Anda di halaman 1dari 57

MATERI-MATERI

SCREENING

INTERMEDIATE
TO

TRAINING
Muhammad Mubarak Chadyka Putra (FH-UH 2013)
Contents..
Materi 1 Keideologian
Materi 2 Kemahasiswaan
Materi 3 Kelembagaan
Materi 4 Kebangsaan
MATERI 1
KEIDEOLOGIAN

Muhammad Mubarak Chadyka Putra (FH-UH 2013)


PENGERTIAN
IDEOLOGI
Pengertian Ideologi:
1. Secara etimologis (bahasa)
eidos (Yunani), idea (Latin) =
pengertian dasar, ide-ide, gagasan,
konsep, cita-cita, pengertian dasar
+ logos = ilmu
Jadi ideologi secara harfiah
(terjemahan kata demi kata)= ilmu
tentang ide, gagasan, atau cita-cita
2. Menurut Ahli
Destutt de Tracy Program yang dapat diharapkan membawa
perubahan institusional dalam masyarakat Perancis
Descrates Ideologi adalah inti dari semua pemikiran
manusia
Karl Marx ideologi = tidak objektif, penuh kebohongan
tetapi menguntungkan kekuasaan tertentu dalam
masyarakat
C.S. T Kansil (a) Kumpulan konsep bersistem yg dijadikan
asas pendapat yg memberikan arah dan tujuan untuk
kelangsungan hidup; (b) Cara berpikir seseorang atau suatu
golongan.
Sastrapratedja Ideologi adalah seperangkat gagasan atau
pemikiran yang berorientasi pada tindakan yang
diorganisir menjadi suatu sistem yang teratur.
Tiga dimensi ideologi
Dimensi idealitas (merujuk pada
cita-cita yang ingin dicapai)
Dimensi realitas (merujuk pada
kenyataan)
Dimensi fleksibilitas (merujuk
pada sifat mudah menyesuaikan
diri dan luwes)
FUNGSI IDEOLOGI
Fungsi Ideologi
1. Sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai
bersama oleh suatu masyarakat.
Nilai yang terkandung dalam ideologi menjadi cita-cita
atau tujuan yang hendak diwujudkan dalam kehidupan
bermasyarakat.
2. Sebagai pemersatu masyarakat dan juga menjadi
prosedur penyelesaian konflik yang terjadi di dalam
masyarakat.
Nilai dalam ideologi merupakan nilai yang disepakati bersama
sehingga dapat mempersatukan masyarakat itu, serta nilai bersama
tersebut dijadikan acuan bagi penyelesaian suatu masalah yang
mungkin timbul dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Lanjutan
3. Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi
kehidupan manusia secara individual. (Cahyono, 1986)

4. Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari


generasi tua (founding fathers) ke generasi muda.
(Setiardja, 2001)

5. Sebagai kekuatan yang mampu memberi semangat dan


motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk
menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. (Hidayat,
2001)
MACAM-MACAM
IDEOLOGI DI
DUNIA
Macam-macam Ideologi di Dunia

Liberalisme
Fasisme
Sosialisme
Komunisme
Liberalisme
Inti pemikiran : Kebebasan Individual

Latar belakang : Sebagai respons terhadap kekuasaan negara yang


absolut dan otoriter yang membatasi kebebasan dan hak-hak warga
negaranya.

Landasan : Manusia pada hakikatnya adalah baik dan berbudi, tanpa


harus diterapkannya aturan-aturan ketat yang bersifat mengekang.

Ciri-ciri :
- Kebebasan sebesar-besarnya bagi setiap individu
- Penolakan terhadap pembatasan, terutama dari pemerintah dan
agama.
- Ekonomi pasar relatif bebas
Fasisme
Inti pemikiran : Crediere, Obediere, Combattere (Yakinlah, tunduklah,
berjuanglah.)

Latar belakang : Perkembangan dari paham yang dipraktikkan di Italia pada


tahun 1922-1943, yaitu pada saat Benito Mussolini menjabat sebagai Perdana
Menteri Fasis di Italia. Dilakukan awalnya untuk melawan anarkisme dan
komunisme.

Landasan : Negara dan pemerintah harus bertindak keras agar ditakuti oleh
rakyat, intinya negara diperlukan untuk mengatur masyarakat.

