Anda di halaman 1dari 31

ILEUS

PARALITIK

Disusun oleh:
Teja Ardiansyah, Sked
13174255

Pembimbing : dr. Fakhrul Rizal, Sp.B

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA


BLUD RSUD MEURAXA BANDA ACEH
TAHUN 2017
BAB I
PENDAHULUAN

Ileus paralitik adalah istilah gawat abdomen yang terjadi


karena suplai saraf otonom mengalami paralisis dan
peristaltik usus terhenti, sehingga tidak mampu mendorong isi
sepanjang usus.

Ileus paralitik hampir selalu dijumpai pada pasien pasca


operasi abdomen. Keadaan ini biasanya hanya berlangsung
antara 24-72 jam. Beratnya ileus pasca operasi bergantung
pada lamanya operasi/ narcosis, seringnya manipulasi usus
dan lamanya usus berkontak dengan udara luar.

Total angka kejadian dari obstruksi usus yang disebabkan


oleh mekanik dan non mekanik mencapai 1 kasus diantara
1000 orang.ileus akibat meconium tercatat 9-33 % dari
obstruksi ileus pada kelahiran baru

Di indonesia ileus obstrubsi paling sering disebabkan oleh


hernia inkaserata, sedangkan ileus paralitik sering
disebabkan oleh peritonitis. Keduanya membutuhkan
tindakan operatif.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI

Ileus paralitik atau adynamic ileus adalah


keadaan dimana usus gagal/ tidak mampu
melakukan kontraksi peristaltik untuk
menyalurkan isinya

Ileus merupakan kondisi dimana terjadi


kegagalan neurogenik atau hilangnya
peristaltik usus tanpa adanya obstruksi
mekanik.
ANATOMI

Usus halus merupakan tabung yang komplek,


berlipat-lipat yang membentang dari pilorus Jejenum terletak di region abdominalis
sampai katup ileosekal. media sebelah kiri,
Usus halus dibagi menjadi : sedangkan ileum cenderung terletak di
duodenum, region abdominalis bawah kanan
jejenum, dan
Ileum Jejunum mulai pada junctura
denojejunalis
Pemisahan duodenum dan jejunum ileum berakhir pada junctura
ditandai oleh ligamentum treitz ileocaecalis
Usus besar merupakan tabung muskular
berongga dengan panjang sekitar 5 kaki
(sekitar 1,5 m) yang terbentang dari sekum
sampai kanalis ani

Usus besar dibagi menjadi


Sekum,
Kolon dan
Rektum.
Pada sekum terdapat katup ileocaecaal dan
apendiks yang melekat pada ujung sekum
Katup ileocaecaal mengontrol aliran kimus
dari ileum ke sekum

Kolon dibagi lagi menjadi


asendens,
transversum,
desendens dan
sigmoid
Vaskularisasi Usus Halus
Usus halus divaskularisasi oleh arteria
mesentrika superior dicabangkan dari
aorta tepat dibawah arteri seliaka
kecuali duodenum .
Duodenum divaskularisasi oleh arteria
gastroduodenalis dan cabangnya
arteria pankreatikoduodenalis superior

Vaskularisasi Usus Besar


Usus besar bagian kanan
divaskularisasi oleh arteria mesentrika
superior
Usus besar bagian kiri divaskularisasi
oleh arteria mesentrika inferior
Persarafan Gastrointestinal
Sepenuhnya berasal dari sistem saraf otonom
Sistem saraf otonom terdiri dari dua devisi sistem simpatik dan
parasimpatik.

Traktus gastrointestinal memiliki sistem persarafan sendiri yang


disebut sistem saraf enterik.

Sistem saraf enterik terdiri atas dua pleksus


1. Pleksus meinterikus atau Auerbach
2. Pleksus submukosa atau meisner
Pleksus mienterikus terutama mengatur pergerakan gastroinstestinal.
Pleksus submukosa terutama mengatur sekresi gastroinstestinal dan
aliran darah lokal.

Rangsangan parasimpatis merangsang aktivitas sekresi dan


pergerakan.
Rangsangan simpatis menghambat pergerakan usus

Serabut-serabut sistem simpatis menghantarkan nyeri,


sedangkan serabut-serabut parasimpatis mengatur refleks usus.
Jalur saraf otonom terdiri dari suatu rantai dua neuron, dengan
neurotransmiter terakhir yang berbeda dengan saraf simpatik dan
parasimpatik

Serat serat praganglion simpatik dan parasimpatik mengeluarkan neurotransmitter


yang berbeda
1. Parasimpatik mengeluarkan asetilkolin (Ach)
2. Simpatik mengeluarkan norepinefrin

Asetilkolin merupakan neurotransmitter yang dikeluarkan oleh semua serat


praganglion otonom, serat pasca ganglion parasimpatik, dan neuron motorik.
Epinefrin hormon yang dikeluarkan oleh medula adrenal
FISIOLOGI

Pencernaan

Fungsi utama usus halus

Absorbsi bahan bahan


nutrisi, air, elektrolit
dan mineral
ETIOLOGI
Pasca operasi, kerusakan medulla spinalis,
Neurogenik keracunan timbal, kolik ureter, pankreatitis

misalnya hipokalemia, hipomagnese-mia,


Metabolik hipernatremia, anemia, atau hiposmolalitas

Pneumonia, empiema, peritonitis, infeksi


Infeksi/
inflamasi
sistemik berat lainnya

Narkotik, antikolinergik, katekolamin,


Obat-
obatan
fenotiazin, antihistamin
PATOFISIOLOGI
Obat-obatan Perangsangan kuat Gangguan
& Infeksi pada saraf simpati N.Thoracalis

