Anda di halaman 1dari 9

TREN MASALAH KESEHATAN & PERAN KELUARGA &

MODEL SIFAT PELAYANAN LANSIA, KONSEP MODEL


PELAYANAN LANSIA & PERAN KELUARGA DALAM
PELAYANAN LANSIA
OLEH :

NI LUH MAS ERA JULIARTINI


PUTU WAHYU PUSPA WANDHINI
PUTU RIAS ANDREANI
TREN MASALAH KESEHATAN

1. FENOMENA DEMOGRAFI

Sebagaimana dilaporkan oleh Expert Committae on Health of the Erderly: Di Indonesia


akan diperkirakan beranjak dari peringkat ke sepuluh pada tahun 1980 ke peringkat
enam pada tahun 2020, di atas Brazil yang menduduki peringkat ke sebelas tahun 1980.

Pada tahun 1990 jumlah penduduk yang berusia 60 tahun kurang lebih 10 juta jiwa/
5.5% dari total populasi penduduk.Pada tahun 2020 diperkirakan meningkat 3x,menjadi
kurang lebih 29 juta jiwa/11,4% dari total populasi penduduk (lembaga Demografi FE-
UI-1993).
Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa,
( Kane dan Ouslander) sering disebut dengan istilah 14 I, yaitu :

1. Immobility (kurang bergerak),

2. Instability (berdiri dan berjalan tidak stabil atau mudah jatuh),

3. Incontinence (beser buang air kecil dan atau buang air besar),

4. Intellectual impairment (gangguan intelektual/dementia),

5. Infection (infeksi),
6. Impairment of vision and hearing, taste, smell, communication,
convalescence, skin integrity (gangguan pancaindera, komunikasi,
penyembuhan, dan kulit),

7. Impaction (sulit buang air besar),

8. Isolation (depresi),

9. Inanition (kurang gizi),

10. Impecunity (tidak punya uang),

11. Iatrogenesis (menderita penyakit akibat obat-obatan),

12. Insomnia (gangguan tidur),


MODEL PERAWATAN LANSIA

Model Medis : Model ini lebih mefokuskan pada pendekatan aspek medis, seperti
pengobatan pada penyakit dan kecelakaan yang banyak dialami oleh lansia.

Model Sosial : Pendekatan menyeluruh merupakan ciri dari model sosial. Di samping
terapi kesehatan digunakan juga pendekatan psikologis dan lansia diupayakan sedapat
mungkin masih berada di dalam keluarga dan masyarakatnya.
Model Promosi/Dukungan Kesehatan : Lebih menekankan pada pencegahan dan

perawatan diri/individu, pencegahan melalui perubahan gaya hidup, peningkatan


pengetahuan tentang tingkah laku/sikap hidup sehat dan perbaikan lingkungan.
Pelayanan keperawatan lansia akan semakin dibutuhkan pada masyarakat dengan tingkat kesakitan
tinggi, norma keluarga dan masyarakat yang sudah bergeser pada jaminan pada lansia. Keadaan ini
tentu cukup menjadi gambaran sebuah tantangan keperluan panti pelayanan-keperawatan bagi lansia
yang memadai dalam masyarakat. Demikian pula Pemerintah Indonesia dengan UU No 13/1998
tentang Kesejahteraan Lansia mengharapkan peran keluarga dan masyarakat masih menjadi yang
utama.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH