Anda di halaman 1dari 18

Diana Rahayu

Lyky Oktasindia
Nur Lailah Sakinah
Demam Tifoid
(Typhus abdominalis, Typhoid fever, enteric fever)

Merupakan penyakit infeksi akut yang


biasanya terdapat pada saluran pencernaan
dengan gejala demam selama satu minggu atau
lebih dengan disertai gangguan pada saluran
pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan
kesadaran (Ngastiyah, 2005).
Etiologi
Penyakit tifus disebabkan oleh infeksi kuman Salmonella Typhosa, basil
gram negatif, berflagel (bergerak dengan bulu getar), anaerob, dan tidak
menghasilkan spora. Bakteri tersebut memasuki tubuh manusia melalui
saluran pencernaan dan manusia merupakan sumber utama infeksi yang
mengeluarkan mikroorganisme penyebab penyakit saat sedang sakit atau
dalam pemulihan. Kuman ini dapat hidup dengan baik sekali pada tubuh
manusia maupun pada suhu yang lebih rendah sedikit, namun mati pada
suhu 70 adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella
typhi atau Salmonella paratyphi A, B atau C (Soedarto, 1996).
Tiga macam antigen Salmonella
Typhosa

Antigen O (Ohne Hauch)


Antigen H
Antigen Vi
Hubungan Penyebab Dan Penyakit
Thypoid
Penularan penyakit Thypoid dapat ditularkan melalui berbagai
cara, yang dikenal dengan 5F yaitu Food (makanan), Fingers (jari
tangan/kuku), Fomitus (muntah), Fly (lalat), dan melalui
Feses. Feses dan muntah pada penderita typhoid dapat
menularkan kuman salmonellathypi kepada orang lain. Kuman
tersebut dapat ditularkan melalui perantara lalat, dimana lalat
akan hinggap dimakanan yang akan dikonsumsi oleh orang yang
sehat. Apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan
dirinya seperti mencuci tangan
Model Hubungan Causal Penyakit
Thypoid
Penyakit Demam Thypoid disebabkan oleh bakteri yang
disebarkan melalui tinja, muntahan, urin, kemudian terbawa
oleh Lalat melalui perantara kaki-kakinya dari kakus ke dapur
yang akan mengkontaminasi makanan atau minuman, sayur-
sayuran, atau pun buah-buahan segar.
Faktor Agent Penyakit Thypoid

Faktor Biologis
Faktor Fisik
Faktor Kimiawi
Faktor Sosial
TAHAP-TAHAP RIWAYAT ALAMIAH
PENYAKIT THYPOID
1. TAHAP PREPATOGENESIS
2. TAHAP PATOGENESIS
- Tahap Inkubasi
- Tahap Penyakit Dini
- Tahap Penyakit Lanjut
3. TAHAP POST PATOGENESIS
Upaya Pencegahan Penyakit
Thypoid
A. Primer
Adalah upaya pencegahan yang dilakuakn saat proses penyakit belum mulai (pada
periode prepatogeesis) dengan tujuan agar tidak terjadi proses penyakit. Metode ini
dilakukan terhadap seseorang atau kelompok, orang, yang belum mengalami penyakit.

Peran perawat terkait dengan metode penyakit primer


Melakukan promosi kesehatan, pendidikan kesehatan, maupun penyuluhan
terhadap bakal suspect. Pada kesempatan ini perawat memberikan pandangan dan
persuasi kepada masyarakat atau komunitas mengenai cara-cara pencegahan lingkungn
maupun kimiawi
B. Sekunder
Adalah upaya pencegahan yang dilakukan saat proses penyakit berlangsung
namun belum timbul tanda atau gejala sakit ( patogenesisi awal) dengan tujuan
proses penyakit tidak berlanjut. Metode ini dilakukan pada kelompok masyarakat
yang dicurigai atau susah mengalami masalah kesehatan agar dapat segera diatasi
dengan promp treatment( penatalaksanaan dan pengobatan yang tepat ).

Peran perawat terkait dengan metode penyakit sekunder


Melakukan pemeriksaan awal atau dini terhadap seseorang atau kelompok
orang yang dicurigai suspect thypoid untuk melakukan diagnosa awal
Keperawatan sebelum akhirnya dilakukan pemerikasaan lanjutan atau diagnostic
untuk memastikan kondisi pasien sebenarnya. Perawat dapat mengkaji kondisi
pasien dengan cara pemerikasaan fisik dan wawancara. Setelah perawat merasa
cukup yakin seseorang tersebut menunjukan data-data terjangkin thypoid, maka
perawat dapat menyarankan dilakukannya pemerikasaan penunjang
C. Tersier
Adalah pencegahan yang dilakukan saat proses penyakit sudah lanjut
(akhir periode patogenesis) dengan tujuan mencegah cacat dan mengembalikan
penderita ke status sehat. Sehat yang di maksud bukan berarti sehat seperti awal
mula sebelum sakit, tetapi hanya sebatas mengembalikan pasien ke kondisi
optimalnya. Metode ini dilakukan pada pasien yang sudah mengalami dampak
lanjut dari penyakit ini. Seperti yang telah disinggungkan sebelumnya, tujuan
metode ini adalah untuk pembatasan kecacatan dan rehabilitas kemampuan.

D. Transisi Epidemiologi Penyakit Thypoid


Dunia kesehatan saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat. Di
Indonesia saat ini ditinjau dari epidemiologi, Indonesia tengah mengalami
transisi epidemiologi penyakit, dan pada saat bersamaan dijumpai triple burden
(Tiga Beban Kesehatan).
E. Etika Epidemiologi Penyakit Thypoid
Memperhatikan nilai status nutrisi penderita
Izinkan klien untuk makanan yang dapat ditoleransi klien, rencanakan untuk
memperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan klien meningkat.
Berikan makanan yang disertai dengan suplemen nutrisi untuk meningkatkan
kualitas intake nutrisi.
Anjurkan kepada keluarga untuk memberikan makanan dengan teknik porsi
kecil tetapi sering.
Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama dan dengan skala yang
sama.
Pertahankan kebersihan mulut klien.
Jelaskan pentingnya intake nutrisi yang adekuat untuk penyembuhan penyakit.
Kolaborasi untuk pemberian makanan melalui parenteral. Jika pemberian
makan melalui oral tidak memenuhi kebutuhan gizi klien
Segi Tiga Epidemiologi
Portal Of Entri And Exit
Penularan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, sejak usia
seseorang mulai dapat mengkonsumsi makanan dari luar, apabila
makanan atau minuman yang dikonsumsi kurang bersih. Biasanya
baru dipikirkan suatu demam tifoid bila terdapat demam terus
menerus lebih dari 1 minggu yang tidak dapat turun dengan obat
demam dan diperkuat dengan kesan anak baring pasif, nampak pucat,
sakit perut, tidak buang air besar atau diare beberapa hari.
Supportive dan Rehabilitasi

Tirahbaring (terlalu banyak berbaring di atas tempat tidur)


Isolasi yang memadai
Kebutuhan cairan dan kalori yang cukup
Diet rendah serat dan mudah dicerna
Menghindari makanan panas dan kecut.
Epidemiologi Dan Pencegahan
Penyakit Menular
Penyediaan air minum yang memenuhi syarat
Perbaikan sanitasi
Imunisasi
Mengobati karier
Pendidikan kesehatan masyarakat