Anda di halaman 1dari 27

Helmi Fathurrahman Hanafie

Akibat GT tdk benar


- Resorpsi alveolar
- Food impaction
- TMD
GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN

Mencegah resorbsi proc. Alv. Memacu resorbsi proc. alv.


TAHAP PEMBUATAN DESAIN
1. Menentukan kelas dari masing-masing
daerah tak bergigi

2. Menentukan jenis dukungan

3. Menentukan jenis penahan

4. Menentukan jenis konektor


Klasifikasi daerah tidak bergigi (saddle):

1. Berdasarkan daerah tidak bergigi (sadle) :


a. Klasifikasi Kennedy
b. Klasifikasi Applegate-Kennedy
c. Klasifikasi Swenson
d. Klasifikasi Bailyn( berdasarkan dukungan)

2. Berdasarkan letak klamer, klasifikasi menurut:


a. Miller
b. Cummer
KLASIFIKASI KENNEDY
Ketentuan klasifikasi kennedy :
1. Klasifikasi dibuat setelah semua pencabutan gigi selesai (kl
msh ada yg sisa akar dan tdk bisa dipertahankan mk
dianggap sisa akar tsb sudah dicabut)
2. Bila molar 3 hilang & tidak akan diganti, gigi ini tidak masuk
klasifikasi (m3 bisa masuk bisa tidak, jika masuk jk
digunakan pd gigi pendukung syaratnya dia sempurna dan
tdk malposisi ) M3 perlu diganti jk ada gigi antagonisnya, jika
tdk ada antagonisnya mk ga perlu diganti, dan diganti dg M2
3. Bila molar 3 masih ada & akan digunakan sebagai penahan ,
gigi ini dimasukkan klasifikasi
4. Bila molar 2 hilang & tidak akan diganti, gigi ini tidak masuk
klasifikasi (m2 perlu diganti sama spt kasusnya m3) ex 37
gigi hilang jika 27 gaada ya gak perlu diganti
LANJUTAN SYARAT2
5. Bagian gigi paling posterior selalu menentukan kelas
utama dalam klasifikasi ( kl membaca klasifikasi dibaca dr
paling belakang )
6. Daerah tidak bergigi lain dari kelas utama, masuk dalam
modifikasi & disebut sesuai dengan jumlah daerah
7. Tidak mempersoalkan jumlah gigi yang hilang (hanya
daerahnya saja)
Bedakan daerah tdk bergiggi(sedel) dg gigi yg hilang
BEDA
Ex : gigi 11 dan 21 hilang (daerah tdk bergigi 1 dan gigi yg
hilang 2
8. Tidak ada modifikasi bagi kelas IV
KLASIFIKASI KENNEDY
Kelas I
Daerah tidak bergigi terletak dibagian posterior dari gigi
yang masih ada dan berada pada kedua sisi rahang /
Bilateral Free End
Kelas II
Daerah tidak bergigi terletak dibagian posterior gigi yang
masih ada, tetapi berada hanya pada salah satu sisi
rahang/Unilateral free end.
Kelas III
Daerah yang tidak bergigi terletak diantara gigi
yang masih ada dibagian posterior. Paradental
tdk melewati midline (salah satu sisi)
Kelas IV
Daerah yang tidak bergigi terletak dibagian
anterior dan melewati garis tengah
rahang/median line. Untuk kelas ini tidak ada
modifikasi. Paradental dan melewati midline
(kedua sisi)
Modifikasi pada klasifikasi
Kennedy
Apabila terdapat daerah tidak bergigi tambahan maka di
tambahkan modifikasi

Bila tambahan ini terletak di anterior, maka disebut


kelas ... Modifikasi.. (jumlah daerah tidak ber gigi
tambahan)

