Anda di halaman 1dari 75

Keselamatan dan

Kesehatan Kerja (K3)


PEKERJAAN KONSTRUKSI
1. BAB 1 Pendahuluan
2. BAB 2 K3 Pekerjaan Galian Tanah
3. BAB 3 K3 Pekerjaan Beton
4. BAB 4 K3 Pekerjaan Baja
5. BAB 5 K3 Pekerjaan Pembongkaran
Ahli Muda K3 Konstruksi 1
BAB 1 PENDAHULUAN

1) Pengertian
2) Kejadian Kecelakaan

Ahli Muda K3 Konstruksi 2


BAB 1 PENDAHULUAN

PENGERTIAN
a. Pekerjaan konstruksi
b. Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi
c. Masyarakat Jasa Konstruksi ( MJK )
KEJADIAN KECELAKAAN

Ahli Muda K3 Konstruksi 3


BAB 1 PENDAHULUAN

PENGERTIAN
Pelaksanaan proyek konstruksi , yang harus
dipenuhi, a.l:
pengetahuan konstruksi,
pemahaman,
perencanaan,
persiapan dan
koordinasi kerja yang baik dan
terintegrasi .
Ahli Muda K3 Konstruksi 4
BAB 1 PENDAHULUAN

Pekerjaan konstruksi mencakup :


pekerjaan arsitektural,
sipil,
mekanikal ,
elektrikal,
tata lingkungan

Ahli Muda K3 Konstruksi 5


BAB 1 PENDAHULUAN

a) Pekerjaan konstruksi tersebut meliputi :

1) Pembuatan gedung ,
penggalian dan konstruksi,
perubahan struktur, renovasi, perbaikan, pemeliharaan
2) Pekerjaan sipil, penggalian dan konstruksi,
perubahan struktur, dsb:
pelabuhan udara
saluran air dalam tanah
bendungan air terjun
jalan raya dan jalan bebas hambatan
terowongan
waduk penampung air banjir dll.

Ahli Muda K3 Konstruksi 6


BAB 1 PENDAHULUAN

b) Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi

Tahapan kegiatan konstruksi :


tahap perencanaan
tahap pelaksanaan
tahap pengawasan
Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi
memenuhi :
keteknikan,
keamanan,
keselamatan dan kesehatan kerja,

Ahli Muda K3 Konstruksi 7


BAB 1 PENDAHULUAN

c) Masyarakat Jasa Konstruksi ( MJK )


Usaha dan pekerjaan jasa konstruksi , yaitu :
Pengguna jasa
Penyedia jasa
Pekerja
Pekerjaan jasa konstruksi mencakup :
layanan jasa konsultasi perencanaan
layanan jasa pelaksanaan
layanan jasa konsultasi pengawasan.

Ahli Muda K3 Konstruksi 8


BAB-2 K3
PEKERJAAN GALIAN TANAH

Ahli Muda K3 Konstruksi 9


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

1. Umum
2. Potensi Sumber Bahaya
3. Program Pencegahan dan Persyaratan
Penggalian
4. Persyaratan Rencana Penggalian
5. Persyaratan Umum Pekerjaan Galian
6. Perlindungan pekerja ditempat kerja
a. Pekerjaan Galian Terbuka
b. Pekerjaan Galian Pondasi Sumuran
c. Pekerjaan Perkuatan Dinding Galian
d. Pekerjaan Galian pada Conduit

Ahli Muda K3 Konstruksi 10


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

7. Ventilasi Udara
8. Pencegahan Bahaya Kebakaran didalam
Galian Tanah
9. Fasilitas Keselamatan Kerja
10. Pengangkatan Galian Tanah pada sumuran
11. Penyelamatan Dalam Keadaan Darurat

Ahli Muda K3 Konstruksi 11


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH
1.umum
1. Umum
Tanah / lahan merupakan pondasi alami dari
konstruksi yang berdiri diatasnya. Pengetahuan
mengenai sifat-2 phisik tanah, termasuk dalam
menentukan metoda pencegahan terhadap bahaya
yang mungkin akan terjadi
Pada dasarnya pekerjaan tanah terdiri dari : pekerjaan
galian , pekerjaan timbunan & pemadatan , dan
pekerjaan bawah tanah .