Ciri-ciri :
- Kekuasaan dipegang oleh pemerintah yang dapat berupa koalisi sipil,
militer, atau partai yang berkuasa saat itu.
- Rakyat diperintah dengan intimidasi agar patuh terhadap negara.
- Pemerintah mengatur segala yang boleh maupun tidak boleh dilakukan oleh
rakyatnya.
Sosialisme
Inti pemikiran : Kolektivitas (Kebersamaan, Gotong Royong)

Latar belakang : Menentang adanya kepemilikan pribadi yang timbul


akibat kapitalisme yang eksploitatif dan menyokong pemakaian milik
pribadi tersebut untuk kesejahteraan umum.

Landasan : Masyarakat dan juga negara adalah suatu pola kehidupan


bersama. Manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri, dan manusia akan
lebih baik serta layak kehidupannya jika ada kerja sama melalui fungsi
yang dilaksakan oleh negara

Ciri-ciri :
- Kesamaan kesempatan bagi semua orang
- Penghapusan sebagian besar hak-hak milik pribadi dan negara.
- Negara tanpa strata
Komunisme
Inti pemikiran : Perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas dimasyarakat,
sehingga negara hanya sasaran antara.

Latar belakang : Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan
Friedrich Engels, sebuah manuskrip politik yang pertama kali diterbitkan pada
21 Februari 1848.

Landasan : Penolakan kondisi masa lampau, analisa yang cenderung negatif


terhadap situasi dan kondisi yang ada, resep perbaikan untuk masa depan,
dan rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan tercapainya tujuan
yang berbeda-beda.

Ciri-ciri :
- Kesamaan kesempatan bagi semua orang
- Penghapusan seluruh besar hak-hak milik pribadi dan negara.
- Negara tanpa strata (tanpa kelas)
- Pemerintahan otoriter
PANCASILA SEBAGAI
IDEOLOGI
Pancasila Sebagai Ideologi
Pancasila sebagai ideologi:
cara pandang dan metode bagi seluruh
bangsa Indonesia untuk mencapai cita-
citanya, yaitu masyarakat yang adil dan
makmur sesuai dengan nilai-nilai yang
terkandung dalam pancasila.
Mengapa Ideologi Pancasila?

Nilai-nilai falsafah yang mendasar dan rasional


Teruji kokoh dan kuat sebagai dasar negara
Nilai-nilai pancasila sesuai dengan budaya
Indonesia
Mampu mengakomodir berbagai kepentingan
masyarakat yang majemuk dan beragam
Posisi Pancasila

Pandangan/Visi Hidup

Sumber dari segala sumber hukum


MATERI 2
KEMAHASISWA
AN
Muhammad Mubarak Chadyka Putra (FH-UH 2013)
PENGERTIAN MAHASISWA
Pengertian
Pengertian mahasiswa secara umum adalah
orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di
universitas, institut atau akademi. Mereka yang
terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dan
mengikuti semester berjalan dapat disebut
sebagai mahasiswa.
Definisi mahasiswa diambil dari suku kata
pembentuknya. Maha dan Siswa, atau pelajar
yang paling tinggi levelnya. Sebagai seorang
pelajar tertinggi, tentu mahasiswa sudah
terpelajar, sebab mereka tinggal
menyempurnakan pembelajarannya hingga
menjadi manusia terpelajar yang paripurna.
Karakter Mahasiswa
Kritis
Tidak mudah percaya dan mencari tahu dahulu
permasalahan dengan objektif.
Hedonis
Suka bersenang-senang
Normatif
menuruti segala perintah tanpa melihat benar atau
salahnya perintah
Apatis
Tidak peduli dengan keadaan disekitar dan
lingkungannya.
FUNGSI DAN PERAN
MAHASISWA
Fungsi Mahasiswa
Sebagai mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa
macam label yang melekat pada diri mahasiswa, misalnya:

