Anda di halaman 1dari 44

WAWANCARA

SURVEI
Pengertian wawancara
Charles Stewart dan W. B. Cash : sebuah proses komunikasi
berpasangan dengan suatu tujuan yang serius dan telah ditetapkan
sebelumnya yang dirancang untuk bertukar perilaku dan
melibatkan tanya jawab
Robert Kahn dan Charles Channel : suatu pola yang dikhususkan
dari interaksi verbal diprakarsai untuk suatu tujuan tertentu, dan
difokuskan pada sejumlah bidang kandungan tertentu, dengan
proses eliminasi materi yang tak ada kaitannya secara
berkelanjutan.
Dalam bimbingan koseling :
merupakan dialog antara konselor dengan konseli dengan
maksud membantu konseli memecahkan masalah yang
dihadapinya, yang biasanya berfokus pada perubahan sikap dan
perilaku.
Wawancara adalah dialog
antar dua orang dalam suatu
hubungan interpersonal untuk
mengumpulkan data yang
kemudian ditujukan untuk hal-
hal tertentu yang telah
ditetapkan sebelumnya
WAWANCARA MERUPAKAN CARA
YANG DIGUNAKAN UNTUK
MEMPEROLEH KETERANGAN SECARA
LISAN GUNA TUJUAN TERTENTU.

TUJUAN INI BERMACAM-


MACAM ANTARA LAIN UNTUK
DIAGNOSA DAN TREATMENT
( YANG DILAKUKAN DOKTER),
UNTUK KEPERLUAN
MENDAPATKAN BERITA SEPERTI
YANG DILAKUKAN WARTAWAN,
DAN UNTUK MELAKUKAN
PENELITIAN (MENDAPATKAN
DATA ATAU FAKTA)
DALAM WAWANCARA TERDAPAT DUA
PIHAK YANG MEMPUNYAI
KEDUDUKAN BERBEDA, YAITU
PENGEJAR INFORMASI YANG DISEBUT
PEWAWANCARA ATAU INTERVIEWER
DAN PEMBERI INFORMASI YANG
DISEBUT INFORMAN, INTERVIEWEE
ATAU RESPONDEN. BIASANYA KEDUA
PIHAK BERHADAPAN SECARA FISIK,
TETAPI DENGAN KEMAJUAN
TEKNOLOGI BISA MELALUI TELEPON,
INTERNET, termasuk Chatting, face Book
DLL. WAWANCARA BISA DENGAN
SATU ORANG, BISA DENGAN
KELOMPOK ORANG
Wawancara Terhadap
Responden
Wawancara terhadap responden lazim
dinamakan sebagai survei, baik
menggunakan instrumen kuesioner atau
dengan menyampaikan pertanyaan
langsung.
Wawancara terhadap responden digunakan
untuk PENELITIAN atau medapatkan
data/fakta
Ciri - Ciri Responden
Responden adalah subyek penelitian, artinya orang atau
badan/institusi yang diminta pendapatnya mengenai
sesuatu.
Responden hakikatnya memiliki karakter sebagai pihak
yang terikat atau harus patuh pada norma yang menjadi
topik penelitian.
Misalnya, untuk penelitian kasus Diare, kepada
responden ditanyakan apakah pernah diare, berapa kali
dalam satu waktu, kemana mencari pertolongan,
bagaimana kesehatan lingkungan pasien, bagaimana
higiene personalnya, dll.
Penentuan Responden
Responden sebagai sekumpulan orang
yang dijadikan subyek penelitian tidak
mungkin diwawancarai atau disurvei
seluruhnya, sehingga dilakukan upaya
pengidentifikasian dengan cara:
a. menentukan populasi;
b. menentukan subpopulasi;
c. menentukan target sasaran;
d. menentukan metode sampling.
Wawancara terhadap Responden
Dalam melakukan wawancara terhadap responden, ada
beberapa yang harus diperhatikan:
1. Responden benar-benar menjawab pertanyaan atau
mengisi kuesioner.
2. Pemilihan responden didasarkan pada alasan-alasan
penelitian, dan bukan alasan lain;
3. Setelah dilakukan wawancara, responden diberikan
penghargaan selayaknya secara etis seperti pemberian
kenang-kenangan atau ucapan terimakasih.
Etika Mewawancarai Responden
1. Memperkenalkan diri dan tujuan
mewawancarai.
2. Menyampaikan permohonan wawancara
dan apakah bersedia tertulis atau lisan.
3. Melakukan wawancara dengan keadaan
yang nyaman untuk responden.
4. Mendapatkan hasil jawaban disertai
ucapan terimakasih dan memberikan
kenang-kenangan.
DALAM TEKNIK PELAKSANAANNYA
WAWANCARA DIBAGI 2 GOL BESAR

