Anda di halaman 1dari 36

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK

(TAK)

OLEH
Ns. SYAFRIZAL, S.Kep

1
PENGERTIAN

Terapi aktivitas kelompok adalah merupakan salah


satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada
sekelompok klien yang mempunyai masalah
keperawatan yang sama, Kelompok dibagi sesuai
dengan kebutuhan yaitu stimulasi persepsi, stimulasi
sensoris, orientasi realita dan sosialisasi. ( Keliat, BA
dan Akemat,2005)

2
Cont..
Terapi aktivitas kelompok sering dipakai sebagai
terapi kelompok tambahan . Sejalan dengan hal
tersebut maka lancaster mengemukakan beberapa
aktivitas yang digunakan pada TAK yaitu
menggambar, membaca puisi, mendengar musik,
mempersiapkan meja makan dan kegiatan sehari
hari lainnya.

Terapi aktivitas kelompok adalah manual, rekreasi


dan teknik kreatif untuk memfasilitasi pengalaman
seseorang serta meningkatkan respon sosial dan
harga diri. Aktivitas yang digunakan sebagai terapi
didalam kelompok yaitu membaca puisi, seni, musik,
menari dan literatur. ( Wilson & Kneisi,1992 dikutip
oleh keliat,BA dan Akemat, 2005)
3
TUJUAN

TUJUAN TERAPEUTIK
UMUM
1. Meningkatkan kemampuan menguji kenyataan (
Reality testing )
2. Membentuk sosialisasi
3. Meningkatkan kesadaran tentang hubungan
antara reaksi emosional diri sendiri dengan
perilaku defensif
4. Membangkitkan motivasi bagi kemajuan fungsi
psikologis

4
KHUSUS
1. Identifikasi diri
2. Penyaluran emosi
3. Meningkatkan keterampilan hubungan
sosial untuk diterapkan sehari- hari

TUJUAN REHABILITATIF
Meningkatkan kemampuan ekspresi diri,
keterampilan sosial, kepercayaan diri dan
kemampuan empati juga meningkatkan
pengetahuan tentang problem kehidupan dan
pemecahannya

5
PERKEMBANGAN KELOMPOK
Fase Orientasi
Pada fase ini beberapa hal yang muncul :
- Kecemasan klien meningkat
dalam kelompok baru, penetapan norma
atau peran
- Muncul konflik yang menuju pd kebersamaan
- Leader perlu berperan membantu anggota
sebagai katalisator
- Sering terjadi konflik tanpa disadari

6
Fase Kerja
Pada fase ini situasi yang terjadi :
- Kelompok sudah merupakan satu tim
- Semua perasaan yang positif dan negatif dapat
diekspresikan
- Hubungan saling percaya sudah terbina
- Semua anggota berkerjasama mencapai tujuan
- Leader sebagai role model atau menfasilitasi
angota kelompok
- Proses pengambilan keputusan dan umpan
balik terjadi

7
Fase Terminasi
Beberapa hal yang terjadi pada akhir terapi
kelompok :
- Istirahat diganti anggota baru
- Tidak sukses atau drop out
- sukses : tujuan tercapai, terlihat respon klien
sedih dan kehilangan perlu waktu persiapan
terminasi
8
FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI
PERUBAHAN PEMBENTUKAN KELOMPOK

1. Lingkungan fisik : Warna, cahaya, dan suara


2. Kepemimpinan
3. Pengambilan keputusan
4. Rasa percaya antar anggota
5. Rasa kebersamaan
6. Kekuasaan dan pengaruh masing-masing
anggota kelompok

9
PENGORGANISASIAN KELOMPOK
1. Leader
Tugasnya :
- Menyususun rencana aktifitas kelompok (proposal)
- Mengarahkan kelompok dalam mencapai tujuan
- Menfasilitas setiap anggota utk mengekspresikan
perasaan, mengajuhkan pendapat dan memberikan
umpan balik
- Sebagai role model
- Memotivasi anggota utk mengemukakan pendapat
dan memberikan umpan balik

