Anda di halaman 1dari 27

PENGANTAR

AKUNTANSI II

AKUNTANSI PIUTANG
PENGERTIAN PIUTANG
Menurut Warren Reeve dan Fess (2005:404) menyatakan
bahwa yang dimaksud dengan piutang adalah sebagai berikut :
Piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap
pihak lainnya, termasuk individu, perusahaan atau organisasi
lainnya.
Menurut Mulyadi (2002 : 87) piutang merupakan klaim
kepada pihak lain atas uang, barang, atau jasa yang dapat
diterima dalam jangka waktu satu tahun, atau dalam satu
siklus kegiatan perusahaan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa piutang
adalah tuntutan atau klaim perusahaan kepada pihak lain, baik
terhadap perorangan maupun terhadap suatu badan usaha yang
terjadi karena adanya suatu transaksi. Piutang timbul apabila
perusahaan menjual barang atau jasa kepada perusahaan lain atau
perorangan secara kredit.
KLASIFIKASI PIUTANG
Pengklasifikasian piutang dilakukan untuk memudahkan
pencatatan transaksi yang mempengaruhinya. Pada umumnya
piutang diklasifikasikan menjadi piutang dagang/usaha, piutang
wesel dan piutang lain-lain.
a. Piutang dagang / piutang usaha
Piutang dagang menunjukan piutang yang timbul dari penjualan
barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan oleh perusahaan secara
kredit. Piutang dicatat dengan mendebit akun piutang dagang. Piutang
dagang semacam ini normalnya diperkirakan akan tertagih dalam
periode waktu yang relatif pendek, seperti 30 atau 60 hari sehingga
dikelompokkan dalam aktiva lancar.
b. Piutang wesel
Piutang wesel adalah surat berharga yang berisi perintah dari si
penarik (pembuat surat) kepada si wajib bayar (yang berutang) untuk
membayar sejumlah uang seperti yang tertera dalam surat tersebut
pada waktu yang telah di tentukan di masa yang akan datang.
Jangka waktu pada piutang wesel pada umumnya paling sedikit 60 hari.

c. Piutang lain-lain
Piutang lain-lain meliputi piutang non usaha seperti pinjaman kepada
pejabat perusahaan, pinjaman kepada karyawan maupun pinjaman
kepada pihak lain yang tidak berkaitan dengan usaha.

Berikut adalah Perbedaan dari masing-masing jenis piutang :


Piutang dagang/usaha Piutang wesel Piutang lain-lain
Jangka waktu kurang dari 1 Jangka waktu bermacam- Jangka waktu lebih dari
tahun macam tetapi pada satu tahun atau termasuk
2/10, n/30 umumnya paling sedikit 60 dalam piutang jangka
hari panjang.
Dimasukkan dalam aktiva Bagian yang jatuh Pada umumnya
lancar temponya dalam waktu 1 termasuk dalam piutang
tahun diperlakukan sebagai jangka panjang.
aktiva lancar, sedangkan
yang lebih dari satu tahun
piutang jangka panjang
Berkaitan dengan operasi Mensyaratkan adanya Tidak berkaitan dengan
utama perusahaan sehingga jaminan sehingga jika saat operasi sehari-hari dan
harus dapat ditagih jatuh tempo tidak dapat biasanya dilaporkan
melunasi maka jaminan dineraca sebagai
tersebut dapat dijual kelompok aktiva tidak
lancar.
Piutang dagang atau piutang usaha

Sebagai contoh, PT. Komputer Kita, yaitu distributor


komputer yang berlokasi di Jakarta, menjual produknya
senilai Rp.175.000.000 kepada Toko Duta Niaga,
Bandung. Pihak pembeli baru membayar sebesar
Rp.50.000.000 pada saat terjadinya transaski tersebut dan
sisanya akan dilunasi pada bulan berikutnya. Atas
transaksi ini jurnal yang perlu dibuat adalah sebagai
berikut.
PIUTANG LAIN-LAIN
PT. Komputer selama bulan April 2012 memberikan
pinjaman kepada beberapa karyawan sebesar Rp.
12.000.000 dan membayar sebesar Rp. 15.000.000
kepada PT. Transportindom, sebuah perusahaan
angkutan barang, yaitu uang pesanan jasa angkutan
barang ke Bali untuk bulan Juli 2012. Untuk transaksi
ini jurnal yang perlu dibbuat adalah sebagai berikut:
PENGENDALIAN INTERNAL
ATAS PIUTANG USAHA

Adapun tujuan melakukan pengendalian intern piutang adalah


sebagai berikut :

1. Meyakini kebenaran jumlah piutang yang ada yang benar-benar


menjadi hak milik perusahaan.

