Anda di halaman 1dari 10

LUPUS ERITEMATOSUS

Definisi Lupus Eritematosus

Lupus Eritematosus merupakan penyakit yang menyerang sistem konektif dan


vaskular, dan mempunyai dua varian: lupus eritematosus diskoid dan sistemik.

L.E.D (Lupus eritematosus diskoid) bersifat kronik dan tidak berbahaya. L.E.D
menyebabkan bercak di kulit, yang eritematosus dan atofik tanpa ulserasi.
L.E.S (lupus eritematosus sistemil) merupakan penyakit biasanya akut dan berbahaya,
bahkan dapat fatal. Penyakit bersifat multisistemik dan menyerang jaringan konektif
dan vaskular.
ETIOLOGI

Lupus eritematosus merupakan penyakit autoimun. Ada banyak anggapan


bahwa penyakit disebabkan oleh interaksi antara faktor-faktor genetik dan
imunologik. Selain faktor genetik ada faktor infeksi (virus) dan faktor hormonal.

Penyakit dapat pula diinduksi oleh obat, misalnya prokainamid, hidantoin,


griseofulvin, fenilbutazone, penisilin, streptomisin, tetrasiklin, dan sulfonamida dan
disebut Systemic L E like syndrome.
PATOGENESIS

Kedua bentuk lupus eritematosus dimulai dengan mutasi somatik pada sel
asal limfositik (lymphocytic stem cell) pada orang yang mempunyai predisposisi.
Faktor genetik memang ada.
Gejala-gejala pada kedua bentuk memberi sugesti bahwa keduanya
merupakan varian penyakit yang sama. Tanda-tanda klinis dan histopatologis
pada beberapa fase penyakitnya ialah sama. Kelainan-kelainan hematologik
dan imunologik pada L.E.D lebih ringan daripada L.E.S.
(L.E.D) Lupus Eritematosus Diskoid (L.E.S) Lupus Eritematosus Sistemik

Insiden pada wanita lebih banyak dari Wanita jauh lebih banyak dari pada
pada pria, usia > 30 tahun pria, umumnya terbanyak sebelum usia
40 tahun.

Kira-kira 5% berasosiasi dengan atau Kira-kira 5% mempunyai lesi kulit L.E.D


menjadi L.E.S

Lesi mukosa oral dan lingual jarang Lesi mukosa lebih sering, terutama pada
L.E.S akut

Gejala konstitusional jarang Gejala konstitusional sering

Kelainan laboratorik dan imunologik Kelaina leboratorik dan imunologik


jarang sering
LUPUS ERITEMATOSUS DISKOID

Kelaina biasanya berlokalisasi sistemik di muka (terutama hidung dan muka),


telinga, atau leher. Lesi terdiri atas bercak-bercak (makula merah atau bercak
meninggi), berbatas jelas dengan sumbatan keratin pada folikel-folikel rambut
(folicular plugs). Bila lesi-lesi diatas hidung dan pipi berkonfluensi, dapat berbentuk
seperti kupu-kupu (butterfly erythema).
DIAGNOSIS
Diagnosisnya harus dibedakan dengan sermatitis seboroik, psoriasi, dan tinea
fasialis. Lesi di kepala yang berbentuk alopesia sikatrisial harus dibedakan dengan
liken planopilaris dan tinea kapitis.

PENGOBATAN
Penderita harus dihindari dari trauma fisik, sianr matahari, lingkungan dingin,
dan stres emosiaonal.
Sistemik diberikan obat anti malaria misalnya Klorokuin. Dosis inisial ialah 1-2
tablet @500mg selama 3-6 minggu.
Koertikosteroid sistemik hanya diberikan pada L.E.D dengan lesi-lesi yang
diseminata.
LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK

Diagnosis L.E.S dibuat jika paling sedikit terdapat 4 dari 11 manifestasi berikut ini:
eritema fasial (butterfly rash); lesi diskoid, sikatrik hiipotrofik; fotosensitivitas; ulserasi di
mulut dan rinofaring; artritis (non erosif, mengenai 2 atau lebih sendi perifer); serositis
(pleuritis, perikarditis); kelainan ginjal (proteinuria >0,5g/hari, celluler casts); kelainan
darah, yakni anemia hemolitik, leukopenia (<4000/ul), limfopenia, atau
trombositopenia (<100.000/uI); dan gangguan imunologik.
DIAGNOSIS
Dengan adanya gejala di berbagai organ, maka penyakit-penyakit yang
harus didiagnosis banding banyak. Beberapa penyakit yang berasosiasi dengan
L.E.S, mempunyai gejala-gejala yang dapat menyerupai L.E.S, yakni artritis
reumatika, sklerosis sistemik, dermatomiositis, dan purpura trombositopenik.

PENGOBATAN
Penderita harus di rawat. Koertikosteroid sistemik merupakan indikasi, bila
penderita sakit kritis 1mg/kgbb atau 60-80 mg/hari.
Obat antibiotik, antiviral dan antifungal harus diberikan bila terdapat
komplikasi.
TERIMA KASIH.