Anda di halaman 1dari 24

Embrio adalah sebuah eukariota diploid multisel dalam tahap

paling awal dari perkembangan.


Dalam organisme yang berkembang biak secara seksual,
ketika satu sel sperma membuahi ovum, hasilnya adalah satu sel
yang disebut zigot yang memiliki seluruh DNA dari kedua
orang tuanya. Dalam tumbuhan, hewan, dan beberapa protista,
zigot akan mulai membelah oleh mitosis untuk menghasilkan
organisme multiselular. Hasil dari proses ini disebut embrio.
Biji yang mengandung tumbuhan dalam keadaan embrio
(lembaga atau sama artinya dengan tumbuhan yang seakan
akan baru dilahirkan yang merupakan hasil perkawinan antara
salah satu inti generatif dari serbuk sari dan inti primer dari
saccus embrionalis) diselubungi oleh kulit biji dan dibekali
dengan sumber makanan cadangan.
Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan endosperma yang
merupakan persediaan makanan. Endosperma berkembang
dari pembelahan mitosis nukleus endosperma yang dihasilkan
dari peleburan salah satu gamet jantan dengan kedua nucleus
polar atau dengan nukleus sekunder. Embrio dan persediaan
makanannya terbungkus oleh radikula yang merupakan bakal
akar. Bagian sumbu embrionik diatas kotiledon adalah epikotil.
Pada ujungnya terdapat plumula yang merupakan bakal pucuk atau
daun. Dan pada bagian batang dibawah keping biji disebut
hipokotil yang terdapat batang akar atau radikula. Baik plumula
atau radikula terdapat meristem apeks di ujungnya. Selain itu
terdapat Kotiledon yang akan menyerap zat-zat makanan dari
endosperma dan memindahkannya ke embrio ketika biji mulai
berkecambah.

Pembelahan sel didalam embrio diiringi dengan pertumbuhan serta


vakuolasi yaitu dibentuknya vakuola yang membesar dari sel-sel
yang terjadi, memulai organisasi dari sIstem jaringan. bakal
epidermis ditunjukan oleh lapisan permukaan yang bersifat
meristimatik yakni protoderm. Dibawah protoderm meristem dasar
dari bakal korteks sudah dapat dibedakan dengan adanya
vakuolasi sel yang melebihi vakuolasi sel jaringan disebelahnya.
Jaringan ditengah yang kurang tervakuolasi dan memanjang
sepanjang sumbu hipokotil -akar merupakan meristem bakal jaringan
pembuluh. Jaringan ini disebut prokambium. Prokambium merupakan
system yang berkesinambungan dan terkoordinasi antara kotiledon
dan sumbu hipokotil- akar.
PERTUMBUHAN: Pertambahan jumlah sel pada suatu organisme
dan bersifat tidak dapat kembali (irreversible) serta
pertambahan ini dapat diukur secara kuantitatif seperti berat,
tinggi, dan lain lain.
PERKEMBANGAN: proses untuk mencapai kematangan fungsi
organisme dan dapat diukur secara kualitatif seperti fungsi
organ reproduksi, dan fungsi-fungsi organ lainnya.
Bakal biji mengandung zigot dan endosperm. Zigot tumbuh menjadi
embrio. Endosperm mengandung cadangan makanan yang
digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio.
Pembelahan zigot secara mitosis menghasilkan sel basal dan sel
terminal. Sel basal berkembang jadi suspensor, kulit bakal biji, dan
mengalirkan nutrien dari endosperm. Sel terminal berkembang jadi
proembrio.
Biji yang matang, embrio yang dikelilingi kotiledon, endosperm, atau
keduanya. Tumbuhan dikotil mempunyai dua kotiledon, sedangkan
tumbuhan monokotil hanya mempunya satu kotiledon. Biji dilindungi
oleh kulit biji.
Buah mulai berkembang setelah terjadi penyerbukan.
Dimulai dari proses imbibisi yaitu proses masuknya air ke dalam
biji dilanjutkan proses pertambahan fungsi sel yang jelas (diferesiansi)
dan pembentukan organ pada tumbuhan (organogenesis). Biji dapat
berkecambah karena didalamnya terdapat embrio yaitu:
Akar lembaga, berfungsi sebagai akar.
Daun lembaga sebagai:
tempat menimbun makanan
fotosintesis
alat pengisap makanan untuk embrio
Batang lembaga:
Epikotil: ruas batang diatas daun lembaga yang akan tumbuh menjadi
batang dan daun
Hipokotil: ruas batang bawah daun lembaga yang akan tumbuh menjadi
akar
Pertumbuhan primer (hasil pembelahan sel sel meristem).
Penambahan panjang batang dan akar.
Titik tumbuh akar : jaringan meristem pada tudung akar (kaliptra)
Titik tumbuh batang: jaringan meristem pada batang

Meristem Embrional : saat perkecambahan


Meristem Kambium : tumbuhan dewasa

Pertumbuhan sekunder (hasil aktivitas jaringan meristem pada


kambium). Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan diameter
batang yang merupakan aktivitas sel meristem pada kambium.
Faktor eksternal
Temperatur, memperngaruhi kerja enzim dan kandungan air pada
tanaman.
Cahaya matahari, mempengaruhi lama dan waktu fotosintesis pada
tanaman.
AIR,pH,oksigen; menentukan laju fotosintesis, pelarut universal, dan
pengedar hasil fotosintesis.
Nutrisi,berguna untuk melangsungkan hidup

Faktor Internal
Faktor genetis
Faktor fisiologis
Embriologi Tumbuhan, / Tahap dan Proses
Proses Perkecambahan Biji Tumbuhan
Tahap Aktivasi. Tahap ini melipuli :
1. Hidrasi dan imbibisi air. selama kedua tahap ini, air masuk ke dalam
embrio dan membasahi protein dan koloid lain.
2. Sintesis dan pengaktivan enzim, menyebabkan peningkatan aktivitas
metabolisme
3. pemanjangan sel dan munculnya radikula.

Tahap Pencernaan dan Translokasi. Pada tahap ini terjadi proses


pencernaan lemak, protein, dan karbohidrat yang tersimpan pada
endosperm, koliledon atau perisperm. Hasil pencernaan di
translokasikan ke titik pertumbuhan sumbu embrio.

Tahap Pertumbuhan Kecambah. Kecambah berkembang akibat


pembelahan sel yang kontinu pada titik tumbuh sumbu embrio, yang
selanjutnya diikuti dengan perluasan struktur kecambah.
Diferensiasi jaringan pada tumbuhan adalah proses perubahan
jaringan meristem menjadi jaringan-jaringan lain.
1. Meristem, dibedakan :
Meristem apikal : terdapat di pucuk utama,pucuk lateral dan
ujung akar

Meristem interkalar : terdapat antara. jaringan dewasa, ct. pangkal


ruas tumbuhan famili rumput-rumputan.

Meristem lateral : terletak sejajar dengan permukaan organ tempat


ditemukannya.Ct.kambium, dan kambium gabus.
Meristem primer : sel-selnya berkembang langsung dari jaringan
embrionik (meristem apikal)
Meristem sekunder : sel-selnya berkembang dari jaringan dewasa
yang sudah mengalami differensiasi. Ct. kambium dam kambium
gabus (felogen)
Jaringan pelindung ( epidermis ).
Fungsi : Melindungi bagian dalam tumbuhan.
Derivat epidermis : stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silika,
dan sel gabus.
Jaringan dasar ( Parenkim )
Jaringan penyokong ( Penguat )
Jaringan kolenkim : Sudut sel mengalami penebalan.
Ct. gambar :
Contoh gambar :
Contoh gambar :