Ahli Muda K3 Konstruksi 12


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

Kecelakaan pada
pemerataan
tanah. Operator
sedang membe-
lakangi korban.
Korban terlindas

Ahli Muda K3 Konstruksi 13


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

Kecelakaan
kejatuhan diesel
hammer pada
pekerjaan
pemancangan
menggunakan
pile driver

Ahli Muda K3 Konstruksi 14


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

Kecelakaan pada
pekerjaan
pengurukan,
truk
pengangkut
tanah uruk
terperosok di
tepian.
Kesalahan
pengemudi

Ahli Muda K3 Konstruksi 15


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH
1.umum
Jenis tanah umumnya dibedakan seperti :
tanah lempung basah, tanah lempung kering
tanah cadas
tanah pasir basah, tanah pasir kering
tanah krikil
tanah lumpur
Sedangkan jenis tanah diberbagai daerah di Indonesia
diantaranya dengan komposisi yang mempunyai
kedalaman umumnya :
lempung lembek, abu abu muda : 0 2 meter
lempung lembek, abu abu kuning : 2 3 meter
lempung agak keras, coklat kemerahan : 3 7 meter
lempung keras, abu abu tua : 7 10 meter
pasir batu : 10 11 meter
pasir sedang padat : 11 12 meter
Ahli Muda K3 Konstruksi 16
BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH
1.umum
Alat kerja :
alat ringan seperti : cangkul, blencong, sekop, ganco dll
alat berat seperti : doser, loader, alat bor / drill, dump truk dll
Tingkat potensi bahaya yang berbeda.-beda
Untuk hal ini dibutuhkan tenaga operator yang terdidik
dan terlatih dalam bidang K3
Pengaman dalam pekerjaan galian:
dinding penahan, perancah dan tangga kerja
pagar pengaman
sirkulasi udara yang cukup
penerangan yang cukup ,
sarana komunikasi ,

Ahli Muda K3 Konstruksi 17


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

2. Potensi Sumber Bahaya


a. Pekerja tertimbun longsoran
Kondisi tanah : geologis, topografis,
jenis tanah, lereng galian
Pengaruh air : air tanah, air
permukaan, sumber air, piping dll
Alat berat / kendaraan yang digunakan
: beban, getaran
b. Pekerja tenggelam / terkena air banjir
Ahli Muda K3 Konstruksi 18
BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

Pekerja tertimbun longsoran

Ahli Muda K3 Konstruksi 19


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

Dinding penahan roboh, pekerja terkubur


Ahli Muda K3 Konstruksi 20
BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH
2. Potensi sumber bahaya

c. Pekerja terkena sengatan aliran listrik


d. Pekerja menghirup gas beracun
e. Pekerja tersembur zat kimia
f. Pekerja menghirup debu / kotoran
g. Pekerja tertimpa alat kerja / material
h. Pekerja digigit serangga.

Ahli Muda K3 Konstruksi 21


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH
2. Potensi sumber bahaya

Saat
melakukan
pekerjaan
yang
menggunakan
tenaga listrik
lingkungan
pekerjaan
harus kering
dan bersih

Ahli Muda K3 Konstruksi 22


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH
3. Program pencegahan dan Persyaratan penggalian

Acuan :
Permenaker nomor : 01 / Men / 1980 tentang
Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi
Bangunan,
Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan
Menteri Pekerjaan Umum nomor : 174 / MEN / 1986
dan nomor 104 / KPTS / 1986 tentang Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada tempat kegiatan Konstruksi

Ahli Muda K3 Konstruksi 23


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

4. Persyaratan Rencana Penggalian


5. Perlindungan pekerja ditempat kerja pada :
a) Pekerjaan Galian Terbuka
b) Pekerjaan Galian Pondasi Sumuran
c) Pekerjaan Perkuatan Dinding Galian
d) Pekerjaan Galian pada Conduit

Ahli Muda K3 Konstruksi 24


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

6. Ventilasi Udara
Perhatikan
kelengkapan
pekerja yang
bekerja
diruang
bawah tanah

Ahli Muda K3 Konstruksi 25


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

6. Ventilasi Udara
Perhatikan
kelengkapan
pekerja yang
bekerja
diruang
bawah tanah

Ahli Muda K3 Konstruksi 26


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

7. Pencegahan Bahaya Kebakaran di dalam Galian Tanah


Ahli Muda K3 Konstruksi 27
BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

