Anda di halaman 1dari 247

CHRISTINE P. LOMO STP., M.

Si
Pengertian sempit : reaksi suatu zat dg
molekul oksigen.
Pengertian luas : pelepasan hidrogen
(dehidrogenasi) atau pelepasan elektron
Dalam oksidasi biologi diperlukan
hidrogen/elektron
Dlm reaksi, apb ada yg dioksidasi pasti ada
yg direduksi
Misal :
XH2 + Y YH2 +X
(reaksi dehidrogenasi)

Y= yg direduksi (aseptor hidrogen)


X = yg dioksidasi
Enz yg mengkatalisori : dehidrogenase
Respirasi : karbohidrat + O2 CO2 +H2O + E
Respirasi mrp proses oksidasi reduksi :
Karbohidrat dioksidasi menj CO2
Oksidasi (O2) direduksi membentuk H2O

Jadi dlm respirasi Karbohidrat tdk bereaksi dg


oksigen
Oksigen berperan sbg aseptor hidrogen terakhir
pd proses oksidasi seny karbohidrat

Misal :
XH2 + Y YH2 + X
YH2 + 1/2O2 Y + H2O
XH2 Y H2O

---------------

X YH2 O2

Reaksi dapat lebih panjang. Sebelum


hidrogen diterima oksigen,
dipindahtangankan melalui bbr aseptor
hidrogen
Pd setiap hidrogen pindah ke aseptor
hidrogen akan keluar energi. Hidrogen
terakhir diterima oleh oksigen menjadi H2O.
Bbr aseptor hidrogen al :
1. NAD (nikotin amida dinukleotida)
2. NADP (nikotin amida dinukleotida pospat)
3. FAD (flavo adenin dinukleotida)
4. Sitokrom, masing2 dg enz dehidrogenase yg
sesuai.
CHRISTINE P. LOMO., STP.,MSi
Pertama kali ditemukan oleh Krebs tahun
1937, sehingga disebut Daur Krebs

Merupakan jalur metabolisme utama dari


berbagai senyawa hasil metabolisme, yaitu
Hasil katabolisme karbohidrat
Hasil katabolisme lemak
Hasil katabolisme protein
Asetil koenzim-A sebagai katabolisme
lemak dan karbohidrat
Oksaloasetat,fumarat dan alfa ketoglutarat
hasil katabolisme asam amino dan protein
Asetil koenzim-A masuk ke dalam daur Krebs,
selanjutnya dioksidasi melalui beberapa tahap reaksi
yang kompleks menjadi CO2, H2O dan energi (ATP)

Daur Krebs merupakan bagian rangkaian proses


pernafasan yang panjang dan kompleks,yaitu oksidasi
glukosa menjadi CO2,H2O dan produksi ATP

Proses pernafasan erdiri dari 4 tahap utama:


1. Glikolisis
2. Konversi piruvat ke asetil koenzim-A
3. Daur krebs
4. Proses pengangkutan elektron melalui rangkaian
pernafasan yang dirangkai dari sintesis ATP dari ADP+
Pi (Fosforilasi oksidasi)
I. enzim sitrat sintase mengkatalisis reaksi kondensasi
antara asetil koenzim-A dengan oksalo asetat
menghasilkan sitrat
II. Pembentukan isositrat dari sitrat melalui Cis-akonit
dikatalisis secara reversibel oleh enzim akonitase
III. Oksidasi isositrat menjadi alfa ketoglutarat
berlangsung pembentukan senyawa antara
oksalosuksinat yang berikatan dengan enzim isositrat
dehidrogenase dengan NAD sebagai koenzim.
IV. Oksidasi alfa ketoglutarat menjadi suksinat melalui
pembentukan suksinil koenzim-A,merupakan reaksi
yang irreversibel dan dikatalisis oleh enzim alfa
ketoglutarat dehidrogenase. Suksisnil koenzim A adalah
senyawa tioester yang berenergi tinggi.
Selanjutnya suksinil koenzim-A melepaskan
koenzim A dengan dirangkaikan dengan reaksi
pembentuk energi GTP dari GDP. GTP yang
terbentuk dipakai untuk sintesis ATP dari ADP
dengan enzim nukleosida difosfat kinase.
Pembentukan GTP dikaitkan dengan reaksi
deasilasi suksinil koenzim-A ini disebut fosforilasi
tingkat substrat
V. Suksinat dioksidasi menjadi fumarat oleh enzim
suksinat dehidrogenase dengan FAD sebagai
koenzim. FAD berperan sebagai gugus penerima
hidrogen
VI. Reaksi reversibel penambahan satu molekul
H2O ke ikatan rangkap fumarat, menghasilkan
malat yg dikatalisis oleh fumarase
Tahap VII (akhir) L-malat dioksidasi menjadi
oksalo asetat oleh enzim L-malat
dehidrogenase yg berikatan dengan NAD
(reaksi endergonik) atau laju reaksi
berjalan ke kanan,karena reaksi berikut
kondensasi oksaloasetat denga asetil
koenzim-A yaitu reaksi eksergonik yang
irreversibel
Sitroil co A :
intermedier reaksi
Hidrolisis senyawa
intermedier tioester
menyebabkan reaksi
berikutnya bersifat
sangat eksergonik
Co A yang dihasilkan
langsung di recycled
untuk reaksi
pembentukan Asetil
CoA
Dalam keadaan normal
OAA rendah
dimitokondria
Enzim tersedia dalam mitokondria
Ada dua macam enzim: 1. memerlukan NAD dan 2. memerlukan
NADP
NADP-dependent enzyme : terdapat di matriks mitokondria dan
sitosol
fumarase

CO2 yang hilang pada proses tersebut diatas bukan C yang sama dengan
asetil Co A
Ketika produk intermedier TCA digunakan
sbg prekursor biosintesis lainnya
Konsentrasi intermedier turun
memperlambat kecepatan TCA
Ada 5 reaksi :
Piruvat OAA dgn ensim pyr karboksilase
PEP OAA dgn ensim PEP karboksikinase
PEP OAA dgn ensim PEP karboksilase
Piruvat malat dg ensim malat
Reaksi transaminasi : Aspartat OAA dan
glutamat KG
Jumlah energi yg dihasilkan oleh Daur Krebs

3 NADH : 3 x 3 ATP = 9 ATP


1 FADH : 1 x 2 ATP = 2 ATP
1 GTP : 1 x 1 ATP = 1 ATP
______
12 ATP
Glukosa
8 ATP

2 Piruvat
2x3= 6 ATP

2 Asetil koenzim-A
2x12 = 24 ATP
38 ATP
Daur Krebs

CO2 dan H2O


Kompleks enzim piruvat dehidrogenase dapat
dihambat oleh adanya kelebihan ATP di dalam sel,yg
mengakibatkan menurunnya laju reaksi Daur Krebs