1. WAWANCARA
BERENCANA/BERPATOKAN : TELAH
DIPERSIAPKAN DAFTAR
PERTANYAAN (KUESIONER) YANG
LENGKAP.

2. WAWANCARA TIDAK BERENCANA


ATAU TIDAK BERPATOKAN
Data yang diperoleh

- Data verbal
percakapan dan tanya jawab
- Data Non verbal
mencatat dan merekam
Langkah-langkah dalam
wawancara

*Tahap persiapan
*Tahap pelaksanaan
*Tahap penutup
PERSIAPAN WAWANCARA :

1. MENCARI KETERANGAN UNTUK


KEPERLUAN INFORMASI AWAL.
2. MENENTUKAN INDIVIDU YANG AKAN
DIWAWANCARA/ SELEKSI INDIVIDU.
3. PENDEKATAN PADA SASARAN.
4. PEMBINAAN SUASANA AGAR LANCAR.
5. MEMPERSIAPKAN ALAT PENGUMPUL
DATA.
6. MEMBUAT JANJI/RENCANA
KUNJUNGAN.
7. PERSIAPAN PERALATAN
8. BIAYA.
PELAKSANAAN
WAWANCARA :
1. DATANG TEPAT WAKTU.
2. MEMPERHATIKAN PENAMPILAN
3. DATANG DENGAN PERSIAPAN DAN
PENGETAHUAN MASALAH.
4. KEMUKAKAN ALASAN KEDATANGAN.
5. MULAI DENGAN PERTANYAAN YANG
UMUM.
6. PERTANYAAN TIDAK BERSIFAT
INTEROGATIF.
7. DENGARKAN JAWABAN DENGAN
BAIK.
8. SIAPKAN CATATAN.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI WAWANCARA :

1. SUASANA ATAU RAPPORT YANG


BAIK ANTAR PEWAWANCARA
DAN RESPONDEN ATAU
INFORMAN.
2. KETRAMPILAN
PEWAWANCARA.
3. TEKNIK PENCATATAN.
TEKNIK MELAKUKAN
WAWANCARA :
MENCIPTAKAN DAN MENJAGA
SUASANA YANG BAIK.
ADAKAN PEMBICARAAN
PEMANASAN.
KEMUKAKAN TUJUAN
TIMBULKAN SUASANA YANG BEBAS
TIMBULKAN PERASAAN BAHWA IA
ADALAH ORANG YANG PENTING,
KERJA SAMA DAN BANTUANNYA
SANGAT DIPERLUKAN.
MENGADAKAN PROBING : PROBES
ADALAH CARA MENGGALI
KETERANGAN YANG LEBIH
MENDALAM. DILAKUKAN DALAM
HAL :
APABILA JAWABAN TIDAK RELEVAN
DENGAN PERTANYAAN.
APABILA JAWABAN KURANG JELAS
ATAU KURANG LENGKAP.
APABILA ADA DUGAAN JAWABAN
KURANG MENDEKATI KEBENARAN.
PENGGUNAAN HENDAKNYA
DIBATASI, DAN DILAKUKAN
SECARA BIJAKSANA DENGAN
TIDAK MEMBERI SUGESTI UNTUK
MEMBERIKAN JAWABAN-
JAWABAN TERTENTU SERTA
SELALU MENJAGA RAPPORT
YANG BAIK.
MACAM-MACAM PROBES
:
1.COMPLETION PROBES (UNTUK MEMPEROLEH
KETERANGAN TAMBAHAN ATAU MENGGALI
LEBIH LANJUT).
2. CLARITY PROBES (USAHA AGAR RESPONDEN
MAU MENJELASKAN LEBIH LANJUT)
CHANNEL PROBES (UNTUK MENGETAHUI
KETERANGAN YANG DIBERIKAN, PENDAPAT
SENDIRI ATAU ORANG LAIN)
REACTIVE PROBES (UNTUK MENGETAHUI
PERASAAN RESPONDEN TERHADAP HAL-HAL
YANG DIKEMUKAKAN).
HIGH PRESSUR PROBES (UNTUK
MEMECAHKAN KONTRADIKSI-KONTRADIKSI
DALAM JAWABAN RESPONDEN)
PENYUSUNAN KALIMAT
(PARAPHRASE) : APABILA
DIPERLUKAN PEWAWANCARA
DAPAT MEMBANTU
MERUMUSKAN APA YANG
HENDAK DIKEMUKAKAN OLEH
RESPONDEN, APABILA IA TIDAK
DAPAT MERUMUSKAN SECARA
RUNTUT, TERATUR DAN
LENGKAP.
PENCATATAN DATA WAWANCARA :