8. Fasilitas
Keselamatan
Kerja
Perhatikan fasilitas
keselamatan
kerja dan alat
pelindung diri
untuk bekerja di
ruang bawah
tanah

Ahli Muda K3 Konstruksi 28


BAB 2 K3 PEKERJAAN GALIAN TANAH

9. Pengangkatan Galian Tanah Pada


Sumuran

10. Penyelamatan Dalam Keadaan


Darurat

Ahli Muda K3 Konstruksi 29


Ahli Muda K3 Konstruksi 30
Ahli Muda K3 Konstruksi 31
Ahli Muda K3 Konstruksi 32
Ahli Muda K3 Konstruksi 33
Ahli Muda K3 Konstruksi 34
Ahli Muda K3 Konstruksi 35
Ahli Muda K3 Konstruksi 36
BAB-3 K3
PEKERJAAN BETON
1) Pekerjaan Bekisting
2) Pekerjaan Pembesian
3) Pekerjaan Beton
4) Pekerjaan Shotcrete
5) Pekerjaan di tempat Tinggi

Ahli Muda K3 Konstruksi 37


POKOK BAHASAN
BAB-3 K3 PEKERJAAN BETON
1. Pekerjaan Bekisting
2. Pekerjaan Pembesian
3. Pekerjaan Concrete
4. Pekerjaan Shotcrete
5. Pekerjaan di tempat Tinggi

Ahli Muda K3 Konstruksi 38


BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON

ALAT PENTING PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI

Ahli Muda K3 Konstruksi 39


BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON

1. Pekerjaan Bekisting
a. Rute aman harus disediakan pada tiap bagian dari bangunan
b. Bagian bentuk perancah dari pendukung rangkanya bekisting yang
menyebabkan tergelincir harus ditutup rapat dengan papan
c. Bentuk sambungan rangka bekisting menara harus direncanakan
mampu menerima beban eksternal dan factor keselamatan harus
diperhitungkan,
d. Titik-titik penjangkaran perancah gantung yang mendukung
bekisting harus terpancang dan mempunyai daya tahan yg kuat
e. Perancah gantung yang digunakan pada bagian luar bangunan
yang berbentuk cerobong harus dijangkarkan untuk menahan
kekuatan angin
f. Pelindung bahan material yang hendak jatuh harus dipasang pada
bagian dalam dan luar dari dasar cerobong selama pemasangan
atau reparasi

Ahli Muda K3 Konstruksi 40


BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON

2. Pekerjaan Pembesian-1
a. Pemasangan besi beton yang panjang harus dikerjakan oleh
pekerja yang cukup jumlahnya, terutama pada tempat yang tinggi,
untuk mencegah besi beton tersebut meliuk / melengkung dan
jatuh
b. Pada waktu memasang besi beton yang vertical, pekerja harus
berhati-hati agar besi beton tidak melengkung misalnya dengan
cara mengikatkan bambu atau kayu sementara
c. Memasang besi beton ditempat tinggi harus memakai perancah,
dilarang keras naik / turun melalui besi beton yang sudah
terpasang
d. Ujung-ujung besi beton yang sudah tertanam harus ditutup
dengan potongan bambu atau lainnya, baik setiap besi beton
masing-2 atau secara kelompok batang besi, untuk mencegah
kecelakaan fatal

Ahli Muda K3 Konstruksi 41


BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON

2. Pekerjaan Pembesian-2
e. Bila menggunakan pesawat angkat ( kran / crane )
untuk mengangkat atau menurunkan sejumlah besi
beton, harus menggunakan alat Bantu angkat yang
terbuat dari tali kabel baja ( sling ) untuk mengikat besi
beton menjadi satu dan pada saat pengangkatan atau
penurunan harus dipandu oleh petugas ( misal dengan
memakai peluit )
f. Pengangkatan atau penurunan ikatan besi beton harus
mengikuti prosedur operasi pesawat angkat ( crane )
g. Semua pekerja yang bekerja ditempat tinggi harus
dilengkapi dan menggunakan sabuk pengaman,
sarung tangan, sepatu lapangan, helm dan alat
pelindung diri lain yang diperlukan

