Anda di halaman 1dari 28

Spesiasi

PRESENTED BY:

ANISA FAJAR (17208153064)

AZIZA HAJIR (17208153046)

SIGMA MAULA (172081530)

SITI MIFTACHUL (172081530)

ULA UYUN (172081530)

WILDANA FIKRIA
Spesiasi
Proses pembentukan spesies baru dan
berbeda dari spesies sebelumnya melalui
proses perkembangbiakan secara natural
dalam kerangka evolusi
Syarat terjadi Spesiasi
A. Perubahan Lingkungan B. Relung yang Kosong B. Keanekaragaman dalam
Satu Kelompok
Suatu spesies selalu menempati
relung tertuntu, pada umumnya
relung hanya dapat ditempati
oleh satu jenis saja. Apabila
relung tersebut kosong berarti
tempat tersebut tidak dihuni oleh
suatu prganisme, oleh karena itu
banyak organisme akan berusaha
menempati relung tersebut
Proses Spesiasi
Spesiasi
Simpatri
Isolasi Geografi Alopatrik

Spesiasi
parapatrik
Spesiasi
Peripatrik Isolasi Ekologi
Proses Spesiasi
Tidak Simpatri
Isolasi Tingkah
Proses Spesiasi Laku

Isolasi
Isolasi Sebelum Sementara
Perkawinan/ Pre-
mating isolation
Isolasi Mekanik

Isolasi Isolasi Gametis


Reproduksi
Kemaian Zigot

Perusakan
Isolasi Setelah Hibrid
Perkawinan/ Post-
mating Isolation
Sterilitas hibrid
A. Isolasi Geografi
Isolasi geografi merupakan batas alam apabila batas alam tidak dapat
dilewati suatu populasi tidak akan tidak pernah bertemu dengan populasi
lainya. Oleh karena itu perkawinan secara alamiah tidak dapat terjadi.
Ditinjau dari segi geografi proses seleksi dapat dibagi menjadi dua:

1. simpatri

2. tidak simpatri
1. Spesiasi Simpatrik
Proses spesiasi simpatri adalah proses spesiasi
yang terjadi dalam area geografi yang sama dari
suatu spesies yang paling berkerabat. Spesiasi
terjadi karena aspejk genetik, morfologi, tingkah
laku, fisiologi dan lain-lain. Meskipun sampai
sekarang bukti yang ada hanyalah dari segi
ginetik saja. Contohnya: populasi Mus musculus
domesticus dieropa barat memiliki sejumlah
populasi kecil yang tidak intervertilisasi dengan
Contoh bebek dengan Mentok yang berada pada habitat yang sama
Dampak dari mekanisme ini akan membawa isolasi reproduksi.
Salah satu jenis spesiasi simpatrik melibatkan perkawinan silang dua
spesies yang berkerabat, menghasilkan spesies hibrid.
Hal ini tidaklah umum terjadi pada hewan karena hewan hibrid bisanya
mandul. Sebaliknya, perkawinan silang umumnya terjadi pada tanaman,
karena tanaman sering menggandakan jumlah kromosomnya,
membentuk poliploid. Ini membuat kromosom dari tiap spesies tetua
membentuk pasangan yang sepadan selama meiosis.
Salah satu contoh speciasi dengan mekanisme simpatrik adalah ketika
tanaman Arabidopsis thaliana dan Arabidopsis arenosa. Dari perkawinan
ini akan menghasilkan spesies baru yaitu Arabidopsis suecica.
Spesiasi simpatrik dapat terjadi jika aliran gen berkurang karena
factor seperti poliploidi, diferensiasi habitat, dan seleksi seksual.
1) Poliploidi. Satu spesies dapat terbentuk karena kejadian selama
pembelahan sel sehingga menghasilkan extra set kromosom
(disebut poliploidi). Terdapat dua bentuk poliploidi yang berbeda.
Autopoliploid
Autopolyploid adalah individu memiliki lebih dari dua set kromosom yang semuanya
berasal dari satu spesies. Sebagai contoh kegagalan dalam pembelahan sel dapat
menggandakan jumlah kromosom dalam sel dari diploid (2n) menjadi tetraploid (4n)

