Anda di halaman 1dari 19

FARMAKOGNOSI

KELOMPOK 2
Dewi Wuragil R. (155070501111016) Kartika Zulfa (155070501111030)
Made prissila p (155070501111006) Afifah Nuraini (155070501111004)
Dyas retno ariany (155070501111014) Kohita R Perdana (155070501111010)
Rizki rohmatul w (155070501111002) Noer Hanani (15070501111008)
Anisa Hanifatin r (155070501111018) Maradilla Laras W (155070501111022)
Nabila aulia y k. (155070501111012) Regiana Ramadanti W(155070501111032)
Abu Hasan Alfatah (155070501111028) An Nisa Rizqa (155070501111020)
Luh Made Wulan R (155070501111024) Ni Luh Gita Asriyanti (155070501111026)
2. Studi kasus :
Sebuah industri obat tradisional akan melakukan
pengembangan produk laksatif dengan menggunakan
bahan alam.
Tugas : berikan beberapa jenis alternatif simplisia yang
bisa saudara gunakan sebagai bahan baku obat
herbal laksatif dan rekomendasikan simplisia mana
yang akan saudara pilih beserta alasannya?

LAKSATIF
APA ITU OBAT
LAKSATIF ?
Obat laksatif/pencahar adalah obat yang dapat mempercepat
gerakan peristaltik usus, sehingga terjadi defekasi. Laksatif
digunakan pada konstipasi yaitu keadaan susah buang air besar
untuk meningkatkan frekuensi Buang Air Besar (BAB) dan untuk
mengurangi konsistensi feses yang kering dan keras. Secara umum,
mekanisme kerja obatlaksatif meliputi pengurangan absorpsi air
dan elektrolit, meningkatkan osmolalitas dalamlumen, dan
meningkatkan tekanan hidrostatik dalam usus. Obat laksatif ini
mengubah kolon,yang normalnya merupakan organ tempat
terjadinya penyerapan air menjadi organ yangmensekresikan air
dan elektrolit (Dipiro, et al., 2005).

OBAT LAKSATIF
KANDUNGAN
Obat-obat yang meengandung laksatif Antrakuinon dasar ditemukan dalam Rhamnus frangula
menginduksi dan memfasilitasi defekasi dan (frangula), Aloe sp. (aloe), Rheum palmatum dan officinale
digunakan dalam kasus konstipasi. Laksatif (rhubarb) dan Cassia acutifolia dan C. aungustifolia (senna).
meningkatkan pola pergerakan abnormal dan Antrakuinon biasanya berada di alam sebagai glikosida, yang
atau menurunkan cairan yang absorpsi dalam mempunyai sifat seperti prodrug, membebaskan aglikon yang
usus, yang mana akan menurunkan waktu mana bertindak sebagai laksatif (Supriyatna, dkk, 2015).
transit dan mempromosikan eliminasi dari Secara umum diyakini bahwa senyawa antrakuinon bertindak
feses encer. Laksatif dari bahan alam meliputi pada syaraf enterik atau sel ukosa untuk menstimulasi
antrakuinon( senna,cascara, frangula, aloe, pembebasan atau sintesis autokoid dan atau neurotransmitter
rhubarb), agen peruah (bekatul, psyllium, (seperti prostaglandin, nitrit oksida, 5-hidroksitriptamin), yang
agar), herba mengandung gula seperti mana diketahui meningkatkan pergerakan usus dan
tamarin, cassia, plum dan tterakhir minyak menstimulasi akumulasi cairan dalam usus (Supriyatna, dkk,
jarak (Supriyatna, dkk, 2015). 2015).
Mekanisme kerja laksatif dijelaskan sebagai berikut : (Daldiyono,
1990).

a. Memiliki sifat hidrofilik atau osmotik sehingga terjadi penarikan air


dengan akibat massa, konsistensi, dan transit feses bertambah.

b. Laksatif bekerja secara langsung ataupun tidak langsung pada


mukosa kolon dalam menurunkan absorbsi NaCl dan air

c. Laksatif juga dapat meningkatkan motilitas usus dengan akibat


menurunnya absorbsi garam dan air yang selanjutnya mengubah
waktu transit feses.