1. Direct Of Change, mahasiswa bisa melakukan perubahan


langsung karena SDMnya yg banyak
2. Agent Of Change, mahasiswa agen perubahan,maksudnya
SDM untuk melakukan perubahan
3. Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiswa itu tidak
akan pernah habis.
4. Moral Force, mahasiswa itu kumpulan orang yg
memiliki moral yg baik.
5. Social Control, mahasiswa itu pengontrol
kehidupan sosial,cntoh mengontrol kehidupan sosial yg
dilakukan masyarakat.
Peran Mahasiswa
Namun secara garis besar, setidaknya ada 3
peran dan fungsi yang sangat penting bagi
mahasiwa, yaitu :
Pertama, peranan moral, dunia kampus
merupakan dunia di mana setiap mahasiswa
dengan bebas memilih kehidupan yang mereka
mau. Disinilah dituntut suatu tanggung jawab
moral terhadap diri masing-masing sebagai
indidu untuk dapat menjalankan kehidupan yang
bertanggung jawab dan sesuai dengan moral yang
hidup dalam masyarakat.
Kedua, adalah peranan sosial. Selain tanggung jawab
individu, mahasiswa juga memiliki peranan sosial,
yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya
tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi
juga harus membawa manfaat bagi lingkungan
sekitarnya.
Ketiga, adalah peranan intelektual. Mahasiswa
sebagai orang yang disebut-sebut sebagai insan
intelek haruslah dapat mewujudkan status tersebut
dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari
betul bahwa fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut
dengan ilmu pengetahuan dan memberikan
perubahan yang lebih baik dengan intelektualitas
yang di miliki selama menjalani pendidikan.
GERAKAN MAHASISWA
Tokoh Mahasiswa & Lintasan Sejarah
Gerakan Mahasiswa selalu terlibat dalam pergolakan politik
(Hidupnya lebih banyak untuk rakyat daripada diri sendiri)

Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Kemerdekaan


Mahasiswa masuk parpol (1957)
Tumbangnya sukarno 1966
Kritis terhadap Orba Malari 1974 NKK/BKK 1978
Reformasi 1998
Selanjutnya, para aktivis gerakan mahasiswa menjadi tokoh politik
melalui Partai, Kabinet dan Parlemen.

Secara bertahap menjadi tokoh di birokrasi dan sektor swasta


(interpreneur).

Selain melahirkan tokoh nasional, gerakan mahasiswa juga menjadi


faktor pendorong yang kuat bagi membesarkan tokoh nasional.
Peran Gerakan Mahasiswa
1. Membangun Kesadaran

2. Kaderisasi Kepemimpinan

3. Terlibat dalam Politik Kampus

4. Pressure Group, sebagai pelopor pergerakan Dengan;


audiensi, public hearing, demonstrasi, petisi, survei,
selebaran, lobi personal, telepon, surat/email, media
massa dll.

5. Gerak Pasca Kampus, menapaki karir setelah kuliah.


Peta Ideologis Gerakan
Mahasiswa:
Kanan: latar belakang Islam, simbol
islam.
Netral:nasionalis, sekuler, formal
Kiri/Newleft: sosialis, marxis.
MATERI 3
KELEMBAGAAN

Muhammad Mubarak Chadyka Putra (FH-UH 2013)


KONSEP DASAR
ORGANISASI
PENGERTIAN ORGANISASI
Secara etimologis (bahasa):
Organum (Latin); organon (Yunani) berarti alat, anggota, bagian,
atau badan.
Tiga macam pendapat ttg organisasi:
kumpulan orang
proses pembagian kerja
sistem kerja sama
Unsur Dasar Organisasi
Sekelompok orang
Kerjasama
Tujuan
Pengertian Organisasi
Sistem saling pengaruh antar orang dalam
satu kelompok dalam rangka mencapai
tujuan tertentu
Sistem yang mengkoordinasikan orang-
orang, pekerjaan-pekerjaan, teknologi, dan
praktik-praktik manajemen untuk mencapai
tujuan.
Sekumpulan elemen yang saling berinteraksi
dalam suatu kesatuan yang utuh & secara
simultan berproses ke arah tercapainya tujuan
tertentu
PENGORGANISASIAN
Pengorganisasian
adalah Proses menciptakan struktur sebuah
organisasi
Atau
Suatu proses untuk merancang struktur formal,
mengelompokkan dan mengatur serta membagi
tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota
organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai
dengan efisien.
CIRI-CIRI DAN TUJUAN
Ciri Ciri Organisasi :