Ahli Muda K3 Konstruksi 42


BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON
3. Pekerjaan Concrete-1
a. Secara umum, sebelum melakukan pekerjaan pembetonan , ada
beberapa hal yang harus dilakukan / diperhatikan oleh pekerja
antara lain :
Pemeriksaan semua peralatan dan mesin yang akan digunakan
Pemeriksaan semua perancah / steiger, stoot-2, ikatan
penyangga dll
Apabila menggunakan peralatan concrete pump, antara lain :
memeriksa dan memastikan bahwa semua pipa yang sedang
digunakan sudah cukup kuat / mampu dan hubungan satu
pipa dengan pipa lainnya cukup kuat dan aman
mencegah kemungkinan pergerakan pipa arah horizontal dan
beberapa tempat harus diikat dengan kuat. Ikatan tidak boleh
dengan bekisting atau besi beton yang pengecorannya
sedang dilakukan.

Ahli Muda K3 Konstruksi 43


BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON

3. Pekerjaan Concrete-2
Pada proses pelaksanaan penuangan beton sebagai berikut :
komando atau perintah yang jelas harus diberikan pada saat
pompa bekerja : kapan harus mulai, berhenti sementara dan
kapan mulai lagi. Alat komunikasi yang komunikatif, kalau perlu
gunakan handy-talky
pekerja yang tidak berkepentingan dilarang berada dekat
diujung pipa pada saat pompa sedang bekerja
pekerja dan siapapun berdiri didekat boom concrete pump pada
saat pompa bekerja
peralatan seperti : vibrator, pipa-pipa, penerangan dll, harus
selalu dirawat oleh petugas yang berpengalaman sebelum dan
sesudah penuangan beton

Ahli Muda K3 Konstruksi 44


BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON
3. Pekerjaan Concrete-3
b. Menara atau tiang yang dipergunakan untuk mengangkat adukan
beton ( concrete bucket towers ) harus dibangun dan diperkuat
sedemikian rupa sehingga terjamin kestabilannya
c. Usaha pencegahan yang praktis harus dilakukan untuk
menghindarkan terjadinya kecelakaan selama pekerjaan
persiapan dan pembangunan konstruksi beton, antara lain :
kejatuhan benda-benda atau bahan yang diangkut dengan
ember,
singgungan langsung kulit terhadap semen, adukan atau
kapur
d. Sewaktu beton dipompa atau dicor, pipa-pipa termasuk
penghubung atau sambungan dan penguat harus kuat

Ahli Muda K3 Konstruksi 45


BAB 3 K3 PEKERJAAN Beton
3. Pekerjaan Conrete-4
e. Sewaktu proses pembekuan beton ( setting concrete ) harus
terhindar dari goncangan dan bahan kimia yang dapat
mengurangi kekuatan
f. Sewaktu lempengan ( panel ) atau lembaran beton ( slab )
dipasang pada dudukannya, harus digerakkan dengan hati-hati
terhadap :
melecutnya ujung besi beton yang mencuat sewaktu ditekan
atau direnggang
getaran sewaktu menjalankan vibrator
g. Setiap ujung-ujung ( besi, kayu, bambu dll ) yang mencuat, harus
dilengkungkan atau ditutup
h. Proses pengecoran harus dilakukan dengan hati-hati untuk
menjamin bekisting dan perancah dapat memikul / menahan
seluruh beban sampai beton mengeras

Ahli Muda K3 Konstruksi 46


BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON
3. Pekerjaan Concrete-5
i. Untuk melindungi tenaga kerja sewaktu melakukan pekerjaan
konstruksi, harus dibuatkan lantai kerja sementara yang kuat
j. Tenaga kerja harus dilindungi terhadap bahaya paparan /
singgungan langsung antara kulit dengan semen atau adukan
beton, bahan pengawet kayu dan bahan kimia lainnya
k. Apabila bahan-bahan yang mudah terbakar digunakan untuk
keperluan lantai, permukaan dinding dan pekerjaan lainnya, harus
dilakukan tindakan pencegahan terhadap :
kemungkinan adanya api yang terbuka, timbulnya bunga api
pada pekerjaan pengelasan
sumber api lainnya yang dapat menyulut uap yang mudah
terbakar yang timbul ditempat kerja dan daerah sekitarnya