MEKANISME KERJA LAKSATIF


Berikut golongan obat pencahar yang biasa digunakan adalah : (Supriyatna, dkk,
2015)

1. Bulking Agents
Bulking agents (gandum, psilium, kalsium polikarbofil dan metilselulosa) bisa
menambahkan serat pada tinja. Penambahan serat ini akan merangsang alami usus
dan tinja yang berserat lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Bulking agents
bekerja perlahan dan merupakan obat yang paling aman untuk merangsang buang
air besar yang teratur. Pada mulanya diberikan dalam jumlah kecil, kemudian
dosisnya ditingkatkan secara bertahap, sampai dicapai keteraturan dalam buang air
besar. Orang yang menggunakan bahan-bahan ini harus selalu minum banyak cairan.

CONTOH
2. Pelunak Tinja
Obat sejenis dukosat ini dapat menambahkan jumlah air yang mampu diserap oleh feses.
Karena bahan ini merupakan detergen yang dapat menurunkan tegangan pada permukaan
feses, sehingga memudahkan air menebus feses dan menjadikan feses lebih lunak dengan
meningkatkan jumlah serat akan merangsang reaksi alamiah dari usus besar yang dapat
membantu melunakkan feses agar lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh.

3. Minyak Mineral.
Minyak mineral akan melunakkan feses dan memudahkannya keluar dari tubuh dan bahan ini
akan menurunkan penyerapan dari vitamin yang larut dalam lemak. Apabila seseorang yang
dalam keadaan lemah menghirup minyak mineral secara tidak sengaja, bisa terjadi iritasi yang
serius pada jaringan paru-paru. Selain itu, minyak mineral juga bisa menembus dari rektum.
4. Bahan Osmotik
Bahan-bahan osmotik mendorong sejumlah besar air ke dalam usus besar, sehingga feses
menjadi lunak dan mudah dilepaskan. Cairan yang berlebihan juga meregangkan dinding usus
besar dan merangsang kontraksi. Pencahar ini pun memiliki kandungan garam-garam yang
terdiri dari fosfat, sulfat dan magnesium atau gula yang terdiri laktulosa atau sorbitol.
Beberapa bahan osmotik memiliki kandungan natrium, menyebabkan retensi(penahan) cairan
pada penderita penyakit ginjal atau gagal jantung, terutama jika diberikan dalam jumlah besar.
Sedangkan bahan osmotik yang memiliki kandungan magnesium dan fosfat sebagian diserap ke
dalam aliran darah dan berbahaya untuk penderita gagal ginjal.
Pencahar ini pada umumnya bekerja dalam 3 jam dan lebih baik digunakan sebagai pengobatan
daripada untuk pencegahan. Bahan ini juga dipakai untuk menggosongkan usus sebelum
pemeriksaan rontgen pada saluran pencernaan dan sebelum kolonoskopi.
5. Pencahar Perangsang
Pencahar perangsang secara langsung merangang dinding usus besar untuk berkontraksi dan
mengeluarkan isinya. Obat ini memiliki kandungan substansi yang dapat mengiritasi seperti senna,
kaskara, fenolftalein, bisakodil atau minyak kastor. Obat ini bekerja ini setelah 6-8 jam dan
menghasilkan feses setengah padat, tapi sering mengakibatkan kram perut.
Bila pencahar perangsang dalam bentuk supositoria yaitu obat yang dimasukkan melalui lubang dubur,
akan bekerja setelah 15-60 menit. Bila penggunaan dalam jangka panjang bisa menyebabkan
kerusakan pada usus besar, juga bisa menjadi ketergantungan sehingga usus menjadi malas
berkontraksi (Lazy Bowel Syndromes).
Pencahar ni juga sering dipakai untuk menggosongkan usus besar sebelum proses diagnostik dan
untuk mencegah atau mengobati konstipasi yang disebabkan karena obat yang memperlambat
kontarksi usus besar (misalnya narkotik).
JENIS TUMBUHAN
LAKSATIF
JATI CINA / SENNA(CASSIA SENNA )

Jati Cina mengandung


- glikosida antrasena yaitu senosida A, senosida B, senosida C dan senosida D, glikosida
rhein, sejumlah kecil aloeemodin, musilago (10%), flavonoid (turunan kaemferol);
glikosida naftalena, isoramnetin, asam krisofanat, senakrol, senapikrin, katartomanit, -
sitosterol. Efek pengobatan dari Daun Senna dikarenakan kandungan glikosida
antrakinon terutama Senosid A dan B (daun jati cina grade A & B).