1. PENCATATAN LANGSUNG
2. PENCATAN DARI INGATAN
3. PENCATATAN DENGAN ALAT
RECORDING
KESALAHAN KESALAHAN DALAM
MELAPORKAN HASIL WAWANCARA
:

1. KARENA ALPA
2. KURANGNYA DAYA REFLEKSI
3. KESALAHAN KARENA
PENAMBAHAN
4. MENGGANTI ISTILAH.
TEKNIK BERTANYA :
1. HINDARI KATA-KATA YANG MEMPUNYAI DUA ATAU
BANYAK ARTI.
2. HINDARI PERTANYAAN PANJANG YANG
SEBENARNYA TERDIRI DARI PERTANYAAN KHUSUS.
3. BUATLAH PERTANYAAN SEKONGRET MUNGKIN.
4. AJUKAN PERTANYAAN DALAM RANGKA
PENGALAMAN KONGRET INFORMAN (GUNAKAN
CARA PANDANG INFORMAN.
5. GUNAKAN ISTILAH YANG NETRAL DALAM
BERTANYA.
6. GUNAKANLAH GAYA BERTANYA YANG TIDAK
MENGKAITKAN LANGSUNG INFORMAN DENGAN
MASALAH ( YANG SEBENARNYA JUGA MENJADI
MASALAH DIA).
7. AJUKAN PERTANYAAN YANG JAWABANYA TEGAS
TIDAK MENGAMBANG.
8. DALAM WAWANCARA MENGENAI PENILAIAN
TERHADAP ORANG KE 3, TANYAKAN HAL-HAL BAIK
MENYUSUN PEDOMAN
WAWANCARA :
1. MEMBUAT LIST SEMUA VARIABEL YANG
ADA.
2. MEMILIH ATAU MENENTUKAN CAKUPAN
SERTA BATASAN MASALAH YANG AKAN
DITELITI.
3. MEMFOKUSKAN MASALAH.
4. MEMBUAT LIST DARI VARIABEL YANG
TERKAIT PADA FOKUS MASALAH.
5. TENTUKAN TOPIK SEBAGAI UNIT ANALISIS.
6. TENTUKAN INFORMAN
7. MENYUSUN PEDOMAN WAWANCARA
DENGAN MENGGUNAKAN DAFTAR LIST
SEBELUMNYA SEBAGAI MASUKAN.
SIKAP DALAM WAWANCARA
1. PERHATIKAN DAN PERGUNAKAN WAKTU SENGGANG
SASARAN
2. USAHAKAN JANGAN MENGGANGGU KESIBUKAN
SEHARI-HARI.
3. PERKENALKAN DIRI SECARA TEGAS DAN
TERANGKAN MAKSUD KEDATANGAN/ WAWANCARA.
4. AMBILAH PERANAN SEBAGAI SEORANG YANG INGIN
BELAJARSESUATU DARI INFORMAN.
5. PERLIHATKAN SIKAP PERHATIAN PENUH PADA
POKOK PEMBICARAAN.
6. PERHATIKAN BAHASA TUBUH PENELITI.
7. BERUSAHA UNTUK SENSITIF DAN MENGHINDARI
PERTANYAAN YANG SEKIRANYA DAPAT
MEMOJOKKAN INFORMAN.
8. JANGAN MELAKUKAN LEADING DALAM BERTANYA
ATAU MEMBERI TANGGAPAN PADA JAWABAN
INFORMAN.
Kelebihan Wawancara
- Tidak ada hambatan jika responden buta
huruf
- Sebagai verifikasi data
- Efektif menggali gejala-gejala psychis
- Pengumpulan data-data sosial
Kekurangan Wawancara
- Kurang efisien
- Diperlukan keahlian bahasa
- Pemalsuan jawaban
- Data yang diperoleh kurang akurat
- Dipengaruhi oleh keadaan lingkungan
sekitar
KESALAHAN DALAM
WAWANCARA
Lupa Pertanyaan
Pertanyaan tertutup
Pertanyaan panjang
Pertanyaan ganda
Menjawab pertanyaan anda sendiri
Pernyataan sebelum pertanyaan
Komentar pada petanyaan
Tidak Sanggup menjadi pendengar yang
baik
Penggunaan dan keterbatasan
survey (1)
Opinion polls to people, events, and policies

