Anda di halaman 1dari 7

HIGROMETER

KELOMPOK 11
TRIYOGO PRIONO
TEGUH SUSANTI
KUKUF WIJAYANTI
Hygrometer adalah alat yang
digunakan untuk menghitung
persentase uap air (embun)
yang berada di udara, atau alat
untuk mengukur tingkat
kelembaban udara
Higrometer biasanya
digunakan dalam peramalan
cuaca, memantau kelembaban
di laboratorium, area
penyimpanan dan pembuatan
tanaman,di mana tingkat
kelembaban tertentu harus
dijaga.
Fungsi dan Aplikasi

Fungsi Hygrometer adalah untuk mengukur kelembapan relatif


(RH) dalam suatu ruangan ataupun keadaan tertentu.

Hygrometer diaplikasi dalam berbagai hal untuk penelitian,


pengukuran kelembapan dalam suatu area.

Pada Hygrometer Thermometer terdapat dua skala, yang satu


menunjukkan kelembaban, yang kedua menunjukkan
temperatur/suhu

Cara penggunaannya dengan meletakkan di tempat yang akan


diukur kelembabannya, kemudian tunggu dan bacalah skalanya.

Skala kelembaban biasanya ditandai dengan %(Persen) dan suhu


dengan derajat Celcius.
PRINSIP KERJA HIGROMETER:
Yaitu dengan menggunakan dua thermometer :
pertama dipergunakan untuk mengukur suhu udara biasa.
Thermometer Bola Kering: tabung air raksa dibiarkan kering sehingga
akan mengukur suhu udara sebenarnya

kedua untuk mengukur suhu udara jenuh/lembab (bagian bawah


thermometer diliputi kain/kapas yang asah) sebenarnya.
Thermometer Bola Basah: tabung air raksa dibasahi agar suhu yang
terukur adalah suhu saturasi/ titik jenuh, yaitu; suhu yang diperlukan
agar uap air dapat berkondensasi.
Hygrometer ditulis Membaca
dalam satuan persentase, Hygrometer
mulai dari 0%-100%.
Hygrometer menunjukkan angka 70% yang
berarti bahwa dalam 100 bagian udara terdapat
90 bagian uap air di dalamnya. Semakin besar
angka persentasenya maka kelembabannya
semakin tinggi, begitupun sebaliknya.
Macam-Macam Hygrometer
Hygrometer analog
membutuhkan waktu
paling tidak sekitar
setengah jam untuk
menyesuaikan dengan
keadaan sekitar.

Hygrometer digital yang


hasilnya bisa dilihat langsung
tanpa perlu waktu penyesuaian.