Anda di halaman 1dari 66

Jamur adalah parasit pada manusia

penyebab utama dari infeksi sekunder


penyakit kulit, lesi di mata dan telinga,
gangguan di saluran cerna dan saluran
kemih
Infeksi jamur di kulit liang telinga :
otomikosis
Kejadian otomikosis:
9% dari seluruh kejadian otitis eksterna
30,4% dari pasien otitis atau inflamasi
pada telinga

Andrall dan Gaverret adalah dua orang


pertama yang mengemukakan infeksi
jamur di telinga.
Penyebab terbanyak: genus Aspergillus
& Candida
Jenis Candida banyak ditemukan di
daerah beriklim sedang sedangkan
Aspergillus pada daerah beriklim tropis
Beberapa kasus otomikosis bahkan
sering bersamaan dengan infeksi bakteri
Telinga Luar

- Daun Telinga ( Pinna )

- Liang Telinga ( Canalis Auditorius


Eksternus)

Lalwani AK, 2008


DAUN TELINGA
- Kerangka inti : tulang rawan elastik
- Jaringan subkutan antara kulit &
perikondrium

Lalwani AK, 2008


LIANG TELINGA
- Berbentuk huruf S
- Panjang 2,5 3 cm
- Terbagi 2: Pars kartilaginosa dan Pars
ossea
Pars Kartilaginosa
1/3 bagian luar
Mengandung banyak folikel rambut,
kel. serumen, kel.sebasea
Tebal kulit 0,5-1 mm
Supero-postero-medial

Austin DF, 1997


Pars Ossea
2/3 bag. dalam liang telinga
Dibentuk pars timpani & pars
skuamosa os.temporal
Melengkung antero-inferior,
menyempit membentuk isthmus.

Austin DF, 1997


Drake et all, Grays
Anatomy for Student
VASKULARISASI
1. Daun telinga:
- a.auricularis posterior
- a.temporalis superficialis
- a.occipitalis
2. Liang Telinga
- a. auricularis posterior
- a. maxillaris interna Hughes GB, 2007
- a. temporalis superficialis
INERVASI
- N. Auriculotemporalis ( cabang n.trigeminus) :
Dinding anterior liang telinga & membran timpani
- N. Auricularis mayor cabang n. C2 C3 :
Prosessus mastoideus
Bag. posterior daun telinga & membrana timpani
- N. auricularis cabang n. vagus :
Bag. inferior pars ossea liang telinga dan membran
timpani
Pars kartilaginosa liang telinga bagian posterosuperior
Cymba concha
- Cabang n. fasialis dan chorda tympani :
Pars ossea liang telinga bag. posterosuperior.
KELENJAR LIMFE

Limfonodi parotis superfisialis

Limfonodi retroaurikuler

Limfonodi servikal superfisialis


DEFINISI
Otomikosis adalah infeksi jamur pada
kulit liang telinga luar.

Bailey BJ, Johnson JT.2006


ETIOLOGI
- Tersering:
Aspergillus & Candida
- Jarang:
Mucor, Fusarium, Scedosporium,
Hendersonula,Rhodotorula,Cryptococcus
Jamur, Monilial dan dermatophyta
Vannewald I,et all.2010
Faktor Predisposisi:
1. Faktor lingkungan:
suhu dan kelembaban

2. Faktor lokal :
infeksi kronik pada telinga, penggunaan tetes
telinga, penggunaan steroid, adanya infeksi jamur
pada bagian tubuh lainnya seperti dermatomikosis
atau vaginitis, gangguan fungsi imunitas, malnutrisi
dan perubahan hormonal tubuh yang dapat
memicu timbulnya infeksi (menstruasi,hamil)
Pathogenesis

Organisme
komensal

OTOMIKOSIS

Suhu & Pertahanan


kelembaban tubuh
DIAGNOSA
Anamnesa:
1. Gatal di liang telinga
2. Rasa penuh di liang telinga
3. Otalgia
4. Otorrhea
5. Kurang dengar dan tinitus
Pemeriksaan Fisik : ditemukan adanya
debris di CAE

Aspergillus niger cenderung berwarna gelap


kehitaman

Aspergillus fumigates berwarna kecoklatan

Candida albicans berwarna putih


Candida Albicans Aspergillus niger
Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan KOH
sampel debris/swab bercak pada kaca
preparat yang difiksasi dengan larutan
KOH 15%-30% dilihat di mikroskop
2. Kultur debris menggunakan media
Saborauds dextrose.
Terapilokal : toliet telinga
membersihkan meatus akustikus
eksternus untuk menghilangkan debris
dan senantiasa memastikannya
dalam keadaan kering
Terapi medikamentosa: Pemberian
antimikotik