Dimuka huruf petunjuk modifikasi diberi tambahan


angka arab sesuai jumlahnya tanpa keterangan anterior
atau posterior

Contoh: Kelas II Modifikasi 2


Modifikasi : daerah tdk bergigi
Klasifikasi : dilihat dr yg paling posterior
- Kelas 2 modifikasi 3
- Kelas 3 modifikasi 2
- Kelas 3 modifikasi 2 (buletan bawah itu m3 tumbuh
sempurna ) jk m3 bukoversi mk kelas 2 modifikasi 2
- Kelas 2 modifikasi 1(gigi p1 dan p2 kanan sisa akar dan
ada yg bukoversi, yg bukoversi mana (?) lupaa huhu
- Kelas 2 modifikas 2
2. MENENTUKAN JENIS DUKUNGAN
- Gigi : paradental
- Mukosa : GTL
- Kombinasi : free end (bilateral/unilateral)dan paradental ,
Kasus paradental :
- Gigi : apabila gigi yg hilang tdk lebih dr 3 mukosa
dianggap tdk mendukung
- Kombinasi : lebih dr 3 gigi yg hilang (ex:4,5,6 dll)
mukosa dianggap mendukung
Dukungan gigi karena ygper daerah yg hilang tdk lebih dr 3
gigi (dilihat daerah tdk bergigi dan masing2 gaada yg
kehilangan lebih dr 3 gigi)
Menentukan Jenis Dukungan

Dukungan gigi Dukungan mukosa

Dukungan kombinasi
Dukungan gigi Dukungan mukosa
Dukungan kombinasi
3. MENENTUKAN JENIS
PENAHAN/RETAINER/KLAMER
Sebelumnya kita menentukan gigi yg akan dijadikan penahan
dulu, syaratnya (jar periodontal sehat, tdk ada gigi malposisi,
akarnya msh bagus) dan lebih dekat dg daerah tdk bergigi
- LANGSUNG(utama) : klamer
- TDK LANGSUNG : blm tentu bagian dr klamer
- 3 Jari
- 2 jari
- Half jackson
PENAHAN
Syarat gigi abutment ada 3
Dlm penentuan gigi abutmnet harus memenuhi KONSEP
DESIGN ada 4:
- Retensi :klamer
- Stabilisasi :basis
- Estetik
- Kenyamanan
Harus memenuhi keempat itu semua, gak boleh cuman
memenuhi salah satu saja
Apakah 2 klamer saja cukup untuk kelas 2 modifikasi 1 ?
Enggak karena ada gaya yg berpengaruh thdp gigi tiruan yg
bisa menyebabkan ketidakstabilan
Gayanya salah satunya adl gaya yg bekerja pd garis fulkrum
Garis fulkrum adalah garis hayal yg menghubungkan antara
2 dukungan utama(gigi pendukung utama)
Jika kita memakai 2 klamer saja ndak cukup nnt bisa goyang
gigi tiruannya, makanya kita butuh dukungan sekunder ,
dukungan sekunder 15 dan 26. dukungan sekunder : cara
menentukannya kita buat garis tegak lurus dg garis
fulkrum(hijau) lalu tentukan gigi paling jauh dr garis fulkrum
(21) yg paling ideal untuk mengatasi gerakan pd garis
fulkrum (namun klamer di anterior kan gak boleh, yg tdk
mengganggu estetik adl 23) klamernya yg dipake (free end
2 jari kombinasi oklusal rest) gigi 26(3 jari) 23(half jacson
masuknya dr distal krn utk estetik)
Jika untuk estetik (misal 13)
Jika sudah nekrotik bisa dilakukan PSA lalu di
dekaputasi(dipotong mahkotanya) lalu nanti dipasang
magnet . Di gigi tiruan dikasih magnet di gigi aslinya dikasih
cofin logam(biar magnetnya ga nempel) contoh gigi ant
bisa sebagai retensi dn tetep merhatikkan estetik
Sebelum nya dilakukan :
Mouth preparation (ada 2 tahap)
- Preprostetik treatment : sisa akar diambi, ditambal dll
- Persiapan tempat dr gigi tiruan : ex oklusal rest biar ga
kontak dg antagonis maka harus di preparasi dlu, lebarnya
sesuai oklusal rest 1,5mm dan kedalaman sesuai
diameter kawat
4. MENENTUKAN JENIS CONNECTOR
Ada 2 macam :
- Mayor : dg plat akrilik. Sebenarnya bentuknya ada 2
(batang, plat) plat:lebar
- Minor
Menentukan Jenis konektor

Batang Plat

Frame Resin akrilik


Batang lingual Plat akrilik