Anda di halaman 1dari 13

Goal terapi asma

Guideline terapi asma


Rancangan terapi farmakologi
Pilihan obat yang sesuai kondisi pasien dan regimennya
Terapi non farmol
Monitoring
Kemungkinan timbulnya asma yang parah dan cara mengetahuinya
Kondisi pasien
Kesulitan bernapas sejak 7 hari
Sesak semakin parah pada malam harinya
Demam (minum pct 3x1 dr dokter)
Tidak bisa mengatakan satu kalimat utuh karena keburu sesak napas
dan hanya bias mengucapkan 1 -2 kata terus berhenti
Takikardia dengan pulsa kecepatan 130 beat/menit
Takipnea dengan pulsa keceatan respirasi 25 /menit
Bunyi napas yang terganggu
Goal Terapi
Menghilangkan dan mengendalikan gejala asma
Mencegah eksaserbasi akut
Meningkatkan dan mempertahankan faal paru seoptimal mungkin
Mengupayakan aktivitas normal termasuk exercise
Menghindari efek samping obat
Mencegah terjadi keterbatasan aliran udara (airflow limitation) ireversibel
Mencegah kematian karena asma
Rekomendasi Terapi

Berdasarkan klasifikasi,
terapi awal yang
direkomendasikan
adalah step 4 atau 5
Rekomendasi Terapi

Berdasarkan klasifikasi,
terapi awal yang
direkomendasikan
adalah step 4 atau 5

Dipiro Ed 7
Stepwise management
Reliever : SABA atau
dosis rendah
Global Strategy for Asthma ICS/formoterol
Management and
Prevention, Global Initiative Controller : med/tinggi
for Asthma (Updated 2017).
Available from ICS/LABA
www.ginaasthma.org.
Alternatif : dosis tinggi
ICS + LTRA
Pilihan obat yang sesuai kondisi pasien dan
regimennya
Golongan Terapi Regimen Keterangan
Inhaled -agonists
Albuterol nebulizer solution 2.55 mg setiap 20 menit dalam 3 dosis, kemudian Hanya selektif 2-agonis yang
(5 mg/mL) 2,5-10 mg setiap 1-4 jam jika diperlukan, atau 10-15 direkomendasikan; optimal pemberian,
mg/jam secara kontinyu cairan aerosol min 4 ml pada kec aliran gas
6-8 L/menit
Albuterol MDI (90 mcg/puff) 48 semprotan setiap 30 menit hingga 4 jam, Pada pasien severe distress, nebul lebih
kemudian setiap 1-4 jam jika dibutuhkan disarankan; gunakan spacer holding-
chamber-type
Levalbuterol nebulizer satu setengah dosis mg Isomer tunggal albuterol kemungkinan
Solution Albuterol besar terjadi dua kali lebih ampuh pada
basis mg
Levalbuterol MDI (45 mcg/ satu setengah dosis mg
puff) albuterol
Pirbuterol MDI (200 mcg/ Lihat dosis Albuterol
puff)

Dipiro Ed 7
Pilihan obat yang sesuai kondisi pasien dan
regimennya
Golongan Terapi Regimen Keterangan
Kombinasi ICS + LABA
Fluticasone/Salmeterol 1 inhalasi 2x / hari Dosis tergantung tingkat keparahannya
DPI 100 mcg/50 mcg, 250 mcg/50 atau kontrol
mcg, or 500 mcg/50 mcg

MDI 45 mcg/21 mcg, 115 mcg/21


mcg, or 230 mcg/21 mcg
Budesonide/Formoterol puff 2x / hari Dosis tergantung pada tingkat keparahan
MDI 80 mcg/4.5 mcg or 160 mcg/4.5 atau kontrol
mcg
Mometasone/Formoterol 2 inhalasi 2x / hari Dosis tergantung pada tingkat keparahan
MDI 100 mcg/5 mcg asma
Stepwise management

Penggunaan SABA > 2


hari/minggu sebagai pelega
umumnya menunjukkan
kontrol yang tidak memadai
dan kebutuhan untuk
meningkatkan pengobatan.

Asthma Care Quick


Reference
Terapi pelega

Untuk pasien dengan eksaserbasi 1 dalam 1 tahun


terakhir, dosis rendah Budesonide/Formoterol atau
Budesonide/Formoterol sebagai terapi maintenance dan
reliever lebih efektif daripada terapi ICS/LABA+SABA as
needed

Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global initiative for Asthma Pocket Guide updated 2017.
Available from http//www.ginaasthma.org.
Kemungkinan timbulnya asma yang parah dan
cara mengetahuinya
Terapi Non-Farmakologi
Berhenti merokok:
Tiap visit, berikan rekomendasi pada pasien untuk berhenti merokok dan menjauhi ruangan/mobil yang terdapat asap
rokok

Aktivitas fisik
Berikan rekomendasi agar pasien melakukan aktivitas fisik yang teratur dan informasi terkait mengatasi Exercise-Induced
bronchoconstriction

Asma okupasi
Identifikasi dan sarankan untuk menghilangkan allergen okupasi secepat mungkin

NSAID termasuk aspirin:


Selalu tanyakan riwayat asma pada pasien sebelum memberikan obat tersebut

Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global Initiative for Asthma Pocket Guide (Updated 2017). Available from
www.ginaasthma.org.