Memberikan efek yang


berlawanan dengan
Iskemi atau penurunan saraf Menghambat
fungsi plexus kontraksi otot organ
mesenterius abdomen
Menghambat aktifitas
traktus gastrointestinal

Peristaltik usus

Otot usus tidak


mampu mendorong
makanan

Ileus Paralitik
Ileus paralitik

Stasis isi usus


Perut terasa penuh

Feses,
Anorexia, cairan,gas,bakteri Bakteri
mual,muntah terjebak dalam usus berkembang biak

Kekurangan Resiko infeksi usus


volume cairan & organ2 sekitar
Distensi abdomen

peritonitis
Bila distensi makin
bertambah, akan
menghambat suplai darah
ke usus

Air, elektrolit, nutrisi tidak


diabsorpsi. Malah disekresi
ke lumen usus

Nutrisi tubuh Dehidrasi Oliguria

Lemah Syok
hipovolemik
MANIFESTASI KLINIS

Distensi abdominal

Mual dan obstipasi

Muntah

Anorexia

dehidrasi

Ketidak mampuan mengeluarkan feses


DIAGNOSA

ANAMNESIS

DIAGNOSIS PEMERIKSAAN
FISIK

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Gambaran radiologis ileus paralitik
Gambaran radiologis Ileus Obstrubsi
DIAGNOSA BANDING

Pseudo- Obstruksi
obstruksi Mekanik

Ileus
Volvulus
meconium
Ileus Paralitik Pseudo-obstruksi Mekanikal Obstruksi

Gejala perut kembung, nyeri kram perut, nyeri kram perut,


mual, muntah, konstipasi, obstipasi, konstipasi, obstipasi,
konstipasi mual, muntah, mual, muntah, anoreksia
anoreksia
Temuan Silent abdomen, Borborygmi, timpani, Borborygmi, timpani,
Pemeriksaan kembung, timpani gelombang peristaltik, gelombang peristaltik,
Fisik bising usus hiperaktif bising usus hiperaktif atau
atau hipoaktif, distensi, hipoaktif, distensi, nyeri
nyeri terlokalisasi terlokalisasi

Gambaran dilatasi usus kecil dilatasi usus besar yang Bow-shaped loops in
Radiografi dan besar, terlokalisir, diafragma ladder pattern,
diafragma meninggi meninggi berkurangnya gas kolon di
distal, diafragma agak
tinggi, air fluid level.
Macam ileus Nyeri Usus Distensi Muntah Bising usus Ketegangan
borborigmi abdomen

Obstruksi simple ++ + +++ Meningkat -


tinggi
(kolik)

Obstruksi simple +++ +++ + Meningkat -


rendah
(Kolik) Lambat,
fekal
Obstruksi ++++ ++ +++ Tak tentu +
strangulasi
(terus- biasanya
menerus, meningkat
terlokalisir)
Paralitik + ++++ + Menurun -

Oklusi vaskuler +++++ +++ +++ Menurun +


PENATALAKSANAAN

Menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan

Menghilangkan muntah dengan dekompresi

Mengatasi peritonitis dan syok bila ada

Menghilangkan dan memperbaiki kelangsungan dan


fungsi usus kembali normal
Konservatif
Penderita dirawat di rumah sakit.
Penderita dipuasakan.
Kontrol status airway, breathing and
circulation.
Dekompresi dengan nasogastric tube.
Intravenous fluids and electrolyte.
Dipasang kateter urin untuk menghitung
balance cairan.
Farmakologis
Antibiotik broadspectrum untuk bakteri
anaerob dan aerob.
Analgesik apabila nyeri.
Prokinetik: Metaklopromide, cisapride.
Parasimpatis stimulasi: bethanecol,
neostigmin.
Simpatis blokade: alpha 2 adrenergik
antagonis
Operatif
Ileus paralitik tidak dilakukan intervensi
bedah kecuali disertai dengan peritonitis.
Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan
dekompresi nasogastric untuk mencegah
sepsis sekunder atau rupture usus.
Operasi diawali dengan laparotomi
kemudian disusul dengan teknik bedah
yang disesuaikan dengan hasil explorasi
melalui laparotomi.
KOMPLIKASI

Nekrosis usus.

Perforasi usus.

Peritonitis.

Sepsis.

Syok dehidrasi.

Abses sindrom usus pendek dengan malabsorpsi dan


malnutrisi.

Gangguan elektrolit,
PROGNOSIS
Prognosis dari ileus bervariasi tergantung
penyebab ileus itu sendiri. Prognosis
memburuk pada kasus-kasus dimana
terjadi kematian jaringan usus. Bila
penyebab primer dari ileus cepat
tertangani maka prognosis menjadi lebih
baik.
Kesimpulan

Ileus paralitik merupakan suatu


keadaan dimana usus gagal atau tidak
mampu melakukan kontraksi peristaltik
untuk menyalurkan isinya. Pemeriksaan
radiologi pada ileus paralititk akan
menunjukkan adanya dilatasi usus
secara menyeluruh dari gaster sampai
rektum