Tahap reaksi kondensasi antara asetil Koenzim A


dengan oksalo asetat merupakan reaksi kontrol
utama dari laju Daur Krebs. Reaksi ini dapat dihambat
oleh Suksinil koenzim-A secara persaingan alosterik
terhadap enzim sitrat sintase
Kontrol lainnya: 1)Reaksi isositrat dehidrogenase
dapat dirangsang oleh ADP dan dihambat oleh ATP
atau NADH. 2) Suksinat dehidrogenase dapat
dihambat oleh oksalo asetat dan dirangsang oleh
suksinat, fosfat,ATP dan ubiquinon.jadi perubahan yg
terjadi dalam metabolisme menyebabkan perubahan
laju reaksi Daur Krebs
Piruvat
Ca ATP
Asetil-COA

Oksalo asetat Sitrat

Malat Isositrat
ADP CO2

Fumarat Alfa
ketoglutarat

CO2
Suksinat Suksinil-
COA
LANJUTAN
CHRISTINE P. LOMO STP., MSi
Disebut juga siklus asam trikarboksilat (tricarboxylic
acid cycle = TCA cycle) atau siklus krebs
Letak : di dalam mitokondria
Lokasi selular :
* di dalam sel-sel jaringan hewan mamalia semua
kom
ponen siklus asam sitrat terdapat di dalam matriks
mi
tokondria
* ke luar masuknya metabolit daur ini melalui mem-
bran mitokondria merupakan proses yg aktif dan
ter-
kendali
Jalur reaksi Siklus Krebs
FUNGSI TCA CYCLE

Fungsi utama :
1. Oksidasi asetil KoA menjadi CO2, H2O dan
energi
(1 mol asetil KoA menghasilkan 12 mol ATP
oleh karena daur ini banyak melepas H+ dan
elek-
tron yg akan masuk rantai respirasi)

2. Anggota TCA cycle bersifat amfibolik,


artinya :
dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi energi,
atau
disintesis menjadi senyawa lain
ANGGOTA TCA CYCLE BERSIFAT AMFIBOLIK
Dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi energi
* katabolisme asam amino angota tca cycle
energi
* oksidasi beta asam lemak asetil KoA
anggota siklus krebs energi
* oksidasi glukosa piruvat asetil
KoA
anggota siklus krebs energi
Dapat disintesis menjadi senyawa lain, misalnya
men-
jadi :
* glukosa (melalui glukoneogenesis)
* asam amino tertentu
* asam lemak (lipogenesis)
TAHAPAN REAKSI SIKLUS ASAM SITRAT
Tahap 1. sitrat sintase
Asetil KoA + oksaloasetat + H2O sitrat + KoA-
SH
Merupakan reaksi kondensasi aldol yg disertai
hidroli-
sis dan berjalan searah

Tahap 2
Sitrat diubah menjadi isositrat oleh enzim akonitase
yg mengandung Fe++ caranya : mula2 terjadi
dehi-
drasi menjadi cis-akonitat ( yg tetap terikat enzim )
kemudian terjadi rehidrasi menjadi isositrat

Reaksi ini dapat dihambat oleh fluoroasetat


Tahap 3
Isositrat dioksidasi menjadi oksalosuksinat (terikat
en-
zim) oleh isositrat dehidrogenase yg memerlukan
NAD+
Reaksi ini diikuti dekarboksilasi oleh enzim yg sama
menjadi -ketoglutarat. Enzim ini memerlukan Mn++
/
Mg++
Ada 3 jenis isozim isositrat dehidrogenase :
* satu jenis isozim menggunakan NAD+ isozim
ini hanya ditemukan di dalam mitokondria
NADH + H+ yg terbentuk akan diteruskan dalam
rantai respi-
rasi
* Dua jenis isozim yg lain menggunakan NADP+ dan
ditemukan dalam mitokondria dan sitosol
Tahap 4
Dekarboksilasi oksidatif -ketoglutarat (caranya
seper-
ti pada dekarboksilasi oksidatif piruvat) menjadi
suksi
nil KoA oleh enzim -ketoglutarat dehidrogenase
kom
pleks
Enzim ini memerlukan kofaktor seperti : TPP, Lipoat,
NAD+, FAD dan KoA-SH

Reaksi ini secara fisiologis berjalan searah

Reaksi ini dapat dihambat oleh arsenit


menga
kibatkan akumulasi / penumpukan -ketoglutarat
Tahap 5 Suksinat thikonase
Suksinil KoA Suksinat
Reaksi ini memerlukan ADP atau GDP yg dengan Pi
akan membentuk ATP atau GTP. Juga memerlukan
Mg++
Reaksi ini merupakan satu2nya dalam TCA cycle yg
membentuk senyawa fosfat berenergi tinggi pada
ting-
kat substrat
Pada jaringan dimana glukoneogenesis terjadi ( hati
&
ginjal) terdapat 2 jenis isozim suksinat thiokonase,
sa-
tu jenis spesifik GDP, satu jenis untuk ADP.
Pada jaringan nonglukoneogenik hanya ada isozim
yg menggunakan ADP
Tahap 6 Suksinat dehidrogenase
Suksinat + FAD Fumarat +
FADH2
Reaksi ini tdak lewat NAD, dihambat oleh malonat
Tahap 7 Fumarase
Fumarat + H2O L-Malat
Tahap 8 Malat dehidrogenase
L-Malat + NAD+ Oksaloasetat + NADH +
H+
Reaksi ini membentuk kembali oksaloasetat

Reaksi total :
Asetil KoA + 3NAD+ + FAD + ADP (atau GDP) + Pi +
H2O 2CO2 + KoA-SH + 3 NADH + 3 H+ + FADH2
+ ATP ( atau GTP)
LIHAT GAMBAR SIKLUS ASAM SITRAT
REAKSI DEHIDROGENASE
* yg menggunakan NAD+ 3 ATP
* yg menggunakan FAD (tak lewat NAD+)
2 ATP
Suksinat thikonase : 1 ATP atau 1 GTP
Reaksi yg menghasilkan CO2 ( dekarboksilasi
oksida-
tif) : reaksi yg dikatalisis oleh isositrat
dehidrogenase dan -ketoglutarat dehidrogenase
kompleks
Vitamin B yg berperan pada TCA cycle sbg
bentuk ko-
enzimnya :
Thiamin TPP
Niacin NAD
Riboflavin FAD
Asam pantotenat KoA
JUMLAH ENERGI YANG TERBENTUK