2n = 6
4n = 12
Allopolyploid
Bentuk poliploidi yang kedua dapat terjadi jika dua spesies berbeda melakukan
perkawinan dan menghasilkan keturunan hybrid. Sebagian besar hybrid bersifat
steril karena satu set kromosom dalam satu spesies tidak mendapat pasangan
selama meiosis dengan kromosom spesies lain. Namun demikian, hybrid infertile
dapat memperbanyak diri secara aseksual. Pada generasi selanjutnya,
mekanisme yang bervariasi mampu mengubah hybrid steril menjadi poliploidi
fertile (disebut allopolyploid). Alopoliploid bersifat fertile jika melakukan
perkawinan dengan sesamanya tetapi tidak dapat melakukan perkawinan
dengan spesies induknya. Unreduced gamete Unreduced gamete
with 4 chromosomes with 7 chromosomes Viable fertile hybrid
Hybrid with
7 chromosomes (allopolyploid)
Meiotic error;
Species A chromosome
2n = 4 number not
reduced from
2n to n
2n = 10
Normal gamete Normal gamete
n=3 n=3
Species B
2n = 6
2) Diferensiasi Habitat
Spesiasi simpatrik dapat pula terjadi jika faktor genetik meningkatkan
kemampuan suatu subpopulasi dalam mengexploitasi habitat atau
sumber daya yang tidak digunakan oleh populasi induk. Sebagai
contoh, lalat Rhogoletis pomonella memiliki habitat asli pada pohon
howthorn, tetapi 200 tahun yang lalu , sebagian dari populasi
mengkoloni pohon apel. Apel yang masak lebih awal dari pada buah
pohon hawthorn memicu seleksi alam yang menguntungkan lalat
pemakan apel dengan memberikan perkembangan yang lebih cepat.
Populasi lalat pemakan apel sekarang menunjukkan isolasi temporal
dari lalat pemakan buah hawthorn.
3) Seleksi Seksual
Terdapat bukti ilmiah bahwa spesiasi simpatrik juga dikendalikan oleh
seleksi seksual. Petunjuk tentang mekanismenya, dapat ditemukan
pada ikan Cichlid.
2. Spesiasi Tidak Simpatrik
Adalah proses spesiasi yang terdapat dalam area geografi yang berdbeda dibandingkan dengan area
geografi suatu spesies yang paling berkerabat. Proses ini dapat kita bedakan menjadi 3:

1. allopatri

2. parapatri

3. peripatri
1) Spesiasi Allopatrik

Spesiasi yang terjadi pada populasi yang awalnya terisolasi secara geografis,
Barier geografis ini memungkinkan populasi terpengaruh oleh faktor lingkungan
seperti makanan dll, maka terjadi fragmentasi habitat atau migrasi.
Seleksi di bawah kondisi demikian dapat menghasilkan perubahan yang sangat
cepat pada penampilan dan perilaku organisme, karena seleksi dan hanyutan
bekerja secara bebas pada populasi yang terisolasi.
Hal yang tegas terlihat ketika ini berjalan dalam waktu yang lama maka akan
terjadi variasi yang mutasinya semakin besar , menyebabkan terjadinya isolasi
intrinsik yang akan mengarah ke isolasi reproduksi sehingga akan menghalangi
percampuran gen.
Pemisahan pada akhirnya akan menghasilkan organisme yang tidak akan dapat
berkawin campur maka terbentuklah spesiasi.
2) Spesiasi Peripatrik
Adalah proses spesiasi yang terjadi didaerah pinggir dari daerah suatu
spesies yang paling dekat dari hubungan kekerabatannya. Disalah satu
daerah di pinggir daerah penyebaran akan ada perbedaan lingkungan.
Yang menyeleksi populasi itu secara tetap. Sehingga komposisi
keanekaragaman genetiknya akan mejadi lain, dengan demikian interaksi
antara populasi tersebut dengan populasi satu spesiesnya sangat terbatas.
Contohnya : ular tambak memilki penyebaran yang sangat luas dari india,
indocina, hingga maluku dan nusatenggara. Hanya populasi paling timur
dipapua di anggap sebagai sub spesies tersendiri.
3) Spesiasi Parapatrik