2. Meyakini bahwa piutang yang ada dapat ditagih (collectable).

3. Ditaatinya kebijakan-kebijakan mengenai piutang.

4. Piutang aman dari penyelewengan.


Pada prinsipnya sistem pengendalian harus meminimalkan dan
mendeteksi serta memperbaiki kesalahan ketika terjadi. Pelaksanaan
sistem pengendalian intern untuk piutang harus menghasilkan suatu
kepastian bahwa semua transaksi piutang telah dibukukan dan dapat
dipertanggung jawabkan.
Pengendalian intern terhadap piutang dimulai dari penerimaan order
penjualan terus ke persetujuan atas order, persetujuan pemberian kredit,
pengiriman barang, pembuatan faktur, verifikasi faktur, pembukuan
piutang, penagihan piutang, yang akhirnya akan mempengaruhi saldo kas
atau bank. Dalam hal ini harus diperhatikan pula retur penjualan secara
periodik harus dibuat perincian piutang menurut golongan usianya untuk
menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan dan menilai apakah
bagian kredit dan bagian inkaso telah bekerja dengan efisien.
Pengakuan Piutang

Piutang diakui dengan menggunakan accrual basis. Yang


dimaksud dengan accrual basis adalah piutang diakui pada
saat terjadinya transaksi, bukan pada saat diterimanya
uang pembayaran. Piutang ini timbul karena adanya
transaksi antara penjual dengan pembeli, yang
pembayarannya dilakukan pada saat yang akan datang
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Piutang dicatat bersamaan dengan pencatatan pendapatan
yang diperoleh perusahaan. Misalnya PT Rajawali adalah
perusahaan dagang yang menjual barang barang
elektronik. Pada tanggal 4 Maret 2007 menjual 5 buah
televisi TOSHIBA 21 @ Rp. 12.500.000,- yang berharga
pokok Rp. 11.500.000 kepada UD Cahaya, dengan syarat
2/10,n/30. Tiga hari setelah barang dikirimkan, UD
Cahaya mengembalikan sebuah televisi tersebut karena
rusak. Sedangkan UD Cahaya melunasi utangnya kepada
PT Rajawali pada tanggal 12 Maret. Ayat jurnal untuk
mencatat transaksi di atas yang harus dibuat oleh PT.
Rajawali adalah:
PIUTANG USAHA YANG TIDAK DAPAT DITAGIH

Piutang dagang yang dimiliki oleh perusahaan belum tentu


seluruhnya dapat ditagih. Hal ini disebabkan karena debitur tidak
mau membayar utangnya, tidak mampu membayar atau dinyatakan
bangkrut, tidak diketahui keberadaannya dsb. Piutang usaha yang
tidak dapat ditagih biasanya dinamakan kerugian piutang dan
dalam akuntansi dicatat dalam akun kerugian piutang. Penghapusan
piutang dilakukan jika terdapat bukti-bukti yang jelas, misalnya :
Debiturnya meninggal dunia;
Debiturnya bangkrut;
Ada kesepakatan antara perusahaan dan debitu bahwa sebagian
piutang tidak dapat dibayar;
Debiturnya melarikan diri.
METODE LANGSUNG (DIRECT METHOD) ATAU
METODE PENGHAPUSAN LANGSUNG

Tidak ada ayat jurnal yang dibuat sampai suatu akun


khusus telah ditetapkan secara pasti sebagai tidak tertagih.
Kerugian piutang tidak tertagih dicatat pada saat piutang
tersebut dinyatakan benar-benar tidak dapat ditagih.
Kerugian tersebut langsung dicatat pada akun kerugian
piutang tidak tertagih / beban
piutang tak tertagih.
Dalam metode ini, setiap piutang dagang yang sudah
diputuskan untuk di hapuskan,langsung di bebankan di
sebelah debet beban penghapusan piutang di sebelah
kredit piutang.
Sehingga jurnalnya :