10
2. Co-Leader
Tugasnya :
- Membantu leader mengorganisir anggota kelompok
- Mengingatkan leader tentang waktu
- Mengingatkan leader bila menyimpang dari topik
3. Fasilitator
Tugasnya :
- Membantu leader menfasilitasi anggota kelompok
untuk berperan aktif dan memotivasi anggota
4. Observer
Tugasnya ;
- Mengobservasi setiap respon klien
- Mencatat semua proses yang terjadi dan semua
perubahan perilaku klien
- memberikan umpan balik pada klien

11
JENIS TAK
1. TAK Stimulasi Persepsi
Pengertian : Terapi yang menggunakan aktivitas sebagai
stimulus dan terkait dengan pengalaman dan atau kehidupan
untuk didiskusikan dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok
dapat berupa kesepakatan persepsi atau alternatif
pemecahan masalah

Tujuan : Untuk melatih klien mempersepsikan stimulus (


Seperti stimulus yang disediakan : Baca artikel / majalah/
buku/ puisi, menonton acara TV atau stimulus masa lalu :
pengalaman masa lalu yang dipersepsikan klien maladaptif
seperti kemarahan , kebencian, pandangan negatif terhadap
orang lain ) dengan tepat atau dapat memecahkan masalah
yang dihadapi dari stimulus yang dialami

12
Cont..
TAK ini terdiri dari:

a.TAK Stimulasi Persepsi : Umum


Diindikasikan untuk klien dengan masalah
keperawatan halusinasi dan menarik diri.

Terdiri dari 3 sesi yaitu :


1. Nonton TV
2. Membaca
3. Melihat gambar

13
Cont..
b. TAK Stimulasi Persepsi : Perilaku Kekerasan

Diindikasikan untuk klien dengan masalah


perilaku kekerasan :
Terdiri dari 5 sesi yaitu :

1. Mengenal perilaku kekerasan


2. Mengendalikan perilaku kekerasan melalui kegiatan
fisik ( Konversi energi )
3. Mengendalikan perilaku kekerasan melalui latihan /
interaksi asertif
4. Mengendalikan perilaku kekerasan melalui ibadah (
Stimulasi persepsi spritual )
5. Mengendalikan perilaku kekerasan melalui
kepatuhan makan obat
14
Cont..
Aktivitas yang diberikan pada TAK ini dibagi dalam 4
bagian yaitu aktivitas :

1. Mempersepsikan stimulus nyata sehari- hari


Indikasi : Klien gangguan sensori persepsi dan
menarik diri yang telah mengikuti TAKS
2. Mempersepsikan stimulus nyata dan respon yang
dialami dalam kehidupan
Indikasi : Klien perilaku kekerasan yang telah
kooperatif
3. Mempersepsikan stimulus tidak nyata dan respon
yang dialami dalam kehidupan
Indikasi : Klien halusinasi
4. Mempersepsikan stimulus nyata yang menyebabkan
harga diri rendah
Indikasi : Klien gangguan konsep diri : Harga diri
rendah
15
Cont..
C. TAK Stimulasi Persepsi : Halusinasi

TAK ini diindikasikan untuk klien dengan


masalah keperawatan halusinasi :
Terdiri dari 5 sesi yaitu :

1. Mengenal halusinasi
2. Mengontrol halusinasi dengan menghardik
3. Mengontrol halusinasin dengan kegiatan
4. Mengontrol halusinasi dengan bercakap cakap
5. Mengontrol halusinasi dengan minum obat

16
Cont..
d. TAK Stimulasi Persepsi : Harga Diri Rendah
TAK Ini diindikasikan untuk klien
dengan masalah harga diri rendah
Terdiri dari 3 ( sesi ) yaitu :

1. Identifikasi hal positif diri


2. Menghargai hal positif orang lain
3. Menetapkan tujuan hidup yang realistik

17
2. TAK STIMULASI SENSORIS
PENGERTIAN : Terapi dengan memberikan stimulus
pada sensori klien ( Semua pancaindera ) agar
memberi respon yang adekuat