Oksidasi 1 mol asetil KoA lewat TCA cycle


menghasil-
kan :
* 3 mol (NADH + H+) yg akan masuk rantai
respirasi
menghasilkan 3 x 3 mol ATP = 9 mol AP
* 1 mol FADH2 yg akan masuk rantai respirasi
meng-
hasilkan 2 mol ATP
* Enzim suksinat thiokinase menghasilkan 1 mol
ATP
( atau GTP )
* Jadi dari 1 mol asetil KoA dihasilkan 12 mol
senyawa fosfat berenergi tinggi
INHIBITOR SIKLUS ASAM SITRAT
Fluoroasetat :
* Dgn KoA-SH membentuk fluoroasetil-KoA
* Fluoroasetil-KoA berkondensasi dgn
oksaloasetat membentuk fluorositrat (
dikatalisis oleh sitrat sintase)
* Fluorositrat menghambat akonitase
terjadi
akumulasi sitrat
* Fluoroasetat didapatkan misalnya pada
pestisida

Malonat : menghambat suksinat dehidrogenase


Arsenit : menghambat -ketoglutarat
dehidrogenase
kompleks
Partisipasi Siklus Krebs pd perubahan
glukosa menjadi asam lemak
PERANAN TCA CYCLE PD SINTESIS ASAM LEMAK DR
GLUKOSA :

Piruvat dehidrogenase adalah enzim mitokondrial


Asetil KoA adalah bahan baku sintesis asam lemak
rantai panjang pada nonruminansia
Asetil KoA (yg terbentuk dr piruvat oleh enzim
piruvat
dehidrogenase) tak dapat menembus membran
mito-
kondria jadi dibentuk dulu menjadi sitrat baru
ke-
mudian menembus membran menuju sitosol
se-
lanjutnya oleh enzim ATP-sitrat liase dibentuk lagi
menjadi asetil-KoA untuk sintesis asam lemak dalam
sitosol
Peranan Siklus Krebs pada
Glukoneogenesis dari asam amino
REGULASI :
Piruvat dehidrogenase :
* dihambat oleh : asetil-KoA, NADH, ATP
* AMP : sbg aktivator allosterik
Siklus Asam Sitrat :
terutama dikendali oleh kadar NAD+ dan NADH
intra-
mitokondrial (ratio NAD+ dan NADH
intramitokondrial)
Isositrat dehidrogenase :
* diaktifkan oleh ADP, dihambat oleh NADH
-ketoglutarat dehidrogenase :
* dihambat oleh suksinil KoA
* dihambat oleh NADH
Malat dehidrogenase : dihambat oleh NADH
REGULASI TCA CYCLE :

* Tergantung pasokan ( supply ) dan kebutuhan


( de-
mand ) akan TCA cycle.
* Tersedianya NAD dan FAD
* Hambatan oleh NADH
* High energy signal turn off
* Low-energy signal turn on

Reaksi searah : reaksi oleh sitrat sintase dan -


keto-
glutarat dehidrogenase prakstis berlangsung
searah
METABOLISME ASAM
AMINO
CHRISTINE P. LOMO., STP., Msi
Katabolisme Protein
Metabolisme Asam Amino
Katabolisme Asam Amino
Biosintesis Asam Amino
Produk Khusus
Sintesis Protein
Proses Replikasi
Proses Transkripsi
Proses Translasi
Struktural
Katalitik
Transport
Keseimbangan asam basa cairan tubuh
Sistem pertahanan tubuh
Pengendalian metabolisme (hormon)
PROTEIN :
Polimer asam amino (polipeptida)
Mengandung 4 kalori per gram
BB 70 kg butuh 45 gr protein yg bermutu per
hari untuk nitrogen balance
Banyak protein dapat disintesis tubuh,
beberapa harus tersedia dlm juml cukup
Protein tidak diserap
Protein menjadi asam amino, di, tripeptida
Ensim pencernaan (protease) :
pepsin (lambung)
tripsin, chymotripsin, carboxypeptidase
(pankreas)
Villi usus halus + peptidase :
hidrolisa lebih lanjut jadi aa bebas, peptida kecil
masuk kedarah
Metabolisme Asam Amino
Katabolisme Asam Amino
Katabolisme Atom N
Transaminasi
Deaminasi Oksidatif
Pembentukan & Transport NH3
Siklus Urea & Gangguannya
Katabolisme Atom C
Biosintesis Asam Amino
Produk Khusus
N positif (sintesis > katabolisme)
mis. pertumbuhan, penyembuhan,hamil
N seimbang (sintesis = katabolisme)
mis. dewasa normal, sehat
N negatif (sintesis < katabolisme)
mis. kelaparan, sakit
Transaminasi
Deaminasi oksidatif
Produksi dan transport amonia (NH3)
Siklus urea
Ureotelik : mamalia urea
Urikotelik : reptil, burung asam urat
Ammonotelik : ikan bertulang amonia
Asam amino alfa ketoglutarat NH3 CO2

Asam alfaketo L-Glutamat Urea


R-CH-NH2 R-C=O
| |
HOOC HOOC

R`-C=O R`-CH-NH2
| |
HOOC HOOC
O O
C- NH2 C - OH
CH2 CH2
CH2 CH2
H -C- NH2 H - C- NH2
COOH COOH
Glutamin Glutamat
UCD Enzyme deficiency
Hyperammonemia type I 1
Hyperammonemia type II 2
Citrulinemia 3
Arginino suksinat aciduria 4
Hyperargininemia 5
Glikogenik Ketogenik campuran
ala hip leu ileu
arg met lis
asp pro fen
sis ser tir
glu treo trip
gli val
his
Ala
ser
Cys thr
Ile
Gly
Leu trp
Trp hyp glu Arg
pir
His
Asetil
sitrat Alfaketoglutarat
Gln
koA
pro

Asetoasetil
KoA
asp asn
Ile
Leu Trp
Met
Lis Tyr
oksaloasetat Suksinil koA
val
hil tir
phe tir
phe sis

fumarat
Nama Penyakit Gangguan
Glisinuria glisin
Hiperoksaluria primer
Fenilketonuria fenilalanin
Tirosinosis,Tirosinemia, tirosin
Alkaptonuria
Histidinemia,Imidazol- histidin
aminoaciduria
Prolinemia,Hidroksiprolin- prolin,hip
emia
Hiperlisinemia,Hiper- lisin
lisinemia persisten
Sistinuria,Sistinosis, sistein, metionin
Homosistinuria
Hipervalinemia,Maple leusin,valin,
syrup urine disease, isoleusin
Intermitent branched
chain ketonuria,Isovale-
ricacidemia
Hartnup`s disease triptofan
SINTESIS PROTEIN
Proses Transkripsi
Proses Translasi
Tahap Inisiasi
Tahap Elongasi
Tahap Terminasi
Antibiotik yang mempengaruhi proses
sintesis protein
Polimer nukleotida
Komponen : gula
basa nitrogen
gugusan fosfat
Purines:
Adenine A Guanine G