Antimikotik
1. Non Spesifik
2. Spesifik
1. Antimikotik non spesifik
(acidifying and dehydrating solution)
- asam boric 2%
- aluminium sulfat-kalsium asetat
- gentian violet 2%
- Castellani ( aseton, alkohol, fenol,
fuchsin, resorcinol)
- Metacresyl acetate (Cresylate)
2. Antimikotik
spesifik
- Clotrimazole
- ekonazole
- nystatin
Nama : Tn.AS
Umur : 28 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Karyawan
Alamat : Sleman, Yogyakarta
Rekam medis : 1.25.13.20
Keluhan utama : gatal pada kedua liang telinga
Sejak 2 minggu sebelum os berobat ke poliklinik THT
Dr. Sardjito, os merasakan gatal pada kedua liang
telinga. Rasa gatal dirasakan terus menerus dan
semakin hari semakin gatal. Kadangkala os juga
merasa kedua liang telinga penuh, namun
pendengarannya tidak terganggu. Bila telinga
gatal pasien mengorek telinga denga cotton bud
dan mendapati kotoran telinga berwarna putih.
Rasa nyeri pada telinga tidak ada, keluarnya
cairan dari telinga tidak ada, telinga berdenging
tidak ada, sakit kepala berputar tidak ada
Batuk, pilek, dan demam juga tidak dikeluhkan.
Riwayat penggunaan obat tetes telinga
sebelumnya disangkal. Riwayat penggunaan
obat-obatan antibiotik dalam waktu lama
sebelumnya disangkal. Pasien mempunyai
kebiasaan berenang seminggu minimal 1 kali.
Riwayat Penyakit Dahulu:
Riwayat gatal pada liang telinga
sebelumnya disangkal
Riwayat alergi disangkal
Riwayat kencing manis disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat penyakit alergi pada keluarga
disangkal
Riwayat kencing manis dalam keluarga
disangkal
Keadaan Umum: Baik, compos mentis,
gizi cukup
TD: 120/70 MmHg
Nadi: 84x/menit
Suhu: 36,5C
Frekuensi Pernapasan: 20x/menit
Pemeriksaan THT:
Pemeriksaan telinga
Inspeksi:
Daun serta liang telinga kiri dan kanan : dbn
Palpasi:
nyeri tekan tragus dan penarikan daun telinga
kanan dan kiri (-)
Otoskopi:
Pada liang telinga kanan dan kiri tampak
debris berwarna putih dan serumen minimal
Pemeriksaan rhinoskopi anterior : dbn
Pemeriksaan rhinoskopi posterior : dbn
Pemeriksaan orofaring : dbn
Pemeriksaan laringoskop indirek : dbn
Pemeriksaan swab debris dari liang
telinga kanan & kiri dengan
pemeriksaan KOH 15% diperoleh hasil (+)
infeksi jamur
Otomikosis AD dan AS
Membersihkan debris liang telinga
Terapi medikamentosa berupa:
Clotrimazole tetes telinga 3x 4 tetes/hari
pada telinga kanan dan kiri
Memberikan edukasi kepada pasien
Rekurensi
Kontrol 1 minggu
Dasar diagnosa:
anamnesa: rasa gatal pada liang
telinga,rasa penuh pada liang telinga,
dan kotoran berwarna putih
Faktor predisposisi: Kebiasaan berenang
min seminggu sekali
Tiesner : laki-laki lebih banyak menderita
otomikosis daripada wanita, hal ini diduga
karena laki-laki lebih banyak bekerja di luar
rumah, ditempat lingkungan yang
berdebu, sehingga mengakibatkan mudah
terpapar spora jamur
Vennewald et al : risiko terjadinya otitis
eksterna karena jamur lima kali lebih besar
pada perenang daripada bukan perenang
Pemeriksaan penunjang: melakukan
pemeriksaan KOH didapatkan hasil (+)
infeksi jamur.
Pada pemeriksaan KOH, bila disebabkan
oleh jamur yang membentuk filamen maka
akan tampak hifa atau anyaman hifa dan
kadang-kadang spora
Prinsip penatalaksanaan pada pasien otomikosis
- Pengangkatan jamur dari liang telinga
- Menjaga liang telinga tetap kering serta &
bersuasana asam
- Pemberian obat anti jamur
- Menghilangkan faktor risiko
Pemberian terapi medikamentosa pada pasien ini
dengan pemberian tetes telinga clotrimazole 3x4
tetes sehari
Phillip dan Roosen:clotrimazole efektif
untuk pengobatan Tinea pedis, Tinea
corporis, Tinea cruris, Tinea versicolor,
serta kandidiasis
Venewald dan Wollina: terapi efektif
pada pasien dengan kolonisasi kronis
aspergillus pada kanalis auditorius
eksternus adalah dengan kombinasi
antara pembersihan debris dan
clotrimazole topikal.
Reynolds: Pemberian tetes Clotrimazole
telah digunakan dan efektif untuk
pengobatan otomikosis di Inggris dan
India
Pada pasien ini telah dilakukan
pembersihan liang telinga & pemberian
tetes telinga antijamur, namun rekurensi
masih menjadi pertimbangan masalah
kedepan perlu anjuran kontrol ulang
Telah dilaporkan pasien laki-laki, berusia 28
tahun dengan diagnosis otomikosis pada liang
telinga kanan dan kiri. Terhadap pasien ini telah
dilakukan pembersihan liang telinga, pemberian
tetes telinga antijamur, dan diberikan edukasi.
Setelah 1 minggu, pasien dianjurkan untuk kembali
agar dapat dievaluasi hasil terapi yang telah
diberikan. Diharapkan terapi yang diberikan cukup
efektif sehingga kemungkinan terjadinya
kekambuhan dapat dihindari