1. Adanya Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab.


Dalam organisasi dibagi menjadi beberapa divisi dan departemen
yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing- masing untuk
mempermudah pencapaian tujuan
2. Adanya Pusat Kekuasaan
Pimpinan atau atasan sebagai pusat kekuasaan dalam organisasi
akan menentukan pengawasan dan kepemimpinan
3. Adanya Substitusi Sumber Daya Manusia
Terjadinya substitusi SDM seperti mutasi, promosi, pensiun,
meninggal dunia dan PHK
4. Adanya Ketergantungan Antaranggota
Organisasi sebagai sebuah subsistem saling berhubungan antara
bagian yang satu dengan bagian lainnya.
5. Adanya Koordinasi Antarkomponen
Selalu melakukan kordinasi baik secara lisan maupun tertulis
6. Adanya Interaksi yang Berulang ulang
Kegiatan organisasi dilakukan secara konstinue atau
berulang ulang dan permanen sehingga interaksi juga terjadi
berulang ulang dana berhenti jika organisasi tersebut bubar

Fungsi Organisasi :
1. Sebagai wadah dimana kegiatan-kegiatan administrasi dan manajemen
di jalankan.
2. Sebagai proses dimana di analisa intraction antara orang-orang yang
menjadi anggota organisasi itu.
TIPE-TIPE ORGANISASI
Dilihat dari Orientasi Terhadap Laba
1. Organisasi Profit/Profit Oriented
Perusahaan Besar
Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan
Ritel, dll
Perusahaan Kecil, Koperasi
Perusahaan Multinasional,dll
2. Organisasi Non Profit Oriented
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota
Lembaga Pendidikan Negeri
Yayasan Sosial, Kemasyarakatan, Kesiswaan.

Ditinjau dari Legalitas / Legislasi :


dalam hal ini organisasi dinilai dari legal formal dihadapan hukum. terbagi
menjadi dua jenis, yaitu :
1. Organisasi Formal yaitu organisasi yang secara resmi terdaftar atau diakui
oleh hukum.
Sebagai contoh : Pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, PT, CV,
2. Organisasi Non Formal / In-formal
Contoh : Organisasi tahlil, organisasi istighosah, kelompok belajar, dll
BENTUK ORGANISASI
Organisasi lini ( garis )
Suatu bentuk organisasi yang setiap pekerjaannya hanya
mengenal satu pimpinan yang langsung membawahinya.
Organisasi Fungsional
Organisasi yang pembagian tugasnya didasarkan menurut fungsi
yang ada dalam organisasi, bawahan mendapat perintah dari
beberapa kepala bagian yang masing-masing ahli dibidangnya,
karena pimpinan percaya penuh kepada para ahli dibidangnya
tersebut.
Organisasi Matrik
Organisasi manajemen proyek, yaitu struktur dimana para
spesialis dari bagian-bagian yang ada disatukan untuk
mengerjakan proyek khusus.
Organisasi Divisional
Suatu bentuk organisasi yang pembagian tugasnya dibagi
menjadi beberapa unit yang agak otonom, yang tiap-tiap unitnya
mempunyai sumber daya untuk beroperasi secara mandiri.
MANAJEMEN ORGANISASI
(POACE)
POACE
Planning (Perencanaan)
Planning adalah kegiatan yang berkaitan dengan
pemilihan alternatif-alternatif, kebijaksanaan-
kebijaksaan, prosedur-prosedur, sebagai bentuk usaha
mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Organizing (Pengorganisasian)
Organizing adalah kegiatan yang menggabungkan
seluruh potensi yang ada dari seluruh bagian dalam
suatu kelompok orang / organisasi untuk bekerjasama
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama.
Actuating (Pelaksanaan)
Actuating adalah kegiatan yang dilakukan oleh seluruh
komponen yang ada dalam suatu organisasi secara
bekerjasama sesuai dengan bidang masing-masing
untuk dapat mencapai tujuan.

Controlling (Pengawasan)
Controlling adalah pengendalian seua kegiatan supaya
memberikan hasil yang efektif dan bernilai guna.