Suatu spesies memiliki daerah penyebaran yang sangat luas.. Karena luas
daerah penyebaran tersebut sebenarnya meliputi lebih dari satu macam habitat
dengan persyaratan yang berbeda. Adanya perbedaan menyebabkan spesies
tersebu terbagi dalam populasi yang berbeda dengan persyaratan yang
berbeda-beda. Dengan berjalanya waktu (adanya seleksi alam) terbentuklah
suatu populasi yang tetap bersebelahan tetapi kemampuan interfertilnya
secara gradual menurun oleh karena itu pada suatu keadaaan akan ada dua
populasi yang sudah tidak mampu berinteraksi interfertil dan harus dianggap
sebagai spesies sendiri. Contohnya: Macaca maurus yang hidup di sulawesi
2. Isolasi Reproduksi

a. Isolasi sebelum perkawinan

Isolasi Ekologi (Setiap populasi tidak mampu


hidup pada tempat dimana populasi lain berada,
mereka dapat mengalami perubahan pada
perbedaan genetik yang dapat memisahkan
mereka)
Isolasi Tingkah Laku (Tingkah laku berperan pada perkawinan acak antar spesies
yang berbeda sehingga perkawinan mendapat hambatan oleh terjadinya
inkompatibilitas beberapa perilaku sebagai dasar bagi suksesnya perkawinan
tersebut. Contohnya pada hewan jantan spesies tertentu memiliki pola perilaku
yang spesifik dalam menarik, mendekati dan mengawini pasangannya.
Kegagalan perkawinan terjadi karena pasangan merasa asing dengan pola
perilaku yang ditunjukkan oleh pasangannya sehingga terjadi penolakan. )
Isolasi musiman (Dua spesies yang kawin pada waktu yang berbeda (hari, musim,
atau tahun), gametnya tidak akan pernah mencampur. Misalnya hewan singung
berbintik (Spilogale gracilis) yang sangat mirip dengan S. putorius ini tidak akan
saling mengawini karena S. gracilis kawin pada akhir musim panas dan S.
putorius kawin pada akhir musim dingin. Hal yang sama juga terjadi pada 3
spesies dari genus anggrek Dendrobium yang hidup di musim tropis basah yang
sama tidak terhibridisasi, karena ketige spesies ini berbunga pada hari yang
berbeda)
berukuan sangat besar kan sulit kawin dengan jantan yang kecil
karena masalah fisik. Adannya perbedaan ini menyebabkan
pembuahan menjadi tidak mungkin. Contoh: anjing jantan yang
bertubuh kecil dan berkaki pendek tidak dapat mengawini anjing
betina bertubuh besar. Sebaliknya anjing jantan yang bertubuh
jantan dapat megawini anjing betina bertubuh kecil dan akan
menghasilkan anak yang besar meskipun anak anjing ini fertil
tetapi proses pertumbuhan vetus tersebut biasanya
menghasilkan masalah besar. Anak anjing berukura terlalu
besar sukar dilahirkaan karena ukuan pinggul anjing betina kecil
Isolasi kromosomal, perbedaan jumlah kromosom, bentuk
kromosom, atau urutan gen dapat menyebabkan beberapa
perubahan baik dari segi morfologi ataupun tingkat kesuburan
akibatnya individu populasi yang kromosomnya berbeda tidak dapat
dibuahi oleh individu yang kromosomnya tidak mengalami
perubahan.
Figure 24.3_b

Prezygotic barriers
Habitat Temporal Behavioral Mechanical Gametic
Isolation Isolation Isolation Isolation Isolation

Individuals
of MATING
different ATTEMPT FERTILIZATION
species

(a) (c) (e) (f) (g)

(d)

(b)
b. Isolasi Setelah perkawinan

Hal ini terjadi jika sel sperma dari satu spesies membuahi ovum
dari spesies yang lain, maka barier postzigot akan mencegah
zigot hibrida itu untuk berkembang menjadi organisme dewasa
yang bertahan hidup dan fertil

Mekanisme Isolasi
setelah
perkawinan

letalitas semiletal Sterilitas Hibrid


Figure 24.3_c
Postzygotic barriers
Reduced Hybrid Reduced Hybrid Hybrid
Viability Fertility Breakdown

VIABLE,
FERTILIZATION FERTILE
OFFSPRING

(h) (i) (l)

(j)

(k)
Letalitas (kematian) : biasanya kejadian letal dari
suatu perkawinan terjadi akibat embrio yang
dihasilkan tidak dapat mencapai usia dewasa
reproduksi.
Sterilitas : pada proses sterilitas individu yang
dilahirkan tidak dapat memiliki keturunan,.
semiletal (cacat): individu yang dihasilkan dari suatu
perkawinan, meskipun hidup normal dan dapat
memilki keturunan tetapi memilki vitalitas yang sangat
rendah