Jati Cina adalah ramuan yang umumnya digunakan untuk sifat pencahar. Senna juga
dikenal sebagai cassia senna, senna liar, cassia marilandica. Jati cina bekerja dengan
berinteraksi dengan bakteri di trek pencernaan, sehingga kontraksi usus. Kontraksi ini
disebabkan oleh antrakuinon yang terkandung dalam senna. Glikosida dimer ini turunan
antrakuinon dikenal sebagai glikosida Senna atau sennosides. Mereka diberi nama
setelah terjadinya berlimpah mereka dalam tanaman dari genus Senna. Bentuk-bentuk
utama dari glikosida ini sering disebut dengan: A, B, C & D. Daun dan polong dari
tanaman jati cina digunakan untuk laxative atau obat pencahar.
Mekanisme
Efek pengobatan dari Daun Senna dikarenakan kandungan glikosida antrakinon terutama Senosid A
dan B (daun jati cina grade A & B). Penguraian glikosida antrakuinon dalam saluran pencernaan dapat
terjadi dalam 2 cara :
1. Glikosida tidak diserap dalam usus bagian atas tetapi diurai oleh mikroflora dalam usus besar menjadi
aglikon aktif, secara principal rhein anthron yang menimbulkan efek laksatif pada usus besar .
2. Adanya empedu dan gula, aglikon bebas dapat diserap masuk ke dalam aliran darah dan
dikeluarkan kemudian ke dalam usus besar. Hasil akhirnya Auerbach plexus menghasilkan peningkatan
kontraksi otot usus. Selain itu kandungan mucilage mengurangio penyerapan cairan yang
menyebabkan peningkatan kerja laksatif.
Efek Samping
1.Apabila teh daun jati ini di gunakan secara berlebihan maka akn dapat membahayakan organ ginjal
dan dapat menimbulkan tekanan darah tinggi.
2.Apabila teh daun cina ini di konsumsi terlalu sering maka dapat menimbulkan perubahan warna
dinding usus. Jika hal ini terjadi maka usus anda akan berubah warna menjadi seperti warna teh ini dan
biasanya metabolisme tubuh anda akan terganggu, karena teh ini bekerja cepat dalam mengeluarkan
zat yang tak terpakai dalam tubuh .
3.Melemahkan otot dan radang sendi. Mengkonsumsi teh ini secara berlebihan dapat mengeluarkan
zat-zat yang sebenarnya diperlukan tubuh, sehingga efeknya bisa melemahkan otot-otot dan radang
pada sendi.
Ketersediaan Bahan
Habitat hidup di daerah tropis. Sehingga mudah berkembang di Indonesia.
TAMARINDUS INDICUS L.
ASAM JAWA

Buah asam jawa mengandung


- asam apel, asam sitrat,asam anggur, asam tartrat,asam suksinat,pektin, dan gula invert.
Buah asam jawa yang masak di pohon per 100 gramnya mengandung
- nilai kalori sebanyak 239 kalori, protein 2,8 gram,lemak 0,6 gram,karbohidrat 62,5 gram, kalsium
74 mg, fosfor 113 mg, zat besi 0,6 mg, Vitamin A 30 SI, Vitamin B 0,34 mg, serta Vitamin C 2 gram.
Kandungan aktif pada asam jawa seperti asam asetat,asam sitrat, asam askorbat, sinamil
aldehida,geranical,bacarotin, asam laktat dan metionin dapat digunakan untuk melancarkan
proses pencernaan dan buang air besar. Mengonsumsi asam jawa secara teratur dapat
menimbulkan efek laksatif atau pencahar lemah,yaitu pelunakan massa kotoran (feses) sehingga
sangat bermanfaat bagi penderita sembelit
Mekanisme
jus daun asam jawa bersifat laksatif. Dosis 40% mempunyai efek laksatif yang lebih besar
dibandingkan dosis 60% dan 20% namun masih lebih kecil jika dibandingkan dulcolax. Daun
ini dapat mempengaruhi dinding usus besar dengan jalan memperkuat peistaltiknya
dengan demikian akan memperlunak tinja

