Anda di halaman 1dari 11

KONSERVASI AIR

Suhartono Wahyu N
Pengertian
Konservasi air ialah perilaku yang disengaja dengan tujuan
mengurangi penggunaan air segar, melalui metode teknologi
atau perilaku sosial. (https://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi_air)

Selain itu Konservasi air merupakan suatu usaha untuk


memelihara keberadaan, sifat dan fungsi, serta keberlanjutan
sumber daya air supaya senantiasa tersedia dalam kualitas
dan kuantitas yang memadai guna memenuhi kebutuhan
makhluk hidup, baik di masa sekarang maupun di masa yang
akan datang.
MAKNA KONSERVASI AIR
Penurunan penggunaan air
Efisiensi air
Mengatasi kelangkaan air
Suatu tindakan, perubahan
perilaku yang ditetapkan untuk
mengurangi kehilangan air
TUJUAN KONSERVASI AIR
Keberlajutan,
Untuk memastikan ketersediaan
untuk generasi mendatang,
penggunaan air tidak boleh melebihi
tingkat penggantian alami.
Konservasi energi,
Pemompaan air, pengiriman, dan
lebih dari 15% total konsumsi listrik
di khususkan untuk pengelolaan air.
Habitat konservasi,
Meminimalkan penggunaan air
membantu untuk melestarikan
habitat satwa liar dan unggas yang
bermigrasi.
Kegiatan pengawetkan air

Tujuan dari kegiatan pengawetan air ialah


untuk menjaga kuantitas atau ketersediaan air.
Kegiatan ini merupakan konservasi dari sisi
kebutuhan pengguna air.

Manusia sebagai mayoritas pengguna air harus


dapat menghemat sesuai kebutuhan.
Penghematan air ini akan berdampak positif
bagi ketersediaan air pada sumbernya. Selain
itu, kegiatan ini juga sejalan dengan prinsip
pembangunan berkelanjutan dan prinsip
ekoefisiensi dalam pemanfaatan sumber daya
alam
USAHA KONSERVASI AIR
Rehabilitas, peningkatan volume dan pembangunan danau
buatan ( waduk, saluran air dan sistem pemipaan) sebagai area
parkir air saat musim hujan dan sebagai penampung air untuk
sumber air ba alternatif saat musim kemarau.
Sosialisasi dan penerapan sumur resapan di setiap halaman
rumah.
Operasi dan pemeliharaan rutin infrastruktur pengelolaan
sumber daya air.
Sosialisasi dan kampanye rutin tentang efisiensi dan efektif
dalam penggunaan air.
Usaha konservasi air

Melakukan konservasi air dengan pemanenan air hujan


(rainwater harvesting) pada musim hujan untuk dimanfaatkan
pada saat terjadi krisis air terutama pada musim kemarau.
Pemanenan dilakukan dengan memanfaatkan atap rumah
dimana air hujan yang jatuh di atas atap akan dikumpulkan
dan ditampung ke tangki atau bak penampungan air hujan.
Cara ini banyak digunakan di provinsi Nusa Tenggara Timur
(NTT) yang merupakan salah satu daerah di Indonesia
dengan curah hujan sedikit.
Ketentuan regulasi KDB yang sesuai dan tepat dengan
zonasi nya.
Memperluas daerah resapan air terutama di kota-kota
besar.
Mengurangi tutup permukaan tanah dengan semen atau
aspal agar resapan air hujan tidak terbatas.
Mengembangkan teknologi dam parit yang dibangun
untuk menambahkan kapasitas tampung sungai,
memperlambat laju aliran dan meresapkan air ke dalam
tanah (recharging). Teknologi ini dianggap efektif karena
dapat menampung volume air dalam jumlah yang relatif
besar.