Anda di halaman 1dari 21

Anatomi Gigi

Bentuk-bentuk Gigi
Enamel

Dentin
Gigi terdiri dari
beberapa
jaringan
Cementum

Pulpa
Abses Periapikal

proses supuratif yang terlokalisasi


pada regio perapikal baik akut
maupun kronik
Etiologi
Setelah trauma pada
Infeksi yang mengikuti
gigi yang
karies gigi atau infeksi
mengakibatkan pulpa
pulpa
nekrosis

Iritasi jaringan periapikal baik


oleh manipulasi mekanik
maupun oleh aplikasi bahan-
bahan kimia di dalam prosedur
endodontik
Tahap-tahap Pembentukan Abses
Inokulasi penyebaran awal (streptococcus)
ke dalam jaringan lunak

Selulitis proses inflamasi mencapai puncak


pembengkakan yang berwarna sangat
merah, keras dan amat sakit disertai functio
laesa

Abses Palpasi fluktuasi yang merupakan


pergerakan cairan yang disebabkan oleh
aliran pus di dalam kavitas abses
Tahap awal akumulasi pus pada tulang alveolar abses intra alveolar

Pus menyebar ke tulang, menyebar ke spasia subperiosteal abses


subperiosteal

Pus menyebar melalui jaringan ikat longgar dan setelah melalui bawah kulit
abses subkutan

Setelah menembus periosteum pus menyebar melalui jaringan lunak ke


segala arah yang biasanya menyebar secara intraoral ke bawah mukosa
abses submukosa

menyebar ke spasia fasial abses spasia fasial


Abses Intra Alveolar

Infeksi purulen akut yang berkembang di


regio apikal gigi dan berasal dari gigi
nonvital atau karena degenerasi pulpa
Disebabkan karena patologi, trauma atau
perawatan gigi dan jaringan pendukungnya

Gejala yang timbul adalah nyeri berdenyut hebat,


kegoyahan gigi

Tatalaksana menghilangkan nyeri dan


mempertahankan gigi tersebut. Dapat dilakukan
drainase lewat saluran akar
Abses Subperiosteal
Terletak antara tulang dan periosteum pada regio bukal,
palatal atau lingual

berasal dari abses intra alveolar ketika pus berperforasi ke


tulang dan berada di bawah periosteum

Gejala klinis berupa edema ringan, nyeri hebat dan


sensitivitas pada palpasi

Tatalaksananya yaitu insisi intraoral dan drainase


Abses Submukosa
Terletak di bawah mukosa vestibula bukal atau labial dari
maksila maupun mandibula, serta terdapat pada regio
palatal atau lingual

Gejala klinis mukosa membengkak dengan fluktuasi yang


jelas, palpasi sensitif dan hilangnya lipatan mukobukal
pada area infeksi

Tatalaksana insisi superfisial, lalu hemostat kecil


dimasukkan untuk membentuk suatu jalur drainase dan
rubber drain dimasukkan
Abses Subkutan
Terletak di berbagai area di wajah di bawah kulit dengan
ciri-ciri pembengkakan yang biasanya berfluktuasi

Penyebaran infeksi dari lokasi awal yang tidak diobati

Tampak edema dengan batas tepi baik, kulit kemerahan dan


ketika ditekan terbentuk pit

Insisi dilakukan pada kulit di titik terbawah dari


pembengkakan
Abses Spasia
Fasial

Maksila Mandibula

Primer Sekunder Primer Sekunder

fossa canina submasseter mental

submandibula
spasia bukal temporal
r

sublingual
Abses fossa canina
Spasia kecil antara muskulus levator labii superior dan levator anguli
oris

Penyebab Infeksi saluran akar premolar dan canina rahang atas

Tampak edema (+) regio infraorbital ke canthus medial mata,


kelopak mata bawa dan samping hidung hingga ujung mulut, nyeri
tekan (+), kulit tampak kencang dan mengkilat
Insisi dan drainase secara intraoral pada lipatan mukobukal pada
regio canina
Abses spasia bukal
Antara muskulus buccinators dan masseter

Berasal dari saluran akar gigi posterior rahang atas dan bawah
yang terinfeksi

Gejala bengkak pada pipi, kulit merah, dengan atau tanpa


fluktuasi dari abses

Insisi intraoral dibuat di regio posterior mulut dengan arah


anterior
Abses submasseter
Terletak antara muskulus masseter dan permukaan lateral ramus
mandibula

Berasal dari molar ketiga

Tampak edema, nyeri pada regio muskulus masseter, Trismus (+) dan
sudut mandibula tidak teraba

Intraoral edema di daerah retromolar dan tepi anterior ramus

Tatalaksana intraoral : insisi dari prosesus coronoid ke arah tepi


anterior ramus ke lipatan mukobukal
Abses temporal

Kelanjutan dari spasia infratemporal

Disebabkan oleh penyebaran infeksi dari spasia


infratemporal

edema dii fasia temporal, trismus dan palpasi : nyeri (+)

Insisi secara horizontal pada tepi kulit kepala kurang


lebih 3 cm di atas arkus zigomatik
Abses mental
Terletak di anterior mandibula

Etiologi infeksi dari gigi anterior (insisivus) rahang bawah yang


terinfeksi

Terdapat bengkak dan nyeri, sementara kulit mengkilat dan


kemerahan

Insisi dilakukan sedalam lipatan mukobukal jika abses


berfluktuasi di intraoral
Abses submandibular
Berasal dari molar kedua dan ketiga rahang bawah,
penyebaran infeksi dari spasia sublingual atau
submental
Pembengkakan pada area submandibula, kemerahan,
sudut mandibula menghilang, nyeri saat palpasi dan
trismus

Insisi untuk drainase dilakukan pada kulit, kurang lebih 1


cm di bawah dan sejajar tepi inferior mandibula
Abses sublingual
Gigi-gigi anterior, premolar dan molar pertama rahang bawah

Infeksi dari spasia yang berhubungan (submandibula, submental,


lateral faringeal)
Bengkak mukosa dasar mulut, lidah terangkat ke palatal dan lateral,
sulcus mandibula lingual menghilang dan timbul warna kebiruan pada
mukosa
Kesulitan berbicara karena edema dan pergerakan lidah terasa sakit

Insisi untuk drainase dilakukan secara intraoral, lateral dan sepanjang


duktus Warton dan nervus lingual
Patogenesis
Penyebab bakteri pada jaringan pulpa

Sumber utama karies

Toksin pulpa melalui tubulus

Inflamasi secara lokal pada basis tubulus

Pulpa terbuka inflamasi untuk waktu yang lama nekrosis pulpa

berlanjut kejaringan periapikal

Jaringan pulpa bakteri serta toksinnyakeluar melalui foramen apikal

kerusakan jaringan periapikal

Respon inflamasi lokal

Kerusakan tulang dan resorpsi akar