Pyrimidines:
Thymine T Cytosine C
Purines:
Adenine A Guanine G

Pyrimidines:
Uracil U Cytosine C
- SUATU MOLEKUL PANJANG
BERBENTUK DOUBLE HELIX

- SETIAP SEGMEN SPESIFIK DARI DNA


MENGANDUNG INSTRUKSI UNTUK
MEMBUAT PROTEIN SPESIFIK
SEGMEN SPSESIFIK INI DISEBUT GEN
ADALAH GEN-GEN YANG BERBARIS DI SEPANJANG
DNA, YANG TERKUMPUL DALAM SUATU STRUKTUR
----> KROMOSOM
MANUSIA : 46 KROMOSOM :
22 PASANG AUTOSOM
1 PASANG SEKS KROMOSOM
Fosforilation
Metilation
Asilation
Sulfatation
Glycosilation
Bound with lipid
Primair, secundair,tertiair dan quarternair
structure of protein
Protein folding 3D
structure(konformation)
IMUNOLOGI
CHRISTINE P LOMO., STP.,Msi
Fungsi:
1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit;
menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme
atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan
virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh
2. Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak
(debris sel) untuk perbaikan jaringan.
3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal
Sasaran utama: bakteri patogen & virus
Leukosit mrpkn sel imun utama (disamping sel plasma,
makrofag, & sel mast)

138 CPL 2012


1. Bakteri
2. Virus
3. Jamur
4. Protozoa bersel
satu
5. Parasit

CPL 2012 139


140 CPL 2012
141 CPL 2012
Organ sistem imun berada di seluruh
bagian tubuh organ limfoid
Organ limfoid: rumah bg limfosit
Jaringan limfoid primer:
(1) kelenjar thymus
(2) sumsum tulang
Jaringan limfoid sekunder:
(1) berkapsul: limpa & kelenjar limf
(2) tdk berkapsul: tonsil, GALT (gut-
associated
lymphoid tissue), jar.limfoid di kulit,
sal.napas, kemih, & reproduksi

142 CPL 2012


Merupakan jaringan yang
memproduksi, menyimpan,
& memproses limfosit
Mencakup: sumsum tulang,
kel.limfe, limpa, thymus,
tonsil, adenoid, appendiks,
& agregat jar.limf di
sal.cerna (GALT= gut-
associated lymphoid tissue/
Plak Peyer)

143 CPL 2012


Pertahanan lapis pertama:
Pertahanan fisik (physical
barrier)
Ada 2 sistem kekebalan
tubuh:
1. Sistem kekebalan
nonspesifik (didapat)
(innate immune system)
2. Sistem kekebalan spesifik
(dipelajari/adaptif)
(learned/adaptive
immune system)

144 CPL 2012


Tahap:
Deteksi & mengenali benda asing
Komunikasi dg sel lain untuk berespons
Rekruitmen bantuan & koordinasi respons
Destruksi atau supresi penginvasi

antibodi & sitokin

145 CPL 2012


1. Respons imun alami nonspesifik
- ada sejak lahir
- tdk memiliki target ttt
- terjadi dlm bbrp menit jam
Reaksi inflamasi
2. Respons imun didapat spesifik
- spesifik untuk jenis ttt
- respons thd paparan I tjd dlm bbrp hari,
paparan berikutnya lebih cepat

146 CPL 2012


Kulit & membran mukosa yang utuh
Kelenjar keringat, sebum, & airmata mensekresi zat kimia
& bersifat bakterisid
Mukus, silia, tight junction, desmosom, sel keratin & lysozim
di lapisan epitel
Rambut pd lubang hidung
Flora normal

147 CPL 2012


Dapat mendeteksi adanya benda asing & melindungi tubuh
dari kerusakan yang diakibatkannya, namun tdk dpt
mengenali benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
Yang termasuk dlm sistem ini:
1. Reaksi inflamasi/peradangan
2. Protein antivirus (interferon)
3. Sel natural killer (NK)
4. Sistem komplemen

148 CPL 2012


Merupakan respons lokal tubuh thd infeksi atau perlukaan
Tidak spesifik hanya untuk infeksi mikroba, tetapi respons yg
sama juga terjadi pada perlukaan akibat suhu dingin, panas,
atau trauma
Pemeran utama: fagosit, a.l: neutrofil, monosit, & makrofag

149 CPL 2012


1. Masuknya bakteri ke dalam jaringan
2. Vasodilatasi sistem mikrosirkulasi area yg
terinfeksi meningkatkan aliran darah
(RUBOR/kemerahan & CALOR/panas)
3. Permeabilitas kapiler & venul yang terinfeksi
terhadap protein meningkat difusi protein &
filtrasi air ke interstisial (TUMOR/bengkak &
DOLOR/nyeri)
4. Keluarnya neutrofil lalu monosit dari kapiler &
venula ke interstisial
5. Penghancuran bakteri di jaringan fagositosis
(respons sistemik: demam)
6. Perbaikan jaringan

150 CPL 2012


151 CPL 2012
Sel yang terinfeksi virus akan mengeluarkan
interferon
Interferon mengganggu replikasi virus
(antivirus); interfere
Interferon juga memperlambat pembelahan
& pertumbuhan sel tumor dgn
meningkatkan potensi sel NK & sel T
sitotoksik (antikanker)
Peran interferon yg lain: meningkatkan
aktivitas fagositosis makrofag &
merangsang produksi antibodi

152 CPL 2012


153 CPL 2012
Merusak sel yg terinfeksi virus & sel kanker dengan
melisiskan membran sel pd paparan I
Kerjanya = sel T sitotoksik, ttp lebih cepat, non-spesifik,
& bekerja sebelum sel T sitotoksik mnjd lebih banyak &
berfungsi

154 CPL 2012


Sistem ini diaktifkan oleh:
(1) paparan rantai karbohidrat yg ada pd permukaan
mikroorganisme yg tdk ada pd sel manusia
(2) paparan antibodi yang diproduksi spesifik untuk zat asing
tertentu oleh sistem imun adaptif
Bekerja sbg komplemen dari kerja antibodi

155 CPL 2012


156 CPL 2012
1. Berikatan dg basofil & sel
mast & menginduksi
penglepasan histamin
reaksi inflamasi
2. Berperan sbg faktor
kemotaksis yang
meningkatkan fagositosis
3. Berikatan dg permukaan
bakteri & bekerja sbg
opsonin (opsonisasi)
fagositosis
4. Menempel pd membran &
membentuk struktur
berbentuk tabung yg
melubangi membran sel &
menyebabkan lisis sel.

