Anda di halaman 1dari 13

ETIKA BISNIS DALAM Kelompok 7:

Nurul hidayati

BERWIRAUSAHA Beta larasati


M. Wildana Fikria
Pengertian
Etika Bisnis

Sistem Etika

Prinsip etika
bisnis

Masalah penerapan
etika bisnis
Etika Bisnis lahir di Amerika pada tahun 1970-an kemudian meluas ke
Eropa tahun 1980-an dan menjadi fenomenal global ditahun 1990-an. Jika
sebelumnya hanya para teolog dan agamawan yang membicarakan masalah
masalah moral dan bisnis, sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan
masalah-masalah etis disekitar bisnis, dan etika bisnis dianggap sebagai suatu
tanggapan tepat atas krisis moral yang meliputi dunia bisnis di Amerika
Serikat. Ironisnya justru negara Amerika yang paling gigih menolak
kesepakatan Bali pada pertemuan negara dunia tahun 2007 di Bali. Ketika
sebagian besar negara-negara peserta mempermasalahkan etika industri
negara-negara maju yang menjadi sumber penyebab global warming agar
dibatasi, Amerika menolaknya.
PENGERTIAN ETIKA BISNIS Etika normatif bisnis dipandang
sebagai suatu ilmu yang
mengadakan ukuran atau norma
yang dapat dipakai untuk
menggapai atau menilai
Etika bisnis adalah sebagai seperangkat nilai
tentang baik, buruk, benar dan salah dalam dunia perbuatan. Etika ini menjelaskan
bisnis berdasarkan pada prinsip-prinsip moralitas. apa yang seharusnya yang
Moral berasal dari kara mores, dapat diartikan terjadi dan apa yang harus
sebagai perbuatan dan kelakuan. Dalam arti lain dilakukan dan memungkinkan
etika bisnis berarti seperangkat prinsip atau
seseorang untuk mengukur
norma dimana para pelaku bisnis harus komit
padanya dalam bertransaksi, berperilaku, dan dengan apa yang semestinya
berelasi guna mencapai tujuan-tujuan bisnisnya. terjadi.
SASARAN DAN LINGKUP ETIKA
BISNIS
Setelah melihat penting dan relevansinya etika bisnis ada baiknya kita tinjau lebih lanjut apa saja sasaran dan lingkup
etika bisnis itu. Ada tiga sasaran dan lingkup pokok etika bisnis yaitu:
Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi dan masalah yang terkait dengan praktek
bisnis yang baik dan etis. Dengan kata lain, etika bisnis yang pertama bertujuan untuk mengimbau para pelaku bisnis
untuk menjalankan bisnisnya secara baik dan etis. Karena lingkup bisnis yang pertama ini lebih sering ditujunjukkan
kepada para manajer dan pelaku bisnis dan lebih sering berbicara mengenai bagaimana perilaku bisnis yang baik
dan etis itu.
Etika bisnis bisa menjadi sangat subversife. Subversife karean ia mengunggah, mendorong dan membangkitkan
kesadaran masyarakat untuk tidak dibodoh bodohi, dirugikan dan diperlakukan secara tidak adil dan tidak etis oleh
praktrek bisnis pihak mana pun. Untuk menyadarkan masyarakat khususnya konsumen, buruh atau karyawan dan
masyarakat luas akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga.
Etika bisnis juga berbicara mengenai system ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis.
Dalam hal ini etika bisnis lebih bersifat makro, yang karena itu barangkali lebih tepat disebut sebagai etika ekonomi.

Ketiga lingkup dan sasaran etika bisnis ini berkaitan erat satu
dengan yang lainnya dan bersama sama menentukan baik
tidaknya, etis tidaknya praktek bisnis tersebut.
TINGKATAN ETIKA BISNIS
Weiss (1995:9) Mengutip Pendapat Carroll (1989)
Membahas Lima Tingkatan Etika Bisnis, Yaitu:
Tingkat individual
Tingkat organisasional
Tingkat asosiasi
Tingkat masyarakat
Tingkat internasional
SISTEM ETIKA BISNIS
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, antara lain ialah :
Pengendalian diri
Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-
ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
Menciptakan persaingan yang sehat.
Menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan".
Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi
dan Komisi)
Mampu menyatakan yang benar itu benar.
Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan
pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah.
Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah
disepakati bersama.
Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap
apa yang telah disepakati.
Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam
suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-
undangan
PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS
Pada dasarnya, setiap pelaksanaan bisnis seyogyanya harus menyelaraskan
proses bisnis tersebut dengan etika bisnis yang telah disepakati secara umum
dalam lingkungan tersebut. Sebenarnya terdapat beberapa prinsip etika bisnis
yang dapat dijadikan pedoman bagi setiap bentuk usaha. Sonny Keraf
(1998) menjelaskan bahwa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut :
Prinsip Otonomi ; yaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil
keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang
dianggapnya baik untuk dilakukan.
Prinsip Kejujuran ; terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan
secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau
tidak didasarkan atas kejujuran.
Prinsip Keadilan ; menuntut agar setiap orang diperlakukan secara
sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang
rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual Benefit Principle) ; menuntut
agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan
semua pihak.
Prinsip Integritas Moral ; terutama dihayati sebagai tuntutan internal
dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan
bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-
orangnya maupun perusahaannya.
1. Standar moral para pelaku bisnis pada umumnya masih lemah
2. Banyak perusahaan yang mengalami konflik kepentingan
3. Situasi politik dan ekonomi yang belum stabil
4. Lemahnya penegakan hukum
5. Belum ada organisasi profesi bisnis dan manajemen untuk
menegakkan kode etik bisnis dan manajemen
SEKIAN, TERIMA KASIH
PERTANYAAN:
1. nery: apakah etika itu memiliki kriteria tersendiri
2. anisa : berikan contoh etika bisnis dalam setiapa
tingkatan tadi?
3. maruf : jika seseorang tidak melalukan etika saat bisnis
apa dampaknya?
4. yudha : adakah kesulitan seorang pengusaha dalam
melaksanakan etika bisnis
Rozak : apakah semua pengusaha mempraktikan etika?
Kalau belum darimanakh etika tersebut didapat?