Marketing researches by business, ad agencies


reactions to new products & services, customer
satisfaction, audience profiles, etc.

Pemerintah informasi untuk perencanaan,


decision making, policy assessments (di luar, di
Indonesia tidak pernah ada)
Penggunaan dan keterbatasan
survey (2)
Surveys are used extensively for both
descriptive and explanatory purposes

The most effective means of social


description detailed and precise info
about large heterogeneous populations
Penggunaan dan keterbatasan
survey (3)
Pembagiannya:
Informasi latar belakang sosial (usia, agama,
dsb.)
Laporan tingkah laku di masa lalu (brapa jam
main game dalam sehari?)
Attitudes, beliefs, values
Intensi untuk bertingkah laku
Pertanyaan2 sensitif
Penggunaan dan keterbatasan
survey (4)
Kelemahan dalam explanatory research: di
eksperimen ada manipulasi variabel
(treatment) manipulasi independent
(causal) variable yang berefek pada
dependent (effect) variable.

Survey mengukur yang diukur sekali


jadinya masalah interpretasi.
Penggunaan dan keterbatasan
survey (5)
Masalah kontrol, eksperimen
memanipulasi/mengontrol langsung
extraneous variables supaya konstan

Survey mengontrolnya dengan statistical


control dalam analisa data
Penggunaan dan keterbatasan
survey (6)
Survey kurang adaptable kalau sudah
berjalan, kalau eksperimen design-nya bisa
saja diubah

Kelemahan yang lebih besar: susceptible to


reactivity systematic measurement error
(socially desirable, dsb.)
Penggunaan dan keterbatasan
survey (7)
Survey mencatat laporan dari tingkah laku
bukan tingkah lakunya sendiri; bukan
observasi:
tidak jujur
salah paham terhadap pertanyaan
lupa pada hal yang ditanyakan atau
opinions/attitudes yang tidak stabil
Penggunaan dan keterbatasan
survey (8)
Pertemuan singkat kurang baik untuk
mendapatkan pemahaman konteks, field
research bisa lebih baik.
Wwcr (1)
Response effects the amount of the error
in response to a question that is associated
with a particular factor
Misalnya responden lupa dan menjawab
seadanya

Iter tidak sengaja memperlihatkan


ekspektasi jawaban
Wwcr (2)
Itee ingin mengesankan iter
Itee tidak menyukai iter
Itee malu
Itee lagi repot

Latihan sensitivitas buat iter


Wwcr (3)
Three basic rules are suggested:
Courtesy, tact, and acceptance. Tidak boleh
mendebat itee, verifikasi boleh. Jangan kaget,
setuju atau tidak setuju
Baju harus sesuai
Confidentiality, data yang didapat harus dijaga
Wwcr (4)
1. Memulai interview. Perkenalan, identifikasi,
penjelasan singkat. Siap2 menjawab pertanyaan
itee mengenai penelitian ini. Pemberian cover
letter dsb. Tekankan hal yang tampaknya
penting buat itee (sensitivitas)
2. Bangun rapport, bikin relaks
3. Jangan kelamaan bangun rapport, karena itee
sibuk
4. Fokus pada wwcr jangan terlalu lama ke
mana2, eye contact
Wwcr (5)
5. Jangan stereotyping
6. Iter harus familiar banget dengan alat
7. Tanya sesuai pertanyaan dan urutan
8. Jangan mengasumsikan jawaban
(misalnya mengangguk-angguk mengerti,
(tidak baku juga)), jawaban dari itee
harus jelas
Wwcr (6)
9. Suara jelas, pertanyaan musti ditangkap
10. Jangan mengindikasikan jawaban, jangan
usulkan jawaban, ulang pertanyaan
11. Neutral probes
12. Masalah pencatatan

Anda mungkin juga menyukai