157 CPL 2012


Atau sistem kekebalan adaptif dapat
menghancurkan patogen yang lolos dari
sistem kekebalan non-spesifik.
Mencakup:
(1) kekebalan humoral produksi antibodi
oleh limfosit B (sel plasma)
(2) kekebalan selular produksi limfosit T
yg teraktivasi
Harud dapat membedakan sel asing yg
harus dirusak dari sel-diri antigen
(molekul besar, kompleks, & unik yg
memicu respons imun spesifik jika masuk
ke dalam tubuh)

158 CPL 2012


Antigen (Ag) merangsang sel B berubah menjadi sel plasma
yg memproduksi antibodi (Ab).
Ab disekresi ke darah atau limf lokasi sel plasma yg
teraktivasi; semua Ab akan mencapai darah gamma
globulin = imunoglobulin (Ig)

159 CPL 2012


Ada 5 kelas:
1. Ig M berperan sbg reseptor permukaan sel B &
disekresi pd tahap awal respons sel plasma
2. Ig G Ig terbanyak di darah, diproduksi jika
tubuh berespons thd antigen yg sama
Ig M & IgG berperan jika tjd invasi bakteri & virus
serta aktivasi komplemen
3. Ig E melindungi tubuh dr infeksi parasit & mrp
mediator pd reaksi alergi; melepaskan histamin
dari basofil & sel mast
4. Ig A ditemukan pd sekresi sistem perncernaan,
pernapasan, & perkemihan (cth: pd airmata & ASI)
5. Ig D terdapat pada banyak permukaan sel B;
mengenali antigen pd sel B

160 CPL 2012


161 CPL 2012
162 CPL 2012
163 CPL 2012
Limfosit T spesifik untuk kekebalan terhadap
infeksi virus & pengaturan pd mekanisme
kekebalan.
Sel-sel T harus kontak langsung dg sasaran
Ada 3 subpopulasi sel T: sel T sitotoksik, sel T
penolong, & sel T penekan
Major histocompatibility complex (MHC): kode
human leucocyte-associated antigen (HLA) yg
terikat pd permukaan membran sel; khas pd setiap
individu
Surveilens imun: kerjasama sel T sitotoksik, sel NK,
makrofag, & interferon

164 CPL 2012


165 CPL 2012
166 CPL 2012
Pada kontak pertama
dg antigen mikroba,
respons antibodi terjadi
lambat dlm bbrp hari
sampai terbentuk sel
plasma & akan
mencapai puncak dlm
bbrp minggu (Respons
primer); & akan
membentuk sel memori
Jika terjadi kontak dg
antigen yg sama, krn
adanya sel memori,
respons yg terjadi mjd
lebih cepat (Respons
sekunder)

167 CPL 2012


168 CPL 2012
169 CPL 2012
170 CPL 2012
171 CPL 2012
172 CPL 2012
1. Lack of response (imunodefisiensi)
contoh: AIDS, leukemia
2. Incorrect response (peny. autoimun)
contoh: DM tipe I, miastenia gravis, multiple
sclerosis; penyakit Graves.
3. Overactive response (alergi/
hipersensitivitas)
contoh: asma, rhinitis allergic, rx transfusi

173 CPL 2012


174 CPL 2012
MINERAL
PERCEPATAN
REAKSI KIMIA
OLEH
SENYAWA BEBERAPA
KIMIA SUATU PROTEIN SENYAWA

DALAM ENZIM YANG BERFUNGSI


SEBAGAI
DIMANA
SENYAWANYA
JASAD BIOKATALISATOR TIDAK
MENGALAMI
KEHIDUPAN
PERUBAHAN
KIMIA SECARA
PERMANEN
ENZIM MERP KATALISATOR BIOLOGIS YANG
BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MENDUKUNG SEMUA
REAKSI KIMIA SEL DALAM HOMEOSTATIS

KATALISATOR BISA DAPAT BERUPA ENZIM


MAUPUN SENYAWA BUKAN ENZIM YAITU LOGAM

PERANNYA DALAM MEMPERTAHANKAN


PROSES KEHIDUPAN, PENGATURAN OBAT
OBATAN YANG MEMPENGARUHI KERJA
ENZIM MENJADI KUNCI UTAMA DALAM
DIAGNOSIS KLINIS DAN TERAPI
KOMPONEN MAKROMOLEKUL SEMUA ENZIM
ADALAH PROTEIN, KECUALI KELAS
KATALISATOR RNA YANG DISEBUT RIBOZIM

KATALISATOR ENZIM BERBEDA


DENGAN KATALISATOR YANG
TERBUAT DARI LOGAM
Secara umum dirumuskan

C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + energi

Rumus umum ini agak menyesatkan, karena respirasi


bukan merupakan reaksi kimia tunggal.
Dalam respirasi terjadi lebih dari 50 reaksi komponen,
yang masing-masing dikatalis oleh enzim yang
berbeda.

Respirasi merupakan rangkaian reaksi oksidasi-reduksi


Senyawa dioksidasi menjadi CO2
O2 yang diserap direduksi membentuk H2O

Nisbah CO2 terhadap O2 dinamakan kuosien respirasi


(Respiration Quation RQ)
BIOKATALISATOR
Respirasi merupakan
reaksi eksergonik energi
yang dihasilkan berupa
ATP (Adenin Tri Fosfat)

Respirasi menghasilkan senyawa antara yang penting


sebagai Building Block
Asam amino untuk protein
Nukleotida untuk asam nukleat
Prazat karbon untuk
Pigmen (klorofil dan sitokrom)
Lemak dan sterol
Karotenoid, pigmen flavonoid (antosianin)
Senyawa aromatik tertentu (mis: lignin)
MENYEDIAKAN OKSIGEN PADA SEL DAN
JARINGAN
MEMBANTU MENGONTROL SUHU BADAN
BERPARTISIPASI DALAM BERBICARA
Tahapan respirasi:

1. Glikolisis
Mengubah glukosa (senyawa 6C) menjadi dua molekul
asam piruvat (senyawa 3C) di sitosol
Ada yang mengusulkan namanya Sukrolisis karena
yang umum digunakan oleh tumbuhan sukrosa.

2. Dekarboksilasi oksidasi piruvat


Mengubah asam piruvat menjadi asetil-KoA 3C 2C.
Pada tahapan ini dibebaskan CO2
3. Daur asam sitrat (Siklus Krebs)
Disebut juga sebagai daur asam Tri-Karbonat (Three
Carboxylate Acid TCA)
Fungsi utama daur asam nitrat :
Mereduksi NAD+ dan ubikuinon menjadi NADH dan
ubikuinol yang akan dioksidasi untuk menghasilkan
ATP
Sintesis langsung ATP dalam jumlah yang terbatas
(satu ATP untuk setiap piruvat yang dioksidasi)
Pembentukan kerangka karbon yang dapat
digunakan untuk mensintesis asam amino.