Beban penghapusan piutang Rp XXX


Piutang Rp XXX

Apabila suatu saat tiba-tiba debitur memberi tahu bahwa akan


melakukan pelunasan pembayaran, maka jurnalnya :

Piutang Rp XXX
Beban penghapusan piutang Rp XXX

Selanjutnya apabila diterima pelunasan piutang maka jurnalnya :

Kas Rp XXX
Piutang Rp XXX
METODE TIDAK LANGSUNG / METODE
PENYISIHAN(INDIRECT/ALLOWANCE METHOD)

Metode ini disebut juga dengan metode cadangan, dimana


perusahaan sudah membuat estimasi / perkiraan mengenai
kerugian yang akan diterima akibat piutang tidak dapat ditagih
seluruhnya. Suatu estimasi dibuat menyangkut perkiraan
piutang tak tertagih dari semua penjualan kredit atau dari total
piutang yang beredar.
Apabila suatu saat tiba-tiba debitur memberi tahu
bahwa akan melakukan pelunasan pembayaran,
maka jurnalnya :
Piutang Rp.XXX
Cadangan kerugian piutang Rp.XXX

Apabila diterima pelunasan piutang maka jurnalnya :

Kas Rp XXX
Piutang Rp XXX
Misalnya pada akhir periode perusahaan menaksir total
kerugian piutang tak tertagih 100.000,-. Piutang Mr.Z
sebesar 150.000 pada bulan April dinyatakan tidak dapat
ditagih dan dihapuskan, tetapi bulan Juli menyatakan akan
melunasi hutangnya, dan uang diterima bulan Agustus.

Jurnal dari transaksi diatas :


NB: CKP (CADANGAN KERUGIAN PIUTANG
KARAKTERISTIK WESEL (PROMES)
Promes/wesel memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut
Tanggal Jatuh Tempo
Tanggal suatu promes atau wesel harus dibayarkan disebut
tanggal jatuh tempo (due date atau maturity date). Periode
waktu antara tanggal penerbitan sampai dengan tanggal jatuh
tempo promes atau wesel jangka pendek bisa dinyatakan dalam
hari atau bulan. Jika dinyatakan dalam hari maka tanggal jatuh
tempo promes atau wesel dinyatakan jumlah hari setelah
tanggal penerbitan. Demikian juga apabila dinyatakan dengan
bulan.
Bunga
Promes atau wesel menetapkan bunga yang akan dibayarkan
untuk periode antara tanggal penerbitan dan tanggal jatuh
tempo.
Promes atau wesel jangka pendek, yaitu jangka waktunya kurang
dari satu tahun maka bunga umumnya dibayar pada saat jatuh
tempo.
Bunga = utang pokok x suku bunga x waktu
Suku bunga promes biasanya ditetapkan atas dasar tahunan,
terlepas dari jangka waktu aktual yang terlibat. Jadi, bunga
sebesar 8% untuk promes senilai Rp 2.000.000,00 adalah Rp
160.000,00 per tahun (8% X Rp 2.000.000,00). Jika jangka
waktu promes hanya tiga bulan maka bunga yang harus
dibayar pada saat jatuh tempo adalah Rp 40.000,00 (3/12 X
8% X Rp 2.000.000,00).
Nilai Jatuh Tempo
Jumlah yang harus dibayarkan pada tanggal jatuh tempo
disebut nilai jatuh tempo (maturity value). Nilai jatuh tempo
promes atau wesel adalah jumlah pokok (nilai nominal)
ditambah bunga.
AKUNTANSI UNTUK WESEL TAGIH

Sebagai contoh, diterima


promes tertanggal 21
November berjangka waktu
30 hari dengan bunga 12%
dari PD.Bodogol.Sebagai
pelunasan utangnya yang
telah jatuh tempo dan
memiliki saldo $ 6.000.
Promes ini akan jatuh
tempo pada tanggal 21
Desember.
.
AYAT JURNAL DARI PIUTANG WESEL

1.Penjualan kredit
Jurnal: Piutang wesel XXX
Penjualan XXX

2. Pemberian pinjaman

Jurnal: Piutang wesel XXX

kas XXX
3. Perubahan dari Piutang dagang

Jurnal: Piutang wesel XXX

Piut. dagang XXX


SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH