Anda di halaman 1dari 16

MONITORING & PENGUKURAN

PROSES DAN HASIL PEKERJAAN


(PRODUK)
MONITORING & PENGUKURAN PROSES DAN
HASIL PEKERJAAN (PRODUK)

Kegiatan pemantauan & pengukuran Proses dan Hasil


Pekerjaan adalah kegiatan yang sangat strategis karena
hasil dari kegiatan ini dapat menjadi masukan untuk :
a. Kegiatan Pengendalian Produk Tidak Sesuai (PTS)
b. Kegiatan Analisis Data
c. Kegiatan Tindakan Perbaikan
d. Kegiatan Tindakan Pencegahan, dan
e. Kegiatan Tinjauan Manajemen (kinerja proses dan
kesesuaian produk)
MONITORING DAN PENGUKURAN PROSES
DAN PRODUK
Hasil dari kegiatan pemantauan & pengukuran Proses
dan Produk juga dapat digunakan untuk:
a. memastikan kesesuaian produk;
b. memastikan kesesuaian SMM; dan
c. memastikan terjadinya perbaikan keefektifan SMM
secara berkelanjutan.
Karena itu penerapan monitoring & pengukuran proses
dan produk merupakan titik awal dari kegiatan
perbaikan yang berkelanjutan.
8.2.3. MONITORING DAN PENGUKURAN
1. PROSES
Kegiatan monitoring dan pengukuran proses dilakukan
pada saat pelaksanaan kegiatan. Ketentuan yang harus
diperhatikan sbb:
a. Penanggung jawab setiap kegiatan harus menetapkan
dan melaksanakan metode monitoring & pengukuran
proses SMM untuk menjamin agar hasil kegiatan
sesuai dengan persyaratan (spesifikasi ) yang
direncanakan.
b. Jika hasil kegiatan tidak sesuai dengan spesifikasi
yang direncanakan maka harus dilakukan koreksi dan
tindakan korektif.
c. Rekaman/bukti kerja hasil monitoring & pengukuran
proses harus dipelihara sebagaimana diatur dalam
Prosedur Pengendalian Rekaman.
8.2.3 MONITORING DAN PENGUKURAN
2. HASIL KEGIATAN
Pengendali Mutu harus melakukan monitoring & pengukuran
hasil kegiatan sebelum penyerahan hasil kegiatan kepada
pelanggan (intern dan ekstern) agar semua hasil pekerjaan
yang diserahkan memenuhi spesifikasi hasil pekerjaan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut harus mengikuti
ketentuan sbb:
a. Penanggung jawab setiap tahapan kegiatan harus
menetapkan metode yang tepat untuk memonitor dan
mengukur hasil kegiatan dari setiap tahapan kegiatan tsb;
b. Monitoring dan pengukuran dilakukan pada setiap tahapan
kegiatan yang telah direncanakan dengan cara
memverifikasi kesesuaian hasil kegiatan terhadap
spesifikasinya;
c. Rekaman/bukti kerja pelaksanaan monitoring dan
pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara sebagaimana
diatur dalam Prosedur Pengendalian Rekaman
MULAI

INFORMASI PENYUSUNAN JADUAL


PEMANTAUAN PROSES &
KEGIATAN
PRODUK

T
Setuju ?

Y
PENYUSUNAN LAPORAN
PELAKSANAAN PEMANTAUAN
PEMANTAUAN PROSES &
PROSES & PRODUK
PRODUK

Y
T PENDISTRIBUSIAN LAPORAN
Setuju ? PEMANTAUAN PROSES &
PRODUK

SELESAI
FORMULIR PEMANTAUAN & PENGUKURAN PROSES DAN PRODUK
Kegiatan: ......................................
Kriteria Kesesuaian
Proses yg Produk yg Keberterimaan Uraian
No
dipantau dipantau ketidaksesuaian
Proses Produk Pros. Prod.