4. Sistem pengangkutan elektron / fosforilasi


oksidatif
Pengangkutan elektron dimulai dari pembawa yang
secara termodinamika sulit untuk direduksi ke
pembawa yang mempunyai kecenderungan yang
lebih besar untuk menerima elektron (dalam hal ini
Substrat respirasi didegradasi menjadi senyawa sederhana asam
piruvat (terjadi di sitosol)
Reduksi-oksidasi piruvat menjadi asetil-koA membebaskan 1
molekul CO2 dan menghasilkan 1 molekul NADH (terjadi di
matriks mitokondria)

Asetil-koA selanjutnya memasuki jalur siklus asam sitrat (TCA)


(terjadi di matriks mitokondria)
NADH dan FADH yang dihasilkan selanjutnya masuk ke jalur
fosforilasi- oksidatif untuk dikonversi menjadi ATP (terjadi di
membran dalam mitokondria)
Amilum + H2PO4 nGlukosa 1-
fosfat
Fruktan + nH2O nFruktosa +
Glukosa-Fruktosa
Glukosa-Fruktosa-
(Fruktosa)n=Fruktan
Maltosa + 2H2O 2 Glukosa

Sukrosa + H2O
Glukosa-Fruktosa
Metabolisme piruvat ditentukan oleh ada tidaknya O2

Adanya O2 piruvat akan masuk ke jalur siklus Krebs

Sebelum masuk ke jalur metabolisme siklus Krebs asam piruvat


akan didekarboksilasi menjadi asetil CoA lebih dulu
SIKLUS KREBS

Dalam proses ini akan


dihasilkan
3 NADH
1 FADH
1 GTP/ATP
2 CO2
PENGANGKUTAN ELEKTRON/FOSFORILASI OKSIDATIF
Kemiosmotik NADH dan
FADH pada membran
sisterna
Jika tidak ada O2 (anoksia) metabolisme asam piruvat
akan diarahkan pada metabolisme fermentasi yaitu
pembentukan etanol atau asam laktat
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPIRASI DALAM
SIKLUS KREBS DAN GLIKOLISIS

Ketersediaan substrat
Jika tersedia cukup banyak substrat maka respirasi
akan berlangsung cepat. Sebaliknya jika terjadi kahat
gula respirasi akan berjalan lambat.

Ketersediaan oksigen
Di jaringan yang besar, dengan nisbah permukaan per
volume rendah, difusi O2 ke sel bagian dalam sangat
kurang, sehingga melambatkan respirai.

Suhu
Hal ini berhubungan dengan faktor Q10

Jenis dan umur


1. ELASTISITAS 1. OTOT INSPIRATORI
JARINGAN YANG (MENYEBABKAN
MEMBURUK PENINGKATAN VOLUME
PARU AKTIF)
2. PERUBAHAN
PERSENDIAN 2. OTOT EKSPIRATORI
(MENYEBABKAN
PENURUNAN VOLUME
3. EMPHYSEMA
PARU AKTIF)

OTOT PERNAPASAN
1. RESPIRASI MERUPAKAN PROSES VITAL DIDALAM TUBUH MC
DALAM PROSES GLIKOLISIS DAN SIKLUS KREBS
2. MEMPERTAHANKAN KEHIDUPAN
3. MANUSIA HARUS MENGAMBIL OKSIGEN DARI ATMOSFER
DAN MEMINDAHKANNYA KEDALAM SEL YANG DIGUNAKAN
UNTUK KEPERLUAN METABOLISME
4. KEMAMPUAN SISTEM PERNAPASAN AKAN BERKEMBANG
SESUAI PENINGKATAN USIA
5. KEMAMPUAN PARU DLM MENGAMBIL OKSIGEN
DIPENGARUHI OLEH OTOT PERNAPASAN DALAM
MEMBANTU EKSPANSI RONGGA DADA
6. GLIKOLISIS DAN SIKLUS KREBS DAPAT MEMPENGARUHI
SISTEM KERJA RESPIRASI SEL
7. PROSES GLIKOLISIS DAN SIKLUS KREBS SALING BERKAITAN
DAN SALING KETEGANTUNGAN
1. Jelaskan perkembangan sistem respirasi
a. sebelum lahir
b. Selama Persalinan
c. Pada saat lahir
d. Large drop in pressure at first breath
e. Subsequent breath
CHRISTINE P. LOMO., STP., MSi
Pertama kali ditemukan oleh Krebs tahun
1937, sehingga disebut Daur Krebs

Merupakan jalur metabolisme utama dari


berbagai senyawa hasil metabolisme, yaitu
Hasil katabolisme karbohidrat
Hasil katabolisme lemak
Hasil katabolisme protein
Asetil koenzim-A sebagai katabolisme
lemak dan karbohidrat
Oksaloasetat,fumarat dan alfa ketoglutarat
hasil katabolisme asam amino dan protein
Asetil koenzim-A masuk ke dalam daur Krebs,
selanjutnya dioksidasi melalui beberapa tahap reaksi
yang kompleks menjadi CO2, H2O dan energi (ATP)

Daur Krebs merupakan bagian rangkaian proses


pernafasan yang panjang dan kompleks,yaitu oksidasi
glukosa menjadi CO2,H2O dan produksi ATP

Proses pernafasan erdiri dari 4 tahap utama:


