Anda di halaman 1dari 26

TERAPI CAIRAN PADA DEMAM

BERDARAH DENGUE

PEMBIMBING
Dr. dr. I Putu Pramana
Suarjaya, Sp.An, M.Kes,
KNA, KMN

Oleh:
Ketut Pramana Adiputra
1202006033
PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
KESIMPULAN
BAB I PENDAHULUAN
Demam berdarah dengue (DBD) adalah
penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus
dengue. Sampai saat ini.
Pusat Informasi Departemen Kesehatan
mencatat, jumlah kasus DBD di Indonesia
selama 2009 mencapai 77,489 kasus dengan
585 korban meninggal.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue
adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh
empat serotipe virus dari genus Flavivirus,
virus RNA dari keluarga Flaviviridae. Virus ini
ditularkan dari gigitan vektor nyamuk Aedes
aegypti dan Aedes albopictus.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Epidemiologi
Dengue merupakan penyakit virus yang paling
cepat menyebar di dunia.
Di seluruh dunia, 2,5 hingga 3 miliar orang
diperkirakan beresiko terjangkit virus dengue
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Etiologi
Dengue virus dikategorikan sebagai
dikategorikan sebagai arbovirus atau virus
demam hemoragik karena mereka
ditransmisikan oleh vector antropoda dan
menyebabkan demam hemoragik yang
mengganggu system kardiovaskular.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Patofisiologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Patofisiologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Patofisiologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Patofisiologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Manifestasi Klinis
1. Fase Demam
2. Fase Kritis
3. Fase Penyembuhan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Manifestasi Klinis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Diagnosis
Kriteria Klinis:
Demam: onsetnya akut, demamnya tinggi dan berkelanjutan, bertahan
dua hingga 7 hari pada kebanyakan kasus.
Terdapatnya tanda-tanda pendarahan dimana tes yang paling umum
digunakan adalah tes tourniquet. Tanda-tanda pendarahan lainnya seperti
ptekie, purpura, ekimosis, epiktasis, pendaraham, dan hematoma atau
melena.
Pembesaran hati (hepatomegali) sering dirasakan pada sebagian kasus
yang terjadi pada anak-anak.
Syok, syok ini ditandai dengan takikardi, perfusi jaringan yang rendah
dengan denyut yang leemah, denyut, tekanan darah juga menurun hingga
20 mmHg
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Diagnosis
Kriteria Laboratorium
Trombositopenia (100.000 sel /mm3 atau kurang)
Hemokonsentrasi: hematokrit meningkat lebih dari 20
Dua kriteria pertama ditambah dengan adanya trombositopenia dan
hemokonstentrasi cukup untuk menegakkan diagnosis DBD. Dua kriteria
pertama ditambah pembesaran hati juga bisa diusulkan sebagai DBD
seblum munculnya plasma leakage.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Diagnosis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Fisiologi Cairan Tubuh
Bagian yang cair merupakan bagian terbesar, terdiri dari : cairan
intraselular (40% berat badan ) dan cairan ekstraselular (20% berat
badan).
Cairan intraselular adalah cairan yang berada di dalam semua sel tubuh
sedangkan cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan
terdiri dari tiga kelompok yaitu cairan intravaskular (5% dari berat badan),
interstitial (15% dari berat badan), dan transeluler yang meliputi sinovial,
intraokuler dan lain lain.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Isi Cairan Tubuh
Zat terlarut dalam tubuh manusia dibagi menjadi dua yaitu elektrolit dan
non elektrolit.
Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan
tidak bermuatan listrik seperti protein, urea, glukosa, oksigen, karbon
dioksida, dan asam-asam organik.
Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium, kalium, kalsium,
magnesium, klorida, bikarbonat, fosfat, dan sulfat.
Terapi Cairan
Secara umum tujuan terapi cairan adalah
sebagai berikut.
Mengganti cairan yang hilang
Mengganti kehilangan cairan yang sedang berlangsung
Mencukupi kebutuhan cairan sehari
Mengatasi syok
Mengoreksi dehidrasi
Mengatasi kelainan akibat terapi lain
Terapi Cairan pada Demam Berdarah
Dengue
Penatalaksanaan pada Grup A
Grup A adalah pasien yang tanpa disertai warning signs dan mampu
mempertahankan asupan oral cairan yang adekuat dan memproduksi urine
minimal sekali dalam 6 jam.

Penatalaksanaan pada Grup B


Grup B meliputi pasien dengan warning signs dan pasien dengan kondisi
penyerta khusus (co-existing conditions).
Jika pasien tidak mampu mentoleransi asupan cairan secara oral dalam
jumlah yang cukup, terapi cairan intravena dapat dimulai dengan
memberikan larutan NaCl 0,9% atau Ringers Laktat dengan kecepatan tetes
maintenance.
Terapi Cairan pada Demam Berdarah
Dengue
Penatalaksanaan pada Grup C
Grup C adalah pasien dengan kebocoran plasma (plasma leakage) berat yang
menimbulkan syok dan/atau akumulasi cairan abnormal
Terapi Cairan pada Demam Berdarah
Dengue
Penatalaksanaan pada Grup C
Grup C adalah pasien dengan kebocoran plasma (plasma leakage) berat yang
menimbulkan syok dan/atau akumulasi cairan abnormal
Terapi Cairan pada Demam Berdarah
Dengue
Penatalaksanaan pada Grup C
Grup C adalah pasien dengan kebocoran plasma (plasma leakage) berat yang
menimbulkan syok dan/atau akumulasi cairan abnormal
Pemberian kristaloid dan koloid pada
pasien Demam Berdarah Dengue
Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam terapi cairan khususnya pada
penatalaksanaan demam berdarah dengue: pertama adalah jenis cairan
dan kedua adalah jumlah serta kecepatan cairan yang akan diberikan.
Jumlah cairan yang diberikan sangat bergantung dari banyaknya kebocoran
plasma yang terjadi serta seberapa jauh proses tersebut masih akan
berlangsung.
KESIMPULAN
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh virus dengue dengan angka insiden yang terus
meningkat.

Demam residen dengue menjadi tiga fase berdasarkan gejala


klinisnya, yaitu: Fase Demam, Fase Kritis, Fase Recovery /
Penyembuhan

Pengobatan pada pasien Demam berdarah dengue (DBD)


bersifat suportif terutama dengan terapi cairan.

Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam terapi


cairan khususnya pada penatalaksanaan demam berdarah
dengue: pertama adalah jenis cairan dan kedua adalah jumlah
serta kecepatan cairan yang akan diberikan.

Penggunaan kristaloid memutuhkan volume pemberian lebih


besar, onset lebih cepat, durasinya singkat, efek samping lebih
sedikit dan harga lebih murah dibanding cairan koloid.
TERIMA KASIH...