Ahli Muda K3 Konstruksi 47


BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON
4. Pekerjaan Shotcrete
a. Pekerja yang bertugas mengoperasikan alat penyemprot harus
memakai APD yang cukup antara lain : masker pelindung
pernafasan, kaca mata pelindung debu, sarung tangan dan
sepatu karet
b. Campuran semen dapat menyebabkan penyakit kulit. Iritasi dan
alergi dapat disebabkan oleh adanya kontak langsung dengan
semen basah, dan apabila paparan dalam waktu yang lama dapat
menyebabkan kulit terbakar.
c. Hal-hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh pekerja
antara lain :
sedapat mungkin harus dihindari bernafas dalam keadaan
berdebu tanpa menggunakan masker pelindung pernafasan
Hindari kontak langsung dengan semen
Menggunakan celana panjang dan baju lengan panjang, sepatu
boot karet dan srung tangan
Anggauta badan yang terkena adukan segera dicuci bersih.
Ahli Muda K3 Konstruksi 48
Ahli Muda K3 Konstruksi 49
Ahli Muda K3 Konstruksi 50
Ahli Muda K3 Konstruksi 51
Ahli Muda K3 Konstruksi 52
Ahli Muda K3 Konstruksi 53
Ahli Muda K3 Konstruksi 54
Ahli Muda K3 Konstruksi 55
Ahli Muda K3 Konstruksi 56
BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON

5. Pekerjaan ditempat Tinggi-1


Dalam pelaksanaan pekerjaan ditempat ketinggian ( > 2m )
beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :
a. Menggunakan perancah ( scaffolding ) atau tangga besi permanen
b. Dilengkapi APD yang sesuai ( sabuk pengaman / safety belt ) untuk
menjamin agar tidak terjatuh. Tali sabuk pengaman harus cukup
pendek, agar tinggi jatuh bebas tidak melebihi 1,5 meter
c. Harus dipersiapkan jalur yang aman sebelum memulai pekerjaan
d. Harus dipastikan tempat dudukan tangga tersambung aman dan
papan dudukannya terpasang rapat untuk mencegah orang
tersandung dengan barang-barang yang jatuh
e. Harus dipastikan bahwa daerah dibawahnya bersih dari reruntuhan
dan barang-2 lain yang tidak diperlukan

Ahli Muda K3 Konstruksi 57


BAB 3 K3 PEKERJAAN BETON

5. Pekerjaan ditempat Tinggi-2


f. Jaring pengaman harus digunakan dan dipasang untuk
mengantisipasi jatuhnya benda-2 yang dapat menimpa orang
dibawahnya
g. Tangga harus dipasang dan dipastikan sudah terikat kuat dan
aman pada bagian atasnya untuk mencegah pergerakan
h. Jangan memakai tangga yang dibuat sendiri yang tidak dapat
dijamin mengenai kekuatan dan keamanannya
i. Jangan sekali-kali menggunakan tangga susun dan sejenisnya
yang belum pernah diperiksa oleh petugas K-3 dan jika masih
ragu-ragu, segera tanyakan kepada petugas K-3
j. Pasang pagar pembatas pada sekitar kerja agar jangan ada
orang yang tidak berkepentingan masuk / berada pada area kerja

Ahli Muda K3 Konstruksi 58


BAB 4. PEKERJAAN BAJA
KESELAMATAN KERJA DARI PARA
PEKERJA KONSTRUKSI BAJA DIJAMIN
DGN CARA CARA YG LAYAK DENGAN
PENYEDIAN DAN PEMAKAIAN :
TANGGA, GANG, PELATARAN KERJA
TETAP, TALI PENGAMAN DAN SABUK
PENGAMAN.