1. Glikolisis
2. Konversi piruvat ke asetil koenzim-A
3. Daur krebs
4. Proses pengangkutan elektron melalui rangkaian
pernafasan yang dirangkai dari sintesis ATP dari ADP+
Pi (Fosforilasi oksidasi)
I. enzim sitrat sintase mengkatalisis reaksi kondensasi
antara asetil koenzim-A dengan oksalo asetat
menghasilkan sitrat
II. Pembentukan isositrat dari sitrat melalui Cis-akonit
dikatalisis secara reversibel oleh enzim akonitase
III. Oksidasi isositrat menjadi alfa ketoglutarat
berlangsung pembentukan senyawa antara
oksalosuksinat yang berikatan dengan enzim isositrat
dehidrogenase dengan NAD sebagai koenzim.
IV. Oksidasi alfa ketoglutarat menjadi suksinat melalui
pembentukan suksinil koenzim-A,merupakan reaksi
yang irreversibel dan dikatalisis oleh enzim alfa
ketoglutarat dehidrogenase. Suksisnil koenzim A adalah
senyawa tioester yang berenergi tinggi.
Selanjutnya suksinil koenzim-A melepaskan
koenzim A dengan dirangkaikan dengan reaksi
pembentuk energi GTP dari GDP. GTP yang
terbentuk dipakai untuk sintesis ATP dari ADP
dengan enzim nukleosida difosfat kinase.
Pembentukan GTP dikaitkan dengan reaksi
deasilasi suksinil koenzim-A ini disebut fosforilasi
tingkat substrat
V. Suksinat dioksidasi menjadi fumarat oleh enzim
suksinat dehidrogenase dengan FAD sebagai
koenzim. FAD berperan sebagai gugus penerima
hidrogen
VI. Reaksi reversibel penambahan satu molekul
H2O ke ikatan rangkap fumarat, menghasilkan
malat yg dikatalisis oleh fumarase
Tahap VII (akhir) L-malat dioksidasi menjadi
oksalo asetat oleh enzim L-malat
dehidrogenase yg berikatan dengan NAD
(reaksi endergonik) atau laju reaksi
berjalan ke kanan,karena reaksi berikut
kondensasi oksaloasetat denga asetil
koenzim-A yaitu reaksi eksergonik yang
irreversibel
Sitroil co A :
intermedier reaksi
Hidrolisis senyawa
intermedier tioester
menyebabkan reaksi
berikutnya bersifat
sangat eksergonik
Co A yang dihasilkan
langsung di recycled
untuk reaksi
pembentukan Asetil
CoA
Dalam keadaan normal
OAA rendah
dimitokondria
Enzim tersedia dalam mitokondria
Ada dua macam enzim: 1. memerlukan NAD dan 2. memerlukan
NADP
NADP-dependent enzyme : terdapat di matriks mitokondria dan
sitosol
fumarase

CO2 yang hilang pada proses tersebut diatas bukan C yang sama dengan
asetil Co A
Ketika produk intermedier TCA digunakan
sbg prekursor biosintesis lainnya
Konsentrasi intermedier turun
memperlambat kecepatan TCA
Ada 5 reaksi :
Piruvat OAA dgn ensim pyr karboksilase
PEP OAA dgn ensim PEP karboksikinase
PEP OAA dgn ensim PEP karboksilase
Piruvat malat dg ensim malat
Reaksi transaminasi : Aspartat OAA dan
glutamat KG
Jumlah energi yg dihasilkan oleh Daur Krebs

3 NADH : 3 x 3 ATP = 9 ATP


1 FADH : 1 x 2 ATP = 2 ATP
1 GTP : 1 x 1 ATP = 1 ATP
______
12 ATP
Glukosa
8 ATP

2 Piruvat
2x3= 6 ATP

2 Asetil koenzim-A
2x12 = 24 ATP
38 ATP
Daur Krebs

CO2 dan H2O


Kompleks enzim piruvat dehidrogenase dapat
dihambat oleh adanya kelebihan ATP di dalam sel,yg
mengakibatkan menurunnya laju reaksi Daur Krebs

Tahap reaksi kondensasi antara asetil Koenzim A


dengan oksalo asetat merupakan reaksi kontrol
utama dari laju Daur Krebs. Reaksi ini dapat dihambat
oleh Suksinil koenzim-A secara persaingan alosterik
terhadap enzim sitrat sintase
Kontrol lainnya: 1)Reaksi isositrat dehidrogenase
dapat dirangsang oleh ADP dan dihambat oleh ATP
atau NADH. 2) Suksinat dehidrogenase dapat
dihambat oleh oksalo asetat dan dirangsang oleh
suksinat, fosfat,ATP dan ubiquinon.jadi perubahan yg
terjadi dalam metabolisme menyebabkan perubahan
laju reaksi Daur Krebs
Piruvat
Ca ATP
Asetil-COA

Oksalo asetat Sitrat

Malat Isositrat
ADP CO2

Fumarat Alfa
ketoglutarat

CO2
Suksinat Suksinil-
COA
KARENA HASIL SEKRESINYA TIDAK DIBUANG
KELUAR TUBUH TETAPI MASUK KE DALAM
ALIRAN DARAH
SEDANGKAN EKSOKRIN HASIL SEKRESINYA
DIBUANG KELUAR TUBUH KELENJAR LUDAH,
KERINGAT, URINE
LEBIH KURANG 50 HORMON MERUPAKAN
PRODUK SEL DARI SISTEM ENDOKRIN
Mengontrol/ mengkoordinasikan aktivitas
berbagai organ tubuh, dengan cara :
1. Mengubah reaksi kimia dalam sel
2. Mengubah permiabilitas membran
sel terhadap bahan spesifik
SECARA KIMIAWI HORMON DIBAGI MENJADI
3 KELAS :
HORMON STEROID
TESTOSTERON,ESTROGEN,PROGESTERON
CORTISOL
HORMON PEPTIDA
INSULIN, PROLAKTIN
HORMON DERIVAT ASAM AMINO
NOREPINEPHRIN, EPINEPHRIN &
THYROKSIN
HIPOFISA HIPOFISA ANTERIOR (depan), MEDULA
(tengah), POSTERIOR (belakang)
THYROID
PARATHYROID
ADRENAL KORTEKS & MEDULA
PANKREAS SEL ALPHA, SEL BETA, SEL DELTA, SEL
F
LAMBUNG (GASTER)
DUODENUM (USUS HALUS)
OVARIUM
TESTIS
THYMUS
KELENJAR HIPOFISA DISEBUT MASTER GLAND
KARENA DPT MENGHASILKAN HORMON & HORMON
YANG DIHASILKAN DAPAT MERANGSANG KELENJAR
LAIN UNTUK MENGHASILKAN HORMON LAIN
Contoh : hipofisa anterior TSH =
tyrosomatotropic hormone merangsang kelenjar
thyroid untuk menghasilkan thyroksin
thyroksin digunakan untuk metabolisme tubuh
(karbohidrat, protein, lipid)
1. HORMON PERTUMBUHAN/ GROWTH HORMONE/
SOMATOTROPIN = GH

HORMON INI BEKERJA PD TULANG, OTOT, RAWAN, KULIT


& BEKERJANYA SANGAT TERBATAS
PD PRIA LHR - 21 THN PERTMBUHAN DRASTIS 13-16 THN
PD WANITA LHR - 18 THN PERTUMBUHAN DRASTIS 9-12 THN
GH SANGAT DIPENGARUHI KADAR GLUKOSA DLM DRH
BILA SELESAI MAKAN KADAR GULA DLM DARAH AKAN MENINGKAT, GH
TDK BEKERJA
BILA KADAR GULA DLM DARAH MENURUN, GH BEKERJA SECARA
MAKSIMAL
BILA GH BEKERJA NORMAL TBH AKAN NORMAL
BILA HIPERSEKRESI MANUSIA RAKSASA (GIANT)
BILA HIPOSEKRESI MANUSIA KERDIL/CEBOL
2. THYROTROPIC HORMONE/ THYROSOMATOTROPIC
HORMONE = TSH
MEMPENGARUHI KEL THYROID MENGHASILKAN
THYROKSIN (T4), LIOTIRONIN (T3) & KALSITONIN
3. ADRENO CORTICO TROPIC HORMONE (ACTH)
ADA 3 KELOMPOK BESAR
a. GLUKOKORTIKOID PENGHASIL GULA
b. MINERALOKORTIKOID MENGATUR KESEIMBANGAN
ION Na & ION K
c. GONADOKORTIKOID
UTK WANITA ESTRONE & PROGESTRONE
UTK PRIA TESTOSTERONE
4. PROLACTINE/ LACTOGENIC HORMONE/ LUTEOTROPIC
HORMONE = LTH PERSIAPAN PRODUKSI AIR SUSU IBU
(ASI)
5. GONADOTROPIN HORMONE =GTH

