Anda di halaman 1dari 11

FILSAFAT ILMU MANAJEMEN

EPISTEMOLOGI MANAJEMEN
November 23, 2017

Kelompok 3:
IG N. Aris Prasetya (1732125019)
Ni Luh Putu Sriastiti (1732125020)
Putu Indah Hapsari (1732125021)
Christoforus Ristan (1732125022)
Ida Ayu Dian Purnama Sari (1732125023)
Rini Putu Nur Rahayu Sujoko (1732125024)
I Gede Arif Gunadi (1732125025)
Luh Sukarini (1732125026)
Pengertian Epistemologi

Pengertian Epistemologi
Epistemologi berasal dari Bahasa Yunani Episteme dan Logos. Episteme
biasa diartikan pengetahuan atau kebenaran, dan Logos diartikan pikiran,
kata, atau teori. Secara etimologi Epistemologi dapat diartikan, teori
pengetahuan yang benar, dan lazimnya hanya disebut teori pengetahuan
yang dalam bahasa Inggrisnya menjadi Theory of Knowledge. Secara
terminologi, epistemologi adalah teori atau ilmu pengetahuan tentang
metode dan dasar-dasar pengetahuan, khususnya yang berhubungan
dengan batas-batas pengetahuan dan validitas atau sah berlakunya
pengetahuan itu.
Epistemologi mengkaji tiga persoalan pokok,
yaitu:
Apakah sumber-sumber dari pengetahuan?
Darimanakah pengetahuan yang benar itu
dating dan bagaimana kita mengetahuinya?

Apakah Sifad dasar pengetahuan? Apa ada


alam yang benar-benar di luar pikiran kita?
Kalau ada, apakah kita dapat
mengetahuinya?

Apakah pengetahuan kita itu benar (valid)?


Bagaimanakah kita dapat membedakan yang
benar dan yang salah?
Aliran Dasar Pengetahuan Manajemen
Aliran Teori Manajemen Klasik - Scientific Management (Manajemen ilmiah)

Manajemen ilmiah timbul akibat terjadinya revolusi industri


di Inggris pada abad ke-18. Revolusi industri sendiri
menyebabkan meningkatnya kebutuhan suatu pendekatan manajemen
yang sistematis. Para pemikir memberikan perhatian terhadap
masalah-masalah manajemen yang timbul, baik itu dikalangan
usahawan, industry maupun masyarakat (Haryono, 2012).
Aliran Teori Manajemen Klasik - Classical Organiation theory (Teori organisasi klasik)

Pada tahun 1916, Henry Fayol mengarang buku General and


Industrial management dengan sebutan teori manjemen klasik
yang sangat memperhatikan manajemen bagi satu organisasi yang
kompleks. Sumbangan terbesar dari Fayol berupa pandangannya
tentang manajemen yang bukanlah semata kecerdasan pribadi,
tetapi lebih merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan
dan dipahami prinsip-prinsip pokok dan teori umumnya yang
telah dirumuskan
Aliran Hubungan Manusiawi

Para manajer masih menghadapi kesulitan karena karyawan tidak selalu


mengikuti pola-pola perilaku yang rasional. Pada tahap aliran perilaku
atau hubunga manusiawi memandang organisasi melihat pada
hakikatnya adalah sumber daya manusia. Aliran ini memandang aliran
klasik kurang lengkap karena terlihat kurang mampu mewujudkan atau
mencapai efisiensi produksi yang sempurna dengan keharmonisan
ditempat kerja. Oleh sebab itu, para manajer perlu dibantu dalam
menghadapi manusia, dari sisi perilaku karyawan melalui antar lain ilmu
sosiologi dan psikologi (Haryono, 2012).
Aliran Perilaku Organisasi

Pendekatan manusia mempelopori tumbuhnya pendekatan baru


yang yang lebih sering dikenal sebagai pendekatan/aliran
perilaku. Karena tidak ada dua orang yang persis sama,
maka seorang manajer yang efektif akan berusaha
mempelajari kebutuhan-kebutuhan setiap individu agar
dapat mempengaruhi individu tersebut (Haryono, 2012).
Aliran Teori Pengetahuan Empiris

Teori empirisme adalah sebuah orientasi filsafat yang


berhubungan dengan kemunculan ilmu pengetahuan modern dan
metode ilmiah. Empirisme menekankan bahwa ilmu
pengetahuan manusia bersifat terbatas pada apa yang dapat
diamati dan diuji. Oleh karena itu, aliran empirisme
memiliki sifat kritis terhadap abstraksi dan spekulasi
dalam membangun dan memperoleh ilmu.
Sumbangan utama aliran empirisme adalah lahirnya ilmu
pengetahuan modern dan penerapan metode ilmiah untuk
membangun pengetahuan.
Aliran Teori Pengetahuan Rasionalisme

Rasionalisme adalah aliran filsafat ilmu yang berpandangan bahwa


otoritas rasio (akal) adalah sumber dari segala pengetahuan.
Rasionalisme juga adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal
adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes
pengetahuan. Menurut A.R Lacey bahwa berdasarkan akar katanya
rasionalisme adalah sebuah pandangan yang berpegangan bahwa akal
merupakan sumber bagi pengetahuan dan pembenaran.
Aliran Teori Pengetahuan Positivisme

Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa


satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada
pengalaman aktual-fisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan
melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang
karenanya spekulasi metafisis dihindari. Posotivisme adalah sebuah
filsafat yang meyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar
adalah yang didasarkan pada pengalaman aktual fiskal.