Ahli Muda K3 Konstruksi 59


TIDAK BOLEH DIKERJAKAN
SEWAKTU ADA ANGIN RIBUT,
ANGIN KENCANG
UNTUK PENCEGAHAN BAHAYA
HARUS DISIAPKAN INSTRUKSI
INSTRUKSI MENGENAI : CARA
PENGANGKATAN, TRANPORTASI,
PEMASANGAN DAN PENYIMPANAN
BAGIAN KONSTRUKSI HARUS
DISIAPKAN DAN INSTRUKSI
KERJANYA HARUS TERSEDIA.
Ahli Muda K3 Konstruksi 60
KERANGKA BAJA YANG SEDANG DIPASANG
HARUS DISANGGAH DAN DAN DIKOPEL
SECUKUPNYA.
BAGIAN BAGIAN KONTRUKSI YANG
MENAHAN BEBAN TIDAK BOLEH
DIPERLEMAH PENAMPANGNYA.
PEMASANGAN BAJA DILAKUKAN DIATAS
TEMPAT KERJA SEMENTARA PEKERJA
HARUS DILINDUNGI DGN LANTAI LANTAI
PAPAN TERTUTUP.

Ahli Muda K3 Konstruksi 61


BAB 5. PEKERJAAN PEMBONGKARAN

1. PERSIAPAN KERJA.
2. PERSYARATAN UMUM ADA
PEKERJAAN PEMBONGKARAN.
3. PERALATAN PEMBONGKARAN.
4. LANTAI PENGAMAN.
5. PEMBONGKARAN DINDING.
6. PEMBONGKARAN LANTAI.
7. PEMBONGKARAN BANGUNAN BAJA.
Ahli Muda K3 Konstruksi 62
1. PERSIAPAN KERJA.

HARUS DIADAKAN ALAT PELINDUNG


PEMERIKSAAN DIRI :
ALIRAN LISTRIK
1. SAFETY HELM
HARUS PADAM
DAERAH YANG 2. SARUNG TANGAN
BERBAHAYA HARUS 3. BERDEBU
DIPAGAR. GUNAKAN ALAT
GAS, AIR UAP HARUS PERNAPASAN
DIPADAMKAN

Ahli Muda K3 Konstruksi 63


2. PERSYARATAN UMUM

DIBAWAH DIMULAI PADA


PENGAWASAN BAGIAN ATAS
ORANG AHLI. BANGUNAN DAN
PEKERJA YANG DITERUSKAN
CAKAP. KEBAWAH.
PEKERJA HARUS BAHAN HASIL
BEKERJA PADA PEMBONGKARAN
TINGKAT YANG TIDAK BOLEH
SAMA DITIMBUN

Ahli Muda K3 Konstruksi 64


2. PERSYARATAN UMUM

PERLINDUNGAN CUACA BURUK


HARUS DIBERIKAN HARUS
UNTUK TIDAK DIHENTIKAN.
MERUBUHKAN
BAGIAN YANG TIDAK BOLEH
DAPAT DITINGGALKAN
MENGHANCURKAN DALAM KEADAAN
KESTABILAN DAPAT
BAGIAN BAGIAN DIROBOHKAN OLEH
LAIN. ANGIN.

Ahli Muda K3 Konstruksi 65


PRODUK TEKNIS

HASIL YANG DIPEROLEH PELAKSANA


KONSTRUKSI.
A. MEKANIKAL & ELEKTRIKAL.
B. BANGUNAN TEMPAT KERJA.

Ahli Muda K3 Konstruksi 66


PEKERJAAN MEKANIKAL DAN
ELEKTRIKAL
1. INSTALASI LISTRIK.
2. INSTALASI LIFT.
3. INSTALASI PROTEKSI KEBAKARAN.
4. INSTALASI TATA UDARA
5. INSTALASI PENYALUR PETIR.
6. INSTALASI PELAMBING.
7. INSTALASI ESKAVATOR.

Ahli Muda K3 Konstruksi 67


Ahli Muda K3 Konstruksi 68
Ahli Muda K3 Konstruksi 69
Ahli Muda K3 Konstruksi 70
Ahli Muda K3 Konstruksi 71
Ahli Muda K3 Konstruksi 72
Ahli Muda K3 Konstruksi 73
Ahli Muda K3 Konstruksi 74
SEKIAN

Ahli Muda K3 Konstruksi 75