Evaluating (Evaluasi)
Evaluating adalah memastiakn bahwa semua
kegiatan berjalan sesuai rencana dan mencari
kekurangan dari pelaksanaan kegiatan tersebut agar
tidak terulang lagi.
MATERI 4
KEBANGSAAN

Muhammad Mubarak Chadyka Putra (FH-UH 2013)


a. Makna Bangsa

Bangsa atau nation (Inggris) adalah suatu komunitas etnik


yang memiliki ciri-ciri : memiliki nama, wilayah tertentu,
mitos leluhur bersama, kenangan bersama, satu atau
beberapa budaya yang sama & solideritas tertentu.
Dalam pengertian sosiologis, bangsa termasuk kelompok
paguyuban yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup
bersama dan senasib sepenanggungan di dalam suatu
negara.

Dalam pengertian politis, bangsa merupakan sekelompok


orang dalam suatu negara. Sedangkan masyarakat dalam
arti sosiologis, merupakan sekelompok orang dalam suatu
negara.
Faktor pembentukan bangsa

adanya persamaan nasib,


adanya keinginan bersama untuk merdeka
adanya kesatuan tempat tinggal
adanya cita-cita bersama .
SEJARAH BANGSA
INDONESIA

Sebelum NKRI (Zaman penjajahan Belanda)


Bangsa mendahului negara 1908 & 1928
Pemuda dari seluruh nusantara menyatakan tekad
menjadi satu bangsa

Bahasa Indonesia sebagai bahasa bersama


SEJARAH BANGSA
INDONESIA
Zaman penjajahan Belanda
Ketertindasan

Ketidak adilan

Kekejaman

Penghinaan oleh penjajah

Penghisapan tenaga kerja rakyat


b. Makna Negara

Pengertian Negara

Kata Negara berasal dari : state (Inggris), staat (Belanda dan


Jerman), etat (Perancis), statum (Latin), yang berarti
keadaan yang tegak dan tetap.

Negara adalah organisasi yang di dalamnya ada rakyat,


wilayah yang permanen, dan pemerintah yang
berdaulat (baik ke dalam maupun ke luar). Dalam arti
luas, negara merupakan kesatuan sosial (masyarakat)
yang diatur secara konstitusional untuk mewujudkan
kepentingan bersama.
Sifat Hakikat Negara

1. Sifat Memaksa (negara memiliki mempunyai kekuatan


fisik secara legal.
2. Sifat Monopoli (yaitu dalam menetap-kan tujuan
bersama masyarakat.
3. Sifat Mencakup Semua (All-Embracing), yaitu semua
peraturan perundang-undangan yg berlaku adalah untuk
semua orang tanpa kecuali.
TERJADINYA NEGARA

Penaklukan atau occupatie


Peleburan atau fusi
Pemecahan
Pemisahan diri :
Perjuangan atau revolusi kemudian
memerdekakan diri;
Penyerahan/pemberian
Pendudukan atas wilayah yang belum ada
pemerintahan sebelumnya
Unsur unsur terbentuknya Negara
Unsur Konstitutif yaitu :

1. Rakyat

2. wilayah

3. Pemerintah berdaulat

Unsur Deklaratif yaitu :

pengakuan dari negara lain


a. Pengakuan de facto : pengakuan berdasarkan kenyataan
sejarah
b. Pengakuan de yure : pengakuan berdasarkan hukum
internasional
Perbedaan bangsa dan
negara
Bangsa merujuk pada kelompok orang atas
persekutuan hidup. Sedangkan negara merujuk
pada sebuah organisasi sekelompok orang yang
berada di dalamnya (organisasi kekuasaan
politik).
Bangsa adalah suatu bagian dari negara dan
bangsa menjadi salah satu unsur terbentuknya
negara
4 PILAR
KEBANGSAAN
PANCASILA, telah dicabut dari keberadaannya
sebagai pilar karena posisi pancasila sebagai filosofi
negara, fundamentalnorm bangsa Indonesia.

UUD 1945, tertuang tujuan negara dan untuk


mencapainya tujuan tersebut kemudian diatur dalam
pasal-pasal dalam UUD 1945

NKRI, terbentuknya negara karena 4 unsur rakyat,


wilayah, pemerintah berdaulat, dan pengakuan. NKRI
telah memenuhi unsur tersebut.

BHINEKA TUNGAL IKA, sebagai semboyan negara.