Anda di halaman 1dari 19

Noviana Dewi, S.Psi, M.

Si
Definisi

Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita
berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi
pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan
interpersonalnya
Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan
bahwa makin baik hubungan interpersonal
makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya;
makin cermat persepsinya tentang orang lain dan
persepsi dirinya;
sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung
diantara komunikan.
Flash back dulu

Mas Fernando & Mbak Ambar hanya bisa mendapat
setengah benar dalam mengkomunikasikan frase
BINTANG KECIL
Mas Ari & Mbak Melisa gagal sama sekali dalam
dalam mengkomunikasikan frase BUNGA
MATAHARI
Mas Wahyu & Mbak Nurul sukses dalam
mengkomunikasikan frase MANUSIA SERIGALA

Mana diantara ketiga pasangan tersebut yang
memiliki hubungan interpersonal yang paling baik?
Mana yang berhasil?
Kenapa demikian?
Teori Hub Interpersonal

Model Pertukaran Sosial
Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan
sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya
Model Peranan
Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu
bertindak sesuai dengan peranannya.
Model Interaksional
Setiap hubungan interpersonal harus dilihat dari tujuan bersama,
metode komunikasi, ekspektasi dan pelaksanaan peranan
Model Permainan
Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-
individu terlibat dalam bermacam permaianan.

Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3
bagian yaitu :
Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang
merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang
tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang
mengolah informasi secara rasional)
Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari
perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung
potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan).
Tahap Hub Interpersonal

Fase Perkenalan
informasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan
pada tujuh kategori, yaitu:
a) informasi demografis;
b) sikap dan pendapat (tentang orang atau objek);
c) rencana yang akan datang;
d) kepribadian;
e) perilaku pada masa lalu;
f) orang lain;
g) hobi dan minat.

Fase Penguatan Hubungan
Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu
berubah. Untuk memelihara dan memperteguh hubungan
interpersonal, diperlukan tindakan-tindakan tertentu untuk
mengembalikan keseimbangan.
Ada empat faktor penting dalam memelihara
keseimbangan ini, yaitu:
a) keakraban;
b) kontrol;
c) respon yang tepat;
d) nada emosional yang tepat
Fase Pemutusan Hubungan
Setidaknya ada lima sumber konflik yang dapat menyebabkan
pemutusan hubungan, yaitu:
a. Kompetisi

Pemutusan hubungan "kompetisi" bisa terjadi pada hubungan
interpersonal, mengapa? karena biasanya salah satu dari pihak-
pihak yang melakukan hubungan interpersonal ini akan berusaha
memperoleh sesuatu dengan mengorbankan pihak lain.
b. Dominasi
Mendominasi dalam setiap hubungan pun tidak baik karena
mungkin saja pihak lain itu akan merasa hak-hak nya dilanggar
dan merasa terkekang dengan dominasi salah satu pihak.
c. Kegagalan
Masing-masing pihak akan saling menyalahkan apabila terjadi
kegagalan dalam mencapai suatu tujuan bersama.
d. Provokasi
dimana salah satu pihak terus-menerus berbuat sesuatu yang ia
ketahui menyinggung perasaan yang lain.
e. Perbedaan Nilai
dimana kedua pihak tidak sepakat tentang nilai-nilai yang mereka
anut dan telah mereka sepakati.
review

Hubungan
Perkenalan
Penguatan Hubungan
Pemutusan hubungan
Interpersonal
Faktor Personal Pada Persepsi

Komunikasi Interpersonal
Pembentukan & Pengelolaan

Interpersonal Kesan
Konsep Diri Pada Komunikasi
Interpersonal

Sensasi
Komunikasi Persepsi
Intrapersonal Atensi
Memori
Berpikir
Mengambil
keputusan
Kesimpulan

Dua model proses komunikasi yaitu intrapersonal
(komunikasi dengan diri sendiri) dan interpersonal
(komunikasi dengan pihak lain). Hubungannya
saling mempengaruhi. Berhasil melakukan
komunikasi dengan diri sendiri akan meningkatkan
suksesnya komunikasi dengan orang lain.

Ada hubungan yang kuat antara pikiran manusia
(pikiran sadar dan bawah sadar) dengan
kemampuan komunikasi seseorang. Pikiran bawah
sadar akan mempengaruhi keberhasilan komunikasi
intrapersonal. Pikiran sadar akan mempengaruhi
tingkat kesuksesan komunikasi interpersonal.

Siklus proses pikiran manusia akan mempengaruhi
tingkat emosi, selanjutnya mempengaruhi aspek
komunikasi kemudian membentuk perilaku, jika
dibiarkan maka akan menjadi kebiasan lalu menjadi
karakter dan akhirnya menjadi keyakinan berupa nilai-
nilai. Jadi proses tersebut berhasil atau gagalnya
tergantung pikiran positif atau negatif yang kita ijinkan
masuk kedalam pikiran kita. Kalau lebih banyak pikiran
positif maka Anda akan banyak kemudahan dalam
mencapai suatu tingkat kesuksesan yang Anda ingin raih.
Kejadian sebaliknya jika Anda banyak mengijinkan
pikiran negatif yang masuk maka banyak hambatan yang
siap menjegal Anda dalam meraih cita-cita.


Jika Anda berpikir negatif (misalnya prasangka buruk,
kemarahan, ketakutan, dll) terhadap orang lain maka
emosi Anda akan terstimulus dan cenderung menjadi
emosi negatif (marah, sedih, takut). Selanjutnya, emosi
Anda akan mempengaruhi cara berkomunikasi (bahasa
verbal) cenderung akan negatif (misalnya, mengeluarkan
kata-kata negatif) terhadap dirinya sendiri (self-talk) atau
kepada komunikasi dengan pihak lain. Jika tidak mampu
mengontrol (mengendalikan) dirinya maka selanjutnya
akan melakukan tindakan (berperilaku negatif). Tentu
kejadian sebaliknya jika seseorang berpikir positif.

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3