MENGHASILKAN :
FSH (FOLLICLE STIMULATING HORMONE) & LH (LUTEINIZING
HORMONE)/ ICSH (INTERSTITIAL CELL STIMULATING
HORMONE)
PD WANITA
FSH MEMATANGKAN TELUR
LH MENEBALKAN DDG RAHIM & MEMPERTAHANKAN
IMPLANTASI JANIN
PD PRIA
FSH MEMATANGKAN SPERMATOGONIUM
SPERMATOZOA
LH/ ICSH MENGHASILKAN SEL LEYDIG YANG
MEMPRODUKSI HORMON TESTOSTERON
MENGHASILKAN MSH = MELANOCYTE STIMULATING
HORMONE AKAN MENGHASILKAN PIGMEN MELANIN UNTUK
WARNA KULIT

MAKIN BANYAK MELANIN MAKIN HITAM PIGMEN KULIT,


MAKIN SEDIKIT MELANIN MAKIN PUTIH PIGMEN KULIT
1. OXYTOSIN
REGULASI KONTRAKSI RAHIM & MEMBANTU DALAM
PROSES PENGELUARAN ASI SETELAH MELAHIRKAN
2. RELAXIN
MEMBUKANYA SIMPHISIS PUBIS
3. ADH = ANTI DIURETIKA HORMONE/ PITRESSIN/
VASOPRESSIN
MENCEGAH AGAR URIN YANG KELUAR TIDAK TERLALU
BANYAK ( IN PUT = OUT PUT)
MENGHASILKAN :
1. HORMON THYROKSIN
UNTUK METABOLISME TUBUH BAIK METABOLISME
KARBOHIDRAT, PROTEIN, LIPID

2. LIOTIRONIN
MERUPAKAN BAHAN BAKU THYROKSIN DGN SYARAT HARUS
ADA ION IODIUM DEKAT LAUT ATAU HASIL DARI LAUT
IKAN, GARAM YG BERIODIUM

3. KALSITONIN
MERUPAKAN BAHAN BAKU PEMBENTUKKAN PARATHORMON
YANG JUGA DISEKRESIKAN OLEH KELENJAR PARATHYROID
BERFUNGSI UNTUK MENGATUR KADAR KALSIUM (ION Ca2+)
DALAM DARAH
DISEBUT KELENJAR SUPRARENALIS
ADA BAGIAN KORTEKS (TEPI) & MEDULLA (TENGAH)

BAGIAN KORTEKS MEMPUNYAI 3 (TIGA) KELOMPOK


BESAR:
1. GLUKOKORTIKOID
MENGHASILKAN KORTISON & HIDROKORTISON
UNTUK PEMBENTUKAN GULA BILA TUBUH
KEKURANGAN GULA
2. MINERALOKORTIOD
MENGHASILKAN ALDOSTERON KESEIMBANGAN
CAIRAN TUBUH ANTARA ION Na & ION K
3. GONADOKORTIKOID
PEMBENTUKAN HORMON PD WANITA (ESTRONE &
PROGESTRONE) & PD PRIA (TESTRONE)
BAGIAN MEDULA (TENGAH)
MENGHASILKAN ADRENALIN & EPINEPHRIN
SERTA DERIVATNYA YAITU: NORADRENALIN
& NOREPINEPHRIN TERDAPAT DALAM
KELENJAR ADRENALIN
BGN PULAU-2 LANGERHANS
1. SEL A / ALPHA
MENGHASILKAN GLUKAGON MENGHASILKAN GULA BILA
TUBUH KEKURANGAN GULA
2. SEL B/ BETA
MENGHASILKAN INSULIN MENGURAIKAN GULA BILA
BERLEBIHAN MENJADI GLIKOGEN DALAM OTOT
3. SEL D/ DELTA
MENGHASILKAN SOMATOSTATIN TERGANTUNG DR
KEBUTUHAN TUBUH MEMBANTU SEL A BILA KEKURANGAN
GULA & MEMBANTU SEL B BILA KELEBIHAN GULA
4. SEL F
MENGHASILKAN PANKREOPEPTIDA MEMBANTU DALAM
PROSES PENCERNAAN MAKANAN TERUTAMA PROTEIN
MENGHASILKAN GASTRIN

MEMBANTU DALAM PROSES GERAK PERISTALTIK


YANG TERATUR PADA LAMBUNG

MEMBENTUK MAKANAN YANG PADAT MENJADI


LUNAK ATAU DALAM BENTUK CAIR (KHIME)
SEHINGGA MUDAH DICERNA OLEH USUS HALUS
MENGHASILKAN SEKRETIN

MEMBANTU DALAM PROSES GERAK PERISTALTIK DALAM USUS


HALUS MULAI DARI DUODENUM, JEJENUM KEMUDIAN KE
ILEUM KE USUS KASAR/BESAR
MEMPERCEPAT PENGANTARAN NUTRISI KE JARINGAN DAN
SEL-SEL SETELAH DALAM BENTUK KHIME
MENGHASILKAN THYMOSIN
BERFUNGSI UNTUK KEKEBALAN TUBUH MANUSIA
KEKEBALAN ADA 2 (DUA) MACAM:
1. KEKEBALAN SELULER
KEKEBALAN YANG DIBERIKAN PD SAAT KITA DALAM
KANDUNGAN IBU IBU MAKAN PROTEIN ATAU
DISUNTIK AKAN TERBENTUK ANTIBODI YANG AKAN
DIBERIKAN KE ANAK SHG ANAK MENJADI KEBAL
2. KEKEBALAN HUMORAL
KEKEBALAN YANG DIBERIKAN SETELAH ANAK
DILAHIRKAN MELALUI VAKSINASI/IMUNISASI BCG; DPT ,
POLIO, CAMPAK, RUBELLA, HEPATITIS
MENGHASILKAN ESTROGEN &
PROGESTERON
MENGHASILKAN HORMON TESTOSTERON