Anda di halaman 1dari 9

KERACUNAN KAFEIN

LYA MARLYANTI BIAN


F201501121
DEFINISI

Kafein adalah zat alkaloid yang di temukan pada berbagai jenis


tanaman terutama tanaman kopi, cola, teh dan lain sebagainya.
Kafein berfungsi sebagai zat stimulan untuk sistem syaraf pusat, zat
perangsang serta dapat menangkal katuk dan mengembalikan
kewaspadaan. Tetapi efek sampingnya, kafein memiliki potensi
menyebabkan penyimpangan kromoson yang bersifat mutagenik.
KASUS KERACUNAN
MINUMAN KALENG
BERKAFEIN
Pada bulan April ,Davis Allen Cripe meninggal di sekolahnya di
dekat Columbia, South Carolina. Anak berusia 16 tahun itu meninggal
setelah mengonsumsi minuman berkafein tinggi dalam waktu dua jam.
Dikutip dari The Guardian, ia mengonsumsi latte dari McDonald's,
Mountain Dew serta minuman energi yang diketahui berkafein tinggi
Pemerintahan South Carolina, Richland Country
Coroner, Dokter menyatakan Davis meninggal
karena serangan jantung akibat kafein yang
menyebabkan aritmia atau gangguan pada detak
jantung.
Terkait konsumsi kafein, pada dasarnya Food and Drug
Administration Amerika Serikat dan European Food Safery Authority
(AFSA) sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa konsumsi kafein hanya
dibolehkan sebanyak 400 mg per hari bagi orang dewasa. Jumlah yang
ditetapkan itu setara dengan empat hingga lima cangkir kopi yang diyakini
aman dikonsumsi bagi orang dewasa. AFSA juga menjelaskan bahwa 200
mg per hari juga aman bagi perempuan yang tengah mengandung atau
menyusui. Menurutnya, 200 mg tak menimbulkan masalah keamanan.
Sedangkan untuk anak-anak atau remaja berusia 12-18 tahun, American
Academic Of Pediatric merekomendasikan agar tidak mengonsumsi
kafein lebih dari 100 mg.
PENYEBAB KEMATIAN

Jika dilihat dari jenis minuman yang dikonsumsi Davis, menurut


caffeineinformer.com, latte di McDonalds memiliki 142 mg kafein,
sedangkan Mountain Dew memiliki kadar kafein hingga 121 mg.
Sedangkan pada minuman energi kadar kafein dapat mencapai 300 mg
pada 473 ml minuman seperti pada Bang Energy Drink . Sehingga
jika diakumulasi, maka jumlah kafein yang dikonsumsi berada di atas
batas yang dianjurkan dalam mengonsumsi kafein
Kafein dalam tubuh akan bertahan di atas 5 jam . Dalam kurun
waktu 5 jam saja baru sekitar 50 persen kafein yang dikeluarkan
tubuh. Sehingga ketika dalam rentang waktu 1 jam atau 2 jam
mengonsumsi beberapa minuman berkafein, maka jumlah kafein
dalam tubuh tentu menjadi banyak.
Ketika jumlah kafein melewati ambang batas yang
direkomendasikan, maka akan merangsang sistem kerja jantung.
Hal itu menyebabkan masalah ritme pada jantung. Masalah ritme
ini adalah takikardia ventrikel dan fibrilasi ventrikel.
Takikardia merupakan detak jantung yang semakin cepat
dan dapat mencapai 180 denyut per menit, padahal umumnya
denyut jantung berkisar antara 60-100 denyut per menit.
Adapun fibrilasi adalah denyut jantung yang cepat dan tidak
beraturan. Gangguan pada denyut jantung ini terkadang
menyebabkan kematian, menurut Thomas sweeney, dari
Christiana Care Health System di Wilmington.
Sekian dan terima
kasih