN
SLEMAN TAHUN 2013 -2014
PERKEMBANGAN KASUS DBD TAHUN 2015 ( s/d 11-2-2015)

Kasus & Kematian DBD di Kab.Sleman Th.2003 - 2015


(s/d 11-2-2015)
800
700
600
500
400
300
200
100
0
2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015
Kasus 552 732 316 625 755 621 551 603 166 236 736 538 102
Meninggal 14 14 5 11 8 5 5 3 0 0 4 4 1
KASUS DBD PERBULAN KAB.SLEMAN
TH.2012-2015 (s/d 11-2-2015)
140

120

100

80
jumlah

60

40

20

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES
2012 17 4 16 14 20 19 24 11 15 15 39 42
2013 133 110 77 81 77 32 36 67 33 12 30 48
2014 74 62 60 46 43 39 23 43 35 22 44 47
2015 95 7
Isu strategis bidang kesehatan
Masih adanya kematian ibu maternal dengan penyebab
avoidable
Angka balita stunting masih tinggi
Kesakitan DBD dan penyakit endemis lainnya masih tinggi
Cakupan Jamban dan SPAL belum optimal
Cakupan kunjungan Contact rate belum optimal
Pemanfaatan rawat inap belum optimal
% masyarakat yang mempunyai jamkes belum optimal
Masih banyaknya bangunan Puskesmas Pembantu belum
standart
Rincian Anggaran Dinas Kesehatan
dan Realisasi th 2014
Jenis Anggaran Rp Realisasi Rp %

1. Belanja Tidak Langsung 52 M 51M 97,74%

2. Belanja Langsung 131 M 117 M 89,45%

a. Belanja Pegawai 20,9 M 20,1 M 96,30%

b. Belanja Barang & Jasa 97,9 M 87,9 M 89,7%

c. Belanja Modal 12,6 M 9,3 M 74,17%

Jumlah 1 dan 2 184,2 M 169,1 M 91,83%


Kinerja Keuangan :
Pendapatan
BLUD 2010 2011 2012 2013 2014
Bersumber
39.685.339.100
Jasa layanan 7,754,397,890 8,021,196,796 8,710,052,841 15.789.919.172

Hasil Kerja 402.840.500


sama dg pihak 729,514,800 1,518,249,950
lain
3.914.538.755
APBD(SOP) 9,325,909,643 1,662,497,722 2,024,315,187 2,821,272,616

1.875.000.000
APBN (BOK) 1,874,372,750 1,875,000,000 1,875,000,000

Lain-lain 360.085.988
pendapatan 49,248,640 246,127,217
BLUD yg syah
TOTAL 17,080,307,533 11,558,067,268 13,388,131,468 20,486,191,788
Alokasi Anggaran
Uraian Th.2014 Th.2015
UPT BLUD 56,3 M + Silva 37,512 M
Premi Jamkesda 51,3 M 38,3 M
Operasional / 22,16 M 23,7 M
belanja Dinkes
Jumlah 131 M Jumlah 104,3 M
PUSKESMAS DENGAN SMM ISO
25 UPT PUSKESMAS

PENERAPAN PPK BLUD 25


PUSKESMAS DAN 2 UPT (JPKM &
LABKESDA) = TOTAL 27 UPT BLUD
Selamat bekerja.
Terimakasih Maturnuwun Thank you