TUJUAN : Melatih stimulasi sensoris klien agar


dapat berospons terhadap stimulus pancaindera
yang diberikan

18
Aktivitas yang diberikan Pada TAK Ini:
1. Stimulasi terhadap pendengaran / suara :
musik
2. Stimulasi terhadap penglihatan /Visual :
Gambar
3. Stimulasi terhadap penglihatan / visual dan
pendengaran / suara : Melihat TV/ Vidio
4. Aktivitas lain seperti : Seni, nyanyi, menari

19
TAK ini terdiri dari 3 sesi :
1. TAK Stimulasi sensoris : mendengarkan musik
2. TAK Stimulasi sensoris : menggambar
3. TAK Stimulasi sensoris : Menonton TV/Video

Indikasi
Klien menarik diri , harga diri rendah yang
disertai dengan kurang komunikasi verbal

20
3. TAK ORIENTASI REALITA
Pengertian : Terapi untuk mengorientasikan
keadaan nyata kepada klien yaitu diri sendiri,
orang lain , lingkungan/ tempat dan waktu

Tujuan : Mengorientasikan klien kepada realita

Aktivitas : Aktivitas yang diberikan berupa


aktivitas yang memberi stimulus secara
konsisten kepada klien tentang realitas
disekitarnya/ lingkungan yaitu diri sendiri, orang
lain, tempat dan waktu

21
Cont..

TAK ini terdiri dari 3 sesi :


1. TAK Orientasi Realita: Pengenalan orang
2. TAK Orientasi Realita : Pengenalan tempat
3. TAK Orientasi Realita : Pengenalan waktu

Indikasi
Klien dengan masalah halusinasi, waham,
dimensia, disorientasi orang, waktu dan
tempat
22
4. TAK SOSIALISASI ( TAKS )
Pengertian : Terapi yang berupaya memfasilitasi
kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan
masalah hubungan sosial.
Tujuan : Melatih kemampuan sosialisasi dan klien
dapat meningkatkan hubungan sosial dalam
kelompok secara bertahap ( dari interpersonal,
kelompok dan massa )
Aktivitas
Latihan dalam kelompok semua kegiatan
sosialisasi yang terdiri dari 7 sesi

23
Cont..
TAK Terdiri dari 7 sesi:
1. TAKS : Memperkenalkan diri
2. TAKS : Berkenalan
3. TAKS : Bercakap-cakap
4. TAKS : Membicarakan topik
5. TAKS : Membicarakan masalah pribadi
6. TAKS : Kerjasama dalam permainan
7. TAKS : Berpendapat tentang manfaat kelompok
Indikasi
Klien dengan masalah menarik diri dan kerusakan
komunikasi verbal yang telah berespon sesuai stimulus

24
KEANGGOTAAN
Persyaratan bagi pasien di RSJ Jiwa untuk bisa mengikuti
terapi kelompok antara lain ( Depkes RI,1990 ):
1. Sudah ada observasi atau diagnosis yang jelas
2. Sudah tidak terlalu gelisah, agresif dan inkoheren
serta wahamnya tidak terlalu berat sehingga bisa
kooperatif dan tidak mengganggu berlansungnya
terapi kelompok.

Untuk terapi kelompok di RSJ dianjurkan bahwa :


1. Tidak terlalu ketat dalam teknik terapi
2. Diagnosa pasien agar bersifat heterogen
3. Tingkat kemampuan berfikir dan pemahaman relatif
setaraf
4. Kelompok berdasarkan problem yang sama

25
Cont..
Jumlah anggota kelompok
1. Menurut Dr.Wartono ( 1976 ) dikutip Depker RI (
1990 )
- Kelompok dengan verbalisasi jumlah : ideal 7-8
anggota, min 4 angota dan maksimal 10 anggota
2. Menurut Kaplan ( 1971 ) dikutip Depkes RI ( 1990 )
: 7-9 anggota ( Laki laki dan wanita )
3. Depkes RI ( 1990 ) :
Untuk RSJ Jumlah anggota kelompok min 4 orang
dan maksimal 10 orang idealnya 7-10 orang

26
TERAPIS
Syarat dan kualifikasi terapis menurut :
Dr.Kenneth Mark colby dikutip Depkes RI (
1990 ):
1. Mempunyai pengetahuan pokok tentang pikiran dan
tingkah laku normal dan patologis
2. Memiliki konsep teoritis untuk dipergunakan dalam
memahami pikiran dan tingkah laku normal dan
patologis
3. Memiliki pengalaman teknis
4. Memiliki kecakapan untuk mempergunakan dan
mengontrol intuisi
5. Harus mampu menerima klien apa adanya

27
Cont..
Rawlins, Wiliam dan Beck (1993 ) dikutip oleh
Keliat,BA dan Akemat (2005) :
Ada 3 area yang perlu dipersiapkan untuk menjadi
terapis atau pemimpin terapi kelompok :
1. Persiapan teoritis melalui pendidikan formal,
literatur, bacaan dan lokakarya
2. Praktek yang disupervisi pada saat berperan
sebagai pemimpin kelompok
3. Pengalaman mengikuti terapi kelompok

28
Cont..
ANA ( American Nurses Association )
Menetapkan pada keperawatan psikiatrik dan klinical
spesialis dapat berfungsi sebagai terapis kelompok

AGPA ( The American Group Psychotherapy


Association )
Sebagai badan akreditasi terapis kelompok
menetapkan anggotanya minimal berpendidikan
master

29
Cont..

Menurut Keliat, BA dan Akemat ( 2005 ):


Syarat perawat yang memimpin TAK harus
mempunyai pengetahuan tentang masalah
klien dan mengetahui metode yang dipakai
untuk kelompok khusus serta terampil
berperan sebagai pemimpin

30
MEKANISME KEGIATAN
Mekanisme atau langkah langkah kegiatan
TAK ( Keliat, BA dan Akemat, 2005 )

PERSIAPAN
Memilih klien sesuai dengan indikasi pelaksanaan TAK
Membuat kontrak dengan klien
Mempersiapkan alat-alat dan tempat pertemuan

31
Cont..
ORIENTASI
Pada tahap ini terapis melakukan :
Memberi salam terapeutik
Salam dari terapis kepada klien
Terapis memperkenalkan diri
Terapi menanyakan nama- nama klien/ panggilan
semua klien ( Terapi dan klien memakai papan
nama )
Evaluasi/ Validasi:
Menanyakan perasaan klien saat ini

32
Cont..
KONTRAK
1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan
2) Terapis menjelaskan aturan main :
Jika ada klien yang akan meninggalkan
kelompok harus minta izin kepada terapis
Lama kegiatan menit
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal
sampai akhir

33
TAHAP KERJA
Melaksanakan kegiatan TAK sesuai dengan
aturan main
Memotivasi peserta TAK
Melaksanakan antisipasi masalah jika
ditemukan seperti :

-Jika terjadi kemacetan / bloking disaat


berlansungnya terapi kelompok maka terapis
dapat membiarkannya sementara, kemudian
suasana dicairkan dengan berbagai cara sesuai
dengan kondisi kelompok pada saat itu

34
Cont..

- Bila ada anggota kelompok yang kurang aktif seperti


kurang mau bicara dapat diransang agar mau terlibat
aktif dalam kelompok
- Bila terjadi kekacauan , maka anggota yang
menimbulkan kekacauan dikeluarkan dan terapi
kelompok berjalan terus dengan ketentuan perlu
diberi penjelasan kepada semua anggota kelompok

35
TAHAP TERMINASI
Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
Memberikan rencana tindak lanjut
Terapis memberikan atau menganjurkan
pelaksanaan kegiatan TAK dalam kehidupan
sehari- hari sesuai dengan sesi TAK saat itu
Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati kegiatan TAK berikutnya : Sesuai
dengan sesi dari masing masing topik TAK
2) Menyepakati waktu dan tempat
36