Anda di halaman 1dari 13

PEMERIKSAAN BIOKIMIA

VITAMIN LARUT AIR (B DAN C)

Anisa Sukmarini
Ayu Widiastuti
Bayu Rezky Ramadhani
Dewanti
Nur Afifah
Syahfitri
Yeni Putri H
Yulia Shandy Khoirunissa
VITAMIN B1 (THIAMINE)
Kegunaan : Defisiensi :
Membantu sel tubuh Beri-beri

Menghasilkan energi Gangguan sistem

Meningkatkan saraf
kesehatan jantung
Metabolisme
karbohidrat.
PEMERIKSAAN VITAMIN B1
pPersiapan :

Pasien puasa o.n


Spesimen : serum

Metode :
Paling reliabel : aktivitas transketolase pada
RBC/whole blood hasil > 15% pada penambahan
thiamin difosfat invitro
Kadar < 0,6 U/g Hb
HPLC : tidak rutin dalam pelayananan
VITAMIN B2 (RIBOFLAVIN)
Kegunaan : Defisiensi :
Berperan pd Stomatitis angularis
metabolisme Glositis
karbohidrat dan Kelainan kulit
protein
Kelainan mata
Melindungi tubuh
dari penyakit kanker
Mencegah migren
serta katarak.
PEMERIKSAAN VITAMIN B2

Metode :
Pemeriksaan pada darah & rutin sangat jarang
diaplikasikan
Tes terbaik dg aktivitas glutation reduktase pada
RBC sebelum & setelah penambahan FAD (flavin
adenin dinukleotida)
N: peningkatan aktivitas <20%; Defisiensi: >40%
VITAMIN B3 (NIASIN)
Kegunaan : Defisiensi :
Untuk melepaskan Kelemahan otot
energi dari zat-zat Anoreksia
nutrien
Gangguan pencernaan
Mengurangi kadar
Kulit memerah
kolesterol
Pelagra
Memperlancar sirkulasi
darah
Menjaga kesehatan
sistem saraf dan
pencernaan
PEMERIKSAAN VITAMIN B3

Persiapan :

Pasien puasa o.n


Spesimen serum

Metode :
HPLC
Dievaluasi dg pengukuran metabolitnya, yaitu N1-
methylnicotinamide (NMN) & N1-methyl-2-pirydoxine-5
carboxymide (pyr)
Ekskresi N tiap hari >12 mg, pd pellagra < 2 mg
Pengukuran kadarnya pada plasma kurang reliabel
VITAMIN B6 (PIRIDOXYN)
Kegunaan : Defisiensi :
Berperan pd Gangguan metabolisme
metabolisme protein
karbohidrat, lemak &
protein Gangguan

Menjaga fungsi &


pertumbuhan
metabolisme sel darah Gangguan fungsi
merah motorik
Meningkatkan fungsi Kejang-kejang
kekebalan Anemia
Menjaga sistem saraf
Penurunan
pembentukan antibodi
Peradangan lidah
PEMERIKSAAN VITAMIN B6

Metode :
Enzyme assay, RIA, atau HPLC
Dengan pengukuran piridoksin dan/atau pyridoxal-
5-phosphate (PLP)
Nilai normal: 3-30 g/L dan 5- 50 g/L
Defisiensi: <1 g/L& 3 g/L, atau pada urine tdk
ditemukan pyridoxic acid
VITAMIN B12 (COBALAMIN)
Kegunaan : Defisiensi :
Membantu merawat Anemia
sistem syaraf dan Gangguan sintesis DNA
pembentukan sel darah
Gangguan saraf
merah
Metabolisme semua sel
Metabolisme protein
dan lemak
Kofaktor enzim
(metionin sintetase dan
metilmalonil-koA
mutase)
PEMERIKSAAN VITAMIN B12
1. Analisis pada lambung
Untuk mengkonfirmasi achlorhydria.
Ditentukan dengan mengukur keasaman cairan lambung
setelah stimulasi dengan senyawa seperti kafein
2. Tes Schilling
Tes untuk bukti gangguan penyerapan vitamin B12
diperbaiki oleh faktor intrinsik.
3. Kadar vit B12 dalam serum :
RIA, chemilumines-cence : 200-900 pg/mL.
Kadar MMA (methyl malonil acid) serum/urin (jarang
diperlukan)
VITAMIN C
Kegunaan : Defisiensi :
Kofaktor, seperti: Skorbut / Scurvy
sintesis kolagen, Luka sukar sembuh
sintesis
Anemia
karnitin,noradrenalin
dan serotonin, Kadang jumlah sel
Absorsi dan
darah putih menurun
metabolisme besi, Depresi
Absorsi kalsium, Gangguan saraf
Mencegah infeksi
Mencegah kanker dan
penyakit jantung.
PEMERIKSAAN VITAMIN C

Persiapan :
Pasien puasa o.n
Spesimen: serum, plasma,lekosit

Metode
HPLC, kolorimetri, fluorometri
Nilai normal dalam serum: 0,6 -2 mg/dL
Pengukuran dari urin 24 jam:
1) baseline
2) 2 hari kemudian diberi vit C 200 mg oral defisiensi: bila
kadar yg ke-2 < 50 mg