Anda di halaman 1dari 12

DESIMINASI AWAL

MANAJEMEN
RUANG MAWAR
KEPERAWATAN RSUD MARDI WALUYO
BLITAR
Lepas Dinas 4
Struktur Orang
Organisasi
Shift Malam 3 Orang
(20.00-07.00)
Jumlah Tenaga

Shift Sore 3 Orang


(14.00-20.00)

Shift Pagi 7 Orang


(07.00-14.00)

Sistem Pembagian Dinas


Ruang Mawar
Berdasarkan Tingkat
ketergantungan Pasien dan
Kebutuhan Tenaga Keperawatan Rata-rata
perhitungan tingkat berjumlah
16 orang
ketergantungan pasien dan
kebutuhan tenaga keperawatan
diruang Mawar selama 3 hari
SEHINGGA.. kebutuhan
tenaga di Ruang
Mawar sudah
mencukupi.

Bed Occupancy Rate


(BOR) di Ruang Mawar
selama 3 hari berturut- 73%
turut didapatkan rata-
rata hasil :

Sehingga..nilai parameter BOR


di Ruang Mawar termasuk ideal
dengan rentang 60-85% (Depkes
RI, 2005)
M2 (Material)
A. Gambaran Ruang
Mawar
B. Lokasi dan Denah
Ruang Mawar
C. Lingkungan Kerja
D. Fasilitas dan Peralatan
Pasien
E. Laporan Inventaris Alat M3 (Methods)
Keperawatan
F. Alur Pengadaan Barang A. MAKP
Ruang Mawar B. Timbang terima
C. Supervisi Delegasi
D. Sentralisasi obat
E. Discharge Planing
F. Ronde keperawatan
G. Dokumentasi
keperawatan
H. Penerimaan pasien
baru
1. Tarif Akomodasi Perawatan
a. Kelas I Rp.60.000
b. Kelas II Rp.40.000
c. Kelas III Rp.30.000
2. Tarif Visite Dokter Dan Non Paviliun
a. Dokter Umum Rp.55.000
b. Dokter Spesialis Rp.65.000
c. Konsultasi antar spesialis Rp.65.000
d. Konsultasi antar spesialis diluar jam kerja
Rp.100.000
3. Tarif Jasa Perawatan Kelas Non Paviliun Rp.12.500

1. Keselamatan pasien
a. Angka kejadian jatuh pada bulan agustus 100% pasien
M4 (Money) tidak mengalami jatuh.
b. Angka kejadian flebitis dari pengkajian tgl.3-5 okt, dari 23
pasien terpasang IVL 5 pasien (22%) yang flebitis
c. Tidak terjadi kesalahan pengobatan dari agustus-
september (0%)
M5 d. Angka kejadian dekubitus 03-05 okt 2017 yaitu 0%
(Marketing) 2. Kepuasan
Pembagian kuesioner kepuasan pasien sebanyak 10 item yang
dibagikan kepada 23 responden di ruang mawar secara umum
merasa puas yaitu dengan hasil 15 pasien puas (65%), 6 pasien
cukup puas (26%), dan 2 pasien kurang puas (9%)
DIAGRAM LAYANG

M1 : Ketenagakejaan O
(-0,1)(0,8) 10
AREA AGRESIF
M2 : Sarana dan Prasarana 9
M1 (-
8 M3 SV (0,1.0,6)
(0,1)(0,6) 0,1.0,8)
7 M3 DP (0,1.0,6)
M3 : Metode Penerapan M2 (0,1.0,6) M3 TT (0,4.0,6)
6
Model (0,6)(0,1) M3 DK (-0,4.0,5)
5
M4 : Money (-0,2)(0,3)
4
M5 : Marketing (0,7)(-0,1) M4 (-0,2.0,3) M3 PB
3 (0,5.0,3)M3 RK (0,6.0,2)
DK : Dokumentasi
2
Keperawatan (-0,4)(0,5) M3 (0,6.0,1) M3 SO (0,7.0,1)
1
PB : Penerimaan Pasien
W 0 S
Baru (0,5)(0,3) -10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1-1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
RK : Ronde Keperawatan -2
M5 (0,7.-0,1)

(0,6)(0,2) -3
TT : Timbang Terima -4
(0,4)(0,6) -5
DP : Discharge Planning AREA DEVENSIVE -6 AREA DIVERIVIKASI
(0,1)(0,6) -7
SO : Sentralisasi Obat -8
(0,7)(0,1) -9
SV : Supervisi (0,1)(0,6) -10 T
PRIORITAS MASALAH
Skor analisa SWOT
No Masalah Prioritas
IFAS EFAS
1 Sentralisasi Obat 0,7 0,1 1
2 Ronde Keperawatan 0,6 0,2 2
3 MAKP 0,6 0,1 3
4 Penerimaan Pasien Baru 0,5 0,3 4
5 Timbang terima 0,4 0,6 5
6 Supervisi 0,1 0,6 6
7 Discharge planning 0,1 0,6 7
8 M2 (sarana dan prasarana) 0,1 0,6 8
9 M1 (Ketenagaan) -0,1 0,8 9
10 Dokumentasi Keperawatan -0,1 0,5 10
BSC (Balance Score Card)
1. Sentralisasi obat
Menentukan penanggung jawab Pengelolaan obat,
melaksanakan Pengelolaan obat klien bekerja sama
dengan perawat, mendokumentasi-kan hasil pelaksanaaan
pengelolaan Pengelolaan obat, membuat format
pencatatan Pengelolaan obat.

2. Ronde Keperawatan
Menyiapkan infomant consent ronde keperawatan,
melaksanakan kontrak waktu dengan karu, dokter,ahli gizi
dsb, mendokumentasikan hasil pelaksanaan ronde
keperawatan.
3. MAKP
Mengusulkan: Mnjelaskan dan memperkenalkan metode
MAKP Primer, menentukan diskripsi tugas dan tanggung
jawab perawat, uji coba pelaksanaan metode MAKP Primer
pada perawat di ruang Mawar, membantu penerapan
model MAKP Primer, mendiskusikan setiap hambatan yang
ada dalam penerapan model Primer.

4. Penerimaan Pasien Baru


Menentukan penanggung jawab penerimaan pasien baru,
menyusun format penerimaan pasien baru. klien serta
petunjuk teknis pengisiannya. Melaksanakan timbang
terima.
5. Timbang Terima
Menyusun proposal Timbang Terima, menentukan
penanggung jawab timbang terima, menyusun format
timbang terima klien serta petunjuk teknis pengisiannya,
melaksanakan timbang terima.

6. Supervisi
Melaksanakan supervisi keperawatan bersama-sama
perawat ruangan, mendokumentasikan hasil pelaksanaan
supervisi keperawatan, membuat format supervisi.
7. Discharge planning
Menyusun proposal Discharge planning, menentukan jadwal pelaksanaan
discharge planning, mensosialisasikan dan melaksanakan discharge
planning.

8. M2 (Sarana dan Prasarana)


Membuat surat usulan data perencanaan alat dan bahan, kemudian
mengajukannya

9. M1 Man (Ketenagaan)
Saling bertukar informasi antar perawat diruangan dalam memberikan
asuhan keperawatan pada pasien.

10. Dokumentasi Keperawatan


Resosialisasi pengisian dokumentasi keperawatan sesuai NANDA, NIC,
NOC, pembuatan buku saku 10 diagnosa keperawatan teratas.