efek samping
1. Meningkatkan pendarahan dengan obat tertentu
2. Menyebabkan hipoglikemia
3. Bisa menyebabkan reaksi alergi
4. Bisa merusak enamel gigi
5. Menyebabkan batu empedu
6. Menyebabkan asam refluks
7. Menghasilkan efek laksatif

ketersediaan bahan
asam jawa (tamarindus indica) termasuk pohon multiguna yang dapat dikembangkan
dengansuatu perbanyakan, baik secara vegetatif maupun generatif. Perbanyakan asam
jawa secara vegetatif dapat menghasilkan buah berlimpah apabila organ tanamannya
berasal dari pohon induk yang bergenetik unggul. Namun karena jarangnya ketersediaan
tegakan asam jawa di alam saat ini, maka perbanyakan secara generatif dengan biji,
dapat menjadi pilihan yang tepat dalam membudidayakannya.
CERBERA ODOLLAM
GAERTN.
BINTARO

Pohon bintaro banyak ditanam untuk penghijauan, karena mampu


menyerap karbondioksida (CO2) dengan baik. Daun, buah dan kulit
batang bintaro mengandung saponin, daun dari buahnya juga
mengandung polifenol, disamping itu kulit batangnya mengandung
tanin.Daun muda, akar dan kulit batang bintaro berkhasiat untuk
pencahar, dengan 10 gram daun muda segar bintaro dicuci, dimakan
sebagai lalap. Apabila getah pohon bintaro mengenai luka, maka dapat
menyebabkan kelumpuhan. Racun bernama Cerberin berisiko
mengganggu saluran ion dalam otot jantung sehingga memicu detak
jantung menjadi tidak stabil bahkan kematian.
Mekanisme
meningkatkan frekuensi BAB dan untuk mengurangi konsistensi feses yang kering
dan keras. Secara umum, mekanisme kerja obat pencahar meliputi pengurangan
absorpsi air dan elektrolit, meningkatkan osmolalitas dalam lumen, dan
meningkatkan tekanan hidrostatik dalam usus. Obat pencahar ini mengubah
kolon, yang normalnya merupakan organ tempat terjadinya penyerapan cairan
menjadi organ yang mensekresikan air dan elektrolit (Dipiro, et al, 2005).
Efek Samping
Pohon ini dari akar, batang dan daunnya mengandung "Cerberin", senyawa
Glikosida yang dapat menghambat saluran ion kalsium dalam otot jantung
manusia, sehingga membuat detak jantung tidak stabil yang berujung dengan
kematian. Getah yang terkandung di dalamnya jika mengenai luka tubuh
manusia dapat mengakibatkan kelumpuhan.
Ketersediaan Bahan
Tanaman bintaro merupakan tanaman peneduh, pertumbuhannya cepat dan
gampang. Oleh karena itu, bintaro sering ditemui di sepanjang jalanan kota.
Pohan bintaro (Cerbera manghas) merupakan jenis tumbuhan liar yang mudah
tumbuh di mana saja.
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tumbuhan yag ideal
digunakan sebagai obat pencahar adalah Cassia tora L (daun senna). Hal itu
karena Daun Senna mengandung komponen anthraquinon atau
sennosida seperti glikosida dianthrone, naftalene glikosida dan hidroksianthrasen,
daun senna sering digunakan untuk mengatasi konstipasi. Senosida dapat
menghilangkan keluhan konstipasi pasien (irritable bowel syndrome). Senna
memiliki mekanisme paling jelas dan efek samping paling sedikit. Senna juga
mudah dikembang biakkan di Indonesia. Pada dosis terapi tidak ditemukan
adanya gangguan kebiasaan waktu defekasi; dapat melunakkan tinja dan
meningkatkan kecepatan transit makanan dalam kolon melalui peningkatan
gerakan peristaltik.