Catatan : V: sesuai dan X: tidak esuai Disusun oleh


Disetujui oleh

GS/Kadiv Pengendali
Mutu/Pengawas
8.3. PENGENDALIAN PRODUK TIDAK SESUAI
Organisasi harus memiliki prosedur terdokumentasi
untuk:
1. mengidentifikasi dan mengendalikan PTS untuk
mencegah pemakaian/penyerahan yang tidak
disengaja
2. menetapkan pengendalian serta tanggung jawab
dan wewenang terhadap produk yang tidak sesuai
3. menangani PTS dengan satu atau lebih cara sbb :
a. Menghilangkan ketidaksesuaian yang telah
ditetapkan
b. Mengijinkan pemakaian, penerapan atau
penerimaan melalui konsesi oleh pejabat
relevan, bila mungkin oleh pelanggan
8.3. PENGENDALIAN PRODUK TIDAK SESUAI
(lanjutan)
c. Mencegah pemakaian/penerapan sesuai tujuan
awal
d. Melakukan tindakan tepat pada pengaruh, atau
pengaruh potensial dari ketidaksesuaian bila
ketidaksesuaian ditemukan setelah penyerahan
atau pemakaian dimulai
e. Bila PTS dikoreksi, harus dilakukan verifikasi
keefektifan atas tindakan yang dilakukan agar
sesuai dengan persyaratan produk.
Rekaman sifat ketidaksesuaian dan tindakan
apapun termasuk konsesi yang diperoleh harus
dipelihara.
Mulai
BAGAN ALIR
Identifikasi & Pencatatan Penetapan Cara PENGENDALIAN PRODUK/
PTS Penanganan
HASIL PEKERJAAN TIDAK
SESUAI

Perbaikan/repair Pemberian ijin untuk Penolakan untuk


penyerahan penyerahan

Verifikasi

Ya
Effektif ?

Tdk
Permintaan Tindakan Penyerahan Produk Pengerjaan Ulang
Korektif

Penyiapan & pemeriksaan


Laporan PTS

Tdk
Sesuai ?

Ya
Penyerahan Laporan PTS
kepada Direktur Selesai
8.5.2. TINDAKAN KOREKTIF
Tindakan korektif dilakukan dalam upaya untuk
menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian dan
mencegah terulangnya ketidaksesuaian.
Tindakan korektif harus sesuai dengan akibat dari
ketidaksesuaian yang terjadi.
Pelaksanaan Tindakan Korektif harus diatur dalam
Prosedur Tindakan Korektif yang menenetapkan
persyaratan untuk:
1. Peninjauan ketidaksesuaian termasuk keluhan
pelanggan;
2. Analisis dan penetapan akar penyebab ketidak
sesuaian;
8.5.2. TINDAKAN KOREKTIF (LANJUTAN)
3. Evaluasi kebutuhan akan tindaklanjut untuk
memastikan bahwa ketidaksesuaian tidak akan
terulang;
4. Penetapan dan pelaksanaan tindakan yang
diperlukan;
5. Pencatatan hasil tindakan yang dilakukan;
6. Verifikasi keefektifan tindakan perbaikan yang telah
dilakukan.

Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan


Korektif harus dikendalikan sesuai dengan Prosedur
Pengendalian Rekaman
Mulai
TINDAKAN
Keluhan KOREKTIF
Pelanggan Tinjauan atas
Lap pemantauan ketidaksesuaian
Hasil audit

Pelaksanaan
Barang, Orang,
Tindakan
Cara, Analisis Akar
Korektif
Lingkungan, Penyebab
Keuangan

Penetapan Rencana
Eff
Tindakan Korektif
?
tdk

Pelaporan Tindakan Ya
Selesai
Korektif
8.5.3. TINDAKAN PENCEGAHAN
Tindakan Pencegahan merupakan bagian dalam
pelaksanaan Manajemen Resiko yang menjadi
persyaratan dalam ISO 9001 : 2015.

Penyedia Jasa di dalam menyusun RMK harus sudah


menggunakan based risk thinking, karena salah satu
tujuan kunci dari SMM adalah bertindak sebagai alat
pencegahan
RISK BASED THINKING (diupayakan masuk di dalam
bagan alir atau penjelasan bagan alir atau menjadi
sasaran mutu)

Kegiatan Identifikasi Analisa Mitigasi/ Contingency


& Sasaran Risiko & Evaluasi Treatment (residual risk)
Risiko Risiko
TERIMA KASIH