OEF OED Otomycosis

Otalgia (+) Otalgia + fullness Itching


1/3 extra canal All extra canal Skin of the extra canal
Furuncel (+) Oedema (+) Debris (+)
Swelling with Ear canal tighten Fine filament/black
punctum and hyperemia speck
in hair folikel
Tragus pain (+) (+) (-)
Tympanic
membrane Hyperemia Normal
normal
Disease complications of otomokosis include :
Serous otitis media
TM perforation
Termasuk gol.tumbuhan berbentuk
sel/benang bercabang
Dinding sel dari selulosa/kitin bisa
keduanya
Tidak berklorofil sehingga bersifat
saprofit/parasit
Morfologi jamur : yeast dan mold (khamir
dan kapang)
Terdiri dari sel-sel memanjang &
bercabang : hifa
Anyaman hifa disebut miselium
Sering ditemukan : genus Aspergilus
Sel-sel berbentuk bulat
lonjong/memanjang
berkembang biak dengan membentuk
tunas
Membentuk koloni basah dan berlendir
Contoh: genus Kandida
Ragi lonjong
bertunas
Gram +
Ukuran 2-3 x 4-6 Um
Pseudohifa
Meragikan glukosa &
maltosa asam
& gas
Konidiospora
Pada ujung terdapat
sterigmata
Hidup berkelompok _
memasuki jaringan
stratum korneum yang
mengalami trauma
Penyerang oportunistik
pd orang dgn
defisiensi imun
Skin :
1. Epidermis
2. Dermis
3. Subkutis
Epidermis :
1. Stratum corneum
2. Stratum lucidum
3. Stratum granulosum
4. Stratum spinosum
5. Stratum germinativum
- Jamur mengeluarkan keratinase yg
mencerna keratin sbg bahan makanan
- Sel keratin banyak yg rusak sehingga sel
basal berproliferasi mengisi sel2 yg hilang
(turn over/epidermolisis epitel lbh cepat)
- Jamur superfisial tidak pernah
menembus lap.granulosum
Pembilasan air yg sering saat berenang
dapat mengangkat lap.pelindung kulit
di CAE (lemak,lap lilin,serumen)
Derajad keasaman CAE juga berubah
memudahkan timbulnya infeksi

Paulose et all, 1989


Termasuk anti jamur golongan azol
Merupakan anti jamur spektrum luas
Mekanisme kerja dengan menghambat
14 demethylase pd jalur biosintesis
ergosterol perubahan
permeabilitas membran sel, pematahan
asam nukleat seluler, menghambat
pertumbuhan sel jamur

Phiilip & Rosen, 2001


Ergosterol main sterol in fungi
important component in building fungi
cell wall .
Triazole or azole derives binds to
ergosterol process fungi cell wall
bulding damage and increase
permeability of the cell wall ions and
other molecules that important to support
fungi life leak out fungi cell die.
Munguia R, 2008
Munguia R, 2008
Nystatin which is particularly effective against
Candida species.
Clotrimazole 1% cream to the ear canalhighly
effective as an antifungicide
ExoderilNaftifine Hclgol Alilamin inhibit
ergostreol,lanostreol& kolestreol on
membrane cell. Good effective against
dermatophyta but less effective against
